KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 103


__ADS_3

Di sebuah coffee shop , jam sudah menunjukkan pukul 21.00


Setelah meeting tadi , ia memutuskan untuk disini dulu , sendirian .


Seorang waiters menyajikan lagi secangkir kopi , cangkir yang kedua ...


Beberapa hari ini setumpuk pekerjaan cukup menyita waktunya , belum selesai permasalahannya tentang Kinan kemarin , sekarang ia mulai berpikir soal kemunculan Dimas tadi pagi .


" Saya nggak akan berhenti sebelum anda mengembalikan Luna ."


Kata-kata itu seperti menancap di otaknya kini .


Tak masalah kalau Dimas hanya mengusiknya , tapi yang sangat ditakutkan kalau sampai Luna yang mengalaminya .


Ia tak sanggup kalau harus mengalami itu semua dan sekarang itu menjadi titik terlemah dalam hidupnya .


" Heii Bro ..."


Ia menoleh .


Rafi sudah berdiri di sebelah dan langsung menarik kursi di depannya .


" Tumben sendirian ...?" Tanyanya lagi .


" Tadi habis meeting ."


Rafi masih mengamatinya . " Lagi berantem sama Luna ?" Tebaknya .


" Nggak ." Jawabnya cepat .


Rafi terbahak ." Muka kamu itu nggak bisa bohong , meski belum menikah , aku tahu kok ciri-ciri suami yang lagi galau ." Godanya .


Arya memelototinya , lalu meminum sedikit kopi di cangkir .


" Jangan bilang ini karena ...siapa itu namanya ?" Rafi mengetuk-ngetuk kan jarinya di meja . " Kinan ."


Arya menatapnya kaget ." Kamu kenal ?"


" Nggak sih , cuma pas lagi sama Laura waktu itu ,kita pernah bertemu ...Laura sedikit cerita soal dia ."


Arya mengusap keningnya .


" Ingat jangan macem-macem sama Luna ." Ucap Rafi tiba-tiba .


" Macem-macem gimana ?"


" Jangan sampai kemunculan Kinan membuat hubungan kalian bermasalah nantinya ."


" Ya nggaklah ...aku juga nggak mau kehadiran Kinan nanti mengusiknya , apalagi dalam kondisi Luna sedang hamil sekarang ."


" Luna hamil ?" Tanya Rafi kaget .


Arya mengangguk .


" Kalau begitu kamu harus jaga baik-baik , jangan sampai dia kenapa-napa , kalau sampai ada apa-apa kamu harus berhadapan sama aku ..."


Arya tertawa mendengarnya .


" Serius ini Bro ...Luna udah kayak adik aku sendiri ."


" Iya ...iya , tanpa kamu minta juga aku jaga pastinya ."


Ponsel di meja berdering , ia melihat ke layar .


Luna .


Tapi hanya sebentar dan dimatikan .


Ada apa ...dari kemarin bahkan mereka tidak saling chat juga , apalagi telpon .


Diambilnya ponsel dan langsung menghubungi ulang .

__ADS_1


3 kali nada sambung , akhirnya terhubung .


" Papaaaa..."


Suara Sasa disana .


" Loh kenapa Sasa pakai ponselnya Mama ?"


" Mama sakit , masih tidur di kamar ."


" Mama sakit ?" Arya terkejut mendengarnya ." Sakit kenapa ?"


" Nggak tahu ...kata Oma tadi Mama sakit perut ."


" Panggilin Oma ...Papa mau bicara ."


" Iya ..."


Tak berapa lama terdengar suara Karina .


" Iya ..."


" Ma , Luna kenapa ?"


" Tadi pulang antar Sasa sekolah , perutnya kram , tapi udah Mama bawa ke dokter juga ..."


" Terus gimana ...?"


" Katanya hanya kecapekan dan sedikit stres ..."


" Ya udah , aku pulang sekarang ."


Ia menaruh ponsel di saku .


" Bro , aku duluan ya ..."


Rafi mengangguk ." Semoga Luna nggak kenapa-napa ." Ucapnya .


Tak sampai setengah jam , ia sampai di rumah . Setelah memarkir mobil di halaman .Ia berlari masuk .


Karina terlihat baru keluar dari dapur .


" Ma...Luna di kamar ?"


" Iya ...tadi belum makan juga ."


Arya menoleh .


" Baru sesuap pas makan malam , membuatnya mual jadi nggak melanjutkan makannya ."


" Ya udah , aku ke kamar dulu ."


Karina mengikuti di belakangnya .


Begitu masuk kamar , terlihat Luna duduk di sofa sedang berbicara dengan Sasa .


" Papaaaa ..."


Melihatnya datang , Sasa turun dari sofa dan menghampirinya .


" Kenapa belum tidur ?"


Sasa menggeleng .


" Sa ..." Panggil Karina yang berdiri di belakangnya ." Bobo sama Oma yuk ." Ajaknya .


Sasa beralih menghampiri Karina yang langsung menuntunnya keluar .


Luna hendak berdiri , ketika terasa nyeri di perut , ia mengurungkannya sambil meringis kesakitan .


Arya mendekat dan duduk disampingnya , lalu mengusap perutnya .

__ADS_1


Luna hanya menatap , tanpa berbicara .


" Masih marah ?" Tanya Arya pelan .


Luna diam sebentar , lalu menggeleng .


" Aku minta maaf ..." Ucap Arya lagi sambil mengusap keningnya .


Luna cuma tersenyum kecil .


" Tiduran di kasur aja ..."


Luna berniat berdiri , dengan cepat Arya membopongnya .


" Mas , aku bisa jalan sendiri ."


Arya mendudukkannya di kasur , lalu menarik selimut .


" Aku mandi dulu ."


Luna mengangguk .


Sepuluh menit kemudian , Arya sudah duduk di sampingnya .


" Makan ya ...atau pingin apa biar aku beliin .."


Luna menggeleng .


" Aku akan pastikan ,Kinan nggak akan pernah lagi ke rumah ini ." Ucap Arya tiba-tiba .


Luna menatapnya ." Tapi Sasa..."


" Tidak akan berpengaruh dalam hidup Sasa ...ada atau tidak ada Kinan disini ."


Luna menyilangkan tangan di perut dengan sedikit menekannya .


" Sakit ..." Tangan Arya menyeruak masuk dan mengusap perutnya .


Luna hanya diam menatapnya .


Sementara tangan kanannya melingkar di bahu Luna dan menarik tubuhnya ke dalam pelukan .


Sedikit lega , Luna bisa memaafkan , meski belum sepenuhnya .


Sekarang ...ia hanya berharap Dimas tak lagi mengusik hidupnya , terutama Luna .


*****


Di tempat lain ...


Dimas mengeluarkan kertas itu dari tasnya .


Sebuah kontrak pernikahan .


Sama sekali tak disangka , Luna bisa melakukan perjanjian seperti ini .


Yang cukup membuatnya tercengang , jangka waktu yang tertulis hanya 1 tahun .


Hanya tinggal menghitung hari ...


Ia tersenyum lebar .


Saat itu nanti akan menjadi saat kehancuran bagi seorang Arya ...seandainya ia tetap pada keputusannya untuk mempertahankan Luna .


Meski hal itu sangat diragukannya .


Tak mungkin seorang Arya Perwira rela mempertaruhkan reputasi dan kedudukannya , hanya demi Luna .


Karena kalau mau , ia bisa mendapatkan perempuan manapun yang diinginkan , mengingat siapa dirinya sekarang .


Ia mengambil ponsel dan memotret surat kontrak itu , sebelum menyimpannya di lemari kecil samping tempat tidur .

__ADS_1


Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya .


__ADS_2