
" Pa ,itu suara Sasa ." Cetus Karina panik , langsung berdiri dan berlari ke kamar .
Ardi mengikuti di belakangnya .
" Ada apa Sa ?"
Karina masuk ke kamar dan terkejut melihat Luna sudah tergeletak di lantai , Sasa menangis di sebelahnya .
" Mamaaaa ..." Sasa menggoyang-goyangkan bahunya .
" Mamanya kenapa Sa ?"
Sasa menggeleng .
" Luna ..." Karina menepuk-nepuk pipinya .
" Kenapa Ma ?" Ardi muncul di belakangnya .
" Luna pingsan ."
Ardi mendekat dan mengangkatnya . " Kita bawa ke rumah sakit aja ." Ucapnya , berjalan keluar sambil membopong Luna .
" Mia ..." Panggil Karina .
Mia berlari menghampiri dan terkejut melihat Luna .
" Bu Luna kenapa ?"
" Pingsan ...kita mau membawa ke rumah sakit , kamu nanti tolong temenin Sasa ke sekolah ya ."
" Baik Bu ."
" Oma aku ikut ..." Rengeknya .
" Nggak boleh ya , Sasa ke sekolah aja dulu , nanti pulang sekolah juga Mama udah pulang ." Bujuknya .
Sasa mengangguk dengan berat hati .
Sampai di mobil , Karina menyandingnya di jok belakang , Luna masih belum sadar juga .
" Ma , kamu telpon Arya deh ." Ucap Ardi sebelum menjalankan mobil .
Karina mengambil ponsel di sakunya .
Di kantor ...
Arya masih di ruangannya , bersiap meeting di salah satu perusahaan rekannya . Ia sedang menyiapkan berkas ketika ponselnya berbunyi .
" Kenapa , Ma ?"
" Luna pingsan .
" Pingsan ?" Arya berdiri ." Tapi tadi nggak papa .."
" Iya tadi waktu mau antar Sasa sekolah ...ini Mama sama Papa mau bawa ke rumah sakit ...kalau kamu sibuk nggak papa ,biar Mama sama Papa aja yang urus ."
" Nggak papa , aku kesana sekarang ...Mama chat aja ke rumah sakit mana , kita ketemu disana ."
" Oke ..."
Arya menaruh berkas di meja lalu bergegas keluar , bertemu dengan Maya yang mau masuk ke ruangannya .
" Kita berangkat sekarang Pak ?" Tanyanya .
Arya menggeleng ." Tolong kamu hubungi Pak Irwan meeting ditunda nanti siang , saya mau ke rumah sakit dulu ."
" Siapa yang sakit Pak ?"
" Istri saya ."
" Baik Pak , saya akan hubungi Pak Irwan .
Arya berlari keluar .
Lima belas menit ...ia sampai di rumah sakit dan menelpon Mamanya .
" Iya Ma ini aku udah sampai ."
Ia menuju tempat yang sudah diberitahu Mamanya . Naik ke lantai 2 dan berbelok ke kanan . Ruangan paling pojok .
Ada suster di depan mencegahnya masuk .
" Maaf Pak ,masih ada pasien di dalam .
" Tapi istri saya di dalam ."
" Oh baiklah , silahkan ." Suster itu membukakan pintu .
__ADS_1
Terlihat disana Mama dan Papa nya sedang duduk bersama dokter . Sementara Luna masih terbaring di ranjang sebelahnya .
" Permisi ..."
Dokter menoleh ." Ah iya silahkan masuk ...Bapak suaminya Bu Luna ?"
" Iya Dok ..."
Karina berdiri dan langsung memeluknya .
" Selamat ya ." Ucapnya senang .
" Ada apa Ma ?" Tanya Arya bingung .
" Sebentar lagi punya baby ..." Bisiknya .
Arya membelalakkan matanya ." Luna hamil ?"
Karina mengangguk .
" Iya Pak , istrinya positif hamil ." Dokter didepan menyahuti .
Melihat Luna bangun , Arya menghampiri .
" Masih pusing ?" Tanya Arya cemas , mengusap keningnya .
Luna menggeleng , lalu ia turun dari ranjang .
" Pelan-pelan ." Arya memapahnya .
" Duduk sini Lun ." Ardi berdiri dan memberikan kursinya .
" Makasih Pa .".
" Harus banyak istirahat ya Bu , vitaminnya jangan lupa diminum .." Ucap Dokter sambil menuliskan resep , setelah itu menyerahkan ke Karina .
" Oke terima kasih ya Dok , kalau begitu kita permisi ..."
Mereka berjalan di lorong rumah sakit .
" Ma ..Luna biar sama aku aja ."
" Loh bukannya kamu ada meeting ?"
" Iya nanti aku balik kantor ..."
Karina terbahak ." Iya deh terserah kamu , kalian langsung pulang aja , biar nanti Mama yang mampir ke apotik ."
Mereka berpisah di tempat parkir karena Arya memarkir di luar tadi .
" Hati-hati ..." Arya membantunya saat masuk mobil .
" Kamu pingin makan apa ?" Tanya Arya lagi , ketika mobil sudah melaju .
Luna menoleh ." Nggak pingin apa-apa ." Jawabnya , menatap Arya yang tersenyum sambil menyetir .
" Kenapa senyum-senyum gitu ?" Tanya Luna .
Dan Arya tak menyahuti masih sibuk dengan lamunannya sendiri .
Sampai di rumah ...Arya langsung mengantarkan Luna ke kamar .
" Tunggu disini aku ambilin minum ."
Luna duduk di sofa saat Arya keluar kamar .
Ponselnya berbunyi ...
Kinan .
Ada apalagi ...
Ia berdiri dan berjalan ke kamar mandi , sebaiknya mengangkat telpon disana , agar Arya tak sampai tahu nanti .
" Ada apa Kinan ." Jawabnya pelan , sambil menyalakan air di wastafel .
" Apa kamu sudah membuat keputusan ?" Tanyanya langsung .
" Maksud kamu apa ?"
" Nggak usah pura-pura lupa , kemarin aku minta kamu berpikir ulang soal Yuda bukan ..."
Luna menarik nafas panjang , sepertinya ia harus menegaskan ke Kinan soal keluarganya .
" Jadi gimana ?" Tanya Kinan lagi .
Setelah diam beberapa saat , Luna menjawab .
__ADS_1
" Maaf Kinan kalau sekarang aku nggak bisa keluar , Mas Arya masih di rumah ...nanti aku hubungi lagi ."
Luna mematikan ponsel ketika mendengar suara pintu kamar terbuka .
Ia memasukkan ponsel ke saku kemudian keluar dari kamar mandi , Arya masuk dan menaruh cangkir di meja .
" Kamu ke kantor aja ,katanya ada meeting ." Ucap Luna .
Arya mendekat ." Beneran udah nggak papa ?" Tanyanya lagi .
" Iya ."
Arya tiba-tiba memeluknya .
" Mas udah dong ..." Cetus Luna karena Arya tak juga melepaskannya .
" Nggak mau ."
" Nanti telat meetingnya ..."
" Biarin ..."
" Mas ..."
Akhirnya Arya melepaskan pelukannya dan menyuruhnya duduk di sofa , lalu memberikan secangkir teh .
Arya duduk di samping sambil mengusap perut Luna .
" Kayaknya anaknya cewek ..." Ucapnya pelan .
" Sok tahu ..."
" Soalnya Mamanya tambah cantik ." Bisiknya .
Luna nyengir ." Nggak usah gombal ."
Arya mencium pipinya .
" Udah sana berangkat ..."
" Sebentar ..."
" Mas ..."
Arya masih berusaha memeluknya , ketika Luna tiba-tiba berdiri .
" Udah ayo ..." Luna menarik tangan nya .
Arya berdiri dengan malas .
Luna mengantarkan ke depan .
Sesampainya di rumah tamu , Arya menariknya mendekat dan memeluknya .
" Mas lepasin , malu kalau ada yang datang ."
Luna mendorong tubuhnya .
Arya terbahak .
" Cepetan sana ..."
" Iya ..."
Arya mendekat dan mencium bibirnya , lalu berjalan keluar rumah .
Tak lama setelah mobil Arya keluar , mobil Ardi masuk halaman .
Luna menunggunya di ruang tamu .
" Luna , kamu udah nggak papa kan ?"
Tanya Karina , sambil menyerahkan plastik berisi obat ..
" Nggak papa Ma , makasih ya ."
" Papa sama Mama ada urusan sebentar , kamu nggak papa ditinggal ..?" Tanyanya lagi .
" Oh Mama mau pergi ..iya nggak papa ,kan ada Mia sama Mbak Minah juga ."
Karina mengangguk ." Ya sudah Mama langsung berangkat aja , sebentar kok ...kamu istirahat ..."
Luna mengangguk dan Karina berjalan keluar .
Rumah sepi ...mungkin sekarang saatnya ia bicara dengan Kinan dan menyelesaikan masalahnya .
Ia mengambil ponsel di saku , menghubungi Kinan .. sambil berjalan ke kamar .
__ADS_1