KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 110


__ADS_3

" Kamu nggak papa ditinggal sendiri , atau aku telpon Mia biar kesini ..." Ucap Arya .


Pagi ini , mereka masih di rumah sakit karena Sasa harus opname , baru nanti sore diperbolehkan pulang .


Tapi pagi ini ia ada meeting penting , setelah kemarin harus membatalkan beberapa pertemuan dengan kliennya .


" Nggak papa Mas , udah kamu berangkat sana ..." Jawab Luna .


" Tapi nanti kalau Sasa minta ke kamar mandi panggil suster aja , jangan digendong ."


" Iya ." Luna berdiri dan menggandeng tangan Arya keluar , Sasa masih tertidur takutnya malah terbangun karena mereka berbicara di dekatnya ." Udah buruan berangkat , ntar telat ."


" Kalau ada apa-apa telpon ."


" Iya Mas ."


Arya menatap jam di tangannya ." Ya udah , aku berangkat ." Mengusap rambut Luna , lalu mencium bibirnya dan berjalan keluar ruangan .


Baru mau menutup pintu , terlihat dari lorong seseorang tengah menuju ke ruangannya .


Laura langsung memeluknya begitu mendekat .


" Gimana keadaan Sasa ?" Tanyanya pelan , melihat Sasa masih tertidur lelap .


Mereka duduk di sofa panjang .


" Udah nggak papa , nanti sore juga pulang , kemarin dia agak shock aja ."


Laura mengangguk ." Emang ya Kinan , selalu bikin ulah ." Ucapnya kesal . Ia menelpon Karina kemarin dan tahu kondisi Sasa seperti ini .


Luna hanya diam menanggapinya .


" Harusnya kamu larang aja sekarang dia menemui Sasa ." Lanjutnya .


" Aku nggak enak juga , gimanapun dia itu ibu kandungnya Sasa ."


" Iya sih , ibu kandung rasa ibu tiri kalau si Kinan ."


Luna tertawa kecil mendengarnya .


" Kok ponsel kamu nggak bisa dihubungi ?"


" Masih disita sama Mas Arya ."


" Kenapa ?" Tanya Laura heran .


" Ada sedikit masalah sama Dimas , jadi aku nggak boleh pegang dulu ."


" Ya ampun , nggak Kinan ...nggak Dimas sama-sama biang kerok ya ."


" Ya begitulah ..."


" Terus kalau kamu hubungi Arya gimana ?"


" Ada , aku bawa ponsel lain , nomor baru yang tahu cuma orang rumah , nanti aku kasih nomornya , jangan dikasih siapapun ya ."


" Iya ...beres , memang nggak percaya sama aku ."


Luna mengambil ponsel di tas nya , lalu mencatat nomor Laura , begitu juga sebaliknya .


" Terus , ngomong-ngomong gimana hubungan kamu sama Kak Rafi ?" Tanya Luna tiba-tiba , membuat Laura sedikit tersipu .

__ADS_1


Luna menatapnya heran ." Kok kamu kelihatannya bahagia gitu ...apa udah mulai serius ..." Goda Luna .


Laura balas menatapnya , lalu mengangguk ." Kemarin Rafi melamar aku ."


" Oh ya ." Ucap Luna lantang , lalu segera membekap mulutnya sendiri , untungnya Sasa tak terbangun .


" Wah selamat ya ." Luna mengulurkan tangan dan memeluknya .


" Tapi kalau untuk menikah dalam waktu dekat ini aku belum siap ."


" Kenapa ?"


" Ya nggak tahu sih ...belum siap aja , lagian Papa juga belum bisa pulang ke Indonesia ."


" Hmmm...terus rencana kalian apa ?"


" Sepertinya tunangan dulu mungkin ."


" Baguslah...nanti kabari aku siapa tahu bisa bantu-bantu ."


" Hey Luna ...mana mungkin aku minta kamu bantu-bantu , ntar yang ada Pak Arya bisa marah besar kalau nyuruh bumil ."


Luna terbahak . " Ya nggak lah ..."


" Mamaaaa...." Sasa rupanya terbangun dan masih mengucek matanya .


Luna berdiri dan mendekat .


" Sasa makan ya , itu udah dianterin suster ."


Sasa mengangguk .


" Sasa udah enakan ?" Tanya Laura yang juga langsung mendekatinya .


" Pinter ." Ucap Laura sambil mengusap rambutnya .


" Oh ya Lun , kamu pasti belum makan juga kan ?"


Luna menggeleng .


" Aku ke cafetaria bawah ya , beli sarapan buat kita ."


" Iya , makasih ya Laura ."


" Sasa mau dibeliin apa ... puding mau ..?" Tawarnya .


Sasa mengangguk .


" Ya udah tunggu sebentar ."


Setelah mengambil tas , Laura berjalan keluar .


Luna sendiri mulai menyuapi Sasa .


Tak lama terdengar ketukan di pintu .


" Iya masuk ."


Pintu terbuka , ternyata Kinan yang datang .


" Sasa udah nggak papa ?" Tanyanya .

__ADS_1


Sasa hanya diam .


" Nggak papa , nanti sore juga udah boleh pulang ." Luna yang menjawab .


" Kamu sendirian ?"


" Ada Laura ,tapi masih beli makanan ."


Kinan hanya melihat Luna menyuapi Sasa sampai selesai .


" Luna bisa kita bicara sebentar ."


Luna mengangguk .


" Sa ,Mama duduk di luar situ ya , sebentar ." Ucap Luna menunjuk keluar .


Sasa mengangguk .


Mereka keluar dan duduk di luar ruangan .


" Ada apa ?" Tanya Luna .


" Aku minta maaf untuk semua yang terjadi kemarin ...aku benar-benar menyesal sudah membuat Sasa celaka ."


Luna menatapnya , memang ada penyesalan di raut wajah nya , semoga itu semua memang benar .


" Sekuat apapun berusaha , aku nggak bisa mendekati Sasa lagi ..." Ucapnya pelan .


Luna memegangi tangannya ." Semua butuh proses , karena Sasa juga nggak bisa terlalu dipaksa ." Ucapnya menenangkan .


Kinan balas menatapnya ." Bahkan kamu lebih mengenal Sasa daripada aku yang ibu kandungnya ."


Luna hanya tersenyum menanggapi .


" Aku juga minta maaf soal yang waktu itu ."


" Ya udahlah ...semua sudah berlalu ."


" Aku sadar sudah kehilangan cinta dari Mas Yuda dan tidak akan bisa meraihnya kembali , karena sudah ada kamu di hatinya ."


Luna diam .


" Sekarang aku tahu ...kenapa Mas Yuda bisa sangat mencintai kamu dan aku yakin kalau ancaman Dimas tidak akan membuat kalian terpisah ."


" Ancaman Dimas ?" Tanya Luna kaget ." Kamu tahu itu ?"


Kinan mengangguk ." Aku bertemu Dimas dan dia menceritakan semuanya , soal perjanjian yang akan disepakati dengan Mas Yuda ."


Luna diam dan berpikir . Kesepakatan ...? Arya bilang kalau sudah memberinya uang dan masalah selesai .Atau memang ada kesepakatan lain yang tak diketahuinya .


" Memang Dimas bilang apa ?" Tanya Luna lagi .


" Dimas cerita kalau dia memegang rahasia kalian dan satu-satunya cara agar semuanya tidak dipublikasikan adalah Mas Yuda harus melepaskan kamu ."


Luna mendelik ." Dimas bilang begitu ?" Tanyanya ulang .


Kinan mengangguk . " Memangnya Dimas belum bicara dengan kalian ?" Tanyanya balik .


Luna menggeleng .


Kinan mengusap bahunya ."Tapi aku yakin , apapun masalahnya ...Mas Yuda pasti akan tetap mempertahankan kamu apapun yang terjadi ."

__ADS_1


Luna tersenyum , meski hatinya mulai gelisah .


Arya sudah menyembunyikan sesuatu darinya .


__ADS_2