
"dimana handpone mas ya "
Tutur bagas , matanya mencari di sekeliling rumah ningrum hingga dia mencari sampai ke luar rumah .
Bagas berhenti sejenak ,
"ya ampun... Handpone ku tertinggal di rumah " tangan nya menepuk jidat, suara nya sedikit nyaring
"yakin tertinggal di rumah mas? "tanya ningrum
"iya sayang, tadi buru buru seperti nya tertinggal di kamar .
Duh.. Jangan sampai hana membuka ponsel mas "
Ucap bagas
"terus mas mau pulang lagi ngambil handpone?"
Tanya ningrum
"iya, mas pergi dulu ya.
Seperti nya nanti mas langsung ke penggilingan " bagas berlalu keluar menaiki motornya
"mas nanti siang kesini lagi kan ?"
Ningrum sedikit berteriak mengejar bagas keluar
"iya, mas berangkat ya sayang " bagas melajukan motor nya
*****
Bagas membuka pintu rumah nya sembari memanggil nama hana
"hana,
Hana "
Tak terdengar sautan dari hana.
Bagas membuka pintu kamar mencari barang yang tertinggal,
Kebetulan barang yang sedari tadi di cari nya tergeletak di atas laci
Bagas mengambil ponsel nya , menyelidiki apa hana berani membuka ponsel nya
Ternyata ponsel nya masih terkunci
Kecemasan bagas hilang , kini dia bisa bernafas dengan tenang, hana tidak berani membuka ponsel nya , dia tidak akan tau semua yang telah dia rahasiakan
Setelah menyimpan ponsel ke dalam tas nya, kini bagas meencari keberadaan hana, bagas mencoba Mengetuk pintu kamar mandi
"hana, apa kamu di dalam? "
"iya mas, aku sedang mandi . Mas gak jadi ke penggilingan? "
Hana menahan isakan tangis dengan menyalakan shower yang menghujani dirinya ,
Saat bagas datang memanggil nama hana , hana segera masuk ke kamar mandi ,menghidupkan shower ,mengguyur dirinya dalam keadaan menangis terisak dengan pakaian masih menempel di tugu nya
"tadi aku tertinggal barang han , makanya balik lagi.
Tapi mau langsung pergi lagi ya " pamit bagas
"ya, hati hati mas "
__ADS_1
Hana mengunci dirinya di kamar mandi tanpa mau membuka nya sedikitpun , tubuh nya kini melorot
"beginikah rasanya bu fatma merasakan sakit , terpaksa menerimaku sebagai madu nya walau hanya waktu 3 tahun " ucap hana
Perlahan tubuh hama melorot ke bawah membuat nya duduk dengan kaki melonjor
"ya alloh ya tuhan ku, maafkan segala dosa ku, beri aku kekuatan dan kesabaran "
Hana berucap dengan gemetar , air mata nya terus mengalir
****
Di usia nya yang masih 16 tahun seharus nya menjadi masa remaja dimana hama menikmati hidup mencari pengalaman
Namun nyatanya di usia nya yang belum punya pengalaman, justru hana harus terjun menjadi seorang istri,
Ya istri sementara bagas .
*****
"tadi mas cemas sekali sayang, untung saja hana tidak membuka ponsel mas "
Ucap bagas pada ningrum yang tengah lahap menikmati mie ayam di tengah hari
"kenapa harus cemas mas, biarkan saja dia tau.
Justru lebih baik dia tau, jadi mas bisa pulang ke rumah ku tiap hari jangan senbunyi sembunyi kaya gini "
Ucap ningrum
"eh jangan gegabah kalau ngomong.
Gimana kalau fatma tau hubungan kita, kan bisa berabe.
Tapi kalo kamu udah gak mau terima transferan dari fatma sih enggak apa apa "
Ucap bagas
Ucap ningrum
Fatma setiap bulan nya mengirimi bagas uang sebesar 10 juta. Katanya untuk simpanan jika nanti fatma sudah kembali
2 tahun fatma di luar negeri, sudah ada 4 penggilingan di 4 tempat yang di bangun . Semua hasil dari kerja keras fatma
Bagas sendiri hanya mengelola penggilingan juga tempat penampungan
Uang yang fatma kirimkan habis begitu saja di pakai oleh ningrum istri ke 2 nya bagas, bagas memberi tau istri nya jika uang yang di transfer nya ia simpan di orang agar lebih aman
" sayang , uang nya abang simpan di bu tardi ya biar lebih aman, kalau di simpan di rekening abang takut terhipnotis seperti teman abang,
Rekening nya raib , dia di hipnotis dan memberikan kartu atm serta pin nya "
Bagas merayu fatma setahun yang lalu , fatma pun menyetujui permintaan suami nya
****
Waktu sudah hampir sore, hana menyibukan diri dengan merpikan pakaian yang ada di lemari, hana teringat dengan benda yang dia temukan sewaktu mengemas pakaian untuk suami nya pergi ke bandung
Hana mencari di anara pakaian suami nya dan benar saja hana menemukan barang tersebut . Sebuah guci terkecil yang pernah dia lihat dengan penutup lubang berwarna merah dari kain,
Wangi melati begitu tajam, hana menyentuh bagian tutup guci berniat membuka nya, dia penasaran ada apa di dalam nya
Baru saja hana akan membukanya, tiba tiba terdengar suara motor berhenti di depan rumah, hana menyimpan kembali barang tersebut lalu melanjutkan melipat pakaian , memasukan nya ke dalam lemari
Bagas menghampiri hana yang masih duduk dengan setumpuk pakaian yang belum di lipat
__ADS_1
"aku panggil panggil ko engga nyaut han "
Bagas menegur hana
"maaf mas, ngga kedengeran " ucap hama bohong
Sebenarnya hana mendengar ketika bagas mengetuk pintu memanggil nama nya namun dia seolah tak mendengar
"kamu sedikit berbeda, ada apa? " ucap bagas
"enggak ada apa apa ko mas " jawab hana datar
Sengaja dia bersikap cuek, menetralkan hati nya agar tak terlalu ikut perasaan
"kamu bohong "
Bagas bertanya sedikit tegas membuat hana terkejut
"bohong apa sih "
Hana menoleh ke arah bagas, tak sengaja bulir bening yang di bendung nya jatuh di hadapan bagas
"kamu nangis?
Kenapa?
Ada yang menyakiti mu? "
Suara bagas kembali normal
Hana hanya diam saja , menundukan kepalanya menahan agar air mata nya tak mengundang isak tangis
"siapa yang membuat mu menangis? " bagas kembali bertanya
Ingin sekali hana berteriak pada bagas, bahwa yang menyakitinya adalah suami nya sendiri, yang membuat nya menangis adalah suami nya sendiri
Namun hana mengerti posisi nya saat ini
Dia hanya pemeran pengganti
"sudahlah, berhenti menangis " bagas sepertinya mulai emosi karena hana tak menjawab petmrtanyaan nya
"mas, apa sebenarnya tujuan mu menikahiku? "
lirih hana
Suaranya bergetar menahan isak tangis
"kenapa bertanya seperti itu " bukan nya menjawab bagas malah balik bertanya
"apa seminggu ini kamu bersama perempuan yang tadi mengirim pesan? "
Hana mencoba memberanikan diri menanyai pesan yang tadi pagi dia baca
"kamu mulai curiga sama aku? "
Bagas tak menjawab sama sekali
"aku hanya bertanya mas , kamu jawab aja "
Suara hana kini meninggi, air matanya membanjiri pipi nya bahkan isak tangis nya mulai terdengar
"baiklah hana, kini akan ku katakan yang sebenarnya agar kamu tidak terus menerus bertanya "
" sebelum menikahi mu aku sudah menikah "
__ADS_1
deggggg!!!!
dada hana semakin sakit, ke dua tangan nya kini menutupi wajah nya