
Bagas mengetuk pintu kamar yang terdapat fatma di dalam nya
Tok tok tok
"sayang.. Maafin abang,
Buka pintu nya ya ,
Abang mohon maafin abang .
Abang janji mulai sekarang abang tidak akan pernah bicara apapun, abang akan turutin apa kata kamu.
Maafin abang sayang,
Tolong bukain pintu nya ya "
Bagas terus memohon di depan pintu, namun tak ada jawaban dari fatma, pintu pun tak kunjung terbuka
Bagas melorot, kini posisi nya terduduk kepala nya menyandar pada pintu kamar
Cukup lama ahirnya terdengar kunci di putar dan pintu pun terbuka
Bagas yang tengah terduduk langsung berdiri meraih pinggang fatma memeluk nya dengan erat
"maafin abang sayang, abang janji tak akan membuat mu kecewa "
"abang janji ya "
Tutur fatma
"iya abang janji sayang "
Fatma juga membalas pelukan bagas .
Mereka berdua masuk ke kamar lalu duduk di atas tempat tidur
"bang, aku hanya "
"sudah lah sayang, aku paham maksud kamu,
Kalau hana tak juga memberikan nya abang sendiri yang akan memaksanya dengan tegas "
Bagas memotong ucapan fatma
"terimakasih bang "
Fatma kembali memeluk bagas , di balas dengan kecupan di kening oleh bagas
"besok abang mau ke penggilingan, kamu mau ikut? "
"tidak usah bang, aku mau istrahat aja di rumah . "
"abang biasa nya pulang dulu istirahat, tapi sepertinya besok mau lihat penggilingan yang di desa sebelah , jadi kemungkinan pulang nya sore "
"iya gak apa apa bang .
Aku mau mandi dulu ya bang, badan udah lengket gak enak "
"kita mandi bareng ya, abang masih rindu sama ini "
Bagas menunjuk ke arah **** * fatma
"ah abang bisa aja "
Fatma terkeukeuh
"ya udah ayo "
Bagas menarik pelan tangan fatma menuju kamar mandi
Suara pertengkaran yang tadi sempat terdengar, kini berubah menjadi suara desaha** yang saling bersahutan ,
Bagas dan fatma yang di landa rindu entah beberapa kali memuaskan dirinya di dalam kamar mandi maupun di atas ranjang , mencapai kenikmatan yang tak henti hingga mereka tertidur pulas
Ke esokan hari nya hana sudah beraktifitas seperti biasa nya, bagas dan fatma terlihat sudah keluar dari kamar nya dengan rambut sama sama masih basah dan menyerbakan wangi harum seperti kemarin
"ada sarapan apa han? "
Tanya bagas
"aku belum masak mas, aku hanya bikin pisang goreng dan nasi goreng "
"ya sudah, bikinin aku kopi,
Satu lagi, bikinin fatma teh manis "
Bagas dengan pakaian rapi nya berjalan keluar menuju kursi yang ada di teras di ikuti fatma
"hana hari ini mau aku suruh ke pasar, kalau ada yang mau kamu beli bilang saja pada hana ya sayang "
"iya bang, aku mau titip di belikan es goyobod yang dulu pernah kita beli deket pasar "
"kalo es goyobod buka nya Jam 9 lewat sayang, hana harus menunggu nya buka .biasa nya hana ke pasar Jam 7:30 menyerbu sayuran segar"
"tidak apa apa bang, aku kangen pengen es goyobod"
"kalo begitu biar nanti abang belikan ya "
"gak usah bang, biar nanti hana saja yang belikan , sekalian dia belanja, nanti aku makan es goyobod bareng hana biar dia beli nya 2"
"ya sudah kalo gitu "
"ini mas kopi nya,
Ini juga teh nya mba "
Hana datang membawa satu piring pisang goreng dan kopi juga teh manis dalam nampan lalu di simpan nya di meja
"kamu engga sarapan han?
Sarapan dulu aja, sini bareng bareng disini "
__ADS_1
Fatma sengaja membaik baiki hana di depan bagas
"tidak usah mba, hana sudah sarapan tadi "
"jangan terlalu cape ya, biar aku saja yang mengerjakan pekerjaan rumah, kamu ke pasar aja ya"
Ucap fatma
"iya mba , hana masuk dulu "
Hana melaju pergi
Bagas dan fatma menikmati sarapan sambil bermain handpone di tangan masing masing.
Fatma yang diam diam chatingan dengan rian terlihat begitu serius
Rian akan datang hari ini ke rumah fatma, mereka telah berjanji semalam untuk bertemu hari ini
Fatma sudah mengatur waktu nya, setelah bagas pergi ke penggilingan selain itu hana pergi ke pasar maka pada kesempatan itu rian akan datang menemui fatma
"sayang, abang mau siap siap dulu ke penggilingan ya "
Fatma segera menaruh handpone di pangkuan nya , takut bagas mencurigai nya
"iya bang, aku tunggu disini ya "
(mas, kamu boleh datang sekarang, bang bagas sudah mau pergi )
fatma buru buru mengirim pesan pada rian lalu segera menghapus nya dan menaruh kembali handpone nya.
Bagas sudah menggendong tas kecil nya, memakai topi juga jaket ,
Fatma mencium punggung tangan nya lalu bagas mencium kening fatma .
Hana yang melihat nya dari jendela merasa iri dan cemburu, hati nya panas, walaupun sebenar nya rasa itu tak boleh ada , sebagai seorang istri hana menginginkan di perhatikan oleh suami sama seperti hal nya bagas terhadap fatma.
Bagas melaju pergi tanpa berpamitan pada hana,
Hana cukup sadar diri siapalah dirinya.
Hana yang juga akan pergi ke pasar sudah bersiap siap, berjalan keluar menghampiri fatma yang masih fokus dengan telpon yang di genggam nya .
"mba , hana mau ke pasar , apa ada yang mau di beli? "
"oh iya hana, ini .
Belilah semua keperluan dapur .
Oh iya, aku mau es goyobod yang di deket pasar , Tunggulah sampai buka ya, biasa nya buka nya Jam 9 lewat "
Fatma memberikan 10 uang lembar berwarna merah
Hana melongo melihat uang yang di sodorkan fatma begitu banyak, biasa nya bagas hanya memberinya 3 lembar uang pecahan 100 ribu
"kenapa? Uang nya kurang?
Memang nya bang bagas suka kasih kamu berapa?
"bukan begitu mba tapi ini "
"udah lah cepetan kamu berangkat, jangan lupa belanja yang kumplit dan jangan lupa es goyobod pesanan ku"
"baik mba "
Hana mengambil uang yang ada di tangan fatma lalu segera pergi berjalan menuju ke pertigaan untuk naik angkot ke pasar
Fatma buru buru masuk ke dalam, mengganti pakaian nya dengan pakaian seksi yang tipis ala ala barat.
Dia sengaja menyiapkan dirinya sebegitu menarik mungkin untuk rian
Tak lama kemudian suara motor vixion berhenti di depan rumah fatma,
Fatma menyambut kedatangan rian di depan pintu dengan penampilan begitu menggoda
Rian segera masuk ke dalam rumah, tanpa basa basi memeluk fatma begitu erat, fatma pun melakukan hal yang sama
Rain meraup bibir ranum milik fatma, melumati nya dengan perasaan, fatma pun membalas nya dengan menikmati setiap setuhan lidah rian
Dengan posisi berciuman mereka berjalan sampai ke depan kamar, tangan fatma membuka pintu kamar tanpa mengubah posisi nya
Rian menggendong fatma dengan ringan, memindahkan mereka hingga ke atas ranjang tempat dimana fatma dan bagas berbagi cinta
Rian membuka kain tipis yang menutupi bagian tubuh fatma, memperlihatkan semua keindahan di dalam tubuh fatma
Rian yang semakin terpesona dan terangsang melahap buas gunung kembar besar yang seakan meletus akibat nafas yang memburu dari fatma
Tangan rian tidak diam, dia menjalar ke setiap inci kulit tubuh fatma, membuat hana menggeliat , tangan nya berhenti di bagian bawah yang terdapat lubang kecil dengan rumput halus di atas nya
Rain mencoba memasukan jari nya pelan ke lubang buaya , mengakibatkan suara indah keluar dari bibir wanita yang ada di bawah nya.
Semakin tangan nya keluar masuk suara itu semakin merdu
Rian melucuti semua pakaian nya , menjelajahi setiap lekukan, menaiki gunung sampai panas dingin , lalu membuka guha kecil . dia keluar masuk guha kecil dimna dia mendapat kenikmatan yang tak ada bandingan nya,
Dengan otot yang kuat dan hentakan yang tajam membuat suara suara indah nan merdu semakin keras dan itu membuat nya semakin bersemangat mempercepat gerakan nya hingga ke puncak gunung dan ahirnya membuat nya menggeram di sertai muntah di dalam gua . Kini dia lemas tak berdaya ambruk di atas ranjang empuk
Kamar itu kini telah menjadi saksi bisu atas zinah yang telah mereka lakukan
Rian memeluk fatma masih dalam keadaan tanpa sehelai kain
"terimakasih dek, mas sudah lama menunggu hari ini tiba "
"Ade juga sama mas "
"selagi ada kesempatan, hubungi mas jika di rumah tidak ada siapa siapa "
"iya mas , Ade akan selalu mencari kesempatan untuk kita "
"apakah keperkasaan mas lebih besar di Bandingkan suami Ade? "
"mas lebih gagah"
__ADS_1
Fatma malu malu
"kamu selalu bisa bikin mas klepek klepek dek "
Rian dan fatma kembali berciuman hingga mereka kembali berbuat zinah dengan posisi berbeda beda.
Rian dan fatma sudah membersihkan diri juga sudah memakai pakaian nya kembali. Fatma juga sudah mengganti pakaian nya dengan yang lebih tertutup di bandingkan yang tadi dia kenakan
Di sisi lain
Hana tengah sibuk memilih barang belanjaan. Dia membeli banyak bahan bahan untuk di masak. Membeli semua jenis bumbu dapur dan juga membeli kebutuhan rumah lain nya
hana melirik ke sebuah toko pakaian , lalu membuka dompet melihat sisa uang belanja masih terbilang cukup banyak.
Hana memasuki toko pakaian tersebut, saat sedang memilih pakaian untuk ibu hamil tak sengaja dia menabrak orang di belakang nya
"aww "
Suara pria terpekik tertabrak hana yang berjalan mundur memilih pakaian
"maaf maaf "
Hana membalikan badan nya melihat pria yang terjengkang akibat tertabrak oleh nya
Bukan nya menolong nya untuk bangun hana justru di buat terkejut dan mematung melihat siapa yang jatuh
Pria yang terjengkang pun tak langsung bangkit, dia juga sama seperti hana yang diam dan mematung menatap hana yang berdiri tegak di depan nya
Pria itu segera sadar dan langsung bangkit, berdiri menghadap pada hana yang tengah berdiri dengan perut besar nya , mata pria itu mengembun berkaca kaca menatap perut hana yang buncit
"hana,,,,
Ahir nya aku bertemu dengan mu "
Pria itu memeluk hana dengan erat. Hana tetap saja mematung tanpa kata
"hana ,,, maafkan aku , aku sudah bilang akan bertanggung jawab "
Tiba tiba hana meneteskan air mata lalu segera di usap nya
"hana, aku mencari mu ke rumah, tapi kata orangtua mu kamu sudah di bawa oleh suami mu, benarkan itu? "
Hana tetap tak menjawab, dia malah tertunduk
"ayo kita duduk dulu. "
Pria itu menuntun tangan hana ke dalam ruangan yang ada di dalam toko
"Irul, tolong ambilkan air mineral sama kursi 2 ya"
Teriaknya pada seorang pelayan yang ada di toko pakaian itu dan pelayan itu memberikan apa yang di pintanya
"ayo duduk dulu hana "
Pria itu menyodorkan kursi pada hana , diapun duduk menghadap hana, lalu membuka tutup botol air mineral memberikan nya pada hana . hana pun langsung meminum nya
"fajar, sedang apa kamu disini? "
Hana bertanya pada pria yang tak lain adalah fajar
"aku sudah lama tinggal disini hana "
"sejak kapan? "
"sejak lulus sekolah , aku tidak melanjutkan sekolah, aku meneruskan usaha toko bapak ku. Bapak ku sudah meninggal 6 bulan yang lalu, jadi aku yang mengelola 3 toko ini sendiri ,
Apa kamu tinggal disini?
"emmm.. i iya... Aku tinggal di kampung kelapa "
"wah.. Deket dong,
Hana...
apa benar kamu sudah menikah? "
Hana menunduk
"iya fajar, aku di nikahkan oleh ibu dan bapak ku pada laki laki ber istri "
"maksud mu, kamu jadi istri muda? "
"sulit aku jelaskan fajar, sudah lama sekali aku ingin bercerita pada orang. Tapi aku takut "
Hana menangis, kedua telapak tangan nya menutupi wajahnya yang menangis
"cetitalah pada ku hana, aku akan selalu ada untuk mu "
Fajar menyandarkan wajah hana pada dada bidang nya.
Baju fajar basah di bagian dadanya bekas Air mata hana
"hana, apa anak ini darah daging ku? "
Bagas menyentuh perut hana
"aku tidak tau,
Aku memakai suntik kb sejak menikah , tapi sebulan kemudian bidan mengatakan kalau aku positif hamil sudah 6 minggu "
Hana kembali ter isak , fajar mendengarnya berfikir sejenak
"tanggal berapa kamu menikah? "
"tanggal 28 maret
"lalu kamu periksa ke bidan tanggal berapa? "
"tanggal 28 april
"aku yakin bayi yang ada dalam kandungan mu adalah anak ku"
__ADS_1