KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 86


__ADS_3

Luna masuk ke ruang kerja yang nampak berantakan , semalam Arya disini sampai hampir subuh .Ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini .


Ia menumpuk lembaran kertas yang nampak berhamburan di meja , setelah tersusun rapi , dibukanya laci dan meletakkannya disana .


Matanya tertuju pada surat kontrak pernikahannya yang tergeletak disana .


Diambilnya kemudian dibacanya sekali lagi . Sudah lama berlalu dan mereka sama sekali tak pernah membicarakan soal ini .


Bulan ini di tahun kemarin , mereka berdua menikah dan menanda tangani surat ini disini .


Ia menarik nafas panjang .Ternyata waktu cepat berlalu , hanya tinggal menghitung hari dan semuanya selesai .


Semua yang terjadi , tak ada yang berbeda , mereka seperti layaknya pernikahan yang sesungguhnya . Bahkan kedua orang tua nya pun juga tak tahu masalah ini .


Luna menaruh kertas itu d laci di bawah tumpukan kertas milik Arya tadi , lalu menutupnya .


Ia mengambil kalender yang ada di meja dan membaliknya , ini sudah berganti bulan .


Diletakkannya lagi kalender di meja ketika mendengar suara ponselnya .


Nampak kaget melihat siapa yang mengiriminya pesan .


Kinan .


~ Luna bisa kita bertemu hari ini , ada sesuatu yang mau aku bicarakan , penting ~


Ada apa ?


Sejak kejadian di kantor waktu itu , Kinan sama sekali tak menampakkan batang hidungnya , bahkan sudah tak pernah datang lagi menemui Sasa di rumah .


Sekarang tiba-tiba saja mengajaknya bertemu .


Satu pesan masuk lagi dari Kinan .


~ Aku mau bertemu berdua saja , kamu bisa menentukan jam dan tempatnya , aku tunggu ~


Luna membalas pesannya . Mungkin lebih baik ia menemuinya .


****


Sore harinya , ketika Sasa masih tertidur , Luna bersiap di kamarnya .


Untuk kali ini ia tak mengatakan apapun pada Arya ,karena hari ini juga dia sedang tidak bisa diganggu ada pekerjaan penting yang sedang dilakukannya .


" Loh Lun mau kemana ?"


Karina menyapanya , mereka bertemu di ruang tengah .


" Ma aku mau ketemu Laura dulu , cuma sebentar kok ."


Karina mengangguk ." Diantar Pak Sanusi kan ?"


" Iya Ma ."


" Ya sudah hati-hati ."


" Sasa masih tidur kok Ma ."


" Iya ."

__ADS_1


Terpaksa ia harus berbohong kali ini , karena nggak mungkin Mama akan mengijinkannya menemui Kinan hanya sendirian , setelah apa yang terjadi di kantor itu tentunya .Mama cukup kaget mendengarnya kala itu ...dan meminta Arya untuk lebih tegas lagi ke Kinan .


Panorama Cafe .


Luna hanya meminta Pak Sanusi mengantarnya sampai di depan .


" Pak nanti saya hubungi kalau mau dijemput ."


" Baik Bu ."


Luna keluar dan Pak Sanusi pun langsung pergi .


Ia sudah sampai di dalam , dilihatnya dimeja belakang ,Kinan melambaikan tangan padanya .


" Sasa gimana kabarnya ?" Tanya nya begitu Luna mendekat .


" Baik ." Jawabnya , menarik kursi lalu duduk di depan Kinan .


Waiters menghampiri mereka .


" Luna kamu pesen apa ?"


" Terserah kamu aja ."


" Orange juice 2 ya ."


" Ada apa ya ?" Tanya Luna langsung .


Kinan menatapnya serius ." Kamu tahu beberapa waktu lalu aku ke kantor Mas Yuda ."


Luna balas menatapnya ." Iya aku tahu ."


Luna mengangguk .


" Apa dia cerita apa saja yang kita bicarakan ?"


" Tentu saja ...juga saat kamu menyatakan cinta ."


Kinan nampak terkejut mendengarnya ." Kamu benar , karena aku yakin cinta Yuda masih ada buat aku ." Ucapnya penuh kepercayaan diri .


" Kenapa kamu bisa yakin sekali ?"


Kinan tersenyum tipis ." Luna ...aku sudah lama bersama Yuda , aku tahu betul bagaimana sifatnya ...dia bukan orang yang mudah bilang cinta kepada pasangannya sekalipun ."


" Kalau memang Mas Arya cinta sama kamu , nggak mungkin kalian berpisah ."


" Ada kesalahan besar yang sudah aku lakukan dan mungkin itu membuat Mas Yuda masih sulit untuk memaafkan ." Ucapnya pelan ." Tapi cinta itu masih ada , aku yakin ..."


Luna menarik nafas panjang dan meminum sedikit orange juice yang baru disajikan .


" Bukannya Mas Yuda menikahi kamu hanya demi Sasa ?"


Luna menaruh lagi gelas di meja dan menatapnya .


" Dan Sasa akan sulit menerima kehadiran aku lagi selama kamu masih disampingnya ."


Luna membelalakkan matanya ." Maksud kamu apa ?"


" Sasa menjadi bergantung sama kamu ,bukannya memang itu tujuan kamu kan ..?" Nada suara Kinan kali ini terdengar lebih tegas .

__ADS_1


" Aku nggak punya tujuan apa-apa selain untuk membahagiakan Sasa ."


Kinan mencibirnya ." Aku tahu kamu sudah mulai terbiasa dengan kehidupan mewah dan tentu saja nggak akan kamu lepaskan begitu saja ..."


" Cukup Kinan ..!" Sentaknya ." Aku sama sekali nggak menginginkan harta Mas Arya , sekarang kamu katakan saja langsung ,ada hal penting apa yang mau dibicarakan ."


" Aku cuma mau mengambil lagi keluarga yang seharusnya menjadi milikku ."


" Maksud kamu apa ?"


" Rasanya tanpa dijelaskan pun kamu pasti tahu kan ..."


Luna diam .


" Kalau memang kamu tidak menginginkan harta apapun dari Yuda , aku hanya minta kamu sadar diri dan merelakan semuanya ..."


Luna menatapnya tajam .


" Lepaskan Yuda ..." Ucap Kinan pelan .


" Aku akan pergi...kalau memang Mas Arya sendiri yang melepaskan aku .."


Kinan tertawa kecil ." Yuda nggak mungkin melakukan itu ...seperti yang aku bilang tadi , Sasa sangat bergantung sama Kamu dan Yuda akan selalu menomor satukan kebahagiaan Sasa diatas apapun , meski itu harus mengorbankan perasaannya sendiri ."


Luna diam , mengambil ponsel di tasnya dan mengirim pesan ke Pak Sanusi untuk menjemputnya .


" Tolong pikirkan lagi masalah ini ...Yuda juga berhak meraih kebahagiaannya lagi dan itu bukan bersama kamu ." Ucap Kinan lagi .


Setelah memasukkan ponsel di tas , ia berdiri .


" Aku permisi dulu ." Luna berbalik dan berjalan keluar .


Di mejanya , Kinan tersenyum senang . Semua ini akan membuat Luna sadar akan posisinya sekarang .


***


Di depan , Luna masih mematung disana , sementara hujan deras sudah mengguyur .


Ia menatap jam ditangannya , waktu terasa begitu lama sekarang .


Hatinya bergemuruh tak karuan , ucapan Kinan cukup membuatnya tertekan .


Ia mengusap wajahnya pelan ,lalu menyilangkan tangan di dada , udaranya cukup dingin .Cafe terlihat makin ramai , antrian ke parkiran cukup panjang .


Dilihatnya jam sekali lagi . Kenapa Pak Sanusi belum juga sampai ...


" Hay Luna ..."


Luna menoleh dan sangat terkejut siapa yang berdiri di depan .Senyuman menghiasi bibirnya .


Ia mengalihkan pandangannya dan bernafas lega melihat Pak Sanusi sudah membelokkan mobil , menunggu antrian masuk parkir .


Akan cukup lama kalau hanya menunggu disini , masih ada beberapa mobil disana .


Ia akhirnya berlari menerobos hujan dan menghampiri Pak Sanusi yang ada di barisan terakhir antrian .


" Bu , kenapa nggak nunggu di dalam saja , hujannya deras ." Kata Pak Sanusi melihatnya masuk ke mobil .


" Nggak papa Pak ." Ucap Luna , badannya sudah basah kuyup .

__ADS_1


Pak Sanusi menatapnya sebentar , seperti tahu ada masalah dengannya , tak lama ia memutar balik mobil .


__ADS_2