
" Apa bisa Papa membuat janji pertemuan dengan mereka lagi ...?"
Ardi masih terdiam , seperti heran melihatnya ." Mau ngapain ?"
" Biar aku kali ini yang menjelaskan ..."
Ardi mengernyitkan alisnya ." Luna ...mau siapapun yang menjelaskan , ceritanya akan tetap sama saja dan rasanya keputusan mereka juga akan tetap seperti ini ."
Luna menggeleng ." Tapi aku yakin kali ini mereka pasti mau menerima penjelasan tentang masalah ini dan tetap untuk bekerjasama dengan kita ."
" Tapi buat apa ,itu tidak akan membuahkan hasil ."
" Pa , aku mohon kali ini pasti berhasil ...aku cuma nggak mau kalau nanti Mas Arya sembuh dan saat kembali ke kantor tahu semuanya ..."
Ardi diam menatap keluar jendela .
Itupun yang sedang dipikirkannya sekarang , bagaimana saat Arya tahu nanti kalau perusahaan sedang dalam kesulitan . Akan sangat menyakitkan , mengingat usaha nya selama ini untuk memajukan perusahaan yang di pimpinnya bukan satu hal yang mudah .
Setelah berpikir sebentar , ia menoleh .
" Memang kamu merencanakan apa ?" Tanya Ardi kemudian .
" Aku hanya mau meyakinkan mereka , itu saja ."
" Kamu yakin ?"
Luna mengangguk mantap .
" Ya sudah Papa usahakan ."
" Makasih ya Pa ." Luna tersenyum puas .
*****
Sesampainya di rumah , Luna bergegas ke kamar . Untungnya Arya tidak berada di luar , jadi tak tahu kalau ia dan Papanya pulang bersama , yang pasti akan memunculkan kecurigaannya nanti .
" Mamaaaaaa...." Sasa berlari ke arahnya , sementara Arya sendiri duduk di sofa sambil membaca koran .
" Mama kok lama ?" Tanya Sasa lagi , lalu Luna mengajaknya duduk di sofa .
" Oh ya , masak lama sih ..."
Sasa mengangguk .
" Mas , kamu masih pusing ?"
Arya menggeleng .
" Nanti sore ke rumah sakit ya ,ini jadwal kamu harus kontrol kan ..."
" Iya ."
" Aku ikut ya Ma ..."
" Nggak boleh Sa ,anak kecil ikut ke rumah sakit ."
Sasa cemberut .
" Kita bikin puding aja yuk .." Ajak Luna .
__ADS_1
" Iya mau ."
" Ya udah tunggu disini ...Mama ganti baju dulu ."
Setelah mengajak Sasa membuat puding , Luna juga menemaninya bermain karena ia mulai bosan karena tidak bisa untuk sekolah ...untungnya masih bisa menerima dan masih membuatnya ceria ...setidaknya cuma ini yang bisa dilakukan .
Semoga cepat selesai dan Sasa bisa bersekolah seperti biasa .
Sebelum menemani Arya ke rumah sakit , Luna menghampiri Ardi di ruang tengah yang tadi memanggilnya .
" Kenapa Pa ?" Tanyanya .
Mereka cuma berdua disana .
" Papa sudah bilang soal rencana kamu ..." Ucapnya pelan .
" Terus bagaimana ?"
Ardi mengangguk ." Mereka mau bicara sama kamu ."
" Alhamdulillah ..." Luna nampak bahagia mendengar kabar ini .
" Besok jam 9 di kantor ..." Lanjut Ardi .
" Oke ."
" Perlu Papa temani ?"
Luna menggeleng ." Nggak usah biar aku sendiri saja , nanti Mas Arya malah curiga kalau aku keluar sama Papa ."
" Ya sudah terserah kamu ."
" Iya , bisa diatur ."
" Makasih ya Pa ."
" Ada apa ...?"
Tiba-tiba Arya muncul di belakang .
Luna berbalik , apa mungkin Arya mendengar semua .
" Nggak ada ." Jawabnya .
" Pa ,gimana tadi di kantor .. " tanya Arya .
Luna sedikit bernafas lega , Arya tidak mendengar percakapannya tadi .
" Papa sudah bicara semuanya kepada mereka ."
" Terus ...?"
Ardi diam sebentar .
" Mungkin mereka masih butuh waktu untuk berpikir ..."
" Tapi mereka belum memberikan keputusan atau pun responnya bagaimana ..."
" Belum ..." Jawab Ardi pendek , lalu melihat ke arah Luna sebentar .
__ADS_1
" Kita berangkat sekarang ...?" Ajak Luna .
Arya mengangguk .
Sampai di rumah sakit , hanya sebentar disana . Setelah dokter melakukan pemeriksaan ulang dan untungnya perkembangannya cukup baik .
Arya sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya , hanya tidak boleh terlalu capek .
" Berarti besok aku sudah bisa ke kantor ..." Ucap Arya saat mereka dalam perjalanan pulang .
Luna melotot ke arahnya .
" Nggak ...!"
" Heii ...dokternya udah bilang kalau sembuh kok , nggak ada masalah ."
" Iya tapi kamu harus istirahat dulu ..."
" Luna ...kerjaan aku udah banyak , lagian kalau nggak ngapa-ngapain aku malah tambah sakit ."
Iya , mungkin Arya bosan juga tidak ada kegiatan ...tapi kalau sampai Arya besok ke kantor ,bisa gagal rencananya .
" Kamu boleh kerja lusa aja ."
Arya menatapnya ." Besok aja ..." Rayunya .
" Nggak ...!"
Arya diam , percuma juga berdebat dengan Luna , ujung-ujungnya akan membuatnya marah .
Sampai di rumah mereka turun , sementara Luna berjalan mendahului dan langsung ke kamar .
Rumah dalam kondisi sepi , karena Sasa ikut pergi bersama Ardi dan Karina .
Arya menyusul masuk kamar .
Selesai mengganti baju , Luna merapikan tempat tidur .
Tiba-tiba Arya memeluknya dari belakang .
" Masih marah ?" Arya berbisik di telinganya , sambil mencium bagian belakang lehernya .
" Nggak ."
" Iya ,aku ke kantor lusa ..."
Luna berhenti sebentar , ketika sedang mengganti sarung bantal .
" Beneran ?" Tanyanya memastikan .
" Iya ..."
Luna diam . Itu artinya ia bisa ke kantor tanpa harus takut Arya akan kesana dan semua benar-benar harus selesai , besok .
Setidaknya , lusa saat Arya ke kantor ...semua sudah baik-baik saja .
" Kenapa diam ?" Tanya Arya , membalikkan badannya dan mereka berhadapan .
Luna menggeleng .
__ADS_1
Arya mendekat dan mendaratkan ciuman di bibirnya , sampai tubuhnya terdorong dan terjatuh di kasur .