KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 38


__ADS_3

Sore itu ... Luna memilih menghidupkan ponselnya .


Mungkin lebih baik begini , buat apa juga terus bersembunyi , sekarang ia sudah menyiapkan diri kalau memang Dimas akan menghubunginya lagi nanti .


Mereka sudah tidak ada hubungan lagi , jadi buat apa juga ia menanggapinya .


Baru saja aktif , sebuah telpon masuk , ia menarik nafas panjang melihat nama tertera di layar ponselnya .


" Halo Bu ..."


Telpon dari Bu Karina .


" Luna , kata Arya kamu sakit ?" Tanyanya terdengar khawatir .


" Nggak papa kok Bu , cuma demam biasa aja ."


" Oh syukurlah ...Sasa sudah ribut terus minta ketemu sama kamu .."


" Iya Bu , nanti saya telpon Sasa ."


" Ya sudah kamu istirahat aja , jangan capek-capek , ingat pernikahan kalian sudah tinggal beberapa hari lagi ." Nasehatnya .


" Iya Bu ."


Setelah telpon dari Bu Karina terputus , Luna mendengar suara berisik di depan .


Mama bicara dengan siapa ya ?


Karena ia penasaran akhirnya memutuskan untuk bangun .


Kepalanya masih terasa berat , tapi ia memaksakan berjalan keluar .


" Pergi kamu dari sini !" Sentak Widya di ruang tamu .


Dimas malah duduk , tapi kali ini wajahnya terlihat memelas , tidak seperti biasanya .


" Tante tolong ijinkan saya bicara dengan Luna sekali ini saja ."


" Nggak !"


" Saya mohon sekali ini saja , setelah ini saya janji tidak akan menemui atau mengganggu Luna lagi ." Rayunya terus .


Widya menarik nafas panjang , menahan geram .


" Sekarang sebaiknya kamu segera pergi , atau saya panggilkan orang-orang disini seperti kemarin , biar kamu diusir ." Ucapnya tegas .


" Tante tolong ..."


" Mau apalagi kamu kesini ?" Luna muncul di belakang Mamanya .


" Luna tolong , aku mau bicara sama kamu ... sekali ini aja ." Dimas berdiri dan menghampiri nya .


" Bicara apa ...ngomong aja langsung .."


" Tapi nggak disini .." Lanjut Dimas .


" Maksud kamu ?"


" Kita bicara di luar berdua ."


" Kemana ? "


" Udah , kamu ikut aja ."


Luna dan Mamanya saling berpandangan .


" Aku janji ini yang terakhir kalinya , setelah ini aku nggak akan mengganggu kehidupan kamu lagi ."


Luna masih diam .


" Luna ...tolong ."


" Baiklah .." Jawab Luna akhirnya ." Tunggu disini , aku ganti baju dulu .


Luna berbalik dan kembali ke kamar .

__ADS_1


Widya mengikuti di belakangnya .


" Luna , kamu yakin mau pergi sama Dimas ?" Tanya Mamanya begitu mereka di dalam kamar .


" Iya Ma , mungkin setelah ini dia berhenti ganggu aku lagi ."


" Tapi kamu masih sakit gini .." Ucap Mamanya lagi ,penuh kecemasan .


" Nggak papa Ma , kan cuma sebentar aja ."


" Ya sudah tapi ponsel kamu aktifin ..."


" Iya Ma , udah ."


" Nanti kamu chat Mama ya begitu sampai ..."


" Iya Ma ."


10 menit kemudian , Luna keluar kamar . Setelah berpamitan dengan Mamanya , ia pergi bersama Dimas .


Mobilnya terparkir di teras depan .


Selama diperjalanan tak ada percakapan berarti .


Luna lebih banyak diam .


Semoga kali ini Dimas benar-benar menepati janjinya , untuk tak lagi mengganggu hidupnya .


Hampir setengah jam perjalanan ,tapi belum tahu mereka mau kemana .


Kali ini Luna merasa sedikit khawatir , tapi masih mengurungkan niatnya untuk menanyakan pada Dimas .


Sampai akhirnya , Dimas membelokkan mobilnya ke suatu tempat .


Luna sedikit terkejut .


Hotel Permata .


" Kenapa kesini ?" Tanya nya langsung .


Memarkir mobilnya di dalam .


" Memangnya tidak ada tempat lain ?" Tanya Luna lagi . Tak tahu kenapa kali ini perasaannya sedikit tak tenang .


" Lun...disini cafe nya sepi , jadi lebih enak buat bicara ."


Luna menarik nafas panjang . Ya sudahlah ...mungkin ini hanya perasaannya saja , lebih cepat lebih baik , setelah ini ...urusannya dengan Dimas selesai .


Mereka duduk di satu meja paling ujung . Memang benar disini cafe nya sepi . Hanya ada beberapa pengunjung saja .


" Luna ... kenapa kamu bohong soal status kamu ?" Tanya Dimas tiba-tiba .


" Maksud kamu apa ?"


" Kenapa kamu bilang sudah menikah ?"


Luna diam sebentar .


" Sebenarnya kamu ada hubungan apa sama Arya ?" Tanyanya lagi .


" Memang kita akan menikah ." Jawab Luna .


Dimas membelalakkan matanya tak percaya . " Kamu nggak usah bohong ..."


" Terserah ...kamu mau percaya atau tidak . "


Dimas diam , tapi terlihat kekecewaan di wajahnya .


Ponselnya berbunyi . Chat dari Mama yang menanyakan keberadaannya .


Ia segera membalasnya .


Tak lama seorang waiters mendatangi mereka .


Luna hanya memesan orange juice begitu pula Dimas .

__ADS_1


" Lun ...aku ke toilet sebentar ."


Luna mengangguk .


Dimas berjalan ke ruang belakang cafe , tapi tidak ke toilet .


Ia melihat seorang waiters yang keluar dari dapur membawa 2 gelas orange juice .


Ia menghampiri nya .


" Mbak ini pesanan meja 15 ?" Tanyanya .


" Iya Mas ."


" Biar saya bawa sendiri , kebetulan saya yang pesan ."


" Oh baiklah , silahkan ."


Ketika Waiters kembali kedapur , Dimas berbalik dengan membawa nampan di tangannya .


Ia berhenti sebentar di samping wastafel , lalu menengok ke kanan dan kiri .


Sepi ...


Tangan kanannya mengambil sesuatu dari kantong celana .


Sekali lagi ia melihat sekeliling , yang ternyata masih sepi .


Ia menuangkan serbuk yang ada di plastik kecil , ke dalam salah satu gelas yang dibawanya .


Sementara di rumah Arya ...


" Pa ...Tante Luna kok nggak kesini ?" Tanya Sasa , mereka sedang menonton tv di ruang tengah .


" Tante Luna kan masih sakit ." Jawab Arya .


Sasa cemberut ." Kalau gitu aku mau kerumah Tante Luna ." Serunya .


" Iya ...besok aja ya ."


" Sekarang aja ..." Rengeknya .


Arya mendesah pelan ." Ya sudah Papa telpon Tante Luna dulu ."


Sasa mengangguk .


Tak berapa lama , Arya menelpon ponsel Luna , 2 kali nada sambung dan langsung diangkat .


" Iya ."


" Di rumah kan ?" Tanya Arya .


" Nggak , aku lagi keluar ."


" Keluar ...kemana ?"


" Ketemu Dimas ."


" Dimas ?!" Sentaknya kaget , Sasa sampai melihat ke arahnya .


Tak ada jawaban dari luna .


" Kalian ketemuan dimana ?" Tanya Arya lagi , kali ini terdengar cemas .


" Kita di cafe ..."


Tut...tut...tut ..


Sambungan terputus .


Arya coba menghubungi lagi dan ponselnya tidak aktif .


Sementara disana ...Luna menatap layar ponselnya yang mati .


Yah , tadi saat berangkat kesini ponselnya dalam keadaan lowbat .

__ADS_1


Ia menaruh lagi ponselnya di tas , berbarengan dengan kemunculan Dimas yang membawa orange juice pesanan mereka .


__ADS_2