
Luna masuk ke ruang kerja yang nampak berantakan , semalam Arya disini sampai hampir subuh .Ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini .
Ia menumpuk lembaran kertas yang nampak berhamburan di meja , setelah tersusun rapi , dibukanya laci dan meletakkannya disana .
Matanya tertuju pada surat kontrak pernikahannya yang tergeletak disana .
Diambilnya kemudian dibacanya sekali lagi . Sudah lama berlalu dan mereka sama sekali tak pernah membicarakan soal ini .
Bulan ini di tahun kemarin , mereka berdua menikah dan menanda tangani surat ini disini .
Ia menarik nafas panjang .Ternyata waktu cepat berlalu , hanya tinggal menghitung hari dan semuanya selesai .
Semua yang terjadi , tak ada yang berbeda , mereka seperti layaknya pernikahan yang sesungguhnya . Bahkan kedua orang tua nya pun juga tak tahu masalah ini .
Luna menaruh kertas itu d laci di bawah tumpukan kertas milik Arya tadi , lalu menutupnya .
Ia mengambil kalender yang ada di meja dan membaliknya , ini sudah berganti bulan .
Diletakkannya lagi kalender di meja ketika mendengar suara ponselnya .
Nampak kaget melihat siapa yang mengiriminya pesan .
Kinan .
~ Luna bisa kita bertemu hari ini , ada sesuatu yang mau aku bicarakan , penting ~
Ada apa ?
Sejak kejadian di kantor waktu itu , Kinan sama sekali tak menampakkan batang hidungnya , bahkan sudah tak pernah datang lagi menemui Sasa di rumah .
Sekarang tiba-tiba saja mengajaknya bertemu .
Satu pesan masuk lagi dari Kinan .
~ Aku mau bertemu berdua saja , kamu bisa menentukan jam dan tempatnya , aku tunggu ~
Luna membalas pesannya . Mungkin lebih baik ia menemuinya .
****
Sore harinya , ketika Sasa masih tertidur , Luna bersiap di kamarnya .
Untuk kali ini ia tak mengatakan apapun pada Arya ,karena hari ini juga dia sedang tidak bisa diganggu ada pekerjaan penting yang sedang dilakukannya .
" Loh Lun mau kemana ?"
Karina menyapanya , mereka bertemu di ruang tengah .
" Ma aku mau ketemu Laura dulu , cuma sebentar kok ."
Karina mengangguk ." Diantar Pak Sanusi kan ?"
" Iya Ma ."
" Ya sudah hati-hati ."
" Sasa masih tidur kok Ma ."
" Iya ."
__ADS_1
Terpaksa ia harus berbohong kali ini , karena nggak mungkin Mama akan mengijinkannya menemui Kinan hanya sendirian , setelah apa yang terjadi di kantor itu tentunya .Mama cukup kaget mendengarnya kala itu ...dan meminta Arya untuk lebih tegas lagi ke Kinan .
Panorama Cafe .
Luna hanya meminta Pak Sanusi mengantarnya sampai di depan .
" Pak nanti saya hubungi kalau mau dijemput ."
" Baik Bu ."
Luna keluar dan Pak Sanusi pun langsung pergi .
Ia sudah sampai di dalam , dilihatnya dimeja belakang ,Kinan melambaikan tangan padanya .
" Sasa gimana kabarnya ?" Tanya nya begitu Luna mendekat .
" Baik ." Jawabnya , menarik kursi lalu duduk di depan Kinan .
Waiters menghampiri mereka .
" Luna kamu pesen apa ?"
" Terserah kamu aja ."
" Orange juice 2 ya ."
" Ada apa ya ?" Tanya Luna langsung .
Kinan menatapnya serius ." Kamu tahu beberapa waktu lalu aku ke kantor Mas Yuda ."
Luna balas menatapnya ." Iya aku tahu ."
Luna mengangguk .
" Apa dia cerita apa saja yang kita bicarakan ?"
" Tentu saja ...juga saat kamu menyatakan cinta ."
Kinan nampak terkejut mendengarnya ." Kamu benar , karena aku yakin cinta Yuda masih ada buat aku ." Ucapnya penuh kepercayaan diri .
" Kenapa kamu bisa yakin sekali ?"
Kinan tersenyum tipis ." Luna ...aku sudah lama bersama Yuda , aku tahu betul bagaimana sifatnya ...dia bukan orang yang mudah bilang cinta kepada pasangannya sekalipun ."
" Kalau memang Mas Arya cinta sama kamu , nggak mungkin kalian berpisah ."
" Ada kesalahan besar yang sudah aku lakukan dan mungkin itu membuat Mas Yuda masih sulit untuk memaafkan ." Ucapnya pelan ." Tapi cinta itu masih ada , aku yakin ..."
Luna menarik nafas panjang dan meminum sedikit orange juice yang baru disajikan .
" Bukannya Mas Yuda menikahi kamu hanya demi Sasa ?"
Luna menaruh lagi gelas di meja dan menatapnya .
" Dan Sasa akan sulit menerima kehadiran aku lagi selama kamu masih disampingnya ."
Luna membelalakkan matanya ." Maksud kamu apa ?"
" Sasa menjadi bergantung sama kamu ,bukannya memang itu tujuan kamu kan ..?" Nada suara Kinan kali ini terdengar lebih tegas .
__ADS_1
" Aku nggak punya tujuan apa-apa selain untuk membahagiakan Sasa ."
Kinan mencibirnya ." Aku tahu kamu sudah mulai terbiasa dengan kehidupan mewah dan tentu saja nggak akan kamu lepaskan begitu saja ..."
" Cukup Kinan ..!" Sentaknya ." Aku sama sekali nggak menginginkan harta Mas Arya , sekarang kamu katakan saja langsung ,ada hal penting apa yang mau dibicarakan ."
" Aku cuma mau mengambil lagi keluarga yang seharusnya menjadi milikku ."
" Maksud kamu apa ?"
" Rasanya tanpa dijelaskan pun kamu pasti tahu kan ..."
Luna diam .
" Kalau memang kamu tidak menginginkan harta apapun dari Yuda , aku hanya minta kamu sadar diri dan merelakan semuanya ..."
Luna menatapnya tajam .
" Lepaskan Yuda ..." Ucap Kinan pelan .
" Aku akan pergi...kalau memang Mas Arya sendiri yang melepaskan aku .."
Kinan tertawa kecil ." Yuda nggak mungkin melakukan itu ...seperti yang aku bilang tadi , Sasa sangat bergantung sama Kamu dan Yuda akan selalu menomor satukan kebahagiaan Sasa diatas apapun , meski itu harus mengorbankan perasaannya sendiri ."
Luna diam , mengambil ponsel di tasnya dan mengirim pesan ke Pak Sanusi untuk menjemputnya .
" Tolong pikirkan lagi masalah ini ...Yuda juga berhak meraih kebahagiaannya lagi dan itu bukan bersama kamu ." Ucap Kinan lagi .
Setelah memasukkan ponsel di tas , ia berdiri .
" Aku permisi dulu ." Luna berbalik dan berjalan keluar .
Di mejanya , Kinan tersenyum senang . Semua ini akan membuat Luna sadar akan posisinya sekarang .
***
Di depan , Luna masih mematung disana , sementara hujan deras sudah mengguyur .
Ia menatap jam ditangannya , waktu terasa begitu lama sekarang .
Hatinya bergemuruh tak karuan , ucapan Kinan cukup membuatnya tertekan .
Ia mengusap wajahnya pelan ,lalu menyilangkan tangan di dada , udaranya cukup dingin .Cafe terlihat makin ramai , antrian ke parkiran cukup panjang .
Dilihatnya jam sekali lagi . Kenapa Pak Sanusi belum juga sampai ...
" Hay Luna ..."
Luna menoleh dan sangat terkejut siapa yang berdiri di depan .Senyuman menghiasi bibirnya .
Ia mengalihkan pandangannya dan bernafas lega melihat Pak Sanusi sudah membelokkan mobil , menunggu antrian masuk parkir .
Akan cukup lama kalau hanya menunggu disini , masih ada beberapa mobil disana .
Ia akhirnya berlari menerobos hujan dan menghampiri Pak Sanusi yang ada di barisan terakhir antrian .
" Bu , kenapa nggak nunggu di dalam saja , hujannya deras ." Kata Pak Sanusi melihatnya masuk ke mobil .
" Nggak papa Pak ." Ucap Luna , badannya sudah basah kuyup .
__ADS_1
Pak Sanusi menatapnya sebentar , seperti tahu ada masalah dengannya , tak lama ia memutar balik mobil .