
" Pak nanti jangan ditinggal ya , tunggu di parkiran aja , cuma sebentar kok ."
Ucap Luna saat di mobil .
Ia menuju sebuah coffe shop tak jauh dari rumah .
" Baik Bu ." Jawab Pak Sanusi .
Luna turun di parkiran , mengambil ponsel dan menghubungi Kinan , yang ternyata sudah sampai , menunggu di dalam .
" Mas Yuda tahu kamu kesini ?" Tanya Kinan begitu ia duduk di depannya .
Luna menggeleng .
" Kamu mau pesen minuman dulu ..."
" Nggak usah makasih ...langsung aja aku nggak bisa lama , jawaban apa yang kamu minta ..."
Kinan menatapnya serius . " Kamu sudah membuat keputusan ..soal hubungan kalian ..?"
" Sudah ..." Jawab Luna pendek .
" Kamu bersedia meninggalkan Yuda ?" Tanya Kinan antusias .
" Nggak ."
Kinan membelalakkan matanya . "Apa maksud kamu ...haahhh ..?"
Luna tersenyum . " Kenapa aku harus meninggalkannya , kan dia suami aku ..." Jawabnya santai .
" Tapi Mas Yuda nggak mencintai kamu ..." Balas Kinan tak mau kalah , sama sekali tak menyangka Luna akan mengatakan ini padanya .
Luna mendekatkan wajahnya ." Memangnya Mas Arya juga mencintai kamu ?" Tanyanya balik .
" Ya tentu saja ..."
" Kinan ...Mas Arya mungkin dulu sangat mencintai kamu , tapi sebuah pengkhianatan akan selalu meninggalkan luka tersendiri dan walaupun sudah ada kata maaf , semuanya tak akan bisa sama seperti semula .."
Kinan mencibirnya ." Sok tahu kamu ."
" Aku memang tahu itu ..."
Kinan balas menatapnya ." Kamu nggak tahu apa yang terjadi antara aku dan Yuda ..."
" Aku tahu ...bahkan sangat tahu ...!" Ucapnya memperjelas .
" Maksud kamu apa ?"
" Kamu mungkin lupa kita pernah bertemu , jauh sebelum aku menikah sama Mas Arya ..."
" Bertemu ...?" Tanya Kinan tak yakin ." Aku nggak pernah kenal sama kamu ..."
" Kamu memang nggak kenal sama aku , tapi sama Dimas kenal kan ...?"
Kinan mendelik ." Dimas ?" Tanyanya pelan .
Luna mengangguk ." Kamu pasti sangat kenal kan nama itu ..?" Sindirnya .
" Apa hubungan kamu sama Dimas ?"
Luna diam sebentar ." Aku yang melihat kamu di hotel waktu itu ..."
Kinan diam . Teringat saat itu ...saat sedang bersama Dimas di hotel . Seorang perempuan menerobos masuk kamar dan dia menatap marah ke Dimas , langsung berbalik dan berlari keluar . Dimas berlari mengejarnya dan meninggalkannya sendirian disana .
" Kamu pacarnya Dimas ?" Tanyanya tak percaya .
Luna mengangguk ." Kamu ingat kan sekarang ?"
Kinan hanya menatapnya tanpa menjawab .
" Apa karena Dimas sudah mencampakkan kamu sekarang ?" Tanya Luna pelan .
__ADS_1
Kinan menatapnya marah ." Cukup ...nggak usah bahas soal Dimas lagi ..!!!"
" Bukannya kalian saling mencintai ?"
" Cukup Luna ...!" Sentaknya ." Kalau kamu masih mencintai Dimas , ambil saja silahkan ..."
Luna tersenyum sinis ." Aku nggak akan pernah kembali dengan seorang pengkhianat ."
" Terserah ...aku sudah tidak berurusan lagi dengan Dimas ...sekarang aku hanya mau kembali kepada keluarga aku , itu saja .." Tegasnya .
" Keluarga ...?"
" Ya ...Mas Yuda dan juga Sasa tentunya ."
" Mereka keluarga aku sekarang ."
Kinan menatapnya ." Aku akan mengambil lagi mereka dari tangan kamu ..."
" Silahkan , kalau kamu bisa ..." Tantangnya .
" Mungkin kamu bisa mengambil hati Sasa ..." Ucap Kinan yakin ." Tapi aku yakin Yuda nggak mungkin jatuh cinta sama kamu ..."
Luna mengangguk ." Ya ..itu mungkin , tapi sepertinya nggak mungkin juga kalau Mas Arya bisa jatuh cinta lagi sama kamu ..." Balasnya , membuat Kinan semakin murka .
" Tunggu saja , aku pasti bisa membuat Mas Yuda kembali cinta sama aku ." Tegasnya .
" Silahkan ...tapi hati-hati saja , nanti kamu malah bisa kehilangan semuanya , bahkan mungkin Sasa ..."
Luna menatap jam di tangannya . " Ya sudah aku harus pergi , nggak ada lagi kan yang harus dibicarakan ...?"
Ia berdiri , berbalik dan berjalan keluar . Merasa lega urusannya dengan Kinan sudah selesai sekarang ...
" Kita langsung pulang ?" Tanya Pak Sanusi begitu ia masuk mobil .
" Sekalian jemput Sasa aja , Pak ."
" Baik ..."
" Bu , sebaiknya tunggu dimobil saja , biar saya yang masuk jemput Sasa ."
" Iya deh , makasih Pak ..."
Pintu mobil terbuka ...
" Mamaaaaa ..." Sasa menyapanya ,langsung duduk disamping ." Mama udah pulang dari rumah sakit ?"
" Udah dong ..."
Luna mengambil tas di pangkuan Sasa .
" Ada PR ?"
Sasa mengangguk . " Ada menggambar ."
Lalu Luna mengambil kotak makan dan membukanya .
" Kenapa nggak di makan ?" Tanyanya , melihat sandwich nya masih utuh .
" Nggak mau ..."
Ia meletakkan lagi kotak makan dan mengambil ponsel di tas .
Video Call...
" Siapa Ma ?" Tanya Sasa .
" Papa ."
" Ya Mas ..." Sapanya .
Arya nampak memperhatikannya .
__ADS_1
" Kamu di mobil ini ?" Tanyanya langsung .
" Iya ..."
" Luna ...kan di bilang harus istirahat ,kenapa malah keluyuran ."
Sasa mengambil ponsel di tangan Luna .
" Papa ...jangan marah-marah ."
Arya nampak kaget melihat Sasa disana .
" Ini Sasa di sekolah ?" Tanyanya .
" Iya ..."
" Sa , nggak boleh minta gendong sama Mama ya ..."
" Kenapa ?" Tanya Sasa .
" Kasihan adeknya nanti ..."
" Adek ?" Tanya Sasa bingung .
Arya mengangguk ." Kasih ponselnya ke Mama ya .."
Sasa memberikan ponselnya .
" Iya ..."
" Kalian langsung pulang jangan kemana-mana ..."
" Iya , ini juga udah jalan pulang ."
" Jangan lupa vitaminnya diminum .."
" Iya Mas ...kamu kayak dokter aja ." Sindir Luna .
" Luna please ...kali ini jangan bandel ..." Seru Arya lagi .
" Iya ...iya ."
" Papa galak ya , Ma ." Celoteh Sasa .
Luna terbahak .
Sementara Arya nampak sewot disana .
Luna memberikan lagi ponsel ke Sasa sebelum Arya marah .
" Ya udah , Papa masih ada kerjaan , Sasa langsung pulang ya sekarang ." Ucap Arya akhirnya .
" Da ...da Papaaaaaaa ....." Sasa mematikan sambungannya .
" Ma..."
" Iya .."
" Kata Papa tadi ada adek ..?" Tanyanya .
Luna mengangguk .
" Dimana Ma ...?"
" Disini .." Luna menunjuk perutnya .
Sasa bertepuk tangan ." Berarti nanti perut Mama gede gini ya .." Sasa menirukan dengan menaruh bantal mobil di perutnya .
Luna terbahak .
Ponsel di tangannya berbunyi , pesan masuk .
__ADS_1
~ ingat sampai rumah langsung istirahat , jangan kemana-mana lagi ...nanti aku telpon ~