KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 113


__ADS_3

Meeting selesai pukul 15.00


Arya kembali ke ruangannya .


" Pak ini laporannya yang tadi ." Maya masuk dan menaruh map di atas meja .


" Oh iya makasih ."


Setelah Maya keluar , ia mengambil cangkir di meja dan menghabiskan kopinya yang tinggal setengah .


Ponsel di sakunya berdering .


Rafi .


" Ya ...Bro ." Sapanya .


" Ketemuan sebentar bisa ..."


Arya menatap jam ditangannya ." Hmm ...iya setengah jam an lagi bisa , dimana ?"


" Oke ...ditempat biasa aja ."


*****


Luna masih di kamarnya , bersiap mau berangkat . Jantungnya berdegup tak karuan , apa bisa ia menyelesaikan masalahnya dengan Dimas .


Ia tak akan sanggup membiarkan Dimas menghancurkan hidup Arya . Semua yang telah dicapainya bisa hancur dengan sebuah kesalahan yang mereka lakukan .


Entah ...Dimas mau mendengarnya atau tidak , tapi setidaknya ia harus mengusahakan itu semua .


Diambilnya ponsel di sofa .Sebaiknya ia berangkat sendiri ,tak perlu diantar Pak Sanusi .


Dibukanya sebuah aplikasi taksi online dan membuat pesanan .


Ia mendesah pelan , semoga semua bisa selesai , tanpa ada satupun yang tersakiti .


*****


Setengah jam kemudian , Arya keluar kantor dan langsung menuju cafe menemui Rafi .


Sambil menyetir , diambilnya ponsel ...menghubungi Luna .


Hanya nada sambung berkali-kali .


Kemana dia , pikirnya .


Nggak mungkin tidur jam segini .


Dicobanya lagi dan tetap sama .


Ia menekan nomor lain .


" Halo Minah ." Sapanya .


" Iya Pak ."


" Luna kemana ,kok saya telpon nggak diangkat ."


" Bu Luna keluar Pak ,kayaknya ponsel ketinggalan di kamar , barusan saya lewat depan kamar ,ada suara telpon ."


" Keluar kemana ...sama Pak Sanusi ?" Tanyanya mulai cemas .


" Nggak Pak , tadi naik taksi online ."


Nggak biasanya Luna memakai taksi online , hal ini membuat nya sangat cemas .

__ADS_1


Ia menepikan mobil dan terdiam , bagaimana caranya tahu Luna pergi kemana kalau ponsel saja tidak dibawanya dan biasanya selalu bilang kalau mau keluar ketemu siapa dan kemana .


Ini aneh .


Tiba-tiba pikiran itu terlintas di benak nya .


Apa mungkin Luna sudah tahu semua dan sekarang ...sedang menemui Dimas .


Ya Dimas , ia harus cari tahu soal ini .


Diambilnya ponsel dan menghubungi Dimas .


Dua kali nada sambung dan langsung diangkat .


" Ada apa Pak Arya , apa anda sudah membuat keputusan ?"


" Bisa kita bertemu sekarang ?" Pancingnya .


" Oh tentu , tapi bagaimana ya ...istri anda sudah lebih dulu membuat janji dengan saya ."


Tepat . Benar dugaannya Luna akan menemui Dimas .


" Kalian bertemu dimana ?"


" Di Panorama cafe sekarang , apa anda mau bergabung juga ...?"


Arya mematikan ponsel dan memutar balik mobil .


Jangan sampai Luna lebih dulu sampai disana .


" Halo Bro , sorry kita cancel dulu ya , aku ada urusan penting ."


Setelah mematikan ponsel , ditaruhnya di jok samping .


Ia menyetir dengan kecepatan tinggi , masalahnya ke Panorama lebih dekat dari rumah ketimbang posisinya sekarang .


Sementara di mobil ...


Luna mengambil tas dan membukanya , mencari ponsel tapi tak menemukannya .


Apa mungkin tertinggal di rumah .


Biasanya Arya menelponnya jam segini dan pasti panik saat tak diangkat .


Ya sudahlah , yang penting masalah barus selesai sekarang .


Diluar hujan mulai deras sore ini . Tak lama lagi ia sampai tujuan .


Arya sendiri terpaksa mencari jalan pintas , membuatnya lebih cepat kesana .


Hujan mulai mengguyur , tak masalah sebentar lagi ia sampai .


Sesampainya di luar , ternyata cafe full , untuk masuk area parkiran dalam harus melalui antrian panjang . Hujan makin deras .


Lewat 10 menit , mereka masih juga diluar , tak beranjak sedikitpun . Kalau weekend selalu saja seperti ini .


Luna menatap jam di tangannya , kalau untuk parkir saja butuh waktu lama ,waktunya akan terbuang disini .


Padahal ia harus kembali satu jam dari sekarang , jangan sampai Arya lebih dulu sampai ke rumah .


" Pak , saya turun disini aja ."


Sopir taksi membalikkan badan , menatapnya .


" Mbak tapi diluar hujannya deras .

__ADS_1


" Nggak papa ,buru-buru soalnya , makasih ya ."


Ia keluar mobil dan sedikit berlari , baru beberapa langkah saja sudah membuatnya basah kuyup .


Baru saja mau berbelok ke pintu masuk , ia membalikkan badan begitu merasakan ada yang memegangi lengannya .


" Mas ..." Sapanya kaget . Arya sudah berdiri di depannya .


Arya menarik tangannya ke tepi jalan .


" Mau kemana ?" Tanyanya langsung .


" Aku mau ..."


" Ketemu Dimas ." Sambungnya .


Luna terkejut , ternyata Arya tahu semuanya .


Ia mengusap wajahnya yang basah .


Arya memegangi bahunya , mereka berdiri berhadapan .


" Mau apa hah ...kamu pikir Dimas akan mendengar semua omongan kamu ...?"


Luna menundukkan kepalanya .


" Mas ...aku tahu kalian membuat kesepakatan itu , aku cuma nggak mau kamu salah mengambil keputusan ." Ucapnya lantang , tapi suaranya hanya terdengar samar , tertutupi suara air hujan yang kian deras .


" Aku sudah memikirkan semua dan kamu nggak perlu ikut campur , semua akan selesai ."


Luna menggeleng ." Aku nggak mau kalau sampai reputasi kamu didepan orang jadi buruk , itu akan berpengaruh buat pekerjaan kamu sekarang ."


" Yah , aku tahu ...tapi nggak ada pilihan lain ."


" Ada ..."


Arya membelalakkan matanya .


" Kalau kita berpisah , Dimas tidak akan melakukan ini ke kamu ." Ucapnya parau .


" Cukup ,jangan bicara ngawur !"


Arya menatapnya lekat .


" Tapi Mas ...semua demi kebaikan semua ."


" Luna stop ..!" Arya menempelkan jari telunjuk di bibir Luna , agar diam .


" Apapun yang terjadi , tidak ada yang bisa memisahkan kita ." Arya mencakup pipinya , sementara Luna mulai terisak .


" Mas ...aku mohon ." Ratapnya .


Arya mendekatkan wajahnya ." Dengar ...aku nggak masalah kalau harus kehilangan karier dan semuanya ,tapi aku bisa mati kalau kehilangan kamu ..." Ucapnya pelan ,tapi Luna mampu mendengarnya dengan jelas .


" Mas ..."


" Tolong , jangan bicara itu lagi ,aku nggak bisa ..."


Luna menatap wajah suaminya itu , yang biasanya nampak selalu tegas kini terlihat begitu rapuh , meski telah basah karena air hujan ,bisa dilihatnya dari sudut mata , air matanya menetes .


" Aku cinta sama kamu ." Ucap Arya lagi ." Jadi jangan pernah berpikir untuk pergi dari aku ."


Arya menarik nya mendekat ke dalam pelukan .


" Aku cuma nggak mau melihat kamu hancur ." Ucap Luna .

__ADS_1


Arya mempererat pelukannya . " Cukup tetap disini , itu sudah menjadi kekuatan buat aku ,apapun masalahnya . "


Tangisnya pecah saat Arya mengusap punggungnya .


__ADS_2