
Luna menatapnya .
Laura memberi tanda untuk diam dengan menempelkan jari telunjuknya ke mulut .
Arya yang masih di depan tv sendirian , mengambil ponsel yang disebelahnya .
Telpon masuk .
Laura .
" Ya , kenapa ?"
" Yuda ...ini Luna tiba-tiba sakit , tapi aku nggak bisa antar pulang soalnya ada keperluan mendadak ."
Arya langsung berdiri mendengarnya .
" Memangnya kalian dimana ?"
" Di Panorama Cafe ...kalau kamu nggak bisa jemput nggak papa , biar aku pesenin taksi online aja ."
" Jangan ...kamu tunggu dulu disitu , jangan pulang dulu , 15 menit lagi aku sampai ."
" Oke deh ."
Arya berlari masuk kamar mengambil kunci mobil .
Di cafe ...
Laura terbahak setelah ponsel dimatikan .
" Laura ...kenapa pakai bohong segala sih ...?"
" Lun...kamu aja yang nggak dengar tadi , Yuda kelihatan panik banget ...15 menit lagi dia pasti sudah disini ."
" Iya , dia akan marah-marah ke kita pastinya ."
" Hmmm ...tenang aja dia nggak bakal bisa lama marah sama kamu .."
Luna meminum kopinya yang baru saja datang .
Sebentar lagi Arya akan datang dan pastinya marah besar karena sudah dibohongi .
" Luna ..." Panggil seseorang dari arah sampingnya .
Luna menoleh ." Kak Rafi ."
Rafi berjalan menghampiri .
" Nggak sama Arya ?" Tanya nya lagi .
Luna menggeleng ."Kakak sendirian aja ?"
" Iya , tadi habis ketemu klien di atas ."
" Oh ya Kak ...kenalin ini Laura , temannya Mas Arya juga ."
Rafi mengulurkan tangan , yang disambut hangat oleh Laura .
" Rafi ."
" Laura ."
" Boleh gabung nggak nih ...masih males pulang soalnya ."
__ADS_1
" Oh ya tentu aja ..." Jawab Luna , yang juga dibarengi anggukan dari Laura ." Sebentar lagi Mas Arya kesini kok ."
" Oh ya ..." Rafi menarik kursi di sampingnya ." Baguslah kalau gitu ..."
" Pasti Yuda datang langsung marah ..." Seru Laura .
Rafi menatapnya ." Yuda ?"
" Oh iya sorry aku lebih terbiasa panggil Yuda soalnya , kita udah berteman dari kecil ."
" Oh gitu .." Rafi nampak kaget mendengarnya ."Sama dong , aku juga kenal Luna dari kecil ." Lanjutnya .
" Oh ya .." Laura pun nampak terkejut . " Kok bisa sama gini ya .."
Rafi tertawa , lalu memanggil waiters dan memesan minuman .
" Oh iya ...tadi katanya Arya pasti marah kalau datang kesini , memangnya ada apa ?"
" Kita ngerjain dia tadi ..."
" Bukan aku ..." Sela Luna .
" Iya ...ini ide aku sendiri kok ." Balas Laura .
" Memangnya ngerjain apa ?" Tanya Rafi penasaran .
" Aku bilang kalau Luna lagi sakit , tapi nggak bisa antar pulang soalnya ada keperluan mendadak , mau aku pesenin taksi online aja gitu ..."
" Terus ...?" Tanya Rafi lagi .
" Ya jelas nggak boleh lah ...dia bilang ...jangan ditinggal pulang duluan , 15 menit lagi aku sampai ..gitu .."
Rafi terbahak mendengarnya .
" Laura ." Luna memelototinya , tapi tak dihiraukan .
" Oh ya ..?
Laura mengangguk ." Dulu pernah ya aku ajak Luna keluar ke cafe ...jam 9 malam nggak pulang , langsung disamperin kita ."
" Wow ...udah cinta mati kayaknya Arya sama kamu Lun .."
" Nggak gitu juga kak ..."
10 menit kemudian ...diluar sudah nampak mulai gerimis mengguyur .
Laura yang duduk menghadap pintu keluar nampak sedikit terkejut melihat yang baru saja masuk .
" Luna , Yuda sudah datang ." Bisiknya ." Kok cepet banget ya , kayaknya belum 15 menit deh ini ."
Luna mau menengok ke belakang , tapi Laura melarangnya .
Di depan... Arya melihat sekeliling mencari meja mereka dan melihat Laura melambaikan tangan nya .
Ia bergegas masuk dan begitu sampai di meja , langsung mendekat ke Luna .
" Kenapa heh ...?" Tanyanya cemas sambil kedua tangannya memegangi wajah Luna .
" Aku nggak papa ..." Jawab Luna , sambil melepas tangan Arya dari wajahnya karena malu juga dilihat orang disana .
Arya menatap Laura , yang langsung terbahak ...begitu juga dengan Rafi .
Ia terlihat kesal , mulai sadar kalau mereka sedang mengerjai nya .
__ADS_1
" Ya ampun Pak Arya ...segitunya kalau udah jatuh cinta ." Goda Rafi .
Tanpa menjawab , Arya berbalik dan berjalan keluar .
Luna berdiri ." Aku duluan ya ." Pamitnya , lalu berlari mengejar Arya .
Waiters datang mengantarkan pesanan Rafi tadi .
" Masih mau disini kan menemani aku ngopi ..?" Tanya Rafi .
Laura mengangguk .
Diluar ...hujannya lumayan deras juga . Mereka harus menerobos hujan karena Arya memarkirkan mobilnya diluar tadi .
" Mas aku minta maaf ..." Ucap Luna , tapi Arya mengacuhkannya .
Luna menatapnya sebentar , lalu memilih diam . Sebaiknya mungkin nanti ia bicara lagi , sekarang Arya pasti sedang kesal .
...Haciiihhhh!.....
Di dalam mobil , Luna mulai bersin-bersin . Sesekali ia menggosok hidungnya yang mulai gatal .
Arya cuma menatapnya sebentar , tanpa berkomentar .
Sampai masuk halaman rumah pun tak ada percakapan diantara mereka .
Begitu turun dari mobil , Arya berjalan duluan masuk rumah .
Karina yang sedang di ruang tamu heran melihatnya , karena Arya tak menyapanya dan langsung masuk .
Luna yang baru masuk , langsung menghampiri Karina .
" Kenapa dia ...ngambek ?"
Luna mengangguk ." Iya Ma , tadi Laura ..."
" Iya Mama tahu , Laura barusan nelpon nih ..."
" Iya Ma . "
" Ya udah ...biarin aja dulu kalau ngambek memang gitu , ntar juga baik sendiri ."
Luna mengangguk .
Karina menatapnya ." Rambut sama baju kamu basah itu ."
" Oh iya Ma , tadi disana hujannya agak deras soalnya ."
" Ya udah cepetan ganti baju sana nanti masuk angin ."
Luna mengangguk lalu masuk ke dalam .
Di kamar , Arya sedang di dalam kamar mandi .
Luna menaruh tas nya di sofa .
....Haciiiihhhh!....
Ia mengambil tissue di nakas dan mengusap hidungnya . Kepalanya mulai sedikit pusing sekarang . Mungkin efek kena air hujan tadi .
Ia berbalik dan berniat mengambil baju ganti di lemari .
Ternyata Arya sudah berdiri tak jauh dari tempatnya sekarang . Rupanya sudah keluar dari kamar mandi , tapi ia tak mendengarnya tadi .
__ADS_1
Hanya menatapnya sebentar , lalu berjalan keluar kamar .