KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 88


__ADS_3

" Pa ,itu suara Sasa ." Cetus Karina panik , langsung berdiri dan berlari ke kamar .


Ardi mengikuti di belakangnya .


" Ada apa Sa ?"


Karina masuk ke kamar dan terkejut melihat Luna sudah tergeletak di lantai , Sasa menangis di sebelahnya .


" Mamaaaa ..." Sasa menggoyang-goyangkan bahunya .


" Mamanya kenapa Sa ?"


Sasa menggeleng .


" Luna ..." Karina menepuk-nepuk pipinya .


" Kenapa Ma ?" Ardi muncul di belakangnya .


" Luna pingsan ."


Ardi mendekat dan mengangkatnya . " Kita bawa ke rumah sakit aja ." Ucapnya , berjalan keluar sambil membopong Luna .


" Mia ..." Panggil Karina .


Mia berlari menghampiri dan terkejut melihat Luna .


" Bu Luna kenapa ?"


" Pingsan ...kita mau membawa ke rumah sakit , kamu nanti tolong temenin Sasa ke sekolah ya ."


" Baik Bu ."


" Oma aku ikut ..." Rengeknya .


" Nggak boleh ya , Sasa ke sekolah aja dulu , nanti pulang sekolah juga Mama udah pulang ." Bujuknya .


Sasa mengangguk dengan berat hati .


Sampai di mobil , Karina menyandingnya di jok belakang , Luna masih belum sadar juga .


" Ma , kamu telpon Arya deh ." Ucap Ardi sebelum menjalankan mobil .


Karina mengambil ponsel di sakunya .


Di kantor ...


Arya masih di ruangannya , bersiap meeting di salah satu perusahaan rekannya . Ia sedang menyiapkan berkas ketika ponselnya berbunyi .


" Kenapa , Ma ?"


" Luna pingsan .


" Pingsan ?" Arya berdiri ." Tapi tadi nggak papa .."


" Iya tadi waktu mau antar Sasa sekolah ...ini Mama sama Papa mau bawa ke rumah sakit ...kalau kamu sibuk nggak papa ,biar Mama sama Papa aja yang urus ."


" Nggak papa , aku kesana sekarang ...Mama chat aja ke rumah sakit mana , kita ketemu disana ."


" Oke ..."


Arya menaruh berkas di meja lalu bergegas keluar , bertemu dengan Maya yang mau masuk ke ruangannya .


" Kita berangkat sekarang Pak ?" Tanyanya .


Arya menggeleng ." Tolong kamu hubungi Pak Irwan meeting ditunda nanti siang , saya mau ke rumah sakit dulu ."


" Siapa yang sakit Pak ?"


" Istri saya ."


" Baik Pak , saya akan hubungi Pak Irwan .


Arya berlari keluar .


Lima belas menit ...ia sampai di rumah sakit dan menelpon Mamanya .


" Iya Ma ini aku udah sampai ."


Ia menuju tempat yang sudah diberitahu Mamanya . Naik ke lantai 2 dan berbelok ke kanan . Ruangan paling pojok .


Ada suster di depan mencegahnya masuk .


" Maaf Pak ,masih ada pasien di dalam .


" Tapi istri saya di dalam ."


" Oh baiklah , silahkan ." Suster itu membukakan pintu .

__ADS_1


Terlihat disana Mama dan Papa nya sedang duduk bersama dokter . Sementara Luna masih terbaring di ranjang sebelahnya .


" Permisi ..."


Dokter menoleh ." Ah iya silahkan masuk ...Bapak suaminya Bu Luna ?"


" Iya Dok ..."


Karina berdiri dan langsung memeluknya .


" Selamat ya ." Ucapnya senang .


" Ada apa Ma ?" Tanya Arya bingung .


" Sebentar lagi punya baby ..." Bisiknya .


Arya membelalakkan matanya ." Luna hamil ?"


Karina mengangguk .


" Iya Pak , istrinya positif hamil ." Dokter didepan menyahuti .


Melihat Luna bangun , Arya menghampiri .


" Masih pusing ?" Tanya Arya cemas , mengusap keningnya .


Luna menggeleng , lalu ia turun dari ranjang .


" Pelan-pelan ." Arya memapahnya .


" Duduk sini Lun ." Ardi berdiri dan memberikan kursinya .


" Makasih Pa .".


" Harus banyak istirahat ya Bu , vitaminnya jangan lupa diminum .." Ucap Dokter sambil menuliskan resep , setelah itu menyerahkan ke Karina .


" Oke terima kasih ya Dok , kalau begitu kita permisi ..."


Mereka berjalan di lorong rumah sakit .


" Ma ..Luna biar sama aku aja ."


" Loh bukannya kamu ada meeting ?"


" Iya nanti aku balik kantor ..."


Karina terbahak ." Iya deh terserah kamu , kalian langsung pulang aja , biar nanti Mama yang mampir ke apotik ."


Mereka berpisah di tempat parkir karena Arya memarkir di luar tadi .


" Hati-hati ..." Arya membantunya saat masuk mobil .


" Kamu pingin makan apa ?" Tanya Arya lagi , ketika mobil sudah melaju .


Luna menoleh ." Nggak pingin apa-apa ." Jawabnya , menatap Arya yang tersenyum sambil menyetir .


" Kenapa senyum-senyum gitu ?" Tanya Luna .


Dan Arya tak menyahuti masih sibuk dengan lamunannya sendiri .


Sampai di rumah ...Arya langsung mengantarkan Luna ke kamar .


" Tunggu disini aku ambilin minum ."


Luna duduk di sofa saat Arya keluar kamar .


Ponselnya berbunyi ...


Kinan .


Ada apalagi ...


Ia berdiri dan berjalan ke kamar mandi , sebaiknya mengangkat telpon disana , agar Arya tak sampai tahu nanti .


" Ada apa Kinan ." Jawabnya pelan , sambil menyalakan air di wastafel .


" Apa kamu sudah membuat keputusan ?" Tanyanya langsung .


" Maksud kamu apa ?"


" Nggak usah pura-pura lupa , kemarin aku minta kamu berpikir ulang soal Yuda bukan ..."


Luna menarik nafas panjang , sepertinya ia harus menegaskan ke Kinan soal keluarganya .


" Jadi gimana ?" Tanya Kinan lagi .


Setelah diam beberapa saat , Luna menjawab .

__ADS_1


" Maaf Kinan kalau sekarang aku nggak bisa keluar , Mas Arya masih di rumah ...nanti aku hubungi lagi ."


Luna mematikan ponsel ketika mendengar suara pintu kamar terbuka .


Ia memasukkan ponsel ke saku kemudian keluar dari kamar mandi , Arya masuk dan menaruh cangkir di meja .


" Kamu ke kantor aja ,katanya ada meeting ." Ucap Luna .


Arya mendekat ." Beneran udah nggak papa ?" Tanyanya lagi .


" Iya ."


Arya tiba-tiba memeluknya .


" Mas udah dong ..." Cetus Luna karena Arya tak juga melepaskannya .


" Nggak mau ."


" Nanti telat meetingnya ..."


" Biarin ..."


" Mas ..."


Akhirnya Arya melepaskan pelukannya dan menyuruhnya duduk di sofa , lalu memberikan secangkir teh .


Arya duduk di samping sambil mengusap perut Luna .


" Kayaknya anaknya cewek ..." Ucapnya pelan .


" Sok tahu ..."


" Soalnya Mamanya tambah cantik ." Bisiknya .


Luna nyengir ." Nggak usah gombal ."


Arya mencium pipinya .


" Udah sana berangkat ..."


" Sebentar ..."


" Mas ..."


Arya masih berusaha memeluknya , ketika Luna tiba-tiba berdiri .


" Udah ayo ..." Luna menarik tangan nya .


Arya berdiri dengan malas .


Luna mengantarkan ke depan .


Sesampainya di rumah tamu , Arya menariknya mendekat dan memeluknya .


" Mas lepasin , malu kalau ada yang datang ."


Luna mendorong tubuhnya .


Arya terbahak .


" Cepetan sana ..."


" Iya ..."


Arya mendekat dan mencium bibirnya , lalu berjalan keluar rumah .


Tak lama setelah mobil Arya keluar , mobil Ardi masuk halaman .


Luna menunggunya di ruang tamu .


" Luna , kamu udah nggak papa kan ?"


Tanya Karina , sambil menyerahkan plastik berisi obat ..


" Nggak papa Ma , makasih ya ."


" Papa sama Mama ada urusan sebentar , kamu nggak papa ditinggal ..?" Tanyanya lagi .


" Oh Mama mau pergi ..iya nggak papa ,kan ada Mia sama Mbak Minah juga ."


Karina mengangguk ." Ya sudah Mama langsung berangkat aja , sebentar kok ...kamu istirahat ..."


Luna mengangguk dan Karina berjalan keluar .


Rumah sepi ...mungkin sekarang saatnya ia bicara dengan Kinan dan menyelesaikan masalahnya .


Ia mengambil ponsel di saku , menghubungi Kinan .. sambil berjalan ke kamar .

__ADS_1


__ADS_2