
Ia membuka mata , pandangannya masih terasa berputar ,kepalanya sakit .
Sambil meringis kesakitan , dicobanya untuk bangun , tapi justru membuat kepalanya terasa berat dan akhirnya mengurungkan niatnya .
" Pak Arya sudah bangun ..." Seorang suster berjalan menghampiri .
" Saya dimana ?"
" Bapak di rumah sakit , tadi ada warga yang mengantarkan kesini , mobil Bapak sudah dibawa ke bengkel ..dan maaf tadi saya membuka dompetnya untuk mencari kartu identitasnya ."
" Oh iya nggak papa ."
Arya masih terdiam dan mulai mengingat semuanya , ia masih ingat jelas saat mobilnya menabrak pohon dan setelah itu ...entah apa yang terjadi .
" Maaf Pak , tadi saya belum menghubungi keluarga Bapak , ini ponselnya ."
" Oh iya ." Jawabnya , sambil memijat keningnya .
" Bapak masih pusing ?"
Arya mengangguk .
" Kalau begitu jangan bangun dulu dan usahakan untuk tenang ...kalau misalkan Bapak mau menelpon , jangan terlalu lama karena Bapak masih harus banyak istirahat ."
" Baik Sus makasih , tapi saya nggak harus opname disini kan ...?"
" Sebaiknya anda di rawat dulu , kita juga masih menunggu hasil CT Scan ...kalau besok kondisi anda membaik bisa diusahakan ya , Pak ." Ucap Suster menjelaskan .
" Baik , terima kasih ."
Arya menarik nafas panjang , bagaimana harus menjelaskan ke Luna kalau ia di rumah sakit .
" Tunggu ya Pak ,sebentar lagi akan di pindah ke ruang rawat ." Lanjut suster .
Arya mengangguk , menatap layar ponsel , beberapa panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Luna .
Pasti dia sangat khawatir ,ini sudah lama ia belum mengabari .
Kepalanya masih sakit saat menatap ponsel terlalu lama ,apalagi untuk mengetikkan pesan .
Akhirnya diputuskan untuk telpon .
" Mas , kamu dimana ?"
Begitu tersambung , Luna sudah menyapanya terlebih dulu .
" Aku ketemu klien dulu sebentar ."
" Tadi udah ketemu Dimas ...?"
" Udah ..."
" Terus gimana ...?"
" Ya ...nanti ceritanya di rumah aja ya ..."
" Kamu beneran nggak papa ?" Tanya Luna lagi , yang sepertinya juga merasa ,kalau ada sesuatu .
" Iya , udah ya ...nggak enak ditungguin orang ."
" Ya udah hati-hati ,jangan pulang malam ."
" Iyaaa ....sayangku ..."
Luna memutus sambungan ponselnya terlebih dulu .
Setelah itu Arya mencari kontak lain dan menghubungi .
" Halo ,Pak Sanusi ."
Lalu ia menceritakan kecelakaan yang menimpanya dan meminta untuk menjemputnya ke rumah sakit .
" Pak , tolong jangan sampai Luna tahu dulu ya , nanti dia panik ."
__ADS_1
" Baik Pak ."
Pak Sanusi hanya menceritakannya ke Ardi dan Karina , mereka bicara di teras depan .
" Ya sudah saya ikut ." Seru Ardi ." Mama di rumah aja ,nanti kalau Luna tahu gimana ..."
" Iya , tapi nanti kabari ya kondisi Arya ." Ucap Karina .
Mereka segera berangkat disaat Luna masih di kamar Sasa .
Karina masuk ke dalam ,berusaha menyembunyikan kepanikannya , ia cemas bagaimana kalau kondisi Arya parah .
Semoga tidak ada apa-apa dan Arya bisa langsung pulang , takutnya kalau sampai opname dan Luna tahu akan membuatnya drop lagi karena memikirkan masalah ini .
30 menit kemudian ,Ardi dan Pak Sanusi sampai di rumah sakit , Arya sendiri sudah dipindahkan ke ruang rawat .
VVIP 001
Mereka naik ke lantai 4 dan ruangan ada di paling pojok .
Ia sudah terbaring disana , dengan perban dikepalanya .
" Gimana keadaan kamu ?" Tanya Ardi langsung berjalan mendekat .
" Nggak papa kok Pa , cuma masih pusing aja ."
" Kata dokter gimana ?"
" Masih nunggu hasil CT Scan ."
" Berarti kamu harus opname kan ...dan Luna juga pasti tahu soal ini ."
Arya mengangguk ." Tapi tadi aku telpon Luna , bilang masih mau menemui klien ..."
Ardi menatapnya ." Ya sudah , biar Mama aja yang coba bicara ke Luna ."
" Iya Pa , aku cuma takut kondisi nya drop lagi ."
Ardi keluar ruangan , begitu ada Suster dan Dokter masuk memeriksa kondisinya .
*****
Karina menarik nafas panjang , sekarang bagaimana caranya menceritakan semua ke Luna .
Ia berjalan keluar kamar setelah memutus sambungan telpon .
Menuju ke kamar Sasa dan ternyata Luna tidak disana .
Ia berbalik dan menuju kamar Luna .
" Luna ..." Panggilnya sambil mengetuk pintu .
" Iya Ma , nggak dikunci kok ."
Saat masuk kamar , Luna baru keluar dari kamar mandi .
" Kenapa Ma ?" Tanyanya heran .
" Duduk sini ..." Karina memintanya duduk di sofa .
Luna menatapnya heran .
" Tadi Arya sudah nelpon ?"
" Sudah Ma , katanya masih menemui klien ."
Karina mengangguk .
" Mama mau cerita yang sebenarnya , tapi janji kamu harus tenang ya ..."
Luna nampak kaget ." Cerita apa Ma ?"
" Harus tenang jangan panik ,ingat kandungan kamu ." Cetus Karina lagi .
__ADS_1
Luna mengangguk ." Memangnya Mas Arya kenapa ?" Tanyanya lagi . Perasaannya memang sudah tak enak dari tadi , saat Arya tak juga merespon telpon dan pesan nya .
" Tadi Arya mengalami kecelakaan ."
" Kecelakaan ?!" Sentaknya ." Terus gimana ?"
" Papa barusan kasih kabar , ada benturan dikepala jadi harus tunggu hasil CT Scan dulu dan terpaksa harus rawat inap , biar bisa dipantau kondisinya ."
Luna berdiri ." Ya sudah , aku kesana ya Ma ." Ucapnya panik .
Karina mengangguk ." Iya tapi kamu nggak boleh terlalu panik , sekarang ganti baju , biar Pak Halim yang antar , soalnya Pak Sanusi sama Papa di rumah sakit ."
Luna bergegas ganti baju dan tak sampai 10 menit , ia sudah siap .
" Kamu hati-hati , biar Mama yang jagain Sasa ."
" Iya Ma , aku berangkat dulu ."
*****
Lantai 4 , VVIP 001
Luna sudah berada di depan , berpapasan dengan Ardi disana .
" Kamu sama siapa ?"
" Sendiri Pa , tadi diantar Pak Halim ."
Ardi mengangguk ." Ya sudah Papa pulang dulu , nanti kesini lagi bawa baju ganti Arya ."
" Iya Pa ."
Setelah Ardi pulang , Luna masuk .
Arya nampak terkejut melihat kedatangannya .
" Kenapa kesini ?" Tanyanya .
" Memangnya aku nggak boleh kesini ?" Tanyanya balik .
Luna mendekat , lalu mengusap keningnya yang terbalut perban .
" Hei ...kok nangis ?" Arya menatap matanya yang mulai berkaca-kaca .
" Kenapa kamu bohong tadi ..." Ucapnya terbata .
" Aku minta maaf ...takut kamu panik aja , aku nggak papa kok ."
" Nggak papa gimana .." Ucapnya lagi , air matanya sudah jatuh sekarang .
Arya mengangkat tangan kanan dan mengusap pipinya ." Udah jangan nangis , aku nggak papa , beneran ."
" Masih pusing ?" Tanya Luna .
" Iya ,apalagi lihat kamu nangis ...makanya jangan nangis ." Arya berusaha tertawa .
Luna mengusap pipinya . Terlihat nampan makanan masih utuh di atas nakas .
Luna mengambil semangkok bubur , lalu menyuapkannya ke Arya .
" Habis ini kamu pulang ya , biar Pak Sanusi yang disini ." Seru Arya .
" Nggak ...!"
" Biar Pak Sanusi aja yang jaga , nanti kamu tidur disini nggak nyaman ."
Luna melotot . " Nggak , aku mau disini ..." Ucapnya tegas .
" Luna ...dengerin aku ."
Luna diam dan masih sibuk menyuapinya .
Arya cuma menarik nafas panjang melihatnya .
__ADS_1