KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 116


__ADS_3

Ia membuka mata , pandangannya masih terasa berputar ,kepalanya sakit .


Sambil meringis kesakitan , dicobanya untuk bangun , tapi justru membuat kepalanya terasa berat dan akhirnya mengurungkan niatnya .


" Pak Arya sudah bangun ..." Seorang suster berjalan menghampiri .


" Saya dimana ?"


" Bapak di rumah sakit , tadi ada warga yang mengantarkan kesini , mobil Bapak sudah dibawa ke bengkel ..dan maaf tadi saya membuka dompetnya untuk mencari kartu identitasnya ."


" Oh iya nggak papa ."


Arya masih terdiam dan mulai mengingat semuanya , ia masih ingat jelas saat mobilnya menabrak pohon dan setelah itu ...entah apa yang terjadi .


" Maaf Pak , tadi saya belum menghubungi keluarga Bapak , ini ponselnya ."


" Oh iya ." Jawabnya , sambil memijat keningnya .


" Bapak masih pusing ?"


Arya mengangguk .


" Kalau begitu jangan bangun dulu dan usahakan untuk tenang ...kalau misalkan Bapak mau menelpon , jangan terlalu lama karena Bapak masih harus banyak istirahat ."


" Baik Sus makasih , tapi saya nggak harus opname disini kan ...?"


" Sebaiknya anda di rawat dulu , kita juga masih menunggu hasil CT Scan ...kalau besok kondisi anda membaik bisa diusahakan ya , Pak ." Ucap Suster menjelaskan .


" Baik , terima kasih ."


Arya menarik nafas panjang , bagaimana harus menjelaskan ke Luna kalau ia di rumah sakit .


" Tunggu ya Pak ,sebentar lagi akan di pindah ke ruang rawat ." Lanjut suster .


Arya mengangguk , menatap layar ponsel , beberapa panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Luna .


Pasti dia sangat khawatir ,ini sudah lama ia belum mengabari .


Kepalanya masih sakit saat menatap ponsel terlalu lama ,apalagi untuk mengetikkan pesan .


Akhirnya diputuskan untuk telpon .


" Mas , kamu dimana ?"


Begitu tersambung , Luna sudah menyapanya terlebih dulu .


" Aku ketemu klien dulu sebentar ."


" Tadi udah ketemu Dimas ...?"


" Udah ..."


" Terus gimana ...?"


" Ya ...nanti ceritanya di rumah aja ya ..."


" Kamu beneran nggak papa ?" Tanya Luna lagi , yang sepertinya juga merasa ,kalau ada sesuatu .


" Iya , udah ya ...nggak enak ditungguin orang ."


" Ya udah hati-hati ,jangan pulang malam ."


" Iyaaa ....sayangku ..."


Luna memutus sambungan ponselnya terlebih dulu .


Setelah itu Arya mencari kontak lain dan menghubungi .


" Halo ,Pak Sanusi ."


Lalu ia menceritakan kecelakaan yang menimpanya dan meminta untuk menjemputnya ke rumah sakit .


" Pak , tolong jangan sampai Luna tahu dulu ya , nanti dia panik ."

__ADS_1


" Baik Pak ."


Pak Sanusi hanya menceritakannya ke Ardi dan Karina , mereka bicara di teras depan .


" Ya sudah saya ikut ." Seru Ardi ." Mama di rumah aja ,nanti kalau Luna tahu gimana ..."


" Iya , tapi nanti kabari ya kondisi Arya ." Ucap Karina .


Mereka segera berangkat disaat Luna masih di kamar Sasa .


Karina masuk ke dalam ,berusaha menyembunyikan kepanikannya , ia cemas bagaimana kalau kondisi Arya parah .


Semoga tidak ada apa-apa dan Arya bisa langsung pulang , takutnya kalau sampai opname dan Luna tahu akan membuatnya drop lagi karena memikirkan masalah ini .


30 menit kemudian ,Ardi dan Pak Sanusi sampai di rumah sakit , Arya sendiri sudah dipindahkan ke ruang rawat .


VVIP 001


Mereka naik ke lantai 4 dan ruangan ada di paling pojok .


Ia sudah terbaring disana , dengan perban dikepalanya .


" Gimana keadaan kamu ?" Tanya Ardi langsung berjalan mendekat .


" Nggak papa kok Pa , cuma masih pusing aja ."


" Kata dokter gimana ?"


" Masih nunggu hasil CT Scan ."


" Berarti kamu harus opname kan ...dan Luna juga pasti tahu soal ini ."


Arya mengangguk ." Tapi tadi aku telpon Luna , bilang masih mau menemui klien ..."


Ardi menatapnya ." Ya sudah , biar Mama aja yang coba bicara ke Luna ."


" Iya Pa , aku cuma takut kondisi nya drop lagi ."


Ardi keluar ruangan , begitu ada Suster dan Dokter masuk memeriksa kondisinya .


*****


Karina menarik nafas panjang , sekarang bagaimana caranya menceritakan semua ke Luna .


Ia berjalan keluar kamar setelah memutus sambungan telpon .


Menuju ke kamar Sasa dan ternyata Luna tidak disana .


Ia berbalik dan menuju kamar Luna .


" Luna ..." Panggilnya sambil mengetuk pintu .


" Iya Ma , nggak dikunci kok ."


Saat masuk kamar , Luna baru keluar dari kamar mandi .


" Kenapa Ma ?" Tanyanya heran .


" Duduk sini ..." Karina memintanya duduk di sofa .


Luna menatapnya heran .


" Tadi Arya sudah nelpon ?"


" Sudah Ma , katanya masih menemui klien ."


Karina mengangguk .


" Mama mau cerita yang sebenarnya , tapi janji kamu harus tenang ya ..."


Luna nampak kaget ." Cerita apa Ma ?"


" Harus tenang jangan panik ,ingat kandungan kamu ." Cetus Karina lagi .

__ADS_1


Luna mengangguk ." Memangnya Mas Arya kenapa ?" Tanyanya lagi . Perasaannya memang sudah tak enak dari tadi , saat Arya tak juga merespon telpon dan pesan nya .


" Tadi Arya mengalami kecelakaan ."


" Kecelakaan ?!" Sentaknya ." Terus gimana ?"


" Papa barusan kasih kabar , ada benturan dikepala jadi harus tunggu hasil CT Scan dulu dan terpaksa harus rawat inap , biar bisa dipantau kondisinya ."


Luna berdiri ." Ya sudah , aku kesana ya Ma ." Ucapnya panik .


Karina mengangguk ." Iya tapi kamu nggak boleh terlalu panik , sekarang ganti baju , biar Pak Halim yang antar , soalnya Pak Sanusi sama Papa di rumah sakit ."


Luna bergegas ganti baju dan tak sampai 10 menit , ia sudah siap .


" Kamu hati-hati , biar Mama yang jagain Sasa ."


" Iya Ma , aku berangkat dulu ."


*****


Lantai 4 , VVIP 001


Luna sudah berada di depan , berpapasan dengan Ardi disana .


" Kamu sama siapa ?"


" Sendiri Pa , tadi diantar Pak Halim ."


Ardi mengangguk ." Ya sudah Papa pulang dulu , nanti kesini lagi bawa baju ganti Arya ."


" Iya Pa ."


Setelah Ardi pulang , Luna masuk .


Arya nampak terkejut melihat kedatangannya .


" Kenapa kesini ?" Tanyanya .


" Memangnya aku nggak boleh kesini ?" Tanyanya balik .


Luna mendekat , lalu mengusap keningnya yang terbalut perban .


" Hei ...kok nangis ?" Arya menatap matanya yang mulai berkaca-kaca .


" Kenapa kamu bohong tadi ..." Ucapnya terbata .


" Aku minta maaf ...takut kamu panik aja , aku nggak papa kok ."


" Nggak papa gimana .." Ucapnya lagi , air matanya sudah jatuh sekarang .


Arya mengangkat tangan kanan dan mengusap pipinya ." Udah jangan nangis , aku nggak papa , beneran ."


" Masih pusing ?" Tanya Luna .


" Iya ,apalagi lihat kamu nangis ...makanya jangan nangis ." Arya berusaha tertawa .


Luna mengusap pipinya . Terlihat nampan makanan masih utuh di atas nakas .


Luna mengambil semangkok bubur , lalu menyuapkannya ke Arya .


" Habis ini kamu pulang ya , biar Pak Sanusi yang disini ." Seru Arya .


" Nggak ...!"


" Biar Pak Sanusi aja yang jaga , nanti kamu tidur disini nggak nyaman ."


Luna melotot . " Nggak , aku mau disini ..." Ucapnya tegas .


" Luna ...dengerin aku ."


Luna diam dan masih sibuk menyuapinya .


Arya cuma menarik nafas panjang melihatnya .

__ADS_1


__ADS_2