
Luna masih sibuk di dapur , menyiapkan rendang ayam hasil masakannya sendiri dengan resep dari Mama mertuanya .
" Gimana Mbak ?" Tanya Luna , ketika meminta Minah mencicipinya .
" Enak Bu ...sudah sama rasanya kayak buatan Bu Karina ."
" Beneran ?"
Minah mengangguk mantap .
" Alhamdulillah kalau gitu ."
Sudah sebulan lebih ia di sini ...dan malam ini menjadi makan malam spesial dengan kedatangan Papa mertuanya , yang baru pertama kalinya mereka bertemu setelah kepulangannya dari Amerika kemarin .
" Pak Ardi pasti suka , kan makanan kesukaannya sama kayak Pak Arya ." Lanjut Minah lagi .
" Semoga aja ya ..."
Luna sudah memindahkan rendang ayamnya ke mangkok saji lalu membawanya ke meja makan .
" Sa , awas panas ini ..." Seru Luna saat Sasa mendekatinya .
Saat menata makanan di meja , terdengar bunyi ketukan di pintu depan .
" Tuh Oma dateng ..." Sahut Luna , Sasa bergegas lari ke depan , Arya mengikuti di belakangnya .
" Opaaaaa...."
Ardi langsung berlari dan memeluk Sasa .
" Cucu Opa udah gede aja lama nggak ketemu ." Serunya , sambil menggendong Sasa .
" Papa nyetir sendiri tadi ?" Tanya Arya .
Ardi mengangguk ." Ya ...Pak Anwar sedang libur ."
Mereka langsung menuju ruang makan .
" Wah udah mateng nih masakannya ." Lanjut Karina .
Melihat mereka datang , Luna berjalan mendekat .Ia langsung mendekati Ardi dan mencium tangannya .
" Luna ..." Sapa Ardi ." Ternyata lebih cantik aslinya ya ..." Lalu beralih ke Arya ." Pinter kamu milih istri .." Pungkasnya .
Luna hanya tersenyum .
" Aku sudah masakin rendang kesukaan Papa ." Jawab Luna .
" Woow ...bisa masak rendang juga kamu ...baunya enak nih .." Puji Ardi lagi .
__ADS_1
" Iyalah ...resep Mama ..." Karina menimpali ." Tapi buatan Luna kali ini pasti lebih enak ."
" Papa jadi laper ini ..."
" Sasa turun dulu , Opa nya biar makan yah .."
Sasa menggeleng , tapi saat Luna mengulurkan tangan untuk menggendongnya , Sasa langsung mengulurkan tangan dan berpindah ke gendongan Luna .
" Sa , udah gede kok gendong ...itu Mamanya kan capek ." Nasehat Karina , tapi Sasa rupanya tak mau mendengarnya .
" Lun ...Mama kamu nggak diundang kesini juga ?" Tanya Karina .
" Nggak bisa Ma ...lagi banyak pesenan catering di rumah ."
" Oh begitu ...baguslah ."
" Tapi Mama kamu sendirian disana .." Ardi menimpali .
" Ada tetangga yang bantu Pa biasanya kalau banyak pesanan ."
Mereka sudah bersiap di meja makan , Minah menyuguhkan teh hangat disana .
" Ini saya buatkan teh jahe buat Bapak ." Ucapnya pada Ardi .
" Oh iya , makasih Minah ya ..."
" Sa ,ayo turun duduk situ ya ...Mamanya capek kalau gendong terus ." Seru Arya .
" Sasa makan juga ya .." Karina menawarkan .
Sasa mengangguk .
" Mau Oma suapin ?" Tanya nya lagi .
" Sama Mama aja ." Jawab Sasa .
" Tuh Pa lihat cucu kamu makin manja aja sekarang ..." Celoteh Karina .
" Ya biarin lah Ma ..."
" Setiap makan jadi Mamanya harus ngalah makan belakangan .." Lanjutnya .
" Memangnya kenapa Sasa nggak mau makan sendiri ?" Tanya Ardi .
" Enakan sama Mama ." Jawab Sasa lagi .
Mereka mulai menikmati makanannya .
Luna duduk di sebelah Sasa dan mulai menyuapinya juga .
__ADS_1
" Enak nih rendangnya .. " Puji Ardi .
" Hmmm ...apa kata Mama ...pasti lebih enak buatan Luna ." Karina menimpali .
Selesai makan , mereka menikmati puding yang baru disajikan Mbak Minah .
" Luna , kamu makan juga ...jangan sampai telat-telat makan karena nyuapin Sasa ." Nasehat Ardi .
" Iya Pa ..."
Selesai makan ,Arya dan Papanya duduk di ruang tengah , membicarakan pekerjaan . Sementara Karina masih di meja makan , menemani Luna yang masih menghabiskan makanannya .
" Papa mau kemana ?" Tanya Karina , melihat suaminya berjalan masuk .
" Ambil berkas ..." Jawabnya , berjalan menuju ruang kerja .
Di dalam ruang kerja , Ardi langsung mendekat ke laci meja , karena tadi Arya bilang berkasnya ada di laci .
Tadi Arya bilang kalau ada di laci atas , ternyata tidak ada .
Ia baru menemukannya di laci paling bawah .
Ia membacanya sekilas dan benar ini berkas yang sedang dicarinya .
Belum sempat menutup laci , matanya menatap selembar kertas yang ada di dalam laci tadi .
Dibacanya sekilas tulisan besar dibagian atas , membuatnya sangat tertarik dan langsung mengambilnya .
Matanya terbelalak tak percaya membaca isi tulisan yang ada di kertas itu .
" Mama..." Panggilnya .
" Iya Pa ..." Terdengar sahutan dari luar .
Tak berapa lama Karina tergopoh menghampirinya .
" Ada apa sih Pa , kok teriak-teriak gitu ?" Tanyanya heran , lalu menutup pintu .
" Mama menyembunyikan sesuatu soal pernikahan Arya ?" Tanyanya langsung .
Karina menatapnya bingung . " Maksud Papa apa ?" Tanyanya balik .
Ardi menatap keluar dan melihat pintu yang sudah tertutup .
" Ada apa sebenarnya dengan hubungan Arya dan Luna ?" Tanya Ardi , kali ini lebih pelan suaranya .
" Pa ...maksudnya apa sih ...Mama nggak ngerti ."
Ardi memberikan selembar kertas yang dipegang kepada istrinya .
__ADS_1
Sama halnya seperti Ardi tadi , Karina pun nampak terkejut membaca tulisan di kertas itu .