
" Mama jangan lama-lama ..." Rengek Sasa .
" Iya cuma bentar kok , ketemu Tante Laura ."
Sasa mengangguk juga , meski dengan bibir manyun .
" Sasa dirumah aja sama Oma ya ." Seru Arya .
" Tapi nanti beliin coklat ya ..."
Luna mengangguk .
Mereka akhirnya berhasil membujuk Sasa , malam ini Laura mengundang makan malam bersama .
" Memangnya Laura sendirian ?" Tanya Arya sewaktu mereka sudah di mobil .
" Nggak , sama Kak Rafi ."
" Laura kok bisa kenal sama Rafi ?" Tanya Arya heran .
" Ya ...waktu yang di cafe kemarin itu , Kak Rafi disana habis ketemu sama klien katanya ."
" Tapi kelihatannya udah akrab banget mereka ..."
" Ya biarin ajalah ...sama-sama masih single juga kan ..."
" Ya baguslah ...soalnya aku jarang juga lihat Laura dekat sama cowok ."
" Oh ya ...?"
Arya mengangguk ." Nggak tahu juga kalau pas di Amerika , tapi kalau disini kayaknya nggak pernah lihat dia deket sama cowok ."
" Berarti dekatnya sama kamu aja ?"
Arya mengangkat bahunya .
" Jangan-jangan dia suka kali sama kamu .."
Arya menatapnya ." Ya nggaklah ."
" Emang kamu nggak pernah suka gitu sama Laura ..."
" Nggak ." Jawabnya singkat .
" Masak sih ....Laura itu cantik loh ."
" Ya cantik kan cewek ...masak ganteng ."
Luna memonyongkan bibirnya .
Ponsel di tasnya berbunyi .
" Iya Kak ..."
" Iya ini udah sampai , baru masuk parkiran ..."
" Ok ."
" Rafi ?" Tanya Arya sambil membelokkan mobil ke parkiran .
" Iya ."
Setelah memarkir mobil mereka bergegas masuk ,karena Rafi dan Laura sudah datang dari tadi .
" Sorry lama , tahu sendiri kan masih harus bujukin Sasa biar mau ditinggal ." Seru Arya , begitu sampai di meja .
" Iya santai aja ...kita juga baru 10 menitan lalu kok ."
" Langsung pesen aja ya ." Laura mengangkat tangannya memanggil waiters .
__ADS_1
" Kalian berdua kayaknya makin dekat aja nih ..?" Goda Arya .
" Ya dekat , lihat ini kita duduk aja bersebelahan kan ." Kelakar Rafi , membuat Laura terbahak .
Sementara di restoran yang sama , di meja yang tak jauh dari mereka ...
" Maaf Bu ,saya agak telat ..." Ucap Arisa , merasa tak enak karena ini sudah lewat setengah jam dari waktu yang mereka sepakati tadi di telpon .
Kinan tersenyum ." Nggak papa , saya juga baru sampai kok ...ayo duduk ."
Arisa menarik kursi di depannya .
" Bu Kinan apa kabar ...lama kita nggak ketemu ..."
" Baik...oh ya , selamat untuk pernikahan kamu ."
" Terima kasih Bu ." Arisa tersenyum .
" Tapi ...kamu beneran nggak sibuk hari ini ..?"
" Nggak Bu ...saya sekarang kan juga udah nggak ngantor lagi ."
Kinan mengangguk , lalu memanggil waiters dan mereka memesan minuman .
" Langsung saja ya ...saya minta kamu datang kemari ...karena ada sesuatu yang ingin saya tanyakan ke kamu ..."
" Soal apa Bu ?" Tanya Arisa penasaran .
" Soal istri barunya Yuda ."
" Maksudnya ...Mbak Luna ...?"
Kinan mengangguk .
" Ada apa dengan Mbak Luna ?" Tanya Arisa lagi .
" Apa kamu kenal sama dia ..."
" Interview ?"
" Iya , dulu Mbak Luna itu melamar kerja di kantor , sebagai sekretaris Pak Arya menggantikan saya ."
" Oh ya...jadi sebelumnya Yuda nggak pernah saling kenal ?"
" Setahu saya begitu Bu , waktu itu Pak Arya memang meminta saya menghubungi Mbak Luna untuk interview langsung dengan Pak Arya ."
" Terus ..."
" Saya pikir Mbak Luna yang akan menggantikan posisi saya , ternyata Pak Arya menerima sekretaris baru dan itu bukan Mbak Luna ."
Kinan diam , masih mendengarkan cerita dari Arisa .
" Tapi memang cukup mengejutkan ...satu bulan setelah itu , Pak Arya tiba-tiba mengumumkan pernikahan mereka ."
" Jadi mereka hanya mengenal sekitar 1 bulanan ?"
Arisa mengangguk ." Acara pernikahan pun tertutup untuk umum ,dilaksanakan di kediaman Pak Arya ."
Kinan diam sambil meminum sedikit orange juice yang baru saja disajikan .
Yuda dan istri barunya hanya mengenal selama sebulan dan langsung memutuskan menikah . Sepertinya ada yang aneh . Ia kenal betul siapa Yuda , nggak mungkin dia menyukai seseorang dalam waktu yang relatif singkat apalagi langsung nemutuskan untuk menikah .
Ada apa sebenarnya ?
Sementara di meja lain ...
Mereka sudah menyelesaikan makannya .
" Ngomong-ngomong ini traktiran dalam rangka apa ya ?" Tanya Arya .
__ADS_1
" Nggak dalam rangka apa-apa juga kok ." Jawab Laura .
" Jangan-jangan kalian udah jadian nih ...?" Tanya Arya lagi .
Laura melotot . " Nggak usah ngawur ."
Luna dan Rafi tertawa .
" Lun ...anterin ke butik sebelah yuk ." Ajak Laura .
" Mau ngapain ?"
" Nyari kado ."
" Buat Kak Rafi ?" Tebak Luna .
" Ih kalian berdua sama aja ...kenapa sih ..." Laura sedikit kesal ." Ini kado buat Mama ."
" Mama kamu ulang tahun ?" Tanya Arya .
" Lusa ...kalian diundang juga kok makan di rumah , dateng ya ..."
" Aku diundang juga nggak nih ?" Tanya Rafi .
Laura menatapnya . " Boleh ...dateng aja kalau mau ."
" Dateng aja Fi , sekalian kenalan sama camer ." Seloroh Arya .
Laura manyun , lalu menarik tangan Luna . " Udah yuk ."
Mereka sampai di butik yang bersebelahan dengan restoran tadi ...dan sepertinya Laura memang sering kesini karena beberapa pramuniaga disana mengenal dan langsung menyapanya saat masuk .
" Mbak aku ambil pesenan yang kemarin ..."
" Oh baik Mbak Laura ...tunggu sebentar ."
" Loh kamu udah milih bajunya ?" Tanya Luna .
Laura mengangguk ." Kemarin pas lewat sini aku mampir ,cuma ternyata size nya nggak lengkap , baru hari ini masuk katanya ."
" Oh gitu ..."
Sambil menunggu , mereka melihat koleksi terbaru yang ada di bagian depan .
" Laura ...."
Laura menoleh ." Kinan."
Ucapan Laura cukup mengejutkan bagi Luna , ia langsung menatap wanita yang berdiri di depannya .
Jadi ini yang namanya Kinan , pikirnya .
Memang sama seperti di foto yang dilihatnya di kamar Sasa , tapi sekarang rambutnya pendek dan terlihat lebih cantik daripada yang dilihatnya di foto .
" Kamu udah di Jakarta ?"
" Iya , dari kemarin ...nggak nyangka kita ketemu lagi disini ."
" Oh ...iya aku dari resto sebelah tadi ."
" Oh ya...aku juga disana tadi ."
Laura menatap Luna sebentar , lalu beralih ke Kinan lagi .
" Iya ...aku sama Yuda juga kok ."
Kinan nampak terkejut mendengarnya .Belum lepas keterkejutannya , pintu butik terbuka ...seseorang masuk .
Kinan menoleh dan nampak antusias .
__ADS_1
" Mas Yuda."