KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 63


__ADS_3

" Mama jangan lama-lama ..." Rengek Sasa .


" Iya cuma bentar kok , ketemu Tante Laura ."


Sasa mengangguk juga , meski dengan bibir manyun .


" Sasa dirumah aja sama Oma ya ." Seru Arya .


" Tapi nanti beliin coklat ya ..."


Luna mengangguk .


Mereka akhirnya berhasil membujuk Sasa , malam ini Laura mengundang makan malam bersama .


" Memangnya Laura sendirian ?" Tanya Arya sewaktu mereka sudah di mobil .


" Nggak , sama Kak Rafi ."


" Laura kok bisa kenal sama Rafi ?" Tanya Arya heran .


" Ya ...waktu yang di cafe kemarin itu , Kak Rafi disana habis ketemu sama klien katanya ."


" Tapi kelihatannya udah akrab banget mereka ..."


" Ya biarin ajalah ...sama-sama masih single juga kan ..."


" Ya baguslah ...soalnya aku jarang juga lihat Laura dekat sama cowok ."


" Oh ya ...?"


Arya mengangguk ." Nggak tahu juga kalau pas di Amerika , tapi kalau disini kayaknya nggak pernah lihat dia deket sama cowok ."


" Berarti dekatnya sama kamu aja ?"


Arya mengangkat bahunya .


" Jangan-jangan dia suka kali sama kamu .."


Arya menatapnya ." Ya nggaklah ."


" Emang kamu nggak pernah suka gitu sama Laura ..."


" Nggak ." Jawabnya singkat .


" Masak sih ....Laura itu cantik loh ."


" Ya cantik kan cewek ...masak ganteng ."


Luna memonyongkan bibirnya .


Ponsel di tasnya berbunyi .


" Iya Kak ..."


" Iya ini udah sampai , baru masuk parkiran ..."


" Ok ."


" Rafi ?" Tanya Arya sambil membelokkan mobil ke parkiran .


" Iya ."


Setelah memarkir mobil mereka bergegas masuk ,karena Rafi dan Laura sudah datang dari tadi .


" Sorry lama , tahu sendiri kan masih harus bujukin Sasa biar mau ditinggal ." Seru Arya , begitu sampai di meja .


" Iya santai aja ...kita juga baru 10 menitan lalu kok ."


" Langsung pesen aja ya ." Laura mengangkat tangannya memanggil waiters .

__ADS_1


" Kalian berdua kayaknya makin dekat aja nih ..?" Goda Arya .


" Ya dekat , lihat ini kita duduk aja bersebelahan kan ." Kelakar Rafi , membuat Laura terbahak .


Sementara di restoran yang sama , di meja yang tak jauh dari mereka ...


" Maaf Bu ,saya agak telat ..." Ucap Arisa , merasa tak enak karena ini sudah lewat setengah jam dari waktu yang mereka sepakati tadi di telpon .


Kinan tersenyum ." Nggak papa , saya juga baru sampai kok ...ayo duduk ."


Arisa menarik kursi di depannya .


" Bu Kinan apa kabar ...lama kita nggak ketemu ..."


" Baik...oh ya , selamat untuk pernikahan kamu ."


" Terima kasih Bu ." Arisa tersenyum .


" Tapi ...kamu beneran nggak sibuk hari ini ..?"


" Nggak Bu ...saya sekarang kan juga udah nggak ngantor lagi ."


Kinan mengangguk , lalu memanggil waiters dan mereka memesan minuman .


" Langsung saja ya ...saya minta kamu datang kemari ...karena ada sesuatu yang ingin saya tanyakan ke kamu ..."


" Soal apa Bu ?" Tanya Arisa penasaran .


" Soal istri barunya Yuda ."


" Maksudnya ...Mbak Luna ...?"


Kinan mengangguk .


" Ada apa dengan Mbak Luna ?" Tanya Arisa lagi .


" Apa kamu kenal sama dia ..."


" Interview ?"


" Iya , dulu Mbak Luna itu melamar kerja di kantor , sebagai sekretaris Pak Arya menggantikan saya ."


" Oh ya...jadi sebelumnya Yuda nggak pernah saling kenal ?"


" Setahu saya begitu Bu , waktu itu Pak Arya memang meminta saya menghubungi Mbak Luna untuk interview langsung dengan Pak Arya ."


" Terus ..."


" Saya pikir Mbak Luna yang akan menggantikan posisi saya , ternyata Pak Arya menerima sekretaris baru dan itu bukan Mbak Luna ."


Kinan diam , masih mendengarkan cerita dari Arisa .


" Tapi memang cukup mengejutkan ...satu bulan setelah itu , Pak Arya tiba-tiba mengumumkan pernikahan mereka ."


" Jadi mereka hanya mengenal sekitar 1 bulanan ?"


Arisa mengangguk ." Acara pernikahan pun tertutup untuk umum ,dilaksanakan di kediaman Pak Arya ."


Kinan diam sambil meminum sedikit orange juice yang baru saja disajikan .


Yuda dan istri barunya hanya mengenal selama sebulan dan langsung memutuskan menikah . Sepertinya ada yang aneh . Ia kenal betul siapa Yuda , nggak mungkin dia menyukai seseorang dalam waktu yang relatif singkat apalagi langsung nemutuskan untuk menikah .


Ada apa sebenarnya ?


Sementara di meja lain ...


Mereka sudah menyelesaikan makannya .


" Ngomong-ngomong ini traktiran dalam rangka apa ya ?" Tanya Arya .

__ADS_1


" Nggak dalam rangka apa-apa juga kok ." Jawab Laura .


" Jangan-jangan kalian udah jadian nih ...?" Tanya Arya lagi .


Laura melotot . " Nggak usah ngawur ."


Luna dan Rafi tertawa .


" Lun ...anterin ke butik sebelah yuk ." Ajak Laura .


" Mau ngapain ?"


" Nyari kado ."


" Buat Kak Rafi ?" Tebak Luna .


" Ih kalian berdua sama aja ...kenapa sih ..." Laura sedikit kesal ." Ini kado buat Mama ."


" Mama kamu ulang tahun ?" Tanya Arya .


" Lusa ...kalian diundang juga kok makan di rumah , dateng ya ..."


" Aku diundang juga nggak nih ?" Tanya Rafi .


Laura menatapnya . " Boleh ...dateng aja kalau mau ."


" Dateng aja Fi , sekalian kenalan sama camer ." Seloroh Arya .


Laura manyun , lalu menarik tangan Luna . " Udah yuk ."


Mereka sampai di butik yang bersebelahan dengan restoran tadi ...dan sepertinya Laura memang sering kesini karena beberapa pramuniaga disana mengenal dan langsung menyapanya saat masuk .


" Mbak aku ambil pesenan yang kemarin ..."


" Oh baik Mbak Laura ...tunggu sebentar ."


" Loh kamu udah milih bajunya ?" Tanya Luna .


Laura mengangguk ." Kemarin pas lewat sini aku mampir ,cuma ternyata size nya nggak lengkap , baru hari ini masuk katanya ."


" Oh gitu ..."


Sambil menunggu , mereka melihat koleksi terbaru yang ada di bagian depan .


" Laura ...."


Laura menoleh ." Kinan."


Ucapan Laura cukup mengejutkan bagi Luna , ia langsung menatap wanita yang berdiri di depannya .


Jadi ini yang namanya Kinan , pikirnya .


Memang sama seperti di foto yang dilihatnya di kamar Sasa , tapi sekarang rambutnya pendek dan terlihat lebih cantik daripada yang dilihatnya di foto .


" Kamu udah di Jakarta ?"


" Iya , dari kemarin ...nggak nyangka kita ketemu lagi disini ."


" Oh ...iya aku dari resto sebelah tadi ."


" Oh ya...aku juga disana tadi ."


Laura menatap Luna sebentar , lalu beralih ke Kinan lagi .


" Iya ...aku sama Yuda juga kok ."


Kinan nampak terkejut mendengarnya .Belum lepas keterkejutannya , pintu butik terbuka ...seseorang masuk .


Kinan menoleh dan nampak antusias .

__ADS_1


" Mas Yuda."


__ADS_2