
" Sa ...yang buku gambarnya kemarin mana ?" Tanya Luna , masih di kamar Sasa pagi ini .
Sasa keluar dari kamar mandi . " Itu ." Tunjuknya di samping tempat tidur .
Luna mengambil dan menaruhnya ke dalam tas .
" Ya udah yuk sekarang sarapan dulu ."
Sasa mengangguk lalu berlari keluar kamar .
Baru saja mau berdiri , ponselnya berdering .
Telpon masuk , nomor tidak dikenal .
Siapa ya , pikirnya .
" Halo ." Sapanya pelan .
" Halo Luna , ini Bu Nurul ."
Luna diam sebentar ." Bu Nurul ?"
" Iya Lun , Bu Nurul dari panti kasih ibu ."
" Oh ya ampun Bu Nurul ...maaf sampai nggak mengenali suaranya ...Ibu apa kabar ?"
" Baik Lun , iya ini memang nomor Ibu yang baru ."
" Oh iya ...iya , nanti aku save nomornya ."
" Kamu lama nggak ke sini , sampai nikah aja nggak diundang nih Ibu ."
Iya ...ia jadi merasa bersalah karena merahasiakan pernikahannya kepada semua kerabatnya .
" Iya Bu maaf , memang nggak ada acara besar-besaran juga waktu itu ..."
" Ya sudah nggak papa ...tapi siang ini kamu bisa ke panti ?"
" Ke panti ...ada apa ya Bu ?" Tanyanya balik .
" Ada selamatan kecil-kecilan ,kamu masih ingat sama Imas kan ?"
" Imas ...iya tentu saja ingat Bu ...memangnya kenapa sama Imas ?"
" Rencananya minggu depan mau menikah ...jadi ada acara perpisahan begitu ...soalnya setelah menikah dia mau ikut suaminya tinggal di Jogja ..."
" Oh begitu , iya Bu InsyaAllah ...tapi nanti diusahakan datang ."
" Baguslah ...Ibu tunggu kamu datang , kita disini sudah kangen juga sama kamu ..."
" Iya Bu , mungkin nanti siang setelah jemput sekolah aku kesana ."
" Iya baik ...Ibu tunggu nanti ya ."
" Iya Bu ."
Luna menaruh ponsel di tas , kemudian bergegas keluar .
Sasa sudah menunggu di meja makan , sementara Arya sendiri sudah berangkat dari tadi .Ada meeting mendadak pagi ini .
Luna menaruh tas di kursi , lalu menyiapkan sarapan untuk Sasa .
" Sa , nanti pulang sekolah mau ikut nggak ?" Tanya nya .
Sasa menatapnya . " Kemana ?"
" Ke panti asuhan ."
__ADS_1
" Panti asuhan itu apa Ma ?" Tanya Sasa lagi .
" Udah nanti juga Sasa tahu , tapi disana banyak temennya loh ."
" Oh ya ..." Sasa nampak antusias .
Luna mengangguk ." Jadi mau ikut kan ?"
" Mau ."
Luna tersenyum senang , lalu mulai menyuapi Sasa , karena sebentar lagi harus segera berangkat . Pak Sanusi sudah menunggu di depan .
" Jadi kan Ma , ke panti asuhannya ?"
Siangnya , saat menjemput sekolah , Sasa langsung menanyakannya lagi .
" Iya jadi dong ."
" Asiiiik ..." Sasa bersorak .
" Tapi kayaknya perlu bawa makanan ya untuk temen-temen disana ...enaknya bawa apa ya ..."
Sasa mulai berpikir , lalu ia terlintas untuk membeli sesuatu ." Pizza aja Ma ."
" Pizza ?"
Sasa mengangguk .
" Kamu yang pingin itu ya ?" Godanya .
Sasa tertawa .
" Ya udah Pak , mampir beli pizza dulu ya , ditempat biasa ."
" Baik Bu ..." Jawab Pak Sanusi .
Mereka sampai di salah satu gerai pizza favorit Sasa .
" Pak tunggu sebentar ya ."
Luna turun sambil menuntun Sasa masuk .
Setelah memesan , mereka menunggu di meja depan .
" Papa ..." Jerit Sasa , mengarah ke pintu masuk .
Luna membalikkan badan .
Arya nampak terkejut dan menghampiri mereka .
" Kalian bisa disini ?" Tanyanya heran .
" Iya mau ajak Sasa ke panti , tapi tadi minta beli pizza dulu ."
" Panti ...Papa kamu dulu ?"
Luna mengangguk .
Ia pernah menceritakan sedikit tentang Panti tempat Papanya tinggal waktu kecil dulu dan ia sendiri sering kesana sewaktu Papanya masih ada .
" Memangnya ada apa ?"
" Ada seorang pengurusnya yang mau menikah , jadi ada acara selamatan kecil-kecilan , tadi pagi aku ditelpon diminta datang ."
" Oh gitu ..."
" Papa mau ikut ?" Tanya Sasa .
__ADS_1
" Nggak bisa Sa , habis ini Papa masih ada meeting ."
" Kamu sendirian kesini ?" Tanya Luna kali ini .
" Nggak ...sama temen , masih di parkiran ."
" Oh ..."
" Dicariin ternyata disini ." Sebuah suara muncul dari arah samping .
" Om Rafi ." Sapa Sasa yang memang sudah cukup akrab dengan teman Papanya itu .
" Hai Sasa , lama nggak ketemu nih ." Balasnya .
Luna menoleh dan terkejut siapa yang ada di depannya sekarang .
" Kak Rafi .." Sapanya .
" Luna ..ya ampun aku sampai pangling tadi ."
Luna tertawa .
" Kalian saling kenal ?" Tanya Arya bingung .
" Ya kenal lah .." Rafi menimpali , lalu menatap mereka bergantian ." Jangan bilang kalau Luna ini istri kamu ..?"
Arya mengangguk .
" Ya ampun ...ternyata dunia ini sempit sekali ." Rafi menepuk keningnya .
" Kalian udah lama kenal ?" Tanya Arya lagi .
" Ya udah lah ...malah lebih lama dari kamu ." Jawab Rafi .
" Oh ya ?" Arya menatapnya serius .
Rafi mengangguk ." Aku kenal sama Luna dari jaman dia masih segede Sasa tuh ..." Ucapnya lagi .
Luna mengangguk setuju ." Ternyata kalian berteman juga .." Sahut Luna .
" Ya...dulu kita sering kerjasama soal pekerjaan , ya jadilah kita dekat akhirnya ." Jawab Rafi lagi .
" Ibu Luna , silahkan pesanannya ." Waiters menghampiri mereka , membawa kan 3 kantong kresek di meja .
" Lun ...kamu beli pizza segini banyak buat apa ?"
" Oh iya Kak ...aku mau ke panti ini , jadi bawain cemilan buat anak-anak juga ."
" Panti ?"
Luna mengangguk .
" Ya , aku juga cukup lama jarang kesana ."
" Tadi Bu Nurul telpon , katanya ada selamatan kecil-kecilan disana , makanya aku diminta datang ."
" Oh gitu ."
" Mama ayo ." Ajak Sasa .
" Ya udah salam buat Bu Nurul dan semuanya ya ." Rafi menambahkan .
" Iya kak , ya udah aku duluan ya ."
Luna mau mengambil kresek di atas meja , tapi Arya mencegahnya .
" Aku bawain ke parkiran ." Ucapnya sambil menenteng kresek di tangannya . " Fi , bentar ya aku antar mereka dulu ."
__ADS_1
Rafi mengangguk .