KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 36


__ADS_3

" Udah jam makan siang , masih ngurusin kerjaan juga . "


Arya mendongak sambil meletakkan berkas yang sedang diperiksanya tadi diatas meja .


" Ma , tumben ke sini ?"


Karina berjalan masuk dengan membawa kotak makan di tangannya .


" Ya ...kebetulan Mama lagi masak banyak tadi , pasti kamu lupa makan kalau udah sibuk begini ."


Arya hanya tersenyum sambil menyandarkan punggungnya di sofa .


" Kemarin maag kamu kambuh kan ...makanya jangan sampai lupa makan sesibuk apapun ." Nasehatnya .


Arya menatapnya ." Mama tahu darimana ?"


" Luna yang bilang ..."


" Oh ..."


" Sepertinya pilihan kamu memang nggak salah .."


" Maksud Mama ?"


" Soal Luna .."


" Kenapa Luna ?"


" Ternyata Luna nggak cuma perhatian sama Sasa , tapi sama kamu juga ."


" Mama apaan sih ..." Ucapnya , sambil membuka kotak makan yang dibawa Mamanya , ternyata ada rendang ayam , favoritnya .


Ia segera mengambil sendok dan mulai makan .


" Oh ya , tadi Minah nelpon ."


Arya hanya menatapnya , dengan masih mengunyah makanannya .


" Katanya Jelita ke rumah ...antar 2 koper baju pesanan kamu ."


Arya mengangguk .


" Buat apa ambil baju sebanyak itu ?" Tanya Karina heran .


" Itu baju buat sehari-hari aja , jadi Luna nggak perlu bawa baju dari rumahnya , biar nggak ribet ." Jawabnya , masih sibuk dengan rendang buatan Mamanya yang memang selalu menggoda selera .


" Hmm...perhatian juga kamu ternyata ..." Godanya .


Arya merasa risih juga dengan jawaban Mamanya dan memilih diam .


" Tapi ...Mama merasa kalian berdua akan cocok , secara ...kalian punya masa lalu yang hampir serupa ."


Kali ini Arya merasa tertarik dengan ucapan Mamanya .


" Maksud Mama gimana ?"


" Memangnya Luna nggak pernah cerita soal mantan pacarnya ...?"


Arya menggeleng .


" Waktu ke Mall sama Mama , ada laki-laki yang menemui Luna ..."


" Terus ...?"


" Intinya dia seperti mau kembali ke Luna karena masih cinta katanya .."


" Di depan Mama dia ngomong gitu ?"


Karina mengangguk ." Mama kurang suka karena dia terlihat kasar sampai menarik-narik tangan Luna ."


Arya menatapnya .


" Ya ...akhirnya Mama bilang kalau Luna itu menantu Mama , baru dia diam ."

__ADS_1


Arya hanya diam . Jadi ada laki-laki lain di hidup Luna , yang sampai sekarang masih mengharapkannya .


" Setelah itu Luna bercerita kenapa mereka bisa sampai putus pada saat itu ."


" Kenapa ?" Tanya Arya penasaran .


" Karena Luna memergoki dia sedang selingkuh di kamar hotel ."


" Apaaaa ....?!" Sentaknya .


Karina mengangguk ." Mama juga kaget , ternyata Luna punya kisah cinta yang sama seperti kamu ..."


Arya mendesah pelan . Yah ..hanya berbeda status saja mungkin .


" Dan dia berselingkuh dengan istri orang ternyata ."


" Oh ya ..?"


" Kata Luna , wanita itu istri seorang pengusaha besar , tapi dia tidak terlalu tahu detailnya juga ..."


Arya menatap Mamanya , sedikit kaget .


" Memang laki-laki itu seperti apa ?"


Karina diam sebentar . " Mama nggak terlalu memperhatikan sih , tapi kayaknya seumuran kamu deh ...tapi Mama ingat namanya ."


" Siapa ?"


" Dimas ."


Nama itu lagi ...tapi apa mungkin orang yang sama , menurut informasi yang diberikan Mama ada kemungkinan iya .


Hal ini membuatnya penasaran . Apa sebaiknya ia menanyakannya ke Luna ...


Benar saja , cerita Mama soal laki-laki bernama Dimas berhasil mengganggu pikirannya . Apa memang dia Dimas yang sama , seperti selingkuhan Kinan itu .


Tapi apa pantas ia menanyakan soal ini ke Luna ...


Tapi daripada penasaran membuatnya hilang konsentrasi , lebih baik ia mencari tahu kebenarannya .


Mencari nomor Luna disana .


" Iya Mas ." Jawabnya .


" Kamu dimana ?"


" Di rumah ."


" Sibuk ?"


" Nggak sih , kenapa ?"


" Ya udah aku kesana sekarang ."


" Ada apa ?"


" Ada yang mau aku tanyakan ."


Tak lama , setelah sambungan terputus ...Arya bergegas berangkat .


1 jam kemudian ..


Mereka sudah duduk di salah satu cafe tak jauh dari rumah Luna .


Suasana cafe cukup rame . Mereka memilih duduk di meja paling belakang .


" Ada apa ?" Tanya Luna penasaran .


" Tadi Mama cerita sesuatu ..."


" Soal ...?"


" Mantan pacar kamu .

__ADS_1


" Mantan pacar ?" Tanya Luna balik .


Arya mengangguk .


Luna masih diam .


Tak lama 2 gelas orange juice pesanan mereka datang .


Baru saja Luna mau meminumnya , ketika sebuah suara memanggil namanya .


Ia mendongak dan terkejut siapa yang berdiri di depannya .


" Dimas ..." Serunya pelan .


Mendengar itu ,Arya terkejut lalu melihat ke arah laki-laki yang berdiri di sampingnya .


Saat tatapan mereka bertemu ,tampak keterkejutan juga di wajah Dimas , melihat laki-laki yang ada di depannya sekarang .


" Kamu ..!" Sentak Arya , wajahnya berubah menjadi sangat emosi .


Luna bingung melihatnya , ternyata mereka berdua saling kenal dan sepertinya hubungan keduanya tidak baik .


Tetapi berbeda dengan Dimas , tadi wajahnya terlihat tegang saat pertama bertemu Arya , tapi sekarang ia bersikap biasa ,seperti tidak terjadi apa-apa .


" Luna , kamu ada hubungan apa sama dia ?" Tanya Dimas , terlihat tenang .


Luna hanya diam .


Arya berdiri ." Mau apa kamu ?!" Sentaknya lagi .


Kali ini membuat Luna sedikit takut , ia pun berdiri .


" Saya tidak bicara dengan anda ...Pak Arya Perwira ." Seru Dimas .


" Dimas sebaiknya kamu pergi dari sini ." Sambung Luna .


Dimas beralih menatapnya . " Luna please ...jangan bersikap seperti ini ." Tangannya langsung memegang erat tangan Luna .


Luna terperanjat dan berusaha menarik tangannya ,tapi gagal .


Dimas memegangnya lebih kuat .


" Dimas , lepas ."


Arya menatapnya marah .Ia memegang tangan Dimas dan menariknya , membuat tangan Luna terlepas .


" Jangan ikut campur !" Kali ini Dimas menatapnya marah .


Jelas saja membuat Arya semakin emosi dan ...


Brakkk !!!!


Pukulan mendarat di pipi Dimas dan membuatnya terjatuh ke lantai .


Beberapa pengunjung cafe mulai menatap ke meja mereka , tapi hanya melihatnya saja , tanpa berniat mendekat .


Begitu juga waiters cafe hanya menatap cemas .


" Saya cuma mau Luna , jangan ikut campur ...!" Lagi-lagi Dimas berteriak , tanpa memperdulikan darah segar mengalir di sudut bibirnya .


" Mas udah ." Luna mencoba meredam emosi Arya dengan memegangi lengannya .


" Oh apa dia suami kamu ?" Tanya Dimas lagi , mengarah ke Luna .


Tak ada jawaban .


Arya mengepalkan tangannya menahan emosi .


Dimas mencibir , membuat Arya semakin geram .


" Kita pergi sekarang ." Ajak Luna , sambil menarik tangan Arya .


" Hey Pak Arya ..."

__ADS_1


Arya berhenti sebentar .


" Saya akan mengambil Luna dari tangan anda ...tunggu saja ."


__ADS_2