
Hari Minggu pagi ...
Mereka sholat subuh berjamaah dan kebetulan Papa dan Mama juga sudah tinggal disini .
Sasa nampak senang karena rumahnya terlihat lebih ramai , bahkan kemarin ia mau tidur ditemani Opa dan Omanya .
Selesai sholat mereka masih berbincang di ruang tengah dan ini cukup berbeda juga , biasanya Sasa minta tidur lagi , kali ini ia terlihat ceria sejak bangun tidur tadi dan sekarang ia ikut ngobrol bersama semuanya disini .
" Aku mau jogging dulu deh ...kalau kalian mau sarapan , duluan aja . " Ucap Arya .
" Kamu mau jogging dimana ?" Tanya Ardi .
" Di komplek depan aja Pa ."
" Ya udah Papa ikut kalau begitu ."
" Aku juga mau ikut ." Sambung Sasa .
Arya menatapnya . " Udah Sasa tidur lagi aja kalau masih ngantuk ."
" Nggak mau , aku mau ikut Papa ." Rengeknya .
" Ya udahlah , biarin aja dia ikut ." Bela Ardi .
" Yeaaay ..." Sasa berteriak ." Sama Mama juga ya ."
Luna menatap Sasa yang duduk di sampingnya . Ia belum pernah jogging sebelumnya dan memang kurang menyukainya juga . " Nggak deh ." Tolaknya .
" Yaaahhh..." Sasa nampak kecewa mendengarnya .
" Udah Lun , ikut aja sekalian ." Ajak Ardi .
" Iya udah sana ikut , biar Mama yang bantu Minah siapin sarapan ." Sambung Karina .
" Aku ganti baju dulu ." Arya berdiri dan berjalan ke kamar , Ardi mengikuti dibelakangnya .
" Ya sudah Sasa ganti baju dulu yuk sama Suster ." Ajak Mia yang sedari tadi di dapur , lalu menghampiri mereka .
Sasa mengangguk dan berdiri ." Mama cepetan ganti baju juga ."
" Udah Lun , sana ganti baju ..."
" Iya Ma ."
Di kamar , Arya sudah selesai mengganti baju dan menatap Luna yang baru masuk kamar .
" Kok lemes gitu kenapa ?"
Luna menggeleng .
" Nggak biasa jogging ?"
Lagi-lagi ia menggeleng .
__ADS_1
" Ya sudah mulai sekarang biasakan setiap hari ."
" Setiap hari ?" Tanya Luna kaget .
Arya mengangguk ." Cepetan ganti baju ."
" Iya ." Jawabnya pendek .
10 menit kemudian ...mereka sudah ada diluar gerbang .
Suasana komplek ternyata cukup ramai juga pagi ini . Mungkin karena hari Minggu .
Arya sudah berlari duluan dengan Papanya .
Sementara Sasa dan Luna hanya berlari kecil jauh dibelakang mereka .
" Ma , Papa udah jauh tuh ." Seru Sasa sambil menunjuk ke Papanya .
" Iya biarin aja ..."
Ini baru setengah perjalanan , tapi ia sudah terengah-engah juga , karena ia tidak pernah olahraga sebelumnya . Sementara Sasa malah lebih cepat mendahuluinya .
" Sa ..tunggu .."
Sasa berbalik ." Mama cepetan ."
Terus berlari ...sampai akhirnya mereka sampai di taman depan komplek .
Arya dan Papa sudah menunggu dan melambaikan tangan ke arahnya .
" Kalian kok lama ?" Tanya Ardi .
" Mamanya lama ." Sahut Sasa .
Arya menatapnya yang nampak ngos-ngosan dengan pipinya yang mulai kemerahan , lalu mendekat .
" Masih kuat Sis ..?" Ejek Arya , sambil mendekatkan wajahnya .
Luna melotot , membuat Arya terbahak .
" Nih minum dulu ." Ardi menyodorkan segelas air mineral yang dibawanya .
" Makasih Pa ." Luna langsung membuka dan meneguknya sedikit .
" Ya sudah yuk lanjut , pelan-pelan aja ." Ajak Ardi .
" Yuk ." Sasa nampak sangat bersemangat , meski kelelahan tapi ia tetap berlari cepat disamping Opanya .
Ditengah perjalanan , Arya berlari lebih dulu dan Sasa menemani Luna dibelakang .
" Loh Mama kok berhenti ...?" Tanya Sasa heran .
Luna berhenti dan langsung duduk di trotoar .
__ADS_1
" Capek Sa , duduk dulu yah .."
Ardi dan Arya yang mendengar ucapan Sasa , berbalik menghampiri mereka .
" Yah ...Mama payah ." Ucap Sasa sambil menepuk keningnya .
Arya dan Ardi tertawa melihatnya .
" Ya udah Sasa duluan aja sama Opa yuk ." Ajak Ardi .
Sasa mengangguk dan langsung mengikuti Opanya .
Luna meringis kesakitan saat meluruskan kakinya , yah ...ini karena ia jarang bahkan tidak pernah berolahraga sebelumnya .
" Kenapa ?" Tanya Arya yang berdiri di depannya .
Luna mendongak ." Nggak papa , udah duluan aja , nanti aku nyusul ."
Arya tiba-tiba berjongkok di depannya .
" Cepet naik ." Perintahnya , menyuruh Luna naik ke punggungnya .
" Nggak mau , udah duluan aja sana ."
Arya menoleh . " Luna cepetan , ini udah gerimis ...kamu mau kehujanan disini ."
Luna diam .
Arya menarik tangannya dan berdiri .
Dan memang gerimis mulai mengguyur , mereka dalam perjalanan pulang yang sudah cukup dekat .
Di gerbang ada satpam dan Pak Sanusi yang sedang meminum kopi di pos , mereka tertawa melihatnya .
" Mas udah turunin , aku malu ." Bisiknya , tapi Arya cuek dan langsung berjalan masuk .
Sesampainya di dalam rumah , rupanya Ardi dan Sasa sudah sampai lebih dulu , ada Karina juga yang selesai menyajikan sarapan di meja .
" Mama manja ." Seru Sasa , melihat Luna masuk rumah dalam gendongan Papanya .
Sementara Ardi dan Karina malah menggoda mereka .
" Kalian kayak pengantin baru aja ." Ucap Karina .
" Emang masih baru kan Ma ." Ardi menimpali .
" Mas turunin cepetan ." Luna menepuk bahu Arya , tapi lagi-lagi tak dihiraukan dan langsung membawanya ke kamar dan menurunkannya di atas tempat tidur .
" Mas , malu kan ada Mama sama Papa ."
Arya menatapnya . " Malu kenapa ?" Tanyanya santai .
Luna meringis kesal dan Arya hanya tertawa lalu berjalan ke kamar mandi .
__ADS_1