
Sore itu ... Luna memilih menghidupkan ponselnya .
Mungkin lebih baik begini , buat apa juga terus bersembunyi , sekarang ia sudah menyiapkan diri kalau memang Dimas akan menghubunginya lagi nanti .
Mereka sudah tidak ada hubungan lagi , jadi buat apa juga ia menanggapinya .
Baru saja aktif , sebuah telpon masuk , ia menarik nafas panjang melihat nama tertera di layar ponselnya .
" Halo Bu ..."
Telpon dari Bu Karina .
" Luna , kata Arya kamu sakit ?" Tanyanya terdengar khawatir .
" Nggak papa kok Bu , cuma demam biasa aja ."
" Oh syukurlah ...Sasa sudah ribut terus minta ketemu sama kamu .."
" Iya Bu , nanti saya telpon Sasa ."
" Ya sudah kamu istirahat aja , jangan capek-capek , ingat pernikahan kalian sudah tinggal beberapa hari lagi ." Nasehatnya .
" Iya Bu ."
Setelah telpon dari Bu Karina terputus , Luna mendengar suara berisik di depan .
Mama bicara dengan siapa ya ?
Karena ia penasaran akhirnya memutuskan untuk bangun .
Kepalanya masih terasa berat , tapi ia memaksakan berjalan keluar .
" Pergi kamu dari sini !" Sentak Widya di ruang tamu .
Dimas malah duduk , tapi kali ini wajahnya terlihat memelas , tidak seperti biasanya .
" Tante tolong ijinkan saya bicara dengan Luna sekali ini saja ."
" Nggak !"
" Saya mohon sekali ini saja , setelah ini saya janji tidak akan menemui atau mengganggu Luna lagi ." Rayunya terus .
Widya menarik nafas panjang , menahan geram .
" Sekarang sebaiknya kamu segera pergi , atau saya panggilkan orang-orang disini seperti kemarin , biar kamu diusir ." Ucapnya tegas .
" Tante tolong ..."
" Mau apalagi kamu kesini ?" Luna muncul di belakang Mamanya .
" Luna tolong , aku mau bicara sama kamu ... sekali ini aja ." Dimas berdiri dan menghampiri nya .
" Bicara apa ...ngomong aja langsung .."
" Tapi nggak disini .." Lanjut Dimas .
" Maksud kamu ?"
" Kita bicara di luar berdua ."
" Kemana ? "
" Udah , kamu ikut aja ."
Luna dan Mamanya saling berpandangan .
" Aku janji ini yang terakhir kalinya , setelah ini aku nggak akan mengganggu kehidupan kamu lagi ."
Luna masih diam .
" Luna ...tolong ."
" Baiklah .." Jawab Luna akhirnya ." Tunggu disini , aku ganti baju dulu .
Luna berbalik dan kembali ke kamar .
__ADS_1
Widya mengikuti di belakangnya .
" Luna , kamu yakin mau pergi sama Dimas ?" Tanya Mamanya begitu mereka di dalam kamar .
" Iya Ma , mungkin setelah ini dia berhenti ganggu aku lagi ."
" Tapi kamu masih sakit gini .." Ucap Mamanya lagi ,penuh kecemasan .
" Nggak papa Ma , kan cuma sebentar aja ."
" Ya sudah tapi ponsel kamu aktifin ..."
" Iya Ma , udah ."
" Nanti kamu chat Mama ya begitu sampai ..."
" Iya Ma ."
10 menit kemudian , Luna keluar kamar . Setelah berpamitan dengan Mamanya , ia pergi bersama Dimas .
Mobilnya terparkir di teras depan .
Selama diperjalanan tak ada percakapan berarti .
Luna lebih banyak diam .
Semoga kali ini Dimas benar-benar menepati janjinya , untuk tak lagi mengganggu hidupnya .
Hampir setengah jam perjalanan ,tapi belum tahu mereka mau kemana .
Kali ini Luna merasa sedikit khawatir , tapi masih mengurungkan niatnya untuk menanyakan pada Dimas .
Sampai akhirnya , Dimas membelokkan mobilnya ke suatu tempat .
Luna sedikit terkejut .
Hotel Permata .
" Kenapa kesini ?" Tanya nya langsung .
Memarkir mobilnya di dalam .
" Memangnya tidak ada tempat lain ?" Tanya Luna lagi . Tak tahu kenapa kali ini perasaannya sedikit tak tenang .
" Lun...disini cafe nya sepi , jadi lebih enak buat bicara ."
Luna menarik nafas panjang . Ya sudahlah ...mungkin ini hanya perasaannya saja , lebih cepat lebih baik , setelah ini ...urusannya dengan Dimas selesai .
Mereka duduk di satu meja paling ujung . Memang benar disini cafe nya sepi . Hanya ada beberapa pengunjung saja .
" Luna ... kenapa kamu bohong soal status kamu ?" Tanya Dimas tiba-tiba .
" Maksud kamu apa ?"
" Kenapa kamu bilang sudah menikah ?"
Luna diam sebentar .
" Sebenarnya kamu ada hubungan apa sama Arya ?" Tanyanya lagi .
" Memang kita akan menikah ." Jawab Luna .
Dimas membelalakkan matanya tak percaya . " Kamu nggak usah bohong ..."
" Terserah ...kamu mau percaya atau tidak . "
Dimas diam , tapi terlihat kekecewaan di wajahnya .
Ponselnya berbunyi . Chat dari Mama yang menanyakan keberadaannya .
Ia segera membalasnya .
Tak lama seorang waiters mendatangi mereka .
Luna hanya memesan orange juice begitu pula Dimas .
__ADS_1
" Lun ...aku ke toilet sebentar ."
Luna mengangguk .
Dimas berjalan ke ruang belakang cafe , tapi tidak ke toilet .
Ia melihat seorang waiters yang keluar dari dapur membawa 2 gelas orange juice .
Ia menghampiri nya .
" Mbak ini pesanan meja 15 ?" Tanyanya .
" Iya Mas ."
" Biar saya bawa sendiri , kebetulan saya yang pesan ."
" Oh baiklah , silahkan ."
Ketika Waiters kembali kedapur , Dimas berbalik dengan membawa nampan di tangannya .
Ia berhenti sebentar di samping wastafel , lalu menengok ke kanan dan kiri .
Sepi ...
Tangan kanannya mengambil sesuatu dari kantong celana .
Sekali lagi ia melihat sekeliling , yang ternyata masih sepi .
Ia menuangkan serbuk yang ada di plastik kecil , ke dalam salah satu gelas yang dibawanya .
Sementara di rumah Arya ...
" Pa ...Tante Luna kok nggak kesini ?" Tanya Sasa , mereka sedang menonton tv di ruang tengah .
" Tante Luna kan masih sakit ." Jawab Arya .
Sasa cemberut ." Kalau gitu aku mau kerumah Tante Luna ." Serunya .
" Iya ...besok aja ya ."
" Sekarang aja ..." Rengeknya .
Arya mendesah pelan ." Ya sudah Papa telpon Tante Luna dulu ."
Sasa mengangguk .
Tak berapa lama , Arya menelpon ponsel Luna , 2 kali nada sambung dan langsung diangkat .
" Iya ."
" Di rumah kan ?" Tanya Arya .
" Nggak , aku lagi keluar ."
" Keluar ...kemana ?"
" Ketemu Dimas ."
" Dimas ?!" Sentaknya kaget , Sasa sampai melihat ke arahnya .
Tak ada jawaban dari luna .
" Kalian ketemuan dimana ?" Tanya Arya lagi , kali ini terdengar cemas .
" Kita di cafe ..."
Tut...tut...tut ..
Sambungan terputus .
Arya coba menghubungi lagi dan ponselnya tidak aktif .
Sementara disana ...Luna menatap layar ponselnya yang mati .
Yah , tadi saat berangkat kesini ponselnya dalam keadaan lowbat .
__ADS_1
Ia menaruh lagi ponselnya di tas , berbarengan dengan kemunculan Dimas yang membawa orange juice pesanan mereka .