KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 130


__ADS_3

" Sasa biar berangkat sama aku , nanti siang kamu diantar Pak Sanusi ke hotel ..." Ucap Arya melihat Luna keluar dari kamar mandi , lalu duduk di kursi depan meja rias .


Arya mendekat dan duduk di pojok meja rias , menghadapnya .


" Iya ..."


" Masih sakit ?" Arya menyentuh bahunya pelan ,tapi ia langsung meringis ,


Arya mengambil salep di meja rias dan membukanya .


" Biar aku sendiri ." Pinta Luna .


Arya menolak dan mengeluarkan sedikit gel ditangannya lalu menyeruak masuk ke balik baju , langsung mengoleskan dibahunya .


" Iya udah pelan ini , tahan sedikit ." Ucap Arya lagi , melihat Luna menahan sakit .


Selesai ...lalu ia memegangi tangan Luna .


" Diangkat sakit ...?" Tanya Arya sambil mengangkat tangannya ke atas .


Luna menggeleng ." Sedikit ngilu aja ." Jawabnya .


Arya menaruh salep yang tadi dipegangnya dan memegangi lengan Luna lalu memijatnya pelan .


" Nanti pakai baju biasa aja , kemarin aku udah hubungi Jelita untuk datang ke hotel ."


Luna mengangguk .


" Padahal nggak pakai make up juga nggak masalah buat aku ..."


" Oh ya ...?"


" Iya ..."


" Terus ...jelek gini ..pakai daster gitu ..."


Arya terbahak , lalu mendekat dan menatapnya .


" Biarin ...tapi kalau aku sukanya begini aja ..." Ucapnya pelan .


Luna nyengir .


" Udah ah Mas , nanti kamu kesiangan ...belum sarapan juga ."


Luna menarik lengannya .


" Sebentar ...masih pagi ini ." Arya tak melepaskan dan masih terus memijatnya .


10 menit kemudian ...


Mereka keluar dan semua sudah menunggu di meja makan .


Untuk acara grand opening sendiri , Arya minta Sasa tidak ikut karena disana akan banyak orang juga , takutnya dia kurang nyaman dan akan rewel . Untuk itu Luna juga tidak menceritakan kalau siang nanti ia harus ke hotel , kalau sampai Sasa tahu pasti merengek minta ikut .


" Sa , berangkat sekolah sama Papa ya ..." Ucap Luna sambil menyuapi nya nasi goreng .


Sasa mengangguk .


" Gimana persiapannya ...?" Tanya Ardi .


" Kemarin waktu aku kesana sudah siap 100% ." Jawab Arya .


" Baguslah ..." Seru Ardi ." Luna kesana jam berapa ..?"


Arya memberi tanda kepada Ardi untuk tidak menanyakan itu .


" Pa .." Panggil Karina .


Ardi mengangguk mengerti .

__ADS_1


" Mama mau kemana ?" Tanya Sasa yang mulai curiga .


" Nggak kemana-mana , Mama dirumah aja sama Oma ." Jawab Luna .


Sasa mengangguk .


*****


Siangnya ...


Sebelum menjemput Sasa di sekolah , Pak Sanusi lebih dulu mengantarnya ke hotel ...biar Sasa tidak tahu juga kalau ia kemari .


Pak Sanusi hanya mengantarnya sampai lobi dan disana Arya sudah menunggunya .


" Mbak jelita udah dateng jam segini ?" Tanya Luna .


Arya menggeleng ." Paling nanti setelah jam makan siang ...memangnya jam segini kamu udah mau dandan ?" Goda Arya .


" Ih nggak ..." Luna cemberut .


Terlihat beberapa karyawan sibuk mondar-mandir di dalam lobi .


" Mas ..."


" Ya .."


" Aku mau ke ballroom dong , siapa tahu bisa bantu-bantu apa gitu ..."


Arya memelototinya ." Nggak ..!"


" Tapi aku nggak ngapa-ngapain disini ."


" Udah , nggak usah aneh-aneh ..." Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna . " Kita ke atas , kamu mau threatment apa terserah ...sambil nunggu jamnya ."


" Katanya nggak boleh ?"


" Kan ada yang boleh ,mau creambath atau apa gitu ...aku udah bilang sama terapisnya kok ."


" Memangnya kamu disini mau aku jadiin office girl ..."


Luna menatapnya sinis , Arya hanya tertawa mendengarnya .


Mereka langsung masuk lift dan keluar di lantai 11 .


" Siang Bu Luna .." Sapa resepsionis disana , saat mereka membuka pintu masuk .


" Siang ..."


Seorang terapis menghampiri .


" Mari Bu ikut saya ." Ajaknya .


" Udah sana ." Ucap Arya , lalu setelah Luna masuk , ia berbalik dan keluar ruangan , Haris sudah menunggunya disana .


" Kita ke kantor saja Pak . " Ucapnya .


Arya mengangguk , lalu berjalan ke lift .


Pukul 15.00


Di sebuah kamar hotel ...


Luna selesai bersiap ditemani Jelita . Mereka cukup lama tidak bertemu setelah menikah tentunya .


" Aura ibu hamil memang bagus ya , walaupun cuma sedikit dipoles sudah kelihatan beda ..." Puji Jelita yang menatapnya dari balik kaca .


" Mbak Jelita bisa aja ..."


Luna juga sudah memakai dress putih nya dengan rapi , lalu ia berdiri .

__ADS_1


Jelita menunjukkan beberapa jenis model sepatu yang dibawanya , sesuai ukurannya tentunya .


" Ini bagus , hak nya nggak terlalu tinggi kok ..."


" Yang teplek aja Mbak ...nanti Mas Arya nya bisa ngomel kalau tahu pakai sepatu hak tinggi ."


Jelita tertawa ." Ya wajar sih , yang aku lihat ..Pak Arya itu sangat mencintai Mbak Luna , terlihat dari tatapan matanya ."


Luna cuma tersenyum menanggapinya .


Setelah itu ,ia kembali menatap cermin dan ...rasanya sudah cukup penampilannya .


" Mbak aku keluar dulu ya ..." Ucapnya sambil melihat jam di tangannya .


Jelita mengangguk .


Luna keluar sambil menatap ponsel , membaca pesan dari Arya .


Ternyata sudah ada di ballroom .


Ia bergegas ke lift .


Benar saja , Arya sudah berdiri membelakanginya disana , sedang berbicara dengan Lidya .


Luna berjalan mendekat .


" Bu Luna , cantik sekali ." Puji Lidya .


Arya membalikkan badan .


Melihat Luna dalam balutan dress putih sepanjang lutut .


Rambutnya dibiarkan tergerai .


Terlihat simple , tapi cukup membuatnya terpukau .


" Terima kasih ." Jawab Luna , lalu Lidya berpamitan dan tinggal mereka berdua disana .


Arya mendekat dan menatapnya lama .


" Mas ,kenapa ?" Tanya Luna ." Aneh ya dandanannya ...?"


Arya menggeleng ." Cantik ..." Ucapnya singkat .


Luna balas menatapnya ." Iyalah masak ganteng ..."


Arya terbahak , sambil mengacak-acak rambut bagian depannya .


" Mas jangan , ini udah rapi .." Elaknya .


" Biarin , aku suka ."


Arya menariknya mendekat dan dengan cepat mengecup bibirnya .


Sementara di depannya , Luna melihat beberapa karyawan masuk ke ruangan dan nampak gugup saat melihat mereka .


Luna segera mendorong tubuh Arya menjauh .


" Mas ..ada orang itu ." Bisiknya .


Lalu Arya membalikkan badan .


" Maaf Pak , kami permisi dulu ." Ucap salah satu dari mereka , lalu berbalik dan berjalan keluar .


Arya malah terbahak .


Luna melotot ." Pasti mereka habis ini ngomongin kita , malu tahu ."


" Kenapa mesti malu ...kan yang aku cium istri sendiri , bukan istri orang ." Jawabnya santai .

__ADS_1


" Awww...!" Arya menjerit saat Luna mencubit lengannya .


__ADS_2