
" Sasa biar berangkat sama aku , nanti siang kamu diantar Pak Sanusi ke hotel ..." Ucap Arya melihat Luna keluar dari kamar mandi , lalu duduk di kursi depan meja rias .
Arya mendekat dan duduk di pojok meja rias , menghadapnya .
" Iya ..."
" Masih sakit ?" Arya menyentuh bahunya pelan ,tapi ia langsung meringis ,
Arya mengambil salep di meja rias dan membukanya .
" Biar aku sendiri ." Pinta Luna .
Arya menolak dan mengeluarkan sedikit gel ditangannya lalu menyeruak masuk ke balik baju , langsung mengoleskan dibahunya .
" Iya udah pelan ini , tahan sedikit ." Ucap Arya lagi , melihat Luna menahan sakit .
Selesai ...lalu ia memegangi tangan Luna .
" Diangkat sakit ...?" Tanya Arya sambil mengangkat tangannya ke atas .
Luna menggeleng ." Sedikit ngilu aja ." Jawabnya .
Arya menaruh salep yang tadi dipegangnya dan memegangi lengan Luna lalu memijatnya pelan .
" Nanti pakai baju biasa aja , kemarin aku udah hubungi Jelita untuk datang ke hotel ."
Luna mengangguk .
" Padahal nggak pakai make up juga nggak masalah buat aku ..."
" Oh ya ...?"
" Iya ..."
" Terus ...jelek gini ..pakai daster gitu ..."
Arya terbahak , lalu mendekat dan menatapnya .
" Biarin ...tapi kalau aku sukanya begini aja ..." Ucapnya pelan .
Luna nyengir .
" Udah ah Mas , nanti kamu kesiangan ...belum sarapan juga ."
Luna menarik lengannya .
" Sebentar ...masih pagi ini ." Arya tak melepaskan dan masih terus memijatnya .
10 menit kemudian ...
Mereka keluar dan semua sudah menunggu di meja makan .
Untuk acara grand opening sendiri , Arya minta Sasa tidak ikut karena disana akan banyak orang juga , takutnya dia kurang nyaman dan akan rewel . Untuk itu Luna juga tidak menceritakan kalau siang nanti ia harus ke hotel , kalau sampai Sasa tahu pasti merengek minta ikut .
" Sa , berangkat sekolah sama Papa ya ..." Ucap Luna sambil menyuapi nya nasi goreng .
Sasa mengangguk .
" Gimana persiapannya ...?" Tanya Ardi .
" Kemarin waktu aku kesana sudah siap 100% ." Jawab Arya .
" Baguslah ..." Seru Ardi ." Luna kesana jam berapa ..?"
Arya memberi tanda kepada Ardi untuk tidak menanyakan itu .
" Pa .." Panggil Karina .
Ardi mengangguk mengerti .
__ADS_1
" Mama mau kemana ?" Tanya Sasa yang mulai curiga .
" Nggak kemana-mana , Mama dirumah aja sama Oma ." Jawab Luna .
Sasa mengangguk .
*****
Siangnya ...
Sebelum menjemput Sasa di sekolah , Pak Sanusi lebih dulu mengantarnya ke hotel ...biar Sasa tidak tahu juga kalau ia kemari .
Pak Sanusi hanya mengantarnya sampai lobi dan disana Arya sudah menunggunya .
" Mbak jelita udah dateng jam segini ?" Tanya Luna .
Arya menggeleng ." Paling nanti setelah jam makan siang ...memangnya jam segini kamu udah mau dandan ?" Goda Arya .
" Ih nggak ..." Luna cemberut .
Terlihat beberapa karyawan sibuk mondar-mandir di dalam lobi .
" Mas ..."
" Ya .."
" Aku mau ke ballroom dong , siapa tahu bisa bantu-bantu apa gitu ..."
Arya memelototinya ." Nggak ..!"
" Tapi aku nggak ngapa-ngapain disini ."
" Udah , nggak usah aneh-aneh ..." Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna . " Kita ke atas , kamu mau threatment apa terserah ...sambil nunggu jamnya ."
" Katanya nggak boleh ?"
" Kan ada yang boleh ,mau creambath atau apa gitu ...aku udah bilang sama terapisnya kok ."
" Memangnya kamu disini mau aku jadiin office girl ..."
Luna menatapnya sinis , Arya hanya tertawa mendengarnya .
Mereka langsung masuk lift dan keluar di lantai 11 .
" Siang Bu Luna .." Sapa resepsionis disana , saat mereka membuka pintu masuk .
" Siang ..."
Seorang terapis menghampiri .
" Mari Bu ikut saya ." Ajaknya .
" Udah sana ." Ucap Arya , lalu setelah Luna masuk , ia berbalik dan keluar ruangan , Haris sudah menunggunya disana .
" Kita ke kantor saja Pak . " Ucapnya .
Arya mengangguk , lalu berjalan ke lift .
Pukul 15.00
Di sebuah kamar hotel ...
Luna selesai bersiap ditemani Jelita . Mereka cukup lama tidak bertemu setelah menikah tentunya .
" Aura ibu hamil memang bagus ya , walaupun cuma sedikit dipoles sudah kelihatan beda ..." Puji Jelita yang menatapnya dari balik kaca .
" Mbak Jelita bisa aja ..."
Luna juga sudah memakai dress putih nya dengan rapi , lalu ia berdiri .
__ADS_1
Jelita menunjukkan beberapa jenis model sepatu yang dibawanya , sesuai ukurannya tentunya .
" Ini bagus , hak nya nggak terlalu tinggi kok ..."
" Yang teplek aja Mbak ...nanti Mas Arya nya bisa ngomel kalau tahu pakai sepatu hak tinggi ."
Jelita tertawa ." Ya wajar sih , yang aku lihat ..Pak Arya itu sangat mencintai Mbak Luna , terlihat dari tatapan matanya ."
Luna cuma tersenyum menanggapinya .
Setelah itu ,ia kembali menatap cermin dan ...rasanya sudah cukup penampilannya .
" Mbak aku keluar dulu ya ..." Ucapnya sambil melihat jam di tangannya .
Jelita mengangguk .
Luna keluar sambil menatap ponsel , membaca pesan dari Arya .
Ternyata sudah ada di ballroom .
Ia bergegas ke lift .
Benar saja , Arya sudah berdiri membelakanginya disana , sedang berbicara dengan Lidya .
Luna berjalan mendekat .
" Bu Luna , cantik sekali ." Puji Lidya .
Arya membalikkan badan .
Melihat Luna dalam balutan dress putih sepanjang lutut .
Rambutnya dibiarkan tergerai .
Terlihat simple , tapi cukup membuatnya terpukau .
" Terima kasih ." Jawab Luna , lalu Lidya berpamitan dan tinggal mereka berdua disana .
Arya mendekat dan menatapnya lama .
" Mas ,kenapa ?" Tanya Luna ." Aneh ya dandanannya ...?"
Arya menggeleng ." Cantik ..." Ucapnya singkat .
Luna balas menatapnya ." Iyalah masak ganteng ..."
Arya terbahak , sambil mengacak-acak rambut bagian depannya .
" Mas jangan , ini udah rapi .." Elaknya .
" Biarin , aku suka ."
Arya menariknya mendekat dan dengan cepat mengecup bibirnya .
Sementara di depannya , Luna melihat beberapa karyawan masuk ke ruangan dan nampak gugup saat melihat mereka .
Luna segera mendorong tubuh Arya menjauh .
" Mas ..ada orang itu ." Bisiknya .
Lalu Arya membalikkan badan .
" Maaf Pak , kami permisi dulu ." Ucap salah satu dari mereka , lalu berbalik dan berjalan keluar .
Arya malah terbahak .
Luna melotot ." Pasti mereka habis ini ngomongin kita , malu tahu ."
" Kenapa mesti malu ...kan yang aku cium istri sendiri , bukan istri orang ." Jawabnya santai .
__ADS_1
" Awww...!" Arya menjerit saat Luna mencubit lengannya .