
Arya mengantarnya sampai ke tempat tidur .
" Tunggu disini dulu aku buatin minuman ."
Luna duduk dan menyandarkan punggungnya sambil mendekap bantal di pangkuannya .
Kenapa masih mual lagi padahal beberapa hari belakangan badannya udah enakan .
Tak lama Arya datang membawakan teh hangat .
" Minum dulu ."
Setelah menghabiskan teh nya , badannya terasa lebih baik .
" Mungkin karena makan keju tadi ..." Ucap Arya , sambil mengusap punggungnya .
Luna mengangguk .
" Ya udah sekarang istirahat ."
Arya menyuruhnya berbaring .
" Oh iya , besok pagi ikut aku ya , sekalian antar Sasa sekolah ."
Luna menatapnya ." Kemana ?"
" Ada lah ...proyek rahasia dan sekarang sudah selesai ."
" Proyek apa ?" Tanya Luna penasaran .
" Namanya rahasia masa diomongin sekarang ."
Luna memonyongkan bibirnya ." Kalau urusan kerjaan ngapain aku ikut , nggak ngerti juga kan ."
" Udah nurut aja kenapa ..." Potong Arya cepat ." Besok juga tahu ..."
" Iya ." Jawabnya pendek , lalu menarik selimut .
Arya mematikan lampu tidur , lalu membaringkan tubuh juga di sebelahnya .
" Cepet tidur , besok jangan lupa dandan yang cantik ." Bisiknya .
" Mau kemana sih ...?" Tanya Luna lagi , semakin penasaran .
" Kepo ..."
Luna melotot .
Arya malah terbahak , lalu mengusap keningnya .
" Kenapa masih ngelihatin ?" Tanyanya .
" Nggak ." Jawab Luna pendek , lalu pura-pura merem .
" Mau dipijitin nggak , udah lama kan tidur nggak dipijitin dulu sama aku ..." Bisiknya .
Luna membuka mata ." Nggak ."
" Yakin ?"
" Iya ..."
Arya menjauhkan tangan dari wajahnya . " Ya udah ,padahal ini mumpung masih gratis loh ..."
" Gratis ?"
Arya mengangguk ." Besok-besok kalau mau dipijitin ,wajib bayar dulu ."
Luna meringis kesal .
__ADS_1
Yang dibalas dengan tawa oleh Arya , lalu menyibakkan rambut di keningnya .
" Nggak usah ntar disuruh bayar ." Luna mencoba menjauhkan tangan Arya , tapi ditepisnya .
" Bayarnya nggak pake uang ..."
" Pake apa ?" Luna menoleh , menatapnya .
" Pake cinta ..."
Luna melengos , tapi Arya kembali mengarahkan wajah menatapnya ...semakin mendekat dan mencium bibirnya .
Ia memejamkan mata saat kembali merasakan pijatan yang selalu membuatnya nyaman dan segera terlelap , setelah beberapa hari ini tak di dapatnya .
*****
Paginya ...
" Ma , Luna ikut aku sebentar sekalian antar Sasa nanti ." Ucap Arya saat di meja makan .
" Mau kemana ?"
" Ada urusan sebentar ."
" Oke ..."
Sementara Luna masih berada di kamar Sasa , membantunya bersiap .
" Bukunya udah lengkap semua ini ?" Tanya Luna , sambil memeriksa sekali lagi tas nya .
" Udah ." Jawab Sasa .
" Oke , yuk keluar ." Luna membawakan tas nya , sementara Sasa sudah berlari duluan ke ruang makan .
Setelah itu mereka sarapan bersama . Papa yang tak ada , karena sudah keluar dari habis subuh tadi .
15 menit kemudian mereka berangkat .
Luna menengok ke belakang ." Oh ya , kok Sasa baru ngomong sekarang ..."
Sasa mengangguk .
" Ya sudah , nanti pulang sekolah aja cari kado ya .."
" Iya Ma ."
Sampai di sekolah , Luna tak mengantarnya sampai ke dalam karena Sasa bertemu temannya di depan dan mereka masuk berbarengan .
Luna kembali ke mobil .
" Kita langsung kesana ya ..." Ucap Arya .
Luna menatapnya ." Kemana sih ?"
Arya tak menjawab pertanyaan , semakin membuatnya penasaran .
Mobil terus melaju dan arah jalannya sama seperti ke kantor .
Apa mungkin Arya mengajaknya ke kantor , tapi buat apa juga ...
Memang benar mereka ke arah kantor dan bahkan melewatinya .
Sampai ia membelokkan ke dalam parkiran sebuah hotel yang baru selesai di bangun .
Iya mereka juga sering lewat sini dan memang ada pembangunan hotel baru disini ...cukup cepat juga sepertinya , sekarang terlihat sudah selesai ...tapi belum dibuka juga nampaknya .
Arya ternyata memarkirkan mobil di luar , tepat di sebelah pintu masuk .
" Mas kok parkir disini ?" Tanya Luna , karena melihat tak ada mobil lain yang terparkir disebelahnya .
__ADS_1
" Nggak papa ."
Nampak beberapa laki-laki memakai seragam warna cream , keluar masuk hotel .
" Yuk turun ."
Arya membuka pintu mobil dan keluar , begitu juga Luna .
Mereka berjalan masuk , menaiki tangga untuk menuju lobi hotel .
QUEEN HOTEL
Plakat nama berwarna gold terpampang jelas di bagian atas bangunan .
Arya menggandeng tangannya , menaiki tangga .
Begitu masuk lobi , seorang wanita berambut panjang , mengenakan dress pendek warna hitam , menghampiri dan menyapanya .
" Pagi Pak ."
" Pagi ..." Jawab Arya ." Untuk lusa persiapannya gimana ?" Lanjutnya .
" Sudah hampir 90% Pak ."
Arya mengangguk ." Baguslah ."
" Pagi Bu Luna ..." Sapa wanita itu , yang membuat Luna cukup terkejut , kenapa bisa tahu namanya , padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya .
" Pagi ."
" Selamat ya untuk kehamilannya .."
Sekali lagi ia dibuat terkejut , bahkan dia juga tahu tentang kehamilannya .
" Oh terima kasih ." Jawabnya .
" Ya sudah saya ke dalam dulu ." Ucap Arya kali ini , lalu melingkarkan tangan di pinggang Luna .
" Baik Pak silahkan ."
Arya mengajaknya masuk , melewati lobi yang cukup luas dan mewah .
Bahkan beberapa karyawan hotel di dalam yang memakai seragam cream sama seperti yang di depan tadi tersenyum saat berpapasan dengan Arya .
" Pagi Pak Arya ." Laki-laki berperawakan tinggi besar memakai jas hitam menghampiri mereka .
" Pagi ."
Nametag di dadanya tertulis nama HARIS .
" Mau mengecek persiapan grand openingnya , Pak ?" Tanya Haris .
" Ah nggak saya cuma mampir aja ."
" Oh begitu ..." Lalu ia beralih ke Luna ." Pagi Bu Luna ."
Luna tersenyum dan dia juga mengenal namanya .
Terdengar ponsel berdering .
" Pak maaf , saya permisi sebentar ." Ucap Haris setelah mengambil ponsel dari sakunya .
Arya mengangguk , lalu melanjutkan masuk ke dalam .
Luna mengamati sekeliling , banyak lukisan terpajang di sepanjang dinding berwarna putih itu .
Sampai matanya menangkap sesuatu , di dalam pigura besar .
Matanya terbelalak menatap foto yang terpampang disana .
__ADS_1
Ada fotonya dan Sasa .