KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 48


__ADS_3

Luna masih sibuk di dapur , menyiapkan rendang ayam hasil masakannya sendiri dengan resep dari Mama mertuanya .


" Gimana Mbak ?" Tanya Luna , ketika meminta Minah mencicipinya .


" Enak Bu ...sudah sama rasanya kayak buatan Bu Karina ."


" Beneran ?"


Minah mengangguk mantap .


" Alhamdulillah kalau gitu ."


Sudah sebulan lebih ia di sini ...dan malam ini menjadi makan malam spesial dengan kedatangan Papa mertuanya , yang baru pertama kalinya mereka bertemu setelah kepulangannya dari Amerika kemarin .


" Pak Ardi pasti suka , kan makanan kesukaannya sama kayak Pak Arya ." Lanjut Minah lagi .


" Semoga aja ya ..."


Luna sudah memindahkan rendang ayamnya ke mangkok saji lalu membawanya ke meja makan .


" Sa , awas panas ini ..." Seru Luna saat Sasa mendekatinya .


Saat menata makanan di meja , terdengar bunyi ketukan di pintu depan .


" Tuh Oma dateng ..." Sahut Luna , Sasa bergegas lari ke depan , Arya mengikuti di belakangnya .


" Opaaaaa...."


Ardi langsung berlari dan memeluk Sasa .


" Cucu Opa udah gede aja lama nggak ketemu ." Serunya , sambil menggendong Sasa .


" Papa nyetir sendiri tadi ?" Tanya Arya .


Ardi mengangguk ." Ya ...Pak Anwar sedang libur ."


Mereka langsung menuju ruang makan .


" Wah udah mateng nih masakannya ." Lanjut Karina .


Melihat mereka datang , Luna berjalan mendekat .Ia langsung mendekati Ardi dan mencium tangannya .


" Luna ..." Sapa Ardi ." Ternyata lebih cantik aslinya ya ..." Lalu beralih ke Arya ." Pinter kamu milih istri .." Pungkasnya .


Luna hanya tersenyum .


" Aku sudah masakin rendang kesukaan Papa ." Jawab Luna .


" Woow ...bisa masak rendang juga kamu ...baunya enak nih .." Puji Ardi lagi .

__ADS_1


" Iyalah ...resep Mama ..." Karina menimpali ." Tapi buatan Luna kali ini pasti lebih enak ."


" Papa jadi laper ini ..."


" Sasa turun dulu , Opa nya biar makan yah .."


Sasa menggeleng , tapi saat Luna mengulurkan tangan untuk menggendongnya , Sasa langsung mengulurkan tangan dan berpindah ke gendongan Luna .


" Sa , udah gede kok gendong ...itu Mamanya kan capek ." Nasehat Karina , tapi Sasa rupanya tak mau mendengarnya .


" Lun ...Mama kamu nggak diundang kesini juga ?" Tanya Karina .


" Nggak bisa Ma ...lagi banyak pesenan catering di rumah ."


" Oh begitu ...baguslah ."


" Tapi Mama kamu sendirian disana .." Ardi menimpali .


" Ada tetangga yang bantu Pa biasanya kalau banyak pesanan ."


Mereka sudah bersiap di meja makan , Minah menyuguhkan teh hangat disana .


" Ini saya buatkan teh jahe buat Bapak ." Ucapnya pada Ardi .


" Oh iya , makasih Minah ya ..."


" Sa ,ayo turun duduk situ ya ...Mamanya capek kalau gendong terus ." Seru Arya .


" Sasa makan juga ya .." Karina menawarkan .


Sasa mengangguk .


" Mau Oma suapin ?" Tanya nya lagi .


" Sama Mama aja ." Jawab Sasa .


" Tuh Pa lihat cucu kamu makin manja aja sekarang ..." Celoteh Karina .


" Ya biarin lah Ma ..."


" Setiap makan jadi Mamanya harus ngalah makan belakangan .." Lanjutnya .


" Memangnya kenapa Sasa nggak mau makan sendiri ?" Tanya Ardi .


" Enakan sama Mama ." Jawab Sasa lagi .


Mereka mulai menikmati makanannya .


Luna duduk di sebelah Sasa dan mulai menyuapinya juga .

__ADS_1


" Enak nih rendangnya .. " Puji Ardi .


" Hmmm ...apa kata Mama ...pasti lebih enak buatan Luna ." Karina menimpali .


Selesai makan , mereka menikmati puding yang baru disajikan Mbak Minah .


" Luna , kamu makan juga ...jangan sampai telat-telat makan karena nyuapin Sasa ." Nasehat Ardi .


" Iya Pa ..."


Selesai makan ,Arya dan Papanya duduk di ruang tengah , membicarakan pekerjaan . Sementara Karina masih di meja makan , menemani Luna yang masih menghabiskan makanannya .


" Papa mau kemana ?" Tanya Karina , melihat suaminya berjalan masuk .


" Ambil berkas ..." Jawabnya , berjalan menuju ruang kerja .


Di dalam ruang kerja , Ardi langsung mendekat ke laci meja , karena tadi Arya bilang berkasnya ada di laci .


Tadi Arya bilang kalau ada di laci atas , ternyata tidak ada .


Ia baru menemukannya di laci paling bawah .


Ia membacanya sekilas dan benar ini berkas yang sedang dicarinya .


Belum sempat menutup laci , matanya menatap selembar kertas yang ada di dalam laci tadi .


Dibacanya sekilas tulisan besar dibagian atas , membuatnya sangat tertarik dan langsung mengambilnya .


Matanya terbelalak tak percaya membaca isi tulisan yang ada di kertas itu .


" Mama..." Panggilnya .


" Iya Pa ..." Terdengar sahutan dari luar .


Tak berapa lama Karina tergopoh menghampirinya .


" Ada apa sih Pa , kok teriak-teriak gitu ?" Tanyanya heran , lalu menutup pintu .


" Mama menyembunyikan sesuatu soal pernikahan Arya ?" Tanyanya langsung .


Karina menatapnya bingung . " Maksud Papa apa ?" Tanyanya balik .


Ardi menatap keluar dan melihat pintu yang sudah tertutup .


" Ada apa sebenarnya dengan hubungan Arya dan Luna ?" Tanya Ardi , kali ini lebih pelan suaranya .


" Pa ...maksudnya apa sih ...Mama nggak ngerti ."


Ardi memberikan selembar kertas yang dipegang kepada istrinya .

__ADS_1


Sama halnya seperti Ardi tadi , Karina pun nampak terkejut membaca tulisan di kertas itu .


__ADS_2