
" Kamu nggak papa ditinggal sendiri , atau aku telpon Mia biar kesini ..." Ucap Arya .
Pagi ini , mereka masih di rumah sakit karena Sasa harus opname , baru nanti sore diperbolehkan pulang .
Tapi pagi ini ia ada meeting penting , setelah kemarin harus membatalkan beberapa pertemuan dengan kliennya .
" Nggak papa Mas , udah kamu berangkat sana ..." Jawab Luna .
" Tapi nanti kalau Sasa minta ke kamar mandi panggil suster aja , jangan digendong ."
" Iya ." Luna berdiri dan menggandeng tangan Arya keluar , Sasa masih tertidur takutnya malah terbangun karena mereka berbicara di dekatnya ." Udah buruan berangkat , ntar telat ."
" Kalau ada apa-apa telpon ."
" Iya Mas ."
Arya menatap jam di tangannya ." Ya udah , aku berangkat ." Mengusap rambut Luna , lalu mencium bibirnya dan berjalan keluar ruangan .
Baru mau menutup pintu , terlihat dari lorong seseorang tengah menuju ke ruangannya .
Laura langsung memeluknya begitu mendekat .
" Gimana keadaan Sasa ?" Tanyanya pelan , melihat Sasa masih tertidur lelap .
Mereka duduk di sofa panjang .
" Udah nggak papa , nanti sore juga pulang , kemarin dia agak shock aja ."
Laura mengangguk ." Emang ya Kinan , selalu bikin ulah ." Ucapnya kesal . Ia menelpon Karina kemarin dan tahu kondisi Sasa seperti ini .
Luna hanya diam menanggapinya .
" Harusnya kamu larang aja sekarang dia menemui Sasa ." Lanjutnya .
" Aku nggak enak juga , gimanapun dia itu ibu kandungnya Sasa ."
" Iya sih , ibu kandung rasa ibu tiri kalau si Kinan ."
Luna tertawa kecil mendengarnya .
" Kok ponsel kamu nggak bisa dihubungi ?"
" Masih disita sama Mas Arya ."
" Kenapa ?" Tanya Laura heran .
" Ada sedikit masalah sama Dimas , jadi aku nggak boleh pegang dulu ."
" Ya ampun , nggak Kinan ...nggak Dimas sama-sama biang kerok ya ."
" Ya begitulah ..."
" Terus kalau kamu hubungi Arya gimana ?"
" Ada , aku bawa ponsel lain , nomor baru yang tahu cuma orang rumah , nanti aku kasih nomornya , jangan dikasih siapapun ya ."
" Iya ...beres , memang nggak percaya sama aku ."
Luna mengambil ponsel di tas nya , lalu mencatat nomor Laura , begitu juga sebaliknya .
" Terus , ngomong-ngomong gimana hubungan kamu sama Kak Rafi ?" Tanya Luna tiba-tiba , membuat Laura sedikit tersipu .
__ADS_1
Luna menatapnya heran ." Kok kamu kelihatannya bahagia gitu ...apa udah mulai serius ..." Goda Luna .
Laura balas menatapnya , lalu mengangguk ." Kemarin Rafi melamar aku ."
" Oh ya ." Ucap Luna lantang , lalu segera membekap mulutnya sendiri , untungnya Sasa tak terbangun .
" Wah selamat ya ." Luna mengulurkan tangan dan memeluknya .
" Tapi kalau untuk menikah dalam waktu dekat ini aku belum siap ."
" Kenapa ?"
" Ya nggak tahu sih ...belum siap aja , lagian Papa juga belum bisa pulang ke Indonesia ."
" Hmmm...terus rencana kalian apa ?"
" Sepertinya tunangan dulu mungkin ."
" Baguslah...nanti kabari aku siapa tahu bisa bantu-bantu ."
" Hey Luna ...mana mungkin aku minta kamu bantu-bantu , ntar yang ada Pak Arya bisa marah besar kalau nyuruh bumil ."
Luna terbahak . " Ya nggak lah ..."
" Mamaaaa...." Sasa rupanya terbangun dan masih mengucek matanya .
Luna berdiri dan mendekat .
" Sasa makan ya , itu udah dianterin suster ."
Sasa mengangguk .
" Sasa udah enakan ?" Tanya Laura yang juga langsung mendekatinya .
" Pinter ." Ucap Laura sambil mengusap rambutnya .
" Oh ya Lun , kamu pasti belum makan juga kan ?"
Luna menggeleng .
" Aku ke cafetaria bawah ya , beli sarapan buat kita ."
" Iya , makasih ya Laura ."
" Sasa mau dibeliin apa ... puding mau ..?" Tawarnya .
Sasa mengangguk .
" Ya udah tunggu sebentar ."
Setelah mengambil tas , Laura berjalan keluar .
Luna sendiri mulai menyuapi Sasa .
Tak lama terdengar ketukan di pintu .
" Iya masuk ."
Pintu terbuka , ternyata Kinan yang datang .
" Sasa udah nggak papa ?" Tanyanya .
__ADS_1
Sasa hanya diam .
" Nggak papa , nanti sore juga udah boleh pulang ." Luna yang menjawab .
" Kamu sendirian ?"
" Ada Laura ,tapi masih beli makanan ."
Kinan hanya melihat Luna menyuapi Sasa sampai selesai .
" Luna bisa kita bicara sebentar ."
Luna mengangguk .
" Sa ,Mama duduk di luar situ ya , sebentar ." Ucap Luna menunjuk keluar .
Sasa mengangguk .
Mereka keluar dan duduk di luar ruangan .
" Ada apa ?" Tanya Luna .
" Aku minta maaf untuk semua yang terjadi kemarin ...aku benar-benar menyesal sudah membuat Sasa celaka ."
Luna menatapnya , memang ada penyesalan di raut wajah nya , semoga itu semua memang benar .
" Sekuat apapun berusaha , aku nggak bisa mendekati Sasa lagi ..." Ucapnya pelan .
Luna memegangi tangannya ." Semua butuh proses , karena Sasa juga nggak bisa terlalu dipaksa ." Ucapnya menenangkan .
Kinan balas menatapnya ." Bahkan kamu lebih mengenal Sasa daripada aku yang ibu kandungnya ."
Luna hanya tersenyum menanggapi .
" Aku juga minta maaf soal yang waktu itu ."
" Ya udahlah ...semua sudah berlalu ."
" Aku sadar sudah kehilangan cinta dari Mas Yuda dan tidak akan bisa meraihnya kembali , karena sudah ada kamu di hatinya ."
Luna diam .
" Sekarang aku tahu ...kenapa Mas Yuda bisa sangat mencintai kamu dan aku yakin kalau ancaman Dimas tidak akan membuat kalian terpisah ."
" Ancaman Dimas ?" Tanya Luna kaget ." Kamu tahu itu ?"
Kinan mengangguk ." Aku bertemu Dimas dan dia menceritakan semuanya , soal perjanjian yang akan disepakati dengan Mas Yuda ."
Luna diam dan berpikir . Kesepakatan ...? Arya bilang kalau sudah memberinya uang dan masalah selesai .Atau memang ada kesepakatan lain yang tak diketahuinya .
" Memang Dimas bilang apa ?" Tanya Luna lagi .
" Dimas cerita kalau dia memegang rahasia kalian dan satu-satunya cara agar semuanya tidak dipublikasikan adalah Mas Yuda harus melepaskan kamu ."
Luna mendelik ." Dimas bilang begitu ?" Tanyanya ulang .
Kinan mengangguk . " Memangnya Dimas belum bicara dengan kalian ?" Tanyanya balik .
Luna menggeleng .
Kinan mengusap bahunya ."Tapi aku yakin , apapun masalahnya ...Mas Yuda pasti akan tetap mempertahankan kamu apapun yang terjadi ."
__ADS_1
Luna tersenyum , meski hatinya mulai gelisah .
Arya sudah menyembunyikan sesuatu darinya .