KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 31


__ADS_3

Tak lama ...Laura melepas pelukannya , tanpa sengaja menyenggol tangan Arya yang memegang banyak tas belanjaan , sehingga satu tas terlepas dari genggaman tangannya dan jatuh ke lantai , isinya menyeruak keluar .


Laura menatap kantong tas yang jatuh dan penasaran dengan isi didalamnya .


Ia lalu berjongkok dan mengambil tas yang jatuh .


Mengeluarkan isinya dan cukup membuatnya terkejut .


Ia mendongak . " Hey ...kamu beli baju tidur cewek ?" Serunya , sambil mengambil satu baju .


Arya dengan cepat mengambil baju di tangan Laura dan memasukkan lagi ke dalam tas .


Karina yang berdiri di belakang , berjalan mendekat .


" Laura ..." Panggilnya ." Kenalin itu Luna . " Tunjuk Karina .


Luna tersenyum sambil sedikit menundukkan kepalanya .


Laura membalasnya dengan senyuman juga , tapi sedikit heran melihatnya .


" Hai ..." Sapa Laura .


" Luna ini calon istrinya Arya ." Ucap Karina dan kali ini benar-benar membuat Laura terkejut , ia langsung menoleh ke Karina .


" Calon istri ?" Tanyanya lagi memastikan .


Karina mengangguk .


" Tapi...kok aku nggak tahu mereka berhubungan ?" Tanyanya lagi .


Karina tersenyum ." Iya mereka memang nggak pacaran , baru aja kenal ...dan Arya langsung memutuskan untuk menikah ."


Laura diam , seperti ada sesuatu yang dipikirkan .


" Ehm Ma ...nanti tolong minta Minah bawa ini ke kamar ya ." Arya meletakkan tas belanjaannya di lantai .


" Kamu disini aja dulu sama Mama .." Katanya pada Laura .


" Kamu mau kemana ?" Tanya Laura .


" Aku antar Luna pulang dulu , takut kemalaman ."


Laura mengangguk , tanpa berkomentar .


Luna berpamitan ke Bu Karina , setelah itu merayu Sasa yang masih juga merengek minta ikut , sampai akhirnya ia mau juga tinggal di rumah .

__ADS_1


" Mbak , aku permisi dulu ." Pamitnya pada Laura , yang hanya tersenyum padanya . Tak tahu kenapa , ia merasa ada yang berbeda dari tatapannya , setelah Bu Karina memperkenalkan padanya tadi .


Sebenarnya siapa dia ?


Apa pantas kalau ia menanyakan hal ini pada Pak Arya ...


Mungkin mereka punya hubungan dekat , tapi kenapa Pak Arya malah memintanya yang menjadi istrinya bukan dia .


Hal ini tiba-tiba saja membuatnya terusik . Rasanya untuk menanyakan hal ini langsung ke Pak Arya seperti kurang sopan . Memang siapa dia ...mereka hanya berstatus kontrak nantinya dan ia tak berhak mencampuri urusan pribadi Pak Arya .


Jadilah ia mengurungkan niat untuk menanyakan hal itu , disaat mereka berdua di dalam mobil sekarang .


Lebih banyak diam , tidak seperti saat bertiga bersama Sasa tadi .


" Laura itu anak teman nya Mama dan kita sudah bersahabat dari kecil ."


Luna menoleh , kaget tiba-tiba Arya bersuara , setelah beberapa menit mereka sama-sama diam .


" Oh iya Pak ." Jawab Luna .


Arya menatapnya saat mobil berhenti di lampu merah ." Tolong jangan panggil seperti itu lagi ." Ucapnya serius .


" Maksudnya ?" Tanya Luna heran .


" Jangan panggil Pak dan bicara yang formal , nanti orang mengira kita semacam atasan dengan karyawannya ."


" Terus ...saya harus panggil apa ?" Tanyanya polos .


" Jangan pakai kata saya , aku dan kamu ...paham .."


Lagi-lagi Luna terkesima ." Jadi saya ...oh maaf maksudnya aku harus panggil apa ?" Tanyanya ulang ,tanpa mengalihkan pandangan keduanya .


" Mas ..." jawab Arya pendek , lalu kembali fokus menatap ke depan , karena lampu sudah hijau dan beberapa mobil di belakang mereka sudah bersautan membunyikan klakson .


Di rumah ...


Karina masih di kamar Arya membawakan barang belanjaan tadi karena Minah masih sibuk di dapur , jadi ia membawanya sendiri .


Di ruang tengah , Sasa menemani Laura disana .


" Jadi benar Papanya Sasa mau menikah ?" Tanya Laura .


Sasa mengangguk ." Iya ...Tante Luna mau jadi Mama aku ." Jawab nya girang .


" Sasa kayaknya udah dekat banget sama Tante Luna ?"

__ADS_1


Sasa hanya tersenyum sambil memainkan ujung rambutnya .


Tak lama Karina menghampiri mereka ..


" Laura maaf ya ,kamu kesini tapi Arya nya malah keluar ."


" Nggak papa Tante ...kan besok-besok juga masih bisa ketemu ."


" Sasa ganti baju dulu yuk ..." Suster Mia menghampiri dan mengajak Sasa masuk .


Saat mereka hanya berdua , Laura menanyakan sesuatu yang sedari tadi mungkin mengganggunya .


" Tante ...jadi benar Yuda akan menikah lagi ?" Tanyanya pelan .


Karina mengangguk ." Iya ...sebenarnya Tante juga sedikit terkejut dengan keputusannya yang terkesan mendadak , karena mereka juga baru kenal .."


" Terus kenapa Yuda tiba-tiba memutuskan untuk menikah , karena aku terakhir pulang dan ketemu Yuda sekitar 3 bulan lalu dan rasanya nggak pernah ada pembahasan soal ini ."


" Iya memang .." Jawab Karina . " dan alasan utama mereka cepat menikah adalah Sasa ."


" Sasa ..?"


Karina diam sebentar , menarik nafas dalam-dalam ." Sasa selalu merengek soal Mamanya dan itu cukup membuat Arya terusik , ia tak mau melihat Sasa terus sedih..


" Lalu ..."


" Sasa sangat dekat dengan Luna dan cuma mau kalau Luna yang jadi Mamanya ."


" Jadi Yuda memutuskan untuk segera menikah karena Sasa yang minta ?"


Karina mengangguk .


" Apa Yuda juga mencintai Luna ?"


" Kalau untuk itu ...Tante nggak tahu , kamu kan paham betul bagaimana Arya , ia sangat tertutup kalau soal perasaannya ."


Laura menyandarkan punggungnya di sofa , masih tak percaya dengan semua ini .


Bagaimana mungkin Yuda memutuskan untuk menikah dengan cepat , ini untuk kedua kalinya , setelah dulu ia juga dikejutkan dengan keputusan Yuda untuk menikah dengan Kinan saat masih kuliah .


Kali ini pun perasaan itu masih sama , ada rasa sakit di dalam hatinya yang mungkin hanya bisa disimpannya sendiri .


Kali ini ...mungkin tak ada lagi kesempatan untuknya . Setelah dulu ia merasa memiliki harapan , disaat Kinan pergi . Tetapi sekarang ...


" Memangnya kapan pernikahan mereka , Tante ?"

__ADS_1


" Dua minggu lagi ."


__ADS_2