KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 124


__ADS_3

" Apa mungkin Luna seperti itu ?" Tanya Irwan , mereka sedang makan malam bersama dan karena ia juga ikut dalam pertemuan di kantor Arya kemarin ..hanya ingin memastikan yang sebenarnya terjadi .


" Maksud Papa ?" Tanya Sarah heran ." Soal pernikahan kontrak itu ?"


Irwan mengangguk . " Luna menceritakan semuanya ..."


" Bukannya kata Papa yang menjelaskan waktu itu Om Ardi ..."


" Iya ,keesokan harinya Luna sendiri yang membuat pertemuan dan menceritakan yang sebenarnya .."


" Memangnya seperti apa cerita sebenarnya ...?"


" Perjanjian kontrak itu berawal dari kedekatan Luna dan Sasa ...makanya Luna memanfaatkan kedekatan mereka untuk bisa masuk dalam keluarga Perwira .


Sasa yang terlanjur dekat dengan Luna , akhirnya meluluhkan hati Arya .


Luna sendiri yang menawarkan perjanjian kontrak itu karena ia tahu kalau melakukan pernikahan yang sebenarnya ...Arya tidak akan mau karena mereka dari kalangan berbeda . " Irwan menjelaskan panjang lebar , Sarah hanya mendengarkan tanpa berkomentar .


" Dia menawarkan akan menjadi ibu yang baik buat Sasa dengan imbalan juga tentunya ..."


" Jadi Luna meminta imbalan uang atas perjanjian itu ...?"


Irwan mengangguk ." Ya , dia meminta imbalan yang cukup besar untuk kontrak selama 1 tahun ."


Sarah membelalakkan matanya kaget ." Tapi setahu aku Luna itu baik ..." Ucapnya tak percaya .


" Kita nggak tahu seperti apa sifat asli seseorang ...uang bisa membuat semua berubah ."


" Terus kenapa Luna akhirnya mengakui sendiri soal semua ini ...?"


" Dia merasa menyesal , karena selama ini Arya dan keluarganya bersikap sangat baik padanya ...apalagi karena kontrak mereka bisa membuat perusahaan Arya juga terancam ."


" Berarti perjanjian kontrak mereka sudah berakhir sekarang ...?"


Irwan mengangguk ." Tapi Luna terlanjur hamil dan Arya memutuskan mereka tetap bersama demi anak yang dikandungnya ."


Sarah menarik nafas panjang .


" Aku tidak tahu ini benar atau tidak , kalaupun benar ...aku salut sama Arya , dia bisa menerima semua yang terjadi , mungkin itu dilakukan juga demi Sasa , sampai dia harus mengorbankan perasaannya sendiri ."


" Mungkin mereka sudah menjalani pernikahan yang sesungguhnya sekarang .."


Sarah mengangguk .

__ADS_1


*****


Di tempat lain ...


Arya dan keluarganya tengah menikmati makan malam di salah satu restorant .


Sekaligus merayakan perjanjian kerjanya yang baru dengan salah satu perusahaan .


Hanya mereka bertiga saja , karena Karina dan Ardi ada keperluan lain .


Sasa sedang menikmati puding coklatnya , ketika tiba-tiba jatuh mengenai bajunya .


" Mamaa jatuh ..." Ucapnya sambil menunjuk ke bagian dadanya yang kotor .


Luna mengusap dengan tissue . " Ke toilet aja ya ..." Ajaknya .


Sasa berdiri dan Luna menuntunnya ke toilet .


Arya masih menikmati kentang gorengnya saat seseorang menyapa .


Ia menoleh .


" Pak Frans ..." lalu berdiri .


" Oh ya ini istri saya Ine ."


Wanita berambut panjang di sebelahnya menundukkan sedikit kepalanya .


" Pak Arya sendirian ?" Tanyanya lagi .


" Tidak sama istri dan anak saya , masih ke toilet ..."


" Oh begitu ."


Bersamaan dengan itu , Luna dan Sasa kembali .


Dan Arya memperkenalkan mereka .


Luna hanya tersenyum , ia pernah bertemu kemarin dengan Pak Frans ini di kantor . Menjadi salah satu orang yang mendengar penjelasannya .


Frans dan istrinya nampak saling bertatapan .


Sementara Ine hanya menatapnya lekat , mungkin dia juga tahu soal cerita kemarin dari suaminya .

__ADS_1


" Baik ,kalau begitu kami permisi dulu ." Pamit Frans kemudian .


Setelah keduanya pergi mereka melanjutkan makan .


" Mas ,nanti beliin croissant ini buat Mama sama Papa ya ..." Usul Luna , setelah menikmati croissant keju yang terhidang di meja .


Arya mengangguk ." Tumben kamu makan keju nggak mual ...?" Tanyanya .


Luna hanya menatapnya .


Di meja lain ..


Frans dan Ine tadi menatap ke meja mereka yang tak begitu jauh .


" Jadi itu istrinya Pak Arya ?" Tanyanya pelan .


Frans mengangguk .


" Kelihatannya sih wanita sederhana , tapi ..."


" Sudahlah ." Potong Frans ." Mungkin memang dia sudah berubah sekarang .


" Semoga ..." Pungkas Ine , melihat ke meja Arya dan melihat kedekatan mereka yang nampak seperti keluarga bahagia .


Setelah cukup lama disana ,pukul 21.00 mereka pulang .


Sasa juga mulai mengantuk dan sesampainya di rumah ia langsung pulas .


Arya menggendongnya dan membawanya ke kamar .


Selesai menidurkan Sasa , ia ke kamar .


Pintu kamar mandi terbuka dengan suara kran air menyala di wastafel .


Ia berjalan masuk dan mendapati Luna sedang mengusap mulutnya dengan air , tak lama ia kembali menundukkan wajahnya dan memuntahkan semua makanan yang tadi dimakannya .


Arya mendekat dan memijat lehernya .


Selesai ia kembali mengusapkan air di mulutnya dan mengelapnya dengan tissue .


" Udah ?" Tanya Arya .


Luna mengangguk , lalu berjalan keluar kamar mandi .

__ADS_1


__ADS_2