
" Kenapa lagi ?" Tanya Dewi , begitu Kinan muncul di rumahnya dengan wajah kusut .
" Aku tadi bertemu Luna ..."
Dewi menatapnya ." Luna ...memang ada masalah sama Sasa ?"
Kinan menggeleng . " Ini soal Mas Yuda ..."
" Yuda ?"
" Aku bilang ke Luna kalau masih mencintai Yuda ."
" Apa .....?!!!"
" Aku nggak bisa nahan diri lagi , Wi ..."
" Tapi kamu ngomong ini ke Luna ...dia itu istrinya Yuda sekarang ..." Jelasnya .
" Iya aku sadar itu ...tapi mereka itu menikah cuma demi Sasa , Mas Yuda itu nggak mencintai Luna ."
" Kenapa kamu bisa yakin soal itu ?"
" Wi ...mereka baru kenal langsung menikah ,nggak mungkin kan kalau saling cinta .."
Dewi mengangguk ." Mungkin kamu benar , mereka nggak menikah karena cinta awalnya ,tapi seiring berjalannya waktu ...cinta itu bisa tumbuh dengan sendirinya ."
" Kalaupun tidak ada cinta , Luna juga nggak mungkin melepas Mas Yuda gitu aja ."
Dewi menatapnya .
" Luna pasti dendam sama aku dan ingin membalas semuanya sekarang ."
" Dendam ...?"
" Luna itu dulu pacarnya Dimas ."
Dewi membelalakkan matanya . " Maksud nya ...yang waktu itu datang ke hotel ...?"
Kinan mengangguk .
Dewi menarik nafas panjang ." Kenapa bisa kebetulan gini ?" Tanyanya lebih ke diri sendiri .
" Sekarang ...aku hanya mau mendapatkan keluargaku lagi , Wi ."
Dewi hanya diam .
" Akan aku buktikan kalau Mas Yuda masih mencintai aku karena bagaimana pun kita sudah lama bersama dan sudah ada Sasa diantara kita ..."
" Kamu akan merebut Yuda dari Luna ?" Tanya Dewi ketus .
" Ya ...karena aku yakin kebahagiaan Mas Yuda cuma aku yang bisa memberikannya ."
" Kinan ...aku nggak mau ikut campur kalau soal ini , hanya saja aku mau mengingatkan ...jangan sampai karena perbuatan ini ...bukan cinta Yuda yang kamu dapat , tapi malah bisa kehilangan semuanya ..."
" Jadi kamu nggak mendukung aku ?" Tanya Kinan lantang .
" Kalau status Yuda masih sendiri aku bisa mendukung kamu sepenuhnya , tapi sekarang ...Yuda sudah menikah dan tetap namanya kesalahan kalau sampai kamu merusak rumah tangganya ."
" Aku nggak akan menyakiti Luna ...hanya Yuda dan Sasa yang aku mau ."
" Terserahlah ..." Pungkasnya .
*****
Luna masih duduk di sofa kamar , menatap layar ponsel .
Pesan masuk dari Kinan .
~ aku akan tetap berusaha merebut cinta Yuda dan Sasa , karena cuma aku yang bisa membuat mereka bahagia ~
Ia menarik nafas panjang .Merasa bingung juga bagaimana menghadapi Kinan . Semakin ditentang , maka akan semakin membuatnya nekat .Mungkin harus memakai cara yang lebih halus untuk membuatnya sedikit tersadar .
__ADS_1
Dihapusnya pesan yang cuma dibaca tanpa dibalas .
" Mikirin apa ?"
Arya yang baru keluar dari kamar mandi , menyandingnya .
" Nggak ada ."
Pintu kamar terbuka .
" Mamaaaaa...."
Sasa berlari ke arahnya , membawa boneka kucing kecil di tangannya , memberikannya ke Luna .
" Kenapa bonekanya dikasih Mama ?"
" Buat adek ..."
" Buat adek ?" Tanya Luna ulang .
Sasa mengangguk ." biar adeknya bobo sambil peluk meong ..."
" Ow makasih ya Kakak Sasa ..." Luna mendekap boneka kucing itu di perutnya .
Sasa nampak senang melihatnya .
" Bu makanannya sudah siap .." Mbak Minah muncul di ambang pintu .
" Oh iya , makasih ya ."
" Yuk Sa ..." Luna membantu Sasa turun dari sofa dan menuntunnya keluar , Arya mengikuti di belakangnya .
Ardi dan Karina sudah menunggu di meja makan ternyata .
Menu makan malam kali ini adalah sop ayam .
" Lun , udah enakan badannya ..?" Tanya Ardi .
" Inget jangan capek-capek , lebih banyak istirahat aja ..." Sambung Karina .
" Iya ...Ma ."
Luna mengambil sendok nasi dan menyendokkan untuk Arya dan Sasa .
" Sa ...kan udah mau jadi Kakak masak masih minta disuapin makannya ..." Goda Karina .
Sasa manyun .
Luna menambahkan kecap di piring Sasa dan mulai mencampurnya .
Arya sengaja menarik piring Sasa ,menjauhkan dari Luna .
" Udah , Sasa makan sendiri sekarang ." Tegasnya .
" Nggak mau ..." Tolak Sasa .
" Kan Sasa udah gede , nggak boleh minta disuapin lagi ..." Ucap Arya lagi .
Sasa memonyongkan bibirnya , lalu turun dari kursi dan berlari masuk .
" Loh Sa ..." Panggil Luna , lalu berdiri .
Sasa langsung ke kamar , Luna menyusulnya .
" Sepertinya Sasa mulai sensitif ..." Ucap Ardi .
Karina mengangguk .
Sementara di kamar ...
" Sa kok gitu aja ngambek , Papa kan cuma bercanda ..."
__ADS_1
Sasa masih meringkuk di kasur sementara Luna duduk di sebelahnya .
Tak lama Arya muncul membawa piring di tangannya , lalu duduk di depan Luna .
" Marah Nih ?" Tanya Arya .
Sasa hanya menatapnya tanpa menjawab .
" Ya udah , Papa minta maaf deh ..." Arya mengulurkan tangannya .
Sasa masih diam .
" Sa ..." Panggil Luna .
Sasa menatapnya sebentar .
Sasa akhirnya menyambut uluran tangannya .
" Dimaafin nggak ?" Tanya Arya lagi .
Sasa mengangguk .
" Ya udah Papa suapin ya ?"
" Sama Mama aja ..." Rengeknya .
Luna mengambil piring di tangan Arya .
" Ya udah , tapi makan diluar ya , nanti kotor kalau disini ."
Sasa turun dari tempat tidur , Luna menuntunnya keluar .
Selesai makan , Arya masih melanjutkan pekerjaannya di kamar , sementara Luna menemani Sasa tidur .
Pukul 21.30 ia masuk kamar dan Arya baru selesai memasukkan berkas nya ke dalam tas dan menaruhnya di sofa .
" Sasa udah tidur ?"
Luna mengangguk .
Arya berdiri dan berjalan keluar kamar .
Luna naik ke tempat tidur ...tak lama Arya kembali membawa gelas ditangannya .
Memberikan sebutir pil ke Luna yang langsung meminumnya .
" Bonekanya masih disini ?" Tanya Arya melihat boneka kucing tergeletak di kasur .
" Iya , nggak boleh aku balikin ke kamarnya ."
Setelah menaruh gelas di nakas , Arya naik ke tempat tidur , lalu menarik Luna ke dalam pelukannya .
" Masih mual ?" Tanya Arya sambil mengusap perutnya .
Luna menggeleng , tadi sore memang perutnya sedikit tak enak . Setelah mencium aroma bakso yang tadi sebenarnya dibelikan Karina khusus untuknya , tapi ternyata malah membuatnya mual .
" Besok biar Mia aja yang anter Sasa ..."
Luna menatapnya . " Kenapa ?"
" Biar kamu bisa istirahat di rumah ..."
" Nggak mau ...biar aku aja yang antar ..." Tolaknya .
" Tapi kamu harus banyak istirahat ..."
" Iya , tapi kan disana nggak ngapa-ngapain juga , cuma nganter terus pulang ..."
" Ya sudah , tapi kalau capek atau badannya nggak enak ,nggak usah maksain diri ..."
" Iya..."
__ADS_1
Arya mematikan lampu .