KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 90


__ADS_3

" Kenapa lagi ?" Tanya Dewi , begitu Kinan muncul di rumahnya dengan wajah kusut .


" Aku tadi bertemu Luna ..."


Dewi menatapnya ." Luna ...memang ada masalah sama Sasa ?"


Kinan menggeleng . " Ini soal Mas Yuda ..."


" Yuda ?"


" Aku bilang ke Luna kalau masih mencintai Yuda ."


" Apa .....?!!!"


" Aku nggak bisa nahan diri lagi , Wi ..."


" Tapi kamu ngomong ini ke Luna ...dia itu istrinya Yuda sekarang ..." Jelasnya .


" Iya aku sadar itu ...tapi mereka itu menikah cuma demi Sasa , Mas Yuda itu nggak mencintai Luna ."


" Kenapa kamu bisa yakin soal itu ?"


" Wi ...mereka baru kenal langsung menikah ,nggak mungkin kan kalau saling cinta .."


Dewi mengangguk ." Mungkin kamu benar , mereka nggak menikah karena cinta awalnya ,tapi seiring berjalannya waktu ...cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya ."


" Kalaupun tidak ada cinta , Luna juga nggak mungkin melepas Mas Yuda gitu aja ."


Dewi menatapnya .


" Luna pasti dendam sama aku dan ingin membalas semuanya sekarang ."


" Dendam ...?"


" Luna itu dulu pacarnya Dimas ."


Dewi membelalakkan matanya . " Maksud nya ...yang waktu itu datang ke hotel ...?"


Kinan mengangguk .


Dewi menarik nafas panjang ." Kenapa bisa kebetulan gini ?" Tanyanya lebih ke diri sendiri .


" Sekarang ...aku hanya mau mendapatkan keluargaku lagi , Wi ."


Dewi hanya diam .


" Akan aku buktikan kalau Mas Yuda masih mencintai aku karena bagaimana pun kita sudah lama bersama dan sudah ada Sasa diantara kita ..."


" Kamu akan merebut Yuda dari Luna ?" Tanya Dewi ketus .


" Ya ...karena aku yakin kebahagiaan Mas Yuda cuma aku yang bisa memberikannya ."


" Kinan ...aku nggak mau ikut campur kalau soal ini , hanya saja aku mau mengingatkan ...jangan sampai karena perbuatan ini ...bukan cinta Yuda yang kamu dapat , tapi malah bisa kehilangan semuanya ..."


" Jadi kamu nggak mendukung aku ?" Tanya Kinan lantang .


" Kalau status Yuda masih sendiri aku bisa mendukung kamu sepenuhnya , tapi sekarang ...Yuda sudah menikah dan tetap namanya kesalahan kalau sampai kamu merusak rumah tangganya ."


" Aku nggak akan menyakiti Luna ...hanya Yuda dan Sasa yang aku mau ."


" Terserahlah ..." Pungkasnya .


*****


Luna masih duduk di sofa kamar , menatap layar ponsel .


Pesan masuk dari Kinan .


~ aku akan tetap berusaha merebut cinta Yuda dan Sasa , karena cuma aku yang bisa membuat mereka bahagia ~


Ia menarik nafas panjang .Merasa bingung juga bagaimana menghadapi Kinan . Semakin ditentang , maka akan semakin membuatnya nekat .Mungkin harus memakai cara yang lebih halus untuk membuatnya sedikit tersadar .

__ADS_1


Dihapusnya pesan yang cuma dibaca tanpa dibalas .


" Mikirin apa ?"


Arya yang baru keluar dari kamar mandi , menyandingnya .


" Nggak ada ."


Pintu kamar terbuka .


" Mamaaaaa...."


Sasa berlari ke arahnya , membawa boneka kucing kecil di tangannya , memberikannya ke Luna .


" Kenapa bonekanya dikasih Mama ?"


" Buat adek ..."


" Buat adek ?" Tanya Luna ulang .


Sasa mengangguk ." biar adeknya bobo sambil peluk meong ..."


" Ow makasih ya Kakak Sasa ..." Luna mendekap boneka kucing itu di perutnya .


Sasa nampak senang melihatnya .


" Bu makanannya sudah siap .." Mbak Minah muncul di ambang pintu .


" Oh iya , makasih ya ."


" Yuk Sa ..." Luna membantu Sasa turun dari sofa dan menuntunnya keluar , Arya mengikuti di belakangnya .


Ardi dan Karina sudah menunggu di meja makan ternyata .


Menu makan malam kali ini adalah sop ayam .


" Lun , udah enakan badannya ..?" Tanya Ardi .


" Inget jangan capek-capek , lebih banyak istirahat aja ..." Sambung Karina .


" Iya ...Ma ."


Luna mengambil sendok nasi dan menyendokkan untuk Arya dan Sasa .


" Sa ...kan udah mau jadi Kakak masak masih minta disuapin makannya ..." Goda Karina .


Sasa manyun .


Luna menambahkan kecap di piring Sasa dan mulai mencampurnya .


Arya sengaja menarik piring Sasa ,menjauhkan dari Luna .


" Udah , Sasa makan sendiri sekarang ." Tegasnya .


" Nggak mau ..." Tolak Sasa .


" Kan Sasa udah gede , nggak boleh minta disuapin lagi ..." Ucap Arya lagi .


Sasa memonyongkan bibirnya , lalu turun dari kursi dan berlari masuk .


" Loh Sa ..." Panggil Luna , lalu berdiri .


Sasa langsung ke kamar , Luna menyusulnya .


" Sepertinya Sasa mulai sensitif ..." Ucap Ardi .


Karina mengangguk .


Sementara di kamar ...


" Sa kok gitu aja ngambek , Papa kan cuma bercanda ..."

__ADS_1


Sasa masih meringkuk di kasur sementara Luna duduk di sebelahnya .


Tak lama Arya muncul membawa piring di tangannya , lalu duduk di depan Luna .


" Marah Nih ?" Tanya Arya .


Sasa hanya menatapnya tanpa menjawab .


" Ya udah , Papa minta maaf deh ..." Arya mengulurkan tangannya .


Sasa masih diam .


" Sa ..." Panggil Luna .


Sasa menatapnya sebentar .


Sasa akhirnya menyambut uluran tangannya .


" Dimaafin nggak ?" Tanya Arya lagi .


Sasa mengangguk .


" Ya udah Papa suapin ya ?"


" Sama Mama aja ..." Rengeknya .


Luna mengambil piring di tangan Arya .


" Ya udah , tapi makan diluar ya , nanti kotor kalau disini ."


Sasa turun dari tempat tidur , Luna menuntunnya keluar .


Selesai makan , Arya masih melanjutkan pekerjaannya di kamar , sementara Luna menemani Sasa tidur .


Pukul 21.30 ia masuk kamar dan Arya baru selesai memasukkan berkas nya ke dalam tas dan menaruhnya di sofa .


" Sasa udah tidur ?"


Luna mengangguk .


Arya berdiri dan berjalan keluar kamar .


Luna naik ke tempat tidur ...tak lama Arya kembali membawa gelas ditangannya .


Memberikan sebutir pil ke Luna yang langsung meminumnya .


" Bonekanya masih disini ?" Tanya Arya melihat boneka kucing tergeletak di kasur .


" Iya , nggak boleh aku balikin ke kamarnya ."


Setelah menaruh gelas di nakas , Arya naik ke tempat tidur , lalu menarik Luna ke dalam pelukannya .


" Masih mual ?" Tanya Arya sambil mengusap perutnya .


Luna menggeleng , tadi sore memang perutnya sedikit tak enak . Setelah mencium aroma bakso yang tadi sebenarnya dibelikan Karina khusus untuknya , tapi ternyata malah membuatnya mual .


" Besok biar Mia aja yang anter Sasa ..."


Luna menatapnya . " Kenapa ?"


" Biar kamu bisa istirahat di rumah ..."


" Nggak mau ...biar aku aja yang antar ..." Tolaknya .


" Tapi kamu harus banyak istirahat ..."


" Iya , tapi kan disana nggak ngapa-ngapain juga , cuma nganter terus pulang ..."


" Ya sudah , tapi kalau capek atau badannya nggak enak ,nggak usah maksain diri ..."


" Iya..."

__ADS_1


Arya mematikan lampu .


__ADS_2