
Halaman rumah samping sudah disulap dengan hiasan dan bunga serba putih .Rangkaian bunga Lily nampak menghiasi setiap sudut halaman , seperti permintaan Luna .
Beberapa ornamen dengan warna senada di pasang di sudut ruangan untuk sesi pemotretan mereka nanti ..tidak hanya disana saja , pengambilan tempat foto juga dilakukan di dalam kamar , itu atas permintaan Arya sendiri tentunya .
Sementara menunggu jam pemotretan yang dilakukan setelah Sasa pulang sekolah .Mereka memilih untuk berjalan-jalan ke Mal ..membeli perlengkapan bayi .
" Udah boleh kan kalau kita belanja sekarang , takutnya nggak dibolehin sama Mama ." Ucap Luna begitu mereka sampai di Mal dan sedang berada di salah satu toko perlengkapan bayi .
" Aku yang tanggung jawab ." Jawab Arya yakin .
Luna nyengir .
Mereka masuk ke sebuah baby shop dan disana Luna nampak bersemangat melihat barang-barang yang semua terlihat lucu .
Ia mulai dengan memilih jumper dan juga pakaian lain .
" Tapi warnanya gimana ya ?" Tanyanya lebih pada diri sendiri , karena mereka memilih untuk tidak tahu dulu jenis kelamin bayi yang dikandungnya ,akan menjadi surprise tersendiri saat melahirkan nanti .
" Pilih warna yang netral aja ." Jawab Arya .
Luna diam dan masih nampak bingung menentukan pilihan .
" Ambil semua ." Saran Arya lagi .
Luna menatapnya ." Jangan lah Mas ..."
" Terus ...?"
Setelah menimbang cukup lama , akhirnya ia menentukan beberapa pilihan .
Berlanjut saat melihat box bayi dan juga stroller , Luna kembali antusias .
" Beli ini juga sekalian boleh ?" Tanyanya ,menatap ke Arya .
" Ya ,terserah kamu ."
Luna tersenyum senang dan mulai berkeliling , melihat contoh stroller .
" Tapi kalau capek duduk dulu , daritadi kan kamu udah banyak jalan ." Cetus Arya lagi .
" Aku nggak capek ."
" Ya udah , tapi pelan-pelan jalannya ."
" Iya ."
Setengah jam berlalu dan ia masih bingung menentukan pilihan ...
" Belum ketemu juga ?" Tanya Arya lagi .
Luna menatapnya sebentar ." Ini atau ini ..?" Tunjuknya kemudian pada dua stroller di depannya , 1 berwarna biru , 1 cream ...sementara untuk box bayi sudah menentukan pilihan .
" Kamu suka yang mana ?" Tanya Arya balik .
" Bingung .." Jawabnya pelan .
" Ambil semuanya ."
Luna melotot ." Mas bayinya juga cuma 1 ."
" Nggak papa , buat gantian ." Jawabnya , lalu mengangkat tangan memanggil karyawan toko . " Mas , stroller mau dua ya , yang cream sama biru itu ..."
" Baik Pak saya siapkan ."
Arya mengambil ponsel dan memanggil Pak Sanusi untuk masuk membawakan barang . Sengaja mengajak Pak Sanusi juga tadi karena pasti mereka akan belanja banyak barang .
" Udah ya ini dulu ...kalau mau belanja lagi besok aja , kamu udah capek itu ." Seru Arya , melihat wajah Luna sudah nampak lelah , sambil melihat jam ditangannya . " Sebentar lagi juga masih harus foto kan , ntar malah telat lagi ."
Luna mengangguk setuju .
Arya menuju kasir dan menyelesaikan pembayaran , tak lama Pak Sanusi datang mengambil barang .
" Mau langsung pulang atau beli makan dulu .."
" Pulang aja deh .."
***
Sesampainya di rumah ...ternyata Sasa sudah pulang sekolah dan janji dengan fotografer masih satu jam lagi .
" Ma , Jelita belum datang ?" Tanya Arya .
" Belum mungkin bentar lagi , mending kalian istirahat dulu ...kan masih satu jam lagi ."
__ADS_1
Arya mengangguk lalu menuntun Luna ke kamar .
Sampai di kamar , Luna langsung merebahkan tubuhnya di sofa . Ternyata capek juga ...padahal cuma belanja sebentar .
Perutnya yang kian membesar membuatnya gampang capek juga .
Tak lama , setelah dari kamar mandi ...Arya duduk di sebelahnya .
" Capek kan ?" Tanyanya .
Luna menatapnya ." Mbak Jelita barusan chat , mungkin sampai sini 20 menitan lagi ."
" Ya udah istirahat dulu , duduknya dikasur aja ..."
" Aku mau ganti baju dulu ."
" Nanti aja sekalian ..." Arya membantunya berdiri dan berjalan ke kasur , disana ia langsung menyelonjorkan kakinya yang sedikit pegal .
Arya duduk di pinggiran kasur , lalu menyentuh kakinya .
" Mau ngapain ?" Tanya Luna .
" Dipijitin ,katanya capek ."
" Nggak usah ..."
Tak mendengarkan ucapannya , Arya mulai memijat kakinya ...sampai saat Jelita datang dan ternyata cukup meredakan sakit di kakinya tadi .
Mereka bersiap dan Mia membantu mendandani Sasa , sementara Jelita membantu Luna bersiap .
Fotografer datang tepat waktu dan untunglah mereka selesai bersiap .
Sesi foto dimulai di halaman , Sasa cukup antusias juga memakai pakaian serba putih sama seperti yang dikenakan Luna dan Arya .
Karina dan Ardi juga ikut andil di dalamnya , hanya sayangnya Widya tidak bisa ikut karena masih ada pekerjaan mendadak .
Setelah beberapa take foto mereka bertiga .
Selanjutnya sesi hanya mereka berdua , dengan pose Arya yang sedang berlutut sambil mencium perut Luna yang membuncit .
" Lagi Pa ..." Seru Sasa yang melihat dari samping .
Sasa bertepuk tangan saat melihat Arya berpose memeluk dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut Luna .
Beberapa take dan di tutup lagi dengan foto mereka bertiga . Sasa dalam gendongan Arya , sementara Luna menggandeng tangan suaminya .
Sasa berlari ke kamarnya ...dan Arya mengajak fotografer masuk , meminta melakukan pemotretan mereka berdua di dalam kamar .
Beberapa foto yang terlihat lebih mesra juga tentunya , karena Sasa tidak ikut di sana .
Ditutup dengan pose Arya memeluk Luna . Sementara tangan kanannya memegang perut Luna , ia mendekat dan mencium keningnya .
" Sudah Pak ." Ucap Arman , sang fotografer .
" Makasih ya Mas . "
Arman mengangguk , lalu berpamitan keluar , berbarengan dengan Pak Sanusi yang menyerahkan barang belanjaannya tadi , diluar box bayi dan stroller yang memang langsung disimpannya di gudang bawah .Arya mengambil dan menaruhnya di sofa .
" Banyak juga ya Mas ..." Ucap Luna , yang sepertinya baru tersadar kalau belanjaan sudah memenuhi sofa .
Arya berjalan ke pintu dan menutupnya .
" Ya iyalah , baru sadar kalau belanjaannya tadi segini banyak .." Sindirnya .
Luna memonyongkan bibirnya , sambil memeriksa belanjaannya ...selanjutnya ia menatap paper bag warna hitam , yang sepertinya tadi tak dilihatnya .
Ia langsung mengambil dan melihat isinya .
" Ini apa Mas ,kayaknya aku nggak beli tadi ?" Tanya Luna heran , melihat bungkusan dalam plastik warna cream .
" Aku yang beli ."
Luna menatapnya ." Kamu ...?"
Arya mengangguk .
" Memangnya ini apa ?" Tanyanya lagi .
" Baju tidur ."
Luna mendelik , lalu menyobek plastik dan mengeluarkan isinya .
" Coba pakai sekarang ."
__ADS_1
Luna masih menatap baju yang dipegangnya dan cukup membuatnya terkejut . Memang ini untuk ibu hamil juga ...tapi modelnya sangat seksi dan ia yakin saat memakainya , panjangnya hanya sebatas paha , mungkin lebih pendek dari perkiraannya .
" Mas kamu nggak salah ...ini terlalu pendek dan ...sangat transparan ."
Arya terbahak mendengarnya .
" Hei ..sayang , aku nggak minta kamu keluar pakai baju itu kan ."
Luna melotot , tapi pada akhirnya ia berjalan ke kamar mandi juga , bagaimanapun ini pemberian Arya , nggak mungkin juga bisa di tolaknya .
Lima menit kemudian ia keluar , dengan sedikit memperlambat jalannya . Benar saja saat dipakai olehnya dengan perut yang membesar seperti ini akan membuat bajunya semakin tertarik ke atas .
Alhasil ...menampakkan pahanya dengan jelas disana .
Saat ia berjalan mendekat , Arya yang berdiri di dekat kasur ...terus menatapnya .
Mereka berdiri berhadapan , Arya masih tak melepaskan pandangan sedikitpun darinya .
" Mas .." Panggilnya .
" Ya .."
" Aku jadi kayak cewek penggoda kalau berpenampilan seperti ini ." Ucapnya polos .
Arya terpingkal mendengarnya ,sampai duduk di pinggiran kasur .
" Jangan diketawain ...!" Sentak Luna .
Arya menatapnya , lalu berdiri ." Cantik ,sayang ..."
" Mas , panggil nama aja kenapa ." Elaknya .
" Memangnya kenapa ?" Tanya Arya lagi .
Luna diam .
" Sini .." Arya menariknya mendekat ." Kenapa nggak suka di panggil sayang ?"
Luna menggeleng ,lalu melingkarkan lengannya di leher Arya .
" Tapi aku suka ." Sela Arya pelan .Mendekatkan wajah , sampai hidung mereka bersentuhan .
Luna mengeratkan pelukannya , membuat mereka semakin merapat .
Saat Arya hendak menyentuh bibirnya , tiba-tiba Luna melepaskan pelukan ,membuat nya kaget .
" Kenapa ?" Tanyanya heran .
Luna mundur sedikit dan meraih laci di belakangnya , mengambil kotak berwarna biru disana , lalu menyerahkan ke Arya .
" Apa ?"
" Buka aja ."
Sebuah jam tangan , yang memang beberapa waktu lalu sempat dilihat di toko langganannya dan memang ia menyukai model ini .
" Aku beli pakai uang sendiri loh ...kan aku udah kerja sekarang ."
Arya menatapnya ." Okelah ...thank you sayang ." Ucapnya lalu mencium bibir Luna .
" Selamat ulang tahun ya ." Ucap Luna lagi .
Arya nampak kaget ,ia sendiri bahkan lupa hari ini ulang tahunnya ." Aku aja lupa kalau hari ini ulang tahun ."
" Kebiasaan ..." Ejek Luna .
Arya tertawa , lalu menaruh jamnya di nakas ,lalu merengkuh tubuh Luna mendekat padanya .
" Belum selesai aku bicara ..." Sela Luna .
Arya hanya menatapnya , sambil melingkarkan lengannya di pinggang Luna .
" Semoga panjang umur , makin sukses dan menjadi suami dan ayah yang terbaik ..." Lanjutnya .
" Amin ..."
Mereka masih saling bertatapan untuk beberapa saat .
Arya masih tetap tak berkedip , menikmati kebersamaan mereka yang semakin intim , menikmati setiap hembusan nafasnya yang menghangatkan wajah .Semua hal yang ada di depan matanya sekarang , sungguh suatu anugerah terbesar dalam hidupnya kini . Satu hal yang membuatnya membuncah , tatkala mendengar kata-kata keluar dari bibir mungil yang selalu membuatnya berdecak kagum saat menikmati kehangatannya .
" I Love U ..." kata-kata itu mengalir dari bibir mungilnya , membuat perasaannya berdegup tak karuan .
Ia mendekat dan sekali lagi menikmati kehangatan yang selalu ditemukan di sana .
__ADS_1
Perasaannya semakin tak karuan ,saat mereka terbaring di tempat tidur , dengan masih kehangatan yang selalu ingin di rengkuhnya .
" I love u too..." Balas Arya , memeluknya semakin erat dan berharap selamanya akan merasakan kehangatan ini , bersama orang yang paling dicintainya ...yang ada dalam pelukannya sekarang .