KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 109


__ADS_3

Seminggu berlalu...


Tak ada kabar apapun soal Dimas dan ini semakin membuatnya kepikiran .


Meski Luna sudah tak menanyakannya lagi , karena beberapa hari lalu terakhir ia menanyakannya , lagi-lagi membuatnya harus berbohong .


" Aku sudah memberinya uang dan itu bisa membuatnya bungkam ."


Semoga Luna benar-benar percaya , bukan hanya berpura-pura agar membuatnya tak khawatir .


" Pak , nanti meeting dengan Pak Aska jam 2 ." Maya sudah berdiri di depannya .


Arya mengangguk , lalu Maya berpamitan keluar .


Ponsel di sakunya berdering .


Nomor tak dikenal .


" Halo ."


" Halo Bapak Arya yang terhormat ."


Ia seketika berdiri mendengar suara itu .


Dimas .


" Mau apa kamu ?"


" Tenang ...tidak perlu emosi begitu , kita bisa bicara baik-baik bukan ...?" Ucapnya santai , membuat Arya emosi tapi berusaha meredamnya .


" Bisa kita bertemu hari ini ?" Tanya Dimas lagi .


" Bisa ." Jawabnya pendek .


" Oke ...saya chat waktu dan tempatnya ."


Sambungan pun terputus .


Ia menarik nafas panjang .Harus lebih bersabar menghadapi Dimas , karena semakin dilawan , dia akan semakin nekat juga nantinya .


*****


Panorama cafe .


Saat sampai , Dimas rupanya sudah disana , ia sedang menikmati kopinya .


Arya bergegas masuk , tanpa menyapa langsung menarik kursi di depannya dan duduk .


" Cepat katakan mau kamu apa ?" Tanya Arya langsung .


Dimas menatapnya . " Tenang ...tidak usah terburu-buru ." Lalu ia memanggil waiters , tapi Arya menolak untuk memesan minuman .


" Saya punya penawaran menarik untuk anda ." Ucap Dimas kemudian .


Arya diam , tapi memperhatikannya .


" Pilihan ini akan cukup menarik buat anda ."


" Pilihan apa ?"


" Saya akan membatalkan niat untuk mempublikasikan surat kontrak itu dengan satu syarat ..."


Arya menatapnya lekat .


" Lepaskan Luna ."

__ADS_1


" Jangan kurang ajar kamu ...!!" Arya menggebrak meja , beberapa orang yang duduk di meja sebelah melihatnya .


" Memangnya kenapa ...kalau sampai tersebar karier anda akan hancur , bukankah itu lebih penting dari semuanya ..."


Ia menarik nafas panjang , saat berbicara dengan Dimas selalu membuatnya emosi .


" Kalau hanya melepaskan Luna bukan sesuatu yang sulit kan ...dengan semua yang anda miliki sekarang , tinggal memilih saja siapa yang bisa menjadi istri anda bukan ...?" Ejeknya .


" Cukup ...!!" Sentak Arya ." Saya tidak akan melepaskan Luna sampai kapanpun juga ."


Dimas terbahak .


" Jangan terlalu mudah memutuskan ...saya masih berbaik hati memberi anda waktu satu minggu dimulai dari sekarang ."


Arya membelalakkan matanya .


" Saya kira keputusan anda sekarang bukan sesuatu yang tepat ." Dimas berdiri ." Nanti saya hubungi satu minggu dan keputusan anda harus final saat itu juga , permisi ."


Dimas berjalan keluar .


Sementara Arya masih terdiam disana . Satu minggu ...setelah itu semuanya akan berakhir .


Ia mengusap wajahnya , ketika ponselnya berdering .


Mia .


" Ada apa ?" Tanyanya langsung .


" Pak ...Sasa kecelakaan ."


" Kecelakaan ?"


" Iya Pak ,tadi terserempet motor sepulang sekolah ."


" Sekarang dimana ?"


" Oke kamu chat rumah sakit mana , satu lagi ...jangan sampai Luna tahu masalah ini ."


" Baik Pak ."


Ia berlari keluar .


*****


15 menit kemudian ..


Ia sampai di lobi rumah sakit , berjalan menuju IGD .


Mia dan Pak Sanusi terlihat berdiri disana .


Ia sedikit kaget saat ada Kinan juga disana , tapi berusaha mengacuhkannya .


" Mia , gimana ?" Tanyanya begitu mendekat .


" Masih ditangani dokter , Pak ." Ucapnya panik .


" Gimana bisa sampai terserempet motor , kamu nggak jaga ...!" Sentak Arya .


Mia menatap Kinan sebentar ." Maaf Pak , tadi Sasa menolak saat diajak Bu Kinan ." Arya langsung menatapnya ." Lalu tiba-tiba dia berlari ke jalanan ."


" Kamu lagi selalu bikin ulah ...!" Sentak Arya , Kinan hanya menundukkan kepalanya .


" Aku minta maaf Mas ...aku hanya kangen sama Sasa ."


" Cukup ...!" Pak Sanusi yang melihatnya emosi langsung mendekat dan memegangi tangannya , takut sampai berbuat nekat ." Kamu sudah keterlaluan , perbuatan kamu itu bisa mencelakai Sasa ."

__ADS_1


" Maaf Mas aku ..."


Pintu terbuka , seorang dokter keluar .


" Dokter gimana ?" Tanya Mia cemas .


" Untunglah tidak ada yang serius , kaki kanannya sedikit cedera saya sarankan untuk rontgen ...biar lebih jelas , tapi keseluruhan tidak ada masalah , hanya masih shock saja . "


" Bisa saya lihat kondisinya ...?" Tanya Arya .


" Sebaiknya nanti saja ,putri anda harus dipindahkan dulu ke ruang rawat ."


" Baik Dok ."


Setelah melakukan rontgen , Sasa dipindahkan ke ruang rawat . Kaki kanannya masih terbalut perban .


Menurut hasil rontgen semua baik , hanya cedera ringan .


Begitu sampai di ruang rawat , Sasa masih rewel dan menolak saat Mia mendekat .


" Mau sama Mama ..." Rengeknya .


Kinan berjalan masuk ." Sa , Mama temani ya ." Rayunya .


" Nggak mau ." Sasa menggeleng-gelengkan kepalanya .


" Sa ..." Kinan masih berusaha mendekat .


" Cukup !" Sentak Arya , Kinan langsung menghentikan langkahnya ." Jangan ganggu Sasa lagi ..!"


Dan Kinan menurut , hanya bisa menangis di sudut ruangan .


" Sama Papa ya ..." Rayu Arya lalu mendekat .


" Nggak mau ...sama Mama ." Sasa malah menangis histeris .


" Iya ...iya Sa , udah nggak boleh nangis , Papa telponin Mama ya ."


Ia keluar ruangan dan menghubungi Karina , tak ada pilihan dan Luna memang akan tahu sekarang .


Setengah jam kemudian ...


Karina dan Luna datang ke rumah sakit .


Begitu masuk ruangan , Luna langsung berlari mendekat .


Sasa yang sedari tadi menangis , langsung terdiam .


" Udah nggak boleh nangis ..." Luna mengusap air mata di pipinya .


" Mama disini aja ." Seru Sasa , disela isak tangisnya .


" Iya , kan ini Mama udah disini ,nggak boleh nangis ya ." Kemudian Luna melihat kakinya yang masih diperban .


" Masih sakit kakinya ...?"


Sasa mengangguk .


Tak lama suster mengantarkan makanan dan Sasa langsung mau saat Luna menyuapinya .


Sementara Karina yang baru mendengar cerita dari Arya soal kecelakaan Sasa tadi , menatap tajam ke Kinan dan langsung menghampirinya .


" Sebaiknya kamu pulang sekarang ." Ucapnya pelan .


Kinan menatapnya ." Tapi Ma ...aku mau jaga Sasa ." Ratapnya .

__ADS_1


" Nggak perlu , sudah ada Luna dan sepertinya Sasa juga nggak mau kamu menemaninya ." Ucapnya serius .


Kinan diam , tapi kemudian ia mengalah dan pergi dari sana , tanpa berpamitan ke Sasa juga karena putrinya itu pun tidak memperhatikannya begitu ada Luna .


__ADS_2