KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
extra part " MATERNITY SHOOT BABY AL "


__ADS_3

Halaman rumah samping sudah disulap dengan hiasan dan bunga serba putih .Rangkaian bunga Lily nampak menghiasi setiap sudut halaman , seperti permintaan Luna .


Beberapa ornamen dengan warna senada di pasang di sudut ruangan untuk sesi pemotretan mereka nanti ..tidak hanya disana saja , pengambilan tempat foto juga dilakukan di dalam kamar , itu atas permintaan Arya sendiri tentunya .


Sementara menunggu jam pemotretan yang dilakukan setelah Sasa pulang sekolah .Mereka memilih untuk berjalan-jalan ke Mal ..membeli perlengkapan bayi .


" Udah boleh kan kalau kita belanja sekarang , takutnya nggak dibolehin sama Mama ." Ucap Luna begitu mereka sampai di Mal dan sedang berada di salah satu toko perlengkapan bayi .


" Aku yang tanggung jawab ." Jawab Arya yakin .


Luna nyengir .


Mereka masuk ke sebuah baby shop dan disana Luna nampak bersemangat melihat barang-barang yang semua terlihat lucu .


Ia mulai dengan memilih jumper dan juga pakaian lain .


" Tapi warnanya gimana ya ?" Tanyanya lebih pada diri sendiri , karena mereka memilih untuk tidak tahu dulu jenis kelamin bayi yang dikandungnya ,akan menjadi surprise tersendiri saat melahirkan nanti .


" Pilih warna yang netral aja ." Jawab Arya .


Luna diam dan masih nampak bingung menentukan pilihan .


" Ambil semua ." Saran Arya lagi .


Luna menatapnya ." Jangan lah Mas ..."


" Terus ...?"


Setelah menimbang cukup lama , akhirnya ia menentukan beberapa pilihan .


Berlanjut saat melihat box bayi dan juga stroller , Luna kembali antusias .


" Beli ini juga sekalian boleh ?" Tanyanya ,menatap ke Arya .


" Ya ,terserah kamu ."


Luna tersenyum senang dan mulai berkeliling , melihat contoh stroller .


" Tapi kalau capek duduk dulu , daritadi kan kamu udah banyak jalan ." Cetus Arya lagi .


" Aku nggak capek ."


" Ya udah , tapi pelan-pelan jalannya ."


" Iya ."


Setengah jam berlalu dan ia masih bingung menentukan pilihan ...


" Belum ketemu juga ?" Tanya Arya lagi .


Luna menatapnya sebentar ." Ini atau ini ..?" Tunjuknya kemudian pada dua stroller di depannya , 1 berwarna biru , 1 cream ...sementara untuk box bayi sudah menentukan pilihan .


" Kamu suka yang mana ?" Tanya Arya balik .


" Bingung .." Jawabnya pelan .


" Ambil semuanya ."


Luna melotot ." Mas bayinya juga cuma 1 ."


" Nggak papa , buat gantian ." Jawabnya , lalu mengangkat tangan memanggil karyawan toko . " Mas , stroller mau dua ya , yang cream sama biru itu ..."


" Baik Pak saya siapkan ."


Arya mengambil ponsel dan memanggil Pak Sanusi untuk masuk membawakan barang . Sengaja mengajak Pak Sanusi juga tadi karena pasti mereka akan belanja banyak barang .


" Udah ya ini dulu ...kalau mau belanja lagi besok aja , kamu udah capek itu ." Seru Arya , melihat wajah Luna sudah nampak lelah , sambil melihat jam ditangannya . " Sebentar lagi juga masih harus foto kan , ntar malah telat lagi ."


Luna mengangguk setuju .


Arya menuju kasir dan menyelesaikan pembayaran , tak lama Pak Sanusi datang mengambil barang .


" Mau langsung pulang atau beli makan dulu .."


" Pulang aja deh .."


***


Sesampainya di rumah ...ternyata Sasa sudah pulang sekolah dan janji dengan fotografer masih satu jam lagi .


" Ma , Jelita belum datang ?" Tanya Arya .


" Belum mungkin bentar lagi , mending kalian istirahat dulu ...kan masih satu jam lagi ."

__ADS_1


Arya mengangguk lalu menuntun Luna ke kamar .


Sampai di kamar , Luna langsung merebahkan tubuhnya di sofa . Ternyata capek juga ...padahal cuma belanja sebentar .


Perutnya yang kian membesar membuatnya gampang capek juga .


Tak lama , setelah dari kamar mandi ...Arya duduk di sebelahnya .


" Capek kan ?" Tanyanya .


Luna menatapnya ." Mbak Jelita barusan chat , mungkin sampai sini 20 menitan lagi ."


" Ya udah istirahat dulu , duduknya dikasur aja ..."


" Aku mau ganti baju dulu ."


" Nanti aja sekalian ..." Arya membantunya berdiri dan berjalan ke kasur , disana ia langsung menyelonjorkan kakinya yang sedikit pegal .


Arya duduk di pinggiran kasur , lalu menyentuh kakinya .


" Mau ngapain ?" Tanya Luna .


" Dipijitin ,katanya capek ."


" Nggak usah ..."


Tak mendengarkan ucapannya , Arya mulai memijat kakinya ...sampai saat Jelita datang dan ternyata cukup meredakan sakit di kakinya tadi .


Mereka bersiap dan Mia membantu mendandani Sasa , sementara Jelita membantu Luna bersiap .


Fotografer datang tepat waktu dan untunglah mereka selesai bersiap .


Sesi foto dimulai di halaman , Sasa cukup antusias juga memakai pakaian serba putih sama seperti yang dikenakan Luna dan Arya .


Karina dan Ardi juga ikut andil di dalamnya , hanya sayangnya Widya tidak bisa ikut karena masih ada pekerjaan mendadak .


Setelah beberapa take foto mereka bertiga .


Selanjutnya sesi hanya mereka berdua , dengan pose Arya yang sedang berlutut sambil mencium perut Luna yang membuncit .


" Lagi Pa ..." Seru Sasa yang melihat dari samping .


Sasa bertepuk tangan saat melihat Arya berpose memeluk dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut Luna .


Beberapa take dan di tutup lagi dengan foto mereka bertiga . Sasa dalam gendongan Arya , sementara Luna menggandeng tangan suaminya .


Sasa berlari ke kamarnya ...dan Arya mengajak fotografer masuk , meminta melakukan pemotretan mereka berdua di dalam kamar .


Beberapa foto yang terlihat lebih mesra juga tentunya , karena Sasa tidak ikut di sana .


Ditutup dengan pose Arya memeluk Luna . Sementara tangan kanannya memegang perut Luna , ia mendekat dan mencium keningnya .


" Sudah Pak ." Ucap Arman , sang fotografer .


" Makasih ya Mas . "


Arman mengangguk , lalu berpamitan keluar , berbarengan dengan Pak Sanusi yang menyerahkan barang belanjaannya tadi , diluar box bayi dan stroller yang memang langsung disimpannya di gudang bawah .Arya mengambil dan menaruhnya di sofa .


" Banyak juga ya Mas ..." Ucap Luna , yang sepertinya baru tersadar kalau belanjaan sudah memenuhi sofa .


Arya berjalan ke pintu dan menutupnya .


" Ya iyalah , baru sadar kalau belanjaannya tadi segini banyak .." Sindirnya .


Luna memonyongkan bibirnya , sambil memeriksa belanjaannya ...selanjutnya ia menatap paper bag warna hitam , yang sepertinya tadi tak dilihatnya .


Ia langsung mengambil dan melihat isinya .


" Ini apa Mas ,kayaknya aku nggak beli tadi ?" Tanya Luna heran , melihat bungkusan dalam plastik warna cream .


" Aku yang beli ."


Luna menatapnya ." Kamu ...?"


Arya mengangguk .


" Memangnya ini apa ?" Tanyanya lagi .


" Baju tidur ."


Luna mendelik , lalu menyobek plastik dan mengeluarkan isinya .


" Coba pakai sekarang ."

__ADS_1


Luna masih menatap baju yang dipegangnya dan cukup membuatnya terkejut . Memang ini untuk ibu hamil juga ...tapi modelnya sangat seksi dan ia yakin saat memakainya , panjangnya hanya sebatas paha , mungkin lebih pendek dari perkiraannya .


" Mas kamu nggak salah ...ini terlalu pendek dan ...sangat transparan ."


Arya terbahak mendengarnya .


" Hei ..sayang , aku nggak minta kamu keluar pakai baju itu kan ."


Luna melotot , tapi pada akhirnya ia berjalan ke kamar mandi juga , bagaimanapun ini pemberian Arya , nggak mungkin juga bisa di tolaknya .


Lima menit kemudian ia keluar , dengan sedikit memperlambat jalannya . Benar saja saat dipakai olehnya dengan perut yang membesar seperti ini akan membuat bajunya semakin tertarik ke atas .


Alhasil ...menampakkan pahanya dengan jelas disana .


Saat ia berjalan mendekat , Arya yang berdiri di dekat kasur ...terus menatapnya .


Mereka berdiri berhadapan , Arya masih tak melepaskan pandangan sedikitpun darinya .


" Mas .." Panggilnya .


" Ya .."


" Aku jadi kayak cewek penggoda kalau berpenampilan seperti ini ." Ucapnya polos .


Arya terpingkal mendengarnya ,sampai duduk di pinggiran kasur .


" Jangan diketawain ...!" Sentak Luna .


Arya menatapnya , lalu berdiri ." Cantik ,sayang ..."


" Mas , panggil nama aja kenapa ." Elaknya .


" Memangnya kenapa ?" Tanya Arya lagi .


Luna diam .


" Sini .." Arya menariknya mendekat ." Kenapa nggak suka di panggil sayang ?"


Luna menggeleng ,lalu melingkarkan lengannya di leher Arya .


" Tapi aku suka ." Sela Arya pelan .Mendekatkan wajah , sampai hidung mereka bersentuhan .


Luna mengeratkan pelukannya , membuat mereka semakin merapat .


Saat Arya hendak menyentuh bibirnya , tiba-tiba Luna melepaskan pelukan ,membuat nya kaget .


" Kenapa ?" Tanyanya heran .


Luna mundur sedikit dan meraih laci di belakangnya , mengambil kotak berwarna biru disana , lalu menyerahkan ke Arya .


" Apa ?"


" Buka aja ."


Sebuah jam tangan , yang memang beberapa waktu lalu sempat dilihat di toko langganannya dan memang ia menyukai model ini .


" Aku beli pakai uang sendiri loh ...kan aku udah kerja sekarang ."


Arya menatapnya ." Okelah ...thank you sayang ." Ucapnya lalu mencium bibir Luna .


" Selamat ulang tahun ya ." Ucap Luna lagi .


Arya nampak kaget ,ia sendiri bahkan lupa hari ini ulang tahunnya ." Aku aja lupa kalau hari ini ulang tahun ."


" Kebiasaan ..." Ejek Luna .


Arya tertawa , lalu menaruh jamnya di nakas ,lalu merengkuh tubuh Luna mendekat padanya .


" Belum selesai aku bicara ..." Sela Luna .


Arya hanya menatapnya , sambil melingkarkan lengannya di pinggang Luna .


" Semoga panjang umur , makin sukses dan menjadi suami dan ayah yang terbaik ..." Lanjutnya .


" Amin ..."


Mereka masih saling bertatapan untuk beberapa saat .


Arya masih tetap tak berkedip , menikmati kebersamaan mereka yang semakin intim , menikmati setiap hembusan nafasnya yang menghangatkan wajah .Semua hal yang ada di depan matanya sekarang , sungguh suatu anugerah terbesar dalam hidupnya kini . Satu hal yang membuatnya membuncah , tatkala mendengar kata-kata keluar dari bibir mungil yang selalu membuatnya berdecak kagum saat menikmati kehangatannya .


" I Love U ..." kata-kata itu mengalir dari bibir mungilnya , membuat perasaannya berdegup tak karuan .


Ia mendekat dan sekali lagi menikmati kehangatan yang selalu ditemukan di sana .

__ADS_1


Perasaannya semakin tak karuan ,saat mereka terbaring di tempat tidur , dengan masih kehangatan yang selalu ingin di rengkuhnya .


" I love u too..." Balas Arya , memeluknya semakin erat dan berharap selamanya akan merasakan kehangatan ini , bersama orang yang paling dicintainya ...yang ada dalam pelukannya sekarang .


__ADS_2