KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 51


__ADS_3

" Sa ...yang buku gambarnya kemarin mana ?" Tanya Luna , masih di kamar Sasa pagi ini .


Sasa keluar dari kamar mandi . " Itu ." Tunjuknya di samping tempat tidur .


Luna mengambil dan menaruhnya ke dalam tas .


" Ya udah yuk sekarang sarapan dulu ."


Sasa mengangguk lalu berlari keluar kamar .


Baru saja mau berdiri , ponselnya berdering .


Telpon masuk , nomor tidak dikenal .


Siapa ya , pikirnya .


" Halo ." Sapanya pelan .


" Halo Luna , ini Bu Nurul ."


Luna diam sebentar ." Bu Nurul ?"


" Iya Lun , Bu Nurul dari panti kasih ibu ."


" Oh ya ampun Bu Nurul ...maaf sampai nggak mengenali suaranya ...Ibu apa kabar ?"


" Baik Lun , iya ini memang nomor Ibu yang baru ."


" Oh iya ...iya , nanti aku save nomornya ."


" Kamu lama nggak ke sini , sampai nikah aja nggak diundang nih Ibu ."


Iya ...ia jadi merasa bersalah karena merahasiakan pernikahannya kepada semua kerabatnya .


" Iya Bu maaf , memang nggak ada acara besar-besaran juga waktu itu ..."


" Ya sudah nggak papa ...tapi siang ini kamu bisa ke panti ?"


" Ke panti ...ada apa ya Bu ?" Tanyanya balik .


" Ada selamatan kecil-kecilan ,kamu masih ingat sama Imas kan ?"


" Imas ...iya tentu saja ingat Bu ...memangnya kenapa sama Imas ?"


" Rencananya minggu depan mau menikah ...jadi ada acara perpisahan begitu ...soalnya setelah menikah dia mau ikut suaminya tinggal di Jogja ..."


" Oh begitu , iya Bu InsyaAllah ...tapi nanti diusahakan datang ."


" Baguslah ...Ibu tunggu kamu datang , kita disini sudah kangen juga sama kamu ..."


" Iya Bu , mungkin nanti siang setelah jemput sekolah aku kesana ."


" Iya baik ...Ibu tunggu nanti ya ."


" Iya Bu ."


Luna menaruh ponsel di tas , kemudian bergegas keluar .


Sasa sudah menunggu di meja makan , sementara Arya sendiri sudah berangkat dari tadi .Ada meeting mendadak pagi ini .


Luna menaruh tas di kursi , lalu menyiapkan sarapan untuk Sasa .


" Sa , nanti pulang sekolah mau ikut nggak ?" Tanya nya .


Sasa menatapnya . " Kemana ?"


" Ke panti asuhan ."

__ADS_1


" Panti asuhan itu apa Ma ?" Tanya Sasa lagi .


" Udah nanti juga Sasa tahu , tapi disana banyak temennya loh ."


" Oh ya ..." Sasa nampak antusias .


Luna mengangguk ." Jadi mau ikut kan ?"


" Mau ."


Luna tersenyum senang , lalu mulai menyuapi Sasa , karena sebentar lagi harus segera berangkat . Pak Sanusi sudah menunggu di depan .


" Jadi kan Ma , ke panti asuhannya ?"


Siangnya , saat menjemput sekolah , Sasa langsung menanyakannya lagi .


" Iya jadi dong ."


" Asiiiik ..." Sasa bersorak .


" Tapi kayaknya perlu bawa makanan ya untuk temen-temen disana ...enaknya bawa apa ya ..."


Sasa mulai berpikir , lalu ia terlintas untuk membeli sesuatu ." Pizza aja Ma ."


" Pizza ?"


Sasa mengangguk .


" Kamu yang pingin itu ya ?" Godanya .


Sasa tertawa .


" Ya udah Pak , mampir beli pizza dulu ya , ditempat biasa ."


" Baik Bu ..." Jawab Pak Sanusi .


Mereka sampai di salah satu gerai pizza favorit Sasa .


" Pak tunggu sebentar ya ."


Luna turun sambil menuntun Sasa masuk .


Setelah memesan , mereka menunggu di meja depan .


" Papa ..." Jerit Sasa , mengarah ke pintu masuk .


Luna membalikkan badan .


Arya nampak terkejut dan menghampiri mereka .


" Kalian bisa disini ?" Tanyanya heran .


" Iya mau ajak Sasa ke panti , tapi tadi minta beli pizza dulu ."


" Panti ...Papa kamu dulu ?"


Luna mengangguk .


Ia pernah menceritakan sedikit tentang Panti tempat Papanya tinggal waktu kecil dulu dan ia sendiri sering kesana sewaktu Papanya masih ada .


" Memangnya ada apa ?"


" Ada seorang pengurusnya yang mau menikah , jadi ada acara selamatan kecil-kecilan , tadi pagi aku ditelpon diminta datang ."


" Oh gitu ..."


" Papa mau ikut ?" Tanya Sasa .

__ADS_1


" Nggak bisa Sa , habis ini Papa masih ada meeting ."


" Kamu sendirian kesini ?" Tanya Luna kali ini .


" Nggak ...sama temen , masih di parkiran ."


" Oh ..."


" Dicariin ternyata disini ." Sebuah suara muncul dari arah samping .


" Om Rafi ." Sapa Sasa yang memang sudah cukup akrab dengan teman Papanya itu .


" Hai Sasa , lama nggak ketemu nih ." Balasnya .


Luna menoleh dan terkejut siapa yang ada di depannya sekarang .


" Kak Rafi .." Sapanya .


" Luna ..ya ampun aku sampai pangling tadi ."


Luna tertawa .


" Kalian saling kenal ?" Tanya Arya bingung .


" Ya kenal lah .." Rafi menimpali , lalu menatap mereka bergantian ." Jangan bilang kalau Luna ini istri kamu ..?"


Arya mengangguk .


" Ya ampun ...ternyata dunia ini sempit sekali ." Rafi menepuk keningnya .


" Kalian udah lama kenal ?" Tanya Arya lagi .


" Ya udah lah ...malah lebih lama dari kamu ." Jawab Rafi .


" Oh ya ?" Arya menatapnya serius .


Rafi mengangguk ." Aku kenal sama Luna dari jaman dia masih segede Sasa tuh ..." Ucapnya lagi .


Luna mengangguk setuju ." Ternyata kalian berteman juga .." Sahut Luna .


" Ya...dulu kita sering kerjasama soal pekerjaan , ya jadilah kita dekat akhirnya ." Jawab Rafi lagi .


" Ibu Luna , silahkan pesanannya ." Waiters menghampiri mereka , membawa kan 3 kantong kresek di meja .


" Lun ...kamu beli pizza segini banyak buat apa ?"


" Oh iya Kak ...aku mau ke panti ini , jadi bawain cemilan buat anak-anak juga ."


" Panti ?"


Luna mengangguk .


" Ya , aku juga cukup lama jarang kesana ."


" Tadi Bu Nurul telpon , katanya ada selamatan kecil-kecilan disana , makanya aku diminta datang ."


" Oh gitu ."


" Mama ayo ." Ajak Sasa .


" Ya udah salam buat Bu Nurul dan semuanya ya ." Rafi menambahkan .


" Iya kak , ya udah aku duluan ya ."


Luna mau mengambil kresek di atas meja , tapi Arya mencegahnya .


" Aku bawain ke parkiran ." Ucapnya sambil menenteng kresek di tangannya . " Fi , bentar ya aku antar mereka dulu ."

__ADS_1


Rafi mengangguk .


__ADS_2