
" Apa mungkin Luna seperti itu ?" Tanya Irwan , mereka sedang makan malam bersama dan karena ia juga ikut dalam pertemuan di kantor Arya kemarin ..hanya ingin memastikan yang sebenarnya terjadi .
" Maksud Papa ?" Tanya Sarah heran ." Soal pernikahan kontrak itu ?"
Irwan mengangguk . " Luna menceritakan semuanya ..."
" Bukannya kata Papa yang menjelaskan waktu itu Om Ardi ..."
" Iya ,keesokan harinya Luna sendiri yang membuat pertemuan dan menceritakan yang sebenarnya .."
" Memangnya seperti apa cerita sebenarnya ...?"
" Perjanjian kontrak itu berawal dari kedekatan Luna dan Sasa ...makanya Luna memanfaatkan kedekatan mereka untuk bisa masuk dalam keluarga Perwira .
Sasa yang terlanjur dekat dengan Luna , akhirnya meluluhkan hati Arya .
Luna sendiri yang menawarkan perjanjian kontrak itu karena ia tahu kalau melakukan pernikahan yang sebenarnya ...Arya tidak akan mau karena mereka dari kalangan berbeda . " Irwan menjelaskan panjang lebar , Sarah hanya mendengarkan tanpa berkomentar .
" Dia menawarkan akan menjadi ibu yang baik buat Sasa dengan imbalan juga tentunya ..."
" Jadi Luna meminta imbalan uang atas perjanjian itu ...?"
Irwan mengangguk ." Ya , dia meminta imbalan yang cukup besar untuk kontrak selama 1 tahun ."
Sarah membelalakkan matanya kaget ." Tapi setahu aku Luna itu baik ..." Ucapnya tak percaya .
" Kita nggak tahu seperti apa sifat asli seseorang ...uang bisa membuat semua berubah ."
" Terus kenapa Luna akhirnya mengakui sendiri soal semua ini ...?"
" Dia merasa menyesal , karena selama ini Arya dan keluarganya bersikap sangat baik padanya ...apalagi karena kontrak mereka bisa membuat perusahaan Arya juga terancam ."
" Berarti perjanjian kontrak mereka sudah berakhir sekarang ...?"
Irwan mengangguk ." Tapi Luna terlanjur hamil dan Arya memutuskan mereka tetap bersama demi anak yang dikandungnya ."
Sarah menarik nafas panjang .
" Aku tidak tahu ini benar atau tidak , kalaupun benar ...aku salut sama Arya , dia bisa menerima semua yang terjadi , mungkin itu dilakukan juga demi Sasa , sampai dia harus mengorbankan perasaannya sendiri ."
" Mungkin mereka sudah menjalani pernikahan yang sesungguhnya sekarang .."
Sarah mengangguk .
__ADS_1
*****
Di tempat lain ...
Arya dan keluarganya tengah menikmati makan malam di salah satu restorant .
Sekaligus merayakan perjanjian kerjanya yang baru dengan salah satu perusahaan .
Hanya mereka bertiga saja , karena Karina dan Ardi ada keperluan lain .
Sasa sedang menikmati puding coklatnya , ketika tiba-tiba jatuh mengenai bajunya .
" Mamaa jatuh ..." Ucapnya sambil menunjuk ke bagian dadanya yang kotor .
Luna mengusap dengan tissue . " Ke toilet aja ya ..." Ajaknya .
Sasa berdiri dan Luna menuntunnya ke toilet .
Arya masih menikmati kentang gorengnya saat seseorang menyapa .
Ia menoleh .
" Pak Frans ..." lalu berdiri .
" Oh ya ini istri saya Ine ."
Wanita berambut panjang di sebelahnya menundukkan sedikit kepalanya .
" Pak Arya sendirian ?" Tanyanya lagi .
" Tidak sama istri dan anak saya , masih ke toilet ..."
" Oh begitu ."
Bersamaan dengan itu , Luna dan Sasa kembali .
Dan Arya memperkenalkan mereka .
Luna hanya tersenyum , ia pernah bertemu kemarin dengan Pak Frans ini di kantor . Menjadi salah satu orang yang mendengar penjelasannya .
Frans dan istrinya nampak saling bertatapan .
Sementara Ine hanya menatapnya lekat , mungkin dia juga tahu soal cerita kemarin dari suaminya .
__ADS_1
" Baik ,kalau begitu kami permisi dulu ." Pamit Frans kemudian .
Setelah keduanya pergi mereka melanjutkan makan .
" Mas ,nanti beliin croissant ini buat Mama sama Papa ya ..." Usul Luna , setelah menikmati croissant keju yang terhidang di meja .
Arya mengangguk ." Tumben kamu makan keju nggak mual ...?" Tanyanya .
Luna hanya menatapnya .
Di meja lain ..
Frans dan Ine tadi menatap ke meja mereka yang tak begitu jauh .
" Jadi itu istrinya Pak Arya ?" Tanyanya pelan .
Frans mengangguk .
" Kelihatannya sih wanita sederhana , tapi ..."
" Sudahlah ." Potong Frans ." Mungkin memang dia sudah berubah sekarang .
" Semoga ..." Pungkas Ine , melihat ke meja Arya dan melihat kedekatan mereka yang nampak seperti keluarga bahagia .
Setelah cukup lama disana ,pukul 21.00 mereka pulang .
Sasa juga mulai mengantuk dan sesampainya di rumah ia langsung pulas .
Arya menggendongnya dan membawanya ke kamar .
Selesai menidurkan Sasa , ia ke kamar .
Pintu kamar mandi terbuka dengan suara kran air menyala di wastafel .
Ia berjalan masuk dan mendapati Luna sedang mengusap mulutnya dengan air , tak lama ia kembali menundukkan wajahnya dan memuntahkan semua makanan yang tadi dimakannya .
Arya mendekat dan memijat lehernya .
Selesai ia kembali mengusapkan air di mulutnya dan mengelapnya dengan tissue .
" Udah ?" Tanya Arya .
Luna mengangguk , lalu berjalan keluar kamar mandi .
__ADS_1