
" aku memberimu kesempatan.
Kita gugurkan kandungan mu "
hana terdiam, perlahan bangun dan memeluk bagas dengan lembut
Bagas melelaps pelukan hana, ke dua tangan nya menyentuh pundak hana, memandang hana begitu lekat
Hana hanya mengangguk pelan tanda setuju
"tadi bapak mu menelepon, kata nya ingin bicara dengan mu"
Bagas melepaskan tangan nya lalu mengambil ponsel dari saku celana nya
"nih, telepon balik bapak mu"
Bagas menyodorkan ponsel nya , layar ponsel itu sudah menunjukkan nomor bernamakan pak wandi
Hana mengambil telepon tersebut menekan tombol hijau yang berarti menghubungi nomor tersebut
Hana menempelkan telepon di telinga nya, terdengar berdering namun belum ada suara bapak nya dari sana
"halo assalamualaikum pak bagas "
Akhirnya telepon tersambung dan bapak nya wandi langsung mengucap salam
"wa'alaikumsalam pak, ini hana pak " tutur hana
"oh hana, apa kabar mu nak...? "
"baik pak, bapak sama ibu gimana kabar nya? "
"alhmdulillah bapak dan ibu juga baik ,
Kamu di sana betah nak?
Bapa sudah lama tak mendengar kabar mu"
"a - aku betah pak "
Mata hana melirik bagas yang mengamatinya sedari tadi
"syukurlah nak..
Bapak sudah menduga nya, pasti kamu betah di sana,
Pak bagas orang nya baik, dia pasti memperlakukan mu dengan baik, menurutlah pada nya ya nak... "
Wandi memperingatkan hani ,
Namun hani kini terlihat murung setelah bapak nya berbicara
Tadinya hani ingin sedikit bercerita dengan bapak nya, namun seperti nya harus di urungkan lagi keinginan nya itu
"hani "
Wandi membuyarkan lamunan hani
" i - iya pak "
"bapak boleh minta tolong? "
"tolong apa pak? "
"ibu mu sebentar lagi akan melahirkan. Sekarang usia kandungan nya sudah menginjak 9 bulan, kamu tau sendiri bukan? "
"iya pak aku tau, lalu apa yang bisa hana tolong pak? "
"tolong pinjamkan lagi uang kepada suami mu pak bagas,
__ADS_1
Waktu itu bapa sudah pinjam untuk tambahan modal, bapa malu kalau harus bicara langsung sama pak bagas "
Wandi merayu hana anak tiri nya, padahal uang yang dia pinjam sebelum nya habis dia pergunakan untuk main dan menghambur hamburkan nya mentlaktir teman teman nya, bahkan memberikan nya percuma pada wanita yang menggoda nya
"tapi pak, aku enggak berani "
Hana melirik lagi bagas yang masih menatap nya
"suami mu itu baik han, dia pasti akan membantu. Cobalah bicara padanya.
Kasian ibu mu setiap hari terus memikirkan untuk biaya lahiran "
Wawat ibu hana memang tidak memiliki bpjs kesehatan jadi akan di pastikan biaya melahirkan tidak akan gratis , biaya melahirkan umum di daerah nya sekitar 900 ribu jika normal, dan untuk sesar akan lebih dari 5 sampai 10 juta.
"baiklah pak, berapa yang ibu butuh kan untuk persiapan nya melahirkan? "
Tanya hani
"2 juta han, itu untuk biaya persalinan dan peralatan bayi "
"baiklah pak "
"terimakasih ya han,
Bilang sama suami mu untuk mengirim nya ke rekening yang pernah bap kirimkan waktu itu "
iya pak "
Hani menjawab dengan memalas
"kamu baik baik di sana ya , bapa tutup dulu telpon nya "
Wandi tersenyum puas di seberang sana,
begitu mudah merayu anak tiri nya itu .
Anak tiri nya bisa menjadi andalan untuk nya mendapatkan uang dengan begitu cepat
Semanjak hana menikah dan di bawa bagas. wandi menjadi suami yang sangat pemalas, usaha wajit yang wawat pertahankan pun kini tak selaku dulu, mungkin karena sudah banyak yang membuat wajit juga hingga banyak saingan.
Wandi juga mulai bermain dengan perempuan lain tanapa wawat ketahui ,
Wawat yang terlalu percaya dengan wandi tak pernah sekalipun mendengar omongan orang yang mengatakan bahwa wandi sering terlihat bersama wanita lain
"
"bapa mu mau pinjam uang lagi? "
Tanya bagas
Hana masih diam tak bisa menjawab nya, hana belum berani mengatakan nya
"sudah ku duga!
Orang tua mu akan terus meminta uang padaku .
Mereka seperti menjual mu ,dengan berbagai alasan mereka akan terus meminta uang pada ku"
Ucap bagas lagi
"bapak ku pinjam , bukan minta mas "
Sahut hana , nada bicara nya sedikit merendah
"haha.. Hana, hana.
Sebelum aku menikahi mu, bapa mu punya hutang pada ku , beruntung aku melunaskan nya karena mereka merestui ku saat meminta mu ku jadikan istri"
Bagas tertawa lepas, mata hana membelak melihat ke arah bagas
__ADS_1
"setelah menikah dengan mu juga bapa mu sudah 2x pinjam uang pada ku , dengan alasan untuk modal "
Hana menunduk semakin terdiam, menahan malu dan juga amarah
"apa bapak mu juga yang menjual keperawanan mu? "
Bagas bertanya dengan mata menyelidik
Hana menahan amarah, gigi nya mengeras, tangan nya mengepal namun di sembunyikan di belakang.
Ingin sekali hana menampar mulut bagas dengan sekeras mungkin, merobek robek nya sampai puas.
Namun apa daya, hana yang tak punya keberanian, juga posisi nya yang hanya hidup bergantung pada bagas
Bagas menyentuh rahang hana sedikit kasar membuat wajah hana mengangkat memperlihatkan pipi hana yang sudah basah oleh air mata
"tak perlu menangis hana, sekarang kau hanya perlu menurut pada ku,
Jangan campuri urusan ku lagi, karna di sini kau hanya akan menjadi istri penurut tanpa ada tuntutan pada ku "
Air mata hana semakin mengalir, namun tanpa isak
"buka lah pakaian mu, aku ingin tidur dengan mu "
Titah bagas melepaskan tangan nya dari rahang hana
hana menunduk kembali , batin nya menolak
"kenapa diam saja, cepatlah "
Bagas membentak hana yang masih berdiri menunduk
Hana melepas pakaian nya , di tarik tangan nya oleh bagas yang juga sudah melepas semua pakaian nya
Bagas memuaskan dirinya dengan kasar tanpa memperdulikan hana yang berderai air mata sepanjang mereka bercinta
Tak sedikitpun hana menikmati nya, hanya rasa sakit yang ada.
Dengan bringasan bagas memperlakukan hana, meski pekik kesakitan nya tak membuat bagas mengampuni nya
Setelah mencapai kepuasan nya, bagas bergegas pergi dengan pakaian yang sudah rapi, meninggalkan hana yang masih di tempat tidur memunggungi nya,
Tak ada kata pamit dari bagas hingga terdengar motor nya melaju lalu hening
Hana mengepal , memegang selimut dengan kuat, menahan nyeri di hati nya , pikiran nya hanya tentang bagas,
Suami yang awal nya di kira baik dan perhatian ternyata begitu kasar dan menyakitkan, entah mungkin karena ketidak perawanan hana, atau perempuan yang menjadi istri ke 2 nya bagas atau karena orang tua hana yang meminjam uang
****
Bagas membuka pintu rumah ningrum , membawa 2 bungkus soto ayam untuk sarapan dirinya dan ningrum .
Ningrum yang sedang asyik bicara di telpon menyadari kedatangan bagas, segera dia menutup panggilan berlari memeluk bagas
"hati hati dong sayang, jangan lari lari, nanti bayi nya kenapa napa " tangan kanan bagas mengelus punggung ningrum yang kini memeluk nya, sementara tangan kiri nya masih memegang soto
"ini apa mas "
Ningrum meraih kantong di tangan kiri bagas dan membuka nya
"wah... Soto ayam , aku pindahin ke mangkok dulu ya mas"
Bagas hanya mengangguk pelan
Ningrum membawa soto ayam nya ke dapur , tak lama kemudian dia kembali dengan 2 mangkok berisi soto ayam tadi
Setelah soto ayam nya mereka habiskan, bagas pamit pada ningrum ke penggilingan, ningrum pun meng iya kan nya
****
__ADS_1