
"terus kalau dia sudah melahirkan abang akan menceraikan nya kan bang? "
Mulut bagas seakan susah untuk menjawab, dengan terbata bata dia mengeluarkan suara
"I - iya sayang "
"lalu nanti anak yang di lahirkan hana siapa yang asuh bang?
Aku suka anak bayi bang, kita urus saja bayi nya, biarkan saja hana pulang tanpa membawa anak "
"kalau soal itu nanti kita bicara lagi sama hana. Dia pasti nurut ko sama abang "
"iya bang, makasih ya " fatma memeluk bagas
"kamu sekarang banyak berubah ya sayang "
Bagas membelai rambut fatma
"apanya yang berubah bang? "
"kamu semakin cantik dan bisa buat abang semakin cinta "
Fatma terkekeuh kecil dengan rayuan bagas
Jam sudah menunjukan pukul 3 sore , hani keluar dari kamar setelah seharian ber istirahat.
Rumah nampak sepi, bagas dan fatma Sudan tak ada di kursi dimana tadi mereka berbincang.
Hana berniat membersihkan diri, mengambil handuk dan peralatan mandi lalu pergi ke kamar Mandi.
Setelah selsai membersihkan diri, hana keluar dengan handuk masih melilit di dada nya
Klek!
Pintu terbuka tanpa ketukan
"hana, aku akan.. "
Ucapan bagas terhenti kala melihat hana hanya memakai handuk
"Kamu habis mandi ya "
Bagas mendekati hana, membelai leher belakang nya kemudian mencium punggung mulus nya
Hana menggeliat, tubuh nya langsung terangsang, bulu halus di setiap pori pori nya berdiri tegak
"ayo kita lakukan "
Ucap bagas berbisik tepat di belakang telinga hana
"tapi mas, ada mba fatma "
Ucap hana, cepat membalikan badan membuat nya berhadapan dengan bagas
"kamu tenang saja, fatma lagi di rumah ibu,
Aku sudah ijin pulang terlebih dulu "
Tangan bagas membuka handuk yang masih melilit kuat di dada hana yang kini melorot
Bagas meremas gunung di depan matanya yang semakin membesar , begitupun dengan menara nya yang langsung di lahap dengan kuat
Hana menggigit bibir bawah nya merasakan kenikmatan yang di buat oleh bagas
Bagas meggendong tubuh hana yang bertambah berat lalu menidurkan nya
"hai bayi kecil, aku pinjam ibu mu ya " cup!
Bagas mengajak perut besar hana bicara lalu mencium nya , kemudian dia segera mengawali aksi nya dengan pemanasan terlebih dulu
Saat gairah mereka sudah sangat naik , bagas segera menyudahi pemanasan dan meminta hana agar bekerja keras menggantikan posisi nya memacu kuda
Hana segera naik ke atas , membuat nya duduk tepat di atas perut bagas.
Namun, hendak beraksi tiba tiba terdengar suara ketukan dari luar ,membuat bagas dan hana panik
Tok tok tok!
"assalamualaikum, neng fatma,
Bagas dan hana memilih untuk diam dan tak mrmbuka pintu,
tok tok tok!
"neng fatma "
Klek!
Pintu rumah di buka.
Bagas semakin panik, dengan terburu buru dia mengenakan lagi semua pakaian nya, begitupun dengan hana yang langsung masuk ke kamar mandi
Bagas segera keluar dari kamar dan menghampiri seseorang yang sedari tadi mengetuk pintu hingga membuka pintu dan masuk
"emak,
apa kabar mak "
Bagas menyalami punggung tangan mak kokom ibu nya fatma
"baik,
Dimana neng fatma, katanya sudah pulang dari luar negri "
Tanya mak kokom, matanya melihat sekeliling
"neng fatma sedang ke rumah ibu mak "
Ucap bagas
"ya sudah kalau begitu, mak mau pulang lagi aja , nanti bilang sama neng fatma kalo emak datang "
__ADS_1
"iya mak "
Bagas kembali mencium tangan mak kokom, kemudian mengantarnya keluar
Setelah mak kokom tak terlihat bagas kembali ke kamar hana, namun hana tak ada di tempat tidur, lalu bagas membuka pintu kamar mandi , begitu terkejutnya bagas Kala melihat hana yang sedang mengangkang kan kaki , mengelus elus area sensitif nya.
Hana yang tidak menyadari kehadiran bagas tengah menyaksikan ulah nya , terus mendes** kecil , membuat bagas menginginkan nya
"hana, apa yang kamu lakukan? "
Bagas mendekatinya
"mas bagas! "
Hana terperenjat bangkit , tangan nya sibuk menutupi **** *
Dengan sergap bagas meraup bibir hana, ******* nya dengan hasrat yang masih menggebu gebu
Bagas langsung menjamahi hana tanpa pemanasan , mereka saling mencapai kepuasan di dalam kamar mandi .
Setelah mereka membersihkan diri bagas pamit kembali ke rumah ibu nya untuk menjemput fatma
"Hana, aku pergi dulu menjemput fatma,
Maaf mungkin mulai saat ini aku takan terlalu sering bersama mu.
Maaf juga karena sikap fatma yang tak suka terhadap mu, jujur, sebetul nya fatma tak pernah bersikap seperti itu.
Dulu sebelum dia berangkat keluar negri dia sangat baik , lemah lembut , dan hormat kepada siapapun, sekalipun kepada orang yang sudah menyakiti nya
Aku sendiri merasa dia seperti orang asing, bukan karna bentuk tubuh nya atau wajah nya yang kini lebih terawat , melainkan sifat nya yang sudah berubah menjadi lebih kasar
Aku rindu dengan fatma istri ku yang dulu hana "
Bagas menoleh pada hana yang duduk di atas tempat tidur , sedangkan bagas sendiri berdiri menyandar di jendela yang terbuka
" apa mba fatma berubah karena kehadiran ku mas ?"
Hana menatap bagas
"aku juga belum tau, mungkin juga iya mungkin juga tidak.
Tapi dulu aku menikahimu atas se ijin nya , bahkan dia memilih mu untuk ku "
"lantas apa yang membuat mba Fatma berubah?
Bahkan dengan terang terangan dia bersikap tak suka terhadap ku "
"mungkin karena sekarang kamu sedang mengandung , aku tau dia pasti merasa iri padamu karena kamu sedang mengandung anak ku "
"aku paham mas "
"oh iya hana, surat perjanjian itu sudah ku hapus dan kau tak perlu memikirkan nya lagi "
"terimakasih mas "
"tapi hana, ada yang ingin aku katakan lagi "
"Fatma meminta ku untuk menceraikan mu setelah kamu melahirkan "
Hana langsung menunduk lesu
"fatma juga meminta agar anak yang nanti lahir , di urus oleh nya"
"tapi mas , aku yang mengandung nya, aku juga ingin mengurus nya "
"jadi kamu ingin aku mengantarkan mu bersama dengan bayi kita?
Itu sangat tidak mingkin hana, aku juga berhak atas anak itu "
"lagipula orang tua mu tidak tau tentang kehamilan mu selama ini , lalu jika kamu pulang membawa bayi apa yang akan mereka katakan pada ku "
"aku tetap ingin mengurus nya mas " lirih hana
"baiklah terserah kamu saja
Aku harus segera pergi "
Bagas melangkah keluar meninggalkan hana yang masih tertunduk
Bagas kembali ke rumah ibu nya dengan mengendarai motor , di tengah perjalanan bags bertemu dengan bidan nita, dia segera menghentikan motor nya lalu menghampiri bidan nita yang sedang berjalan dengan menenteng kantong kecil seperti habis belanja.
"bu bidan, maaf mengganggu "
Ucap bagas menghentikan langkah bidan nita
"iya pak bagas ada apa?
Apa hana mau melahirkan? "
"oh... Bukan bu, hana belum melahirkan "
"oh .. Kirain mau melahirkan,
Ada apa ya pak, saya jadi kaget tiba tiba pak bagas mencari saya "
"begini bu, hana kan sekarang usia kandungan nya sudah menginjak 7 bulan, nah saya mau minta tolong sama ibu "
"minta tolong apa pak "
"tolong bujuk hana ya bu,
Fatma istri saya kan sudah pulang dari luar negri, dia meminta hana untuk memberikan hak asuh bayi nya kepada fatma "
"loh.. Kalau masih satu rumah ya gantian saja pak ngurus nya, bareng bareng gitu loh maksud nya "
"iya bu saya mengerti. Tapi setelah melahirkan nanti rencana nya saya mau pulangkan hana pada orang tua nya "
"iya pak, kalau begitu nanti saya bujuk pas dia jadwal kontrol kehamilan "
"terimakasih ya bu , maaf mengganggu.
__ADS_1
saya permisi ya bu"
Bagas kembali menaiki motor nya melaju menuju rumah ibu nya
Setelah sampai di rumah ibu nya bagas memberi tahu fatma tentang obrolan nya dengan hana .
"sayang, tadi aku sudah bicara dengan hana,
Aku sudah mengatakan pada nya jika nanti sudah melahirkan akan ku pulangkan dia pada orang tua nya"
"lalu apa jawaban nya? "
"dia tak menjawab, tapi dia pasti menerima nya "
"abang tidak membicarakan bayi nya kita yang urus? "
"abang sudah membicarakan nya juga, tapi hana tak memberikan nya, dia ingin mengurus nya sendiri "
"abang gimana sih, bujuk hana aja gak bisa"
"iya kamu gimana sih gas, kata nya hana nurut sama kamu , ko sekarang jadi ngelunjak. Makanya jangan terlalu di manja atau di kasih hati, kan kamu sendiri yang rugi.
Lagian kamu udah di kasih tau jangan sampai dia hamil malah kamu bikin hamil segala lagi! "
Ibu nya bagas ikut bicara
"iya but , nanti aku ngobrol lagi . Tadi juga aku baru ngobrol sebentar , biarlah dia berfikir lagi.
atau kita langsung program hamil saja sayang ? "
Bagas menoleh, bertanya pada fatma
"ya sebelum kita program hamil kita urus anak itu dulu bang , kata orang biar mancing hamil "
Fatma terus membujuk bagas agar meminta hana untuk memberikan hak asuh nya pada fatma.
Bukan karena sebab fatma senang dengan anak kecil , fatma hanya ingin agar anak yang nanti lahir tidak menjadi bagas dan hana tetap berkomunikasi atau berhubungan.
"iya nanti kita ngobrol lagi ya "
Bagas memeluk fatma yang berada di samping nya
"ya udah kita pulang ya, udah sore "
Ucap bagas lagi
"iya bang.
Bu, fatma pulang dulu ya "
"iya neng , makasih ya oleh oleh nya , ibu suka. "
"iya bu sama sama "
Bagas dan fatma kemudian pulang menaiki motor setelah mencium tangan ibu nya
Dalam perjalanan pulang bagas mengatakan pada fatma bahawa ada mak kokom datang ke rumah
"sayang, tadi ada emak datang ke rumah, dia ingin bertemu dengan mu "
"oh ya, ya sudah kita langsung ke rumah emak saja bang, kan engga jauh juga dari sini "
Rumah mak kokom memang tidak terlalu jauh dari rumah ibu nya bagas , jarak nya sama seperti dari rumah bagas ke rumah ibu nya
"iya sayang " ucap bagas membelokan motor nya ke arah kanan
Setelah sampai di rumah mak kokom fatma dan bagas turun dari motor lalu berjalan menuju rumah dimana fatma di lahirkan
"mak , mak .
Assalamualaikum, mak ."
Hening tak ada jawaban dari dalam
Fatma membuka pintu rumah emak nya namun tak ada orang disana
Mak kokom memang hidup seorang diri di rumah nya , suami nya sudah lama meninggal sejak fatma masih usia 4 tahun.
Sebenarnya mak kokom mempunyai 4 orang anak , 2 laki laki dan 2 perempuan, semua nya sudah berkeluarga
Fatma sendiri adalah bungsu di keluarga nya.
Fatma kembali keluar menghampiri bagas yang tengah duduk di kursi panjang terbuat dari bambu
"bang, emak gak ada di rumah, sepertinya belum datang "
"mau di tunggu atau pulang dulu aja? "
"kita pulang dulu aja ya bang, besok pagi kita kesini lagi "
"ya udah ayo pulang "
Mereka kembali menaiki motor lagi untuk pulang ke rumah mereka tinggal.
"Fatma! "
Belum sempat motor melaju, tiba tiba terdrngar suara pria memanggil nama fatma.
Fatma dan bagas menoleh ke arah suara
"bang rian? "
Fatma terkejut dengan kehadiran rian teman nya
"siapa sayang? "
Tanya bagas
" i - itu bang, te - temen aku "
Fatma terbata bata menjawab nya
__ADS_1