
" Mau kemana ?" Tanya Arya heran , melihat Luna sudah bersiap setelah sarapan .
" Ke rumah Mama sebentar ..." Jawabnya berbohong , pagi ini ia mau ke kantor dan hanya Papa Mamanya saja yang tahu soal ini .
" Sama Sasa ?" Tanya Arya lagi .
Luna menggeleng ." Sasa ikut Mama ke rumah Laura ."
" Terus aku ditinggal sendirian di rumah ..." Arya melingkarkan tangan di pinggang Luna , sambil menatap istrinya itu ...yang sedang memoleskan bedak di wajah .
" Ada Papa di rumah ."
" Ya udah deh ...mending aku ngantor aja ."
Luna menghentikan kegiatannya dan menatapnya marah .
" Bercanda ..."
" Udah ah ..." Luna melepaskan pelukannya . " Aku berangkat sekarang ya ..." Lalu mengambil tas nya di sofa .
" Tunggu .."
Luna menoleh , Arya dengan cepat mengecup bibirnya .
" Jangan lupa obatnya diminum ." Ucapnya lagi , sebelum keluar .
Di ruang tamu ...Ardi tengah berdiri disana dan mendekat saat melihatnya datang .
" Papa sudah bicara sama Pak Sanusi ."
Luna mengangguk , lalu mencium tangannya .
" Hati-hati , kalau ada masalah hubungi Papa ."
Luna mengangguk ,lalu keluar .
Dalam perjalanan , dadanya berdegup tak karuan .
Ini pertama kalinya , ia akan berbicara dengan banyak orang yang memiliki peran penting dalam perusahaan .
Apapun itu , ia harus berhasil meyakinkan mereka . Apalagi Papa memberikan kepercayaan penuh padanya .
" Bu , tadi kata Pak Ardi saya disuruh nunggu sampai selesai ." Ucap Pak Sanusi .
" Iya Pak ."
Saat memasuki area parkir kantor . Luna sedikit gemetaran , tapi dicobanya menarik nafas panjang , harus tenang .
__ADS_1
" Pagi Bu ." Sapa Maya yang menjemputnya di lobi ." Pak Ardi sudah berbicara dengan saya kemarin ."
" Oh iya ..."
" Ibu langsung saya antar ke ruang meeting ya , semua tamu sudah datang ."
Luna mengangguk , lalu berbarengan menuju ke lift .
Sesampainya di lantai atas , langkah kakinya terasa berat saat menjejaki ruang meeting ... Maya ikut masuk menemaninya .
" Selamat Pagi ..." Sapanya .
Semua mata menatapnya .
*****
" Sekali lagi terima kasih atas waktunya untuk mau memenuhi undangan hari ini ..." Ucapnya saat selesai .
Hampir semua yang disana ,hanya menatapnya tanpa menjawab , sorot matanya melihat dengan sinis .
Satu persatu mereka berpamitan dan cara mereka berbicara maupun bersikap terasa berbeda .
Setidaknya ia bernafas lega . Anggapan buruk tentang Arya sudah berhasil dihilangkan .
Mereka akan tetap melanjutkan semua kerjasama dengan perusahaan dan itu cukup membuatnya bahagia dibalik apapun yang akan diterimanya nanti .
Luna menoleh ." Iya ..."
Setidaknya hanya Maya yang tetap memandangnya tak berubah , setelah ia mendengar semuanya tadi .
" Sebaiknya ibu tunggu di ruangan Pak Arya , saya buatkan coklat hangat ...mungkin itu bisa membuat sedikit lebih baik ."
" Makasih ya ..."
Maya mengantarkannya masuk ruangan , lalu berpamitan mengambilkan minum .
" Saya tidak menyangka anda bisa berbuat seperti ini ..."
Luna menarik nafas panjang , duduk di sofa . Mengingat perkataan salah satu dari mereka tadi .
Ia harus melupakan , meski ucapannya sedikit membuat sakit hati .
Yang paling penting semua selesai dan masalah pernikahan kontrak itu tidak akan berpengaruh dengan perusahaan , tak perlu lagi mereka harus menjelaskan semua ke publik .
Pintu terbuka , Maya masuk dengan cangkir di tangannya .
" Silahkan Bu ." Ditaruhnya di atas meja .
__ADS_1
" Makasih ya ."
" Saya boleh bicara sebentar ..." Lanjut Maya .
" Ah iya duduk ." Perintahnya ." Ada apa ?"
Maya duduk di depannya , menatapnya sebentar .
" Saya tahu kenapa ibu bisa berbicara seperti itu ..." Ucapnya tiba-tiba .
" Maksudnya ?" Tanya Luna bingung .
" Ibu hanya ingin melindungi Pak Arya ."
Luna menatapnya kaget ." Kenapa kamu bicara begitu ...ini adalah kenyataan yang sebenarnya ." Ucapnya meyakinkan .
Maya tersenyum ." Mungkin ibu bisa membohongi mereka semua ,tapi saya percaya dan yakin bukan itu yang sebenarnya ...saya minta maaf sebelumnya dengan ucapan saya ini ."
" Ya sudahlah ...yang penting semua selesai dan tolong jangan bicara soal pertemuan ini ke Mas Arya besok ."
Maya mengangguk ." Pak Ardi juga sudah mengingatkan saya soal ini ."
Setelah selesai menghabiskan minumannya , Luna juga berpamitan pulang . Kalau Sasa sudah pulang , pasti akan mencarinya karena tidak tahu juga kalau tadi ia keluar .
" Saya antar sampai depan ya , Bu ."
Sebelum menjawab , Maya sudah menjajari langkahnya dan mengantar sampai di depan lobi .
Pak Sanusi sudah menunggu disana .
" Maya makasih ya ." Pamitnya sebelum masuk mobil .
Maya mengangguk .
Di dalam mobil , ponselnya berdering .
" Iya , Pa ." Jawabnya .
" Baru saja Irwan nelpon Papa dan bilang semua keputusan mereka yang kemarin berubah ...memangnya kamu bicara apa sampai membuat mereka semua yakin mau kembali menjalin hubungan baik dengan perusahaan kita ."
" Semua kebenarannya ,cuma mungkin sekarang mereka sudah bisa memaklumi ."
" Ya sudah , kamu langsung pulang sekarang , kalau terlalu lama nanti Arya bisa curiga ."
" Iya Pa ." Jawabnya lalu memasukkan ponsel ke tas .
Entah seperti apa sikap mereka kepadanya setelah ini ,yang terpenting keluarganya akan baik-baik saja dan persoalan tentang surat kontrak itu selesai .
__ADS_1