KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 108


__ADS_3

Keesokan harinya ,sepulang dari kantor , ia mengantarkan Luna ke dokter . Syukurlah tidak ada masalah dengan kandungannya .


" Tensinya agak tinggi , tolong hindari stres dan harus banyak istirahat ."


" Baik , Dok ."


*****


Sementara di tempat lain ..


Di salah satu cafe , Kinan sedang duduk sendiri disana , menikmati hot americano kesukaannya .


Setidaknya ini semua bisa sedikit meredakan kegundahan hatinya .


Ia menyandarkan punggungnya di kursi .


Setelah kejadian itu ...ia tak punya akses untuk bertemu Sasa dan juga Yuda pastinya .


Kemarahan dan perlakuannya sungguh diluar dugaan .


Yuda yang dikenalnya dulu selalu lembut ,tak pernah sekalipun membentaknya .


Tetapi setelah kejadian kala itu ...saat semua perselingkuhannya terbongkar .Semua berubah .


Ia tak menemukan lagi sorot mata penuh cinta yang dulu hanya menjadi miliknya , berubah tatapan penuh kebencian .


Semua itu kini ditemukan ...tapi bukan lagi untuknya dan itu teramat sangat menyakitkan .


Cinta yang hilang ...teramat sangat sulit diraihnya lagi .


Sekarang ...Luna sudah berhasil menguasai seluruh hati Yuda , bahkan tak menyisakan sedikitpun untuknya .


Ia menarik nafas panjang , kemudian mengambil cangkir dan meminumnya sedikit .


" Akhirnya kita bertemu lagi ."


Kinan mendongak dan kaget melihat siapa yang berdiri di depannya sekarang .


" Dimas ..." Panggilnya pelan .


Dimas tersenyum sinis ,menarik kursi didepannya lalu duduk .


" Mau apa kamu ?!" Tanyanya sinis .


" Biasa aja ...aku juga udah nggak tertarik lagi sama kamu ." Ejeknya .


Kinan melengos .


" Atau kamu berminat untuk kembali kepada Arya ..?"


Pertanyaan Dimas yang membuat Kinan langsung menatapnya ." Maksud kamu apa hah ...?!"


Dimas tertawa lebar . " Oh ya aku lupa ..." Ucapnya kemudian ." Posisi kamu sudah tergantikan oleh Luna kan ...?" Ejeknya lagi .


" Bukan urusan kamu ..!"

__ADS_1


" Hmmm...tapi kalau memang kamu masih menginginkan Arya ..kesempatan itu terbuka lebar sekarang ."


Kinan mengernyitkan alisnya ." Maksudnya ?"


Dimas mendekatkan wajahnya ke Kinan ." Aku punya kartu as yang pasti membuat Arya tak berkutik lagi ." Ucapnya penuh keyakinan .


Kinan masih diam dan menatapnya .


" Dan pastinya akan membuatnya berpikir ulang ...kalau tetap mempertahankan Luna ..hidupnya akan hancur ."


" Apa kamu melakukan ini karena ingin merebut Luna kembali ?" Tanya Kinan .


Dimas mengangguk ." Tepat sekali ...aku ingin Luna kembali , cuma itu ."


Kinan mencibirnya ." Nggak mungkin ."


" Hey ...Kinan , dengar baik-baik ...bagi aku mungkin Luna menjadi sangat berarti , tapi tidak bagi Arya ."


Kinan menatapnya tajam .


" Bagi seorang Arya Perwira ...Luna tidak berarti apa-apa selain untuk pengasuh anaknya , dengan semua yang dimiliki sekarang ..dia bisa mendapatkan perempuan manapun yang dia mau , tanpa harus bersusah payah mengejarnya ."


" Memangnya kamu tahu seperti apa perasaan Yuda ke Luna ?"


" Ya ..sangat tahu , itu sebabnya aku yakin kalau kali ini akan berhasil ." Ungkap Dimas dengan kepercayaan diri terpampang nyata di wajahnya ." Nggak mungkin Arya mempertaruhkan kehormatan dan kariernya dengan mempertahankan Luna menjadi istrinya ."


Kinan diam , menyilangkan tangannya di dada .


" Jadi bagaimana...?" Tanya Dimas sembari menunjukkan senyuman sinisnya ." Aku masih berbaik hati kan mau menolong kamu ..silahkan rebut lagi hati Arya ."


Dimas tiba-tiba berdiri , lalu berjalan ke sampingnya .


Brakk !!!


Kinan menggebrak meja dengan telapak tangannya .


" Jangan kurang ajar kamu ...!"


Dimas tertawa lebar , melambaikan tangan kemudian berlalu dari hadapannya .


*****


Sesampainya di rumah .


Karina sudah menyiapkan makanan untuknya .


" Makan di kamar aja kalau masih pusing ." Ucapnya .


Luna mengangguk ." Sasa kemana , Ma ?"


" Lagi main sama Mia di kamar ."


Setelah berganti baju , ia duduk di atas tempat tidur , sementara Arya keluar mengambil makanan .


Ia coba memejamkan matanya , pandangannya terasa berputar-putar dan kepalanya masih berdenyut .

__ADS_1


Begitu membuka mata , dilihatnya Arya sudah duduk di depannya , lalu mengusap keningnya .


" Makan dulu ya ."


Hanya 3 suapan yang bisa di lahapnya , kemudian meminum obat yang diberikan dokter tadi .


Setelah itu , ia berusaha turun dari tempat tidur .


" Mau kemana ?" Tanya Arya .


" Pipis ."


" Bentar ." Arya menuntunnya sampai di depan kamar mandi .


" Tunggu disini aja ." Seru Luna saat Arya juga mau melangkah masuk .


" Nggak ."


" Masak aku pipis kamu ikut ke dalam ."


" Memangnya kenapa ...daripada nanti jatuh di dalam ."


" Nggak mau ." Tolak Luna .


" Kenapa ?"


" Kan malu kalau dilihatin ."


" Udah cepetan ." Arya menuntunnya masuk ." Keburu ngompol kamu disini ."


Saat mereka sampai di depan closet .


" Udah , sekarang kamu hadap sana ." Luna memintanya membalikkan badan .


" Kenapa ...nggak dosa juga kalau aku lihat ."


" Mas ayolah .." Luna mulai menggoyang-goyangkan kakinya .


" Iya ..." Arya akhirnya menurut .


" Udah ." Tanyanya setelah beberapa saat , lalu berbalik dan mendapati Luna sudah berdiri disana .


Mereka kembali ke tempat tidur , Arya menyuruhnya berbaring dan langsung menyelimutinya .


Lampu kamar dimatikan .


Arya berbaring di sampingnya dan menatap Luna .


" Kenapa belum tidur ?" Tanyanya setelah beberapa menit dan Luna masih juga belum tertidur .


" Nggak bisa tidur ." Ucap Luna sambil mengusap keningnya .


" Hadap sini ..."


Ia memiringkan badannya ke kiri .

__ADS_1


Arya mengusap rambutnya , lalu memijat dengan sedikit menekan di tengah dahinya , diantara kedua alisnya dan itu cukup meredakan sakit di kepalanya .


Ia memejamkan mata dan masih merasakan pijatan itu sampai benar-benar terlelap .


__ADS_2