
Bagas menampar ningrum sangat keras membuat ningrum tersungkur ke bawah tempat tidur
"jaga bayi kitabaik baik ya sayang "
Terdengar suara laki laki di telepon masih berbicara
Amarah bagas yang sudah di ubun ubun membeledak ,
Kepalan tangan nya menonjok kaca meja rias hingga pecah, meninggalkan darah segar di kepalan tangan nya .
Bagas menggulingkan meja rias membuat benda yang ada di meja rias jatuh berantakan ke semua arah
Ningrum tak sedikitpun bangkit, dia masih dalam keadaan duduk tersungkur , hanya sedikit bergeser takut tertimpa meja rias
"sayang bunyi apa itu "
Laki laki di telepon masih bicara
Gegas agas mengambil telepon ningrum mendekatkan bibir nya lalu berbicara
"laki laki biadab !
Datang pada ku jangan jadi pecundang. Akan ku buat kau dan wanita ****** ini menyesal "
Tak ada lagi jawaban dari sebrang telpon
"ku pastikan kau akan mati di tangan ku "
Panggilan terputus setelah bagas memberi ancaman pada laki laki di sebrang telpon yang tak lain adalah arif
"dasar wanita ******! "
Bagas menjambak rambut ningrum menarik nya agar bangkit
"Awwww ampun mas... " jerit ningrum.
Kini ningrum tengah berdiri namun menunduk
Plak!
Tamparan keras mendarat kembali di pipi ningrum
Ningrum meringis kesakitan, tangan nya menyentuh pipi bekas tamparan bagas
"ku kira kau wanita baik baik, ternyata kau seorang ****** hah!!!! "
Bagas murka
"kau lihat ningrum, laki laki yang kau panggil sayang ,bahkan tak mampu menjawab ku di telepon, apalagi untuk menemui ku !
Laki laki pecundang!
Biadab! "
Tangan bagas menunjuk tepat di wajah ningrum, lalu menendang kursi rias sampai mengenai pintu kamar
"keluar sekarang dari rumah ku ******!!!! "
Bagas berteriak
Bukan nya menurut ningrum justru malah memeluk kaki bagas
"maaf kan aku mas... Aku khilaf "
Ningrum menangis terisak
"lepaskan tangan kotor mu itu dari kaki ku wanita murahan "
Ningrum semakin memper erat pelukan di kaki bagas membuat bagas semakin murka
"lepaskan kataku "
Bagas menghentikan kaki nya membuat pelukan ningrum lepas
"mas.. Ku mohon maaf kan aku " ningrum menangis dalam keadaan duduk
"tak ada maaf bagi mu wanita iblis , sekarang keluar dari rumah ku tanpa membawa apapun "
Tangan bagas menunjuk arah pintu
Ningrum terus menangis
"aku tak butuh tangisan palsu mu !
Pergi pada lelaki simpanan mu itu! "
"Ampun mas.. Tolong jangan usir aku, aku berjanji akan merubah nya.
Aku mencintai mu mas "
__ADS_1
Lirih ningrum dengan tangis nya
" persetan dengan cinta ,
Mulai hari ini kau bukan lagi istriku "
Bagas mengucapkan yang seharusnya terucap dari dulu
" pergi dari sini "
Bagas menjambak rambut ningrum menyeretnya keluar, tangan ningrum menahan rambut yang tak lepas dari jambakan bagas
Bagas mengunci semua pintu rumah nya, beranjak pergi mendorong motor nya meninggalkan ningrum yang masih setia menangis di teras
Dengan gejolak hati yang panas, bagas menuju rumah ibu nya, wajah nya yang masih merah menahan amarah
Di buka pintu rumah ibu nya mengejutkan ibu nya yang sedang mengscroll layar ponsel .
Bugghh!
Bagas menjatuhkan bobot badan nya di kursi tepat di samping ibu nya
"ada apa? " tanya ibu kaget , menoleh ke arah bagas
Bagas hanya diam, dia memejamkan matanya lalu bulir bening mengalir perlahan di pipi nya
" kamu kenapa? " tanya ibu nya lagi
"ningrum menghianati ku bu " ucap bagas tanpa mengubah posisi
"maksud mu mengkhianati bagai mana ? "
Nada ibu nya meninggi
"ningrum telah berselingkuh di belakang ku bu "
"apa kamu melihat nya? "
"aku mendengar nya sendiri bu,
Wanita ****** dan laki laki biadab itu tengah bicara di telepon,
Mereka menertawakan ku dengan kebodohan ku telah percaya pada ningrum.
Mereka juga menertawakan ku atas patuh nya aku selama ningrum positif hamil . aku di larang menyentuh nya dengan berbagai alasan padahal itu semua hanya alasan
Mereka juga menertawakan ku karena percaya bahwa yang ada dalam kandungan ningrum adalah anak ku, kenyataan nya itu adalah anak dari laki laki biadab itu "
"ibu kira si ningrum itu wanita baik baik, ternyata dia seorang ****** ,
Tadi nya ibu fikit si hana yang keliatan akan mengesalkan, lah ini si ningrum yang keliatan baik justru dia setan nya "
Ibu bagas ikut emosi
"kamu ceraikan saja si ningrum, jangan suruh bawa apapun dari rumah itu "
Ucap ibu bagas dengan emosi
"aku sudah melakukan nya bu " tutur bagas
"bagus , biar tau rasa si ningrum "
Seharian bagas di rumah ibu nya menceritakan yang terjadi pada nya. Tentang hana, juga tentang ningrum.
Hingga sore tiba dia berpamitan pada ibu nya untuk pulang ke rumah hana
Sesampai nya di rumah hana bagas melihat hana tengah berdiri di dapur di depan kompor , tangan nya mengorak arik wajan yang berisikan sayur lodeh
"hana "
Bagas memeluk hana dari belakang , hingga kedua tangan nya menyentuh perut buncit hana.
Hana terpernjat kaget, untung saja lodeh panas di wajan tidak tumpah mengenai nya .
"a - ada apa mas? "
Hana sedikit celingukan dengan sikap bagas yang tiba tiba memeluk nya dengan begitu lembut .
sudah sangat lama sekali bagas pernah melakukan hal serupa , Ya itu saat awal pertama mereka menikah,
dan setelah malam pertama itu, semua nya menjadi berubah .
"jangan katakan apapun, aku ingin tetap seperti ini dulu "
Ucap bagas pelan , membuat hana ikut nyaman dengan pelukan nya apalagi perlahan bagas mengelus kecil perut nya yang membuncit
Bagas merasakan pergerakan dari perut hana yang di elus nya kecil , kemudian berhenti saat tangan bagas menghentikan elusan nya
"bayi nya bergerak, mungkin dia geli dengan elusan tangan ku "
__ADS_1
Bagas sedikit berbisik ke bagian telinga hana
"bayi nya menyukai elusan mas, coba saja mas terus mengelus nya dia akan terus bergerak "
Hama ikut ikutan berbisik rapi tidak ke bagian telinga bagas
Bagas melepas pelukan nya, dia membelikan posisi hana agar menghadap ke arah nya, lalu bagas turun setengah berdiri dengan lutut ke bawah menempel ke lantai , lutut nya ke atas berdiri tegak
Bagas mendekatkan telinga nya ke arah perut buncit hana , ke dua tangan nya mengelus pelan
"boleh kan aku seperti ini "
Bagas mendongakkan kepala menganggkat wajah nya menatap hana yang berada tepat di atas kepala nya.
Hana mengangguk pelan membalas tatapan bagas dengan mata mengembun.
Hana tak pernah menyangka, suami yang terus menerus menyuruh nya menggugurkan kandungan nya kini tengah membelai lembut perut buncit nya
Bayi di dalam terus bergerak membalas setiap sentuhan bagas,
Cup!
Bagas mencium perut hana, gerakan bayi semakin kuat seperti kegirangan
"bayi nya menyukai ku "
Ucap bagas kembali menoleh pada hana
Hana masih terdiam, hanya anggukan keci yang dia lakukan
"maafkan aku bayi kecil,
Selama ini aku tidak pernah menginginkan kehadiran mu sama sekali,
Ternyata walaupun kamu masih di sana, kamu sangat menggemaskan
Aku harap kita segera bertemu, akan ku lakukan apapun untuk menebus semua kesalahan ku "
Bagas terus mengelus lembut perut hana, sesekali di cium nya
Hana yang merasa begitu terharu menahan air mata yang sudah membendung di pepupuk mata, hingga tak tertahan air matapun meleleh membasahi pipi nya lalu jatuh ke bawah
Tetesan air mata hana mengenai tangan bagas yang masih mengelus bayi kecil di balik kulit perut hana.
Dengan cepat hama menghapus air mata di pipinya dengan kedua tangan nya
Bagas bangkit perlahan, menyentuh rahang hana dengan lembut menatap nya begitu dalam
"maaf kan aku hana,
selama ini aku telah di butakan oleh ego ku sendiri hingga membuat mu tersiksa "
Bagas memeluk hana dengan begitu erat, cairan hangat terasa menetes di pundak nya yang tertutup baju tipis .
Bagas menangis di pelukan hana tanpa suara , namun air mata nya terus bercucuran hingga membasahi pundak hana .
"tidak ada yang perlu di maafkan mas, aku sudah memakluminya lebih dulu "
Hana membalas pelukan bagas
(ya alloh.. Terimakasih engkau telah mengabulkan do'a do'a ku selama ini. Semoga suami ku tetap seperti ini )
Batin hana
Semenjak kejadian itu bagas berprilaku menjadi lebih baik, lebih perhatian bahkan lebih penyayang ,
Terbukti saat hana akan melakukan pekerjaan rumah, bagas segera mengambil alih pekerjaan tersebut, kini hana di manjakan layak nya seorang istri yang di ratu kan
Hana merasa begitu bahagia, seandai nya dari dulu suami nya bersikap seperti ini alangkah indah nya. Namun semua butuh proses dan pengalaman dan kini hana tinggal menikmati hasil dari proses yang di jalani nya dengan sabar
Bagas yang sudah menceraikan istri ke dua nya kini hanya memperhatikan hana dan fatma
Walaupun sebenar nya perceraian itu belum sah karena ningrum masih dalam keadaan hamil
Namun bagas telah menemui keluarga ningrum bahwa dirinya menjatuhkan talak pada ningrum, talak itu sah ketika ningrum sudah melahirkan nanti
Tok tok tok
"assalamualaikum "
Terdengar suara perempuan mengetuk pintu seraya mengucap salam
Hana berjalan menuju pintu di mana arah pusat suara terdengar
Bagas yang sedang sibuk mencuci piring kotor tak menyadari suara ketukan di luar
Hana membuka pintu seraya menjawab salam
"wa'alaikumsalam "
__ADS_1
Hana menatap wanita yang ada di depan nya dengan melempar senyuman