
" Udah jam makan siang , masih ngurusin kerjaan juga . "
Arya mendongak sambil meletakkan berkas yang sedang diperiksanya tadi diatas meja .
" Ma , tumben ke sini ?"
Karina berjalan masuk dengan membawa kotak makan di tangannya .
" Ya ...kebetulan Mama lagi masak banyak tadi , pasti kamu lupa makan kalau udah sibuk begini ."
Arya hanya tersenyum sambil menyandarkan punggungnya di sofa .
" Kemarin maag kamu kambuh kan ...makanya jangan sampai lupa makan sesibuk apapun ." Nasehatnya .
Arya menatapnya ." Mama tahu darimana ?"
" Luna yang bilang ..."
" Oh ..."
" Sepertinya pilihan kamu memang nggak salah .."
" Maksud Mama ?"
" Soal Luna .."
" Kenapa Luna ?"
" Ternyata Luna nggak cuma perhatian sama Sasa , tapi sama kamu juga ."
" Mama apaan sih ..." Ucapnya , sambil membuka kotak makan yang dibawa Mamanya , ternyata ada rendang ayam , favoritnya .
Ia segera mengambil sendok dan mulai makan .
" Oh ya , tadi Minah nelpon ."
Arya hanya menatapnya , dengan masih mengunyah makanannya .
" Katanya Jelita ke rumah ...antar 2 koper baju pesanan kamu ."
Arya mengangguk .
" Buat apa ambil baju sebanyak itu ?" Tanya Karina heran .
" Itu baju buat sehari-hari aja , jadi Luna nggak perlu bawa baju dari rumahnya , biar nggak ribet ." Jawabnya , masih sibuk dengan rendang buatan Mamanya yang memang selalu menggoda selera .
" Hmm...perhatian juga kamu ternyata ..." Godanya .
Arya merasa risih juga dengan jawaban Mamanya dan memilih diam .
" Tapi ...Mama merasa kalian berdua akan cocok , secara ...kalian punya masa lalu yang hampir serupa ."
Kali ini Arya merasa tertarik dengan ucapan Mamanya .
" Maksud Mama gimana ?"
" Memangnya Luna nggak pernah cerita soal mantan pacarnya ...?"
Arya menggeleng .
" Waktu ke Mall sama Mama , ada laki-laki yang menemui Luna ..."
" Terus ...?"
" Intinya dia seperti mau kembali ke Luna karena masih cinta katanya .."
" Di depan Mama dia ngomong gitu ?"
Karina mengangguk ." Mama kurang suka karena dia terlihat kasar sampai menarik-narik tangan Luna ."
Arya menatapnya .
" Ya ...akhirnya Mama bilang kalau Luna itu menantu Mama , baru dia diam ."
__ADS_1
Arya hanya diam . Jadi ada laki-laki lain di hidup Luna , yang sampai sekarang masih mengharapkannya .
" Setelah itu Luna bercerita kenapa mereka bisa sampai putus pada saat itu ."
" Kenapa ?" Tanya Arya penasaran .
" Karena Luna memergoki dia sedang selingkuh di kamar hotel ."
" Apaaaa ....?!" Sentaknya .
Karina mengangguk ." Mama juga kaget , ternyata Luna punya kisah cinta yang sama seperti kamu ..."
Arya mendesah pelan . Yah ..hanya berbeda status saja mungkin .
" Dan dia berselingkuh dengan istri orang ternyata ."
" Oh ya ..?"
" Kata Luna , wanita itu istri seorang pengusaha besar , tapi dia tidak terlalu tahu detailnya juga ..."
Arya menatap Mamanya , sedikit kaget .
" Memang laki-laki itu seperti apa ?"
Karina diam sebentar . " Mama nggak terlalu memperhatikan sih , tapi kayaknya seumuran kamu deh ...tapi Mama ingat namanya ."
" Siapa ?"
" Dimas ."
Nama itu lagi ...tapi apa mungkin orang yang sama , menurut informasi yang diberikan Mama ada kemungkinan iya .
Hal ini membuatnya penasaran . Apa sebaiknya ia menanyakannya ke Luna ...
Benar saja , cerita Mama soal laki-laki bernama Dimas berhasil mengganggu pikirannya . Apa memang dia Dimas yang sama , seperti selingkuhan Kinan itu .
Tapi apa pantas ia menanyakan soal ini ke Luna ...
Tapi daripada penasaran membuatnya hilang konsentrasi , lebih baik ia mencari tahu kebenarannya .
Mencari nomor Luna disana .
" Iya Mas ." Jawabnya .
" Kamu dimana ?"
" Di rumah ."
" Sibuk ?"
" Nggak sih , kenapa ?"
" Ya udah aku kesana sekarang ."
" Ada apa ?"
" Ada yang mau aku tanyakan ."
Tak lama , setelah sambungan terputus ...Arya bergegas berangkat .
1 jam kemudian ..
Mereka sudah duduk di salah satu cafe tak jauh dari rumah Luna .
Suasana cafe cukup rame . Mereka memilih duduk di meja paling belakang .
" Ada apa ?" Tanya Luna penasaran .
" Tadi Mama cerita sesuatu ..."
" Soal ...?"
" Mantan pacar kamu .
__ADS_1
" Mantan pacar ?" Tanya Luna balik .
Arya mengangguk .
Luna masih diam .
Tak lama 2 gelas orange juice pesanan mereka datang .
Baru saja Luna mau meminumnya , ketika sebuah suara memanggil namanya .
Ia mendongak dan terkejut siapa yang berdiri di depannya .
" Dimas ..." Serunya pelan .
Mendengar itu ,Arya terkejut lalu melihat ke arah laki-laki yang berdiri di sampingnya .
Saat tatapan mereka bertemu ,tampak keterkejutan juga di wajah Dimas , melihat laki-laki yang ada di depannya sekarang .
" Kamu ..!" Sentak Arya , wajahnya berubah menjadi sangat emosi .
Luna bingung melihatnya , ternyata mereka berdua saling kenal dan sepertinya hubungan keduanya tidak baik .
Tetapi berbeda dengan Dimas , tadi wajahnya terlihat tegang saat pertama bertemu Arya , tapi sekarang ia bersikap biasa ,seperti tidak terjadi apa-apa .
" Luna , kamu ada hubungan apa sama dia ?" Tanya Dimas , terlihat tenang .
Luna hanya diam .
Arya berdiri ." Mau apa kamu ?!" Sentaknya lagi .
Kali ini membuat Luna sedikit takut , ia pun berdiri .
" Saya tidak bicara dengan anda ...Pak Arya Perwira ." Seru Dimas .
" Dimas sebaiknya kamu pergi dari sini ." Sambung Luna .
Dimas beralih menatapnya . " Luna please ...jangan bersikap seperti ini ." Tangannya langsung memegang erat tangan Luna .
Luna terperanjat dan berusaha menarik tangannya ,tapi gagal .
Dimas memegangnya lebih kuat .
" Dimas , lepas ."
Arya menatapnya marah .Ia memegang tangan Dimas dan menariknya , membuat tangan Luna terlepas .
" Jangan ikut campur !" Kali ini Dimas menatapnya marah .
Jelas saja membuat Arya semakin emosi dan ...
Brakkk !!!!
Pukulan mendarat di pipi Dimas dan membuatnya terjatuh ke lantai .
Beberapa pengunjung cafe mulai menatap ke meja mereka , tapi hanya melihatnya saja , tanpa berniat mendekat .
Begitu juga waiters cafe hanya menatap cemas .
" Saya cuma mau Luna , jangan ikut campur ...!" Lagi-lagi Dimas berteriak , tanpa memperdulikan darah segar mengalir di sudut bibirnya .
" Mas udah ." Luna mencoba meredam emosi Arya dengan memegangi lengannya .
" Oh apa dia suami kamu ?" Tanya Dimas lagi , mengarah ke Luna .
Tak ada jawaban .
Arya mengepalkan tangannya menahan emosi .
Dimas mencibir , membuat Arya semakin geram .
" Kita pergi sekarang ." Ajak Luna , sambil menarik tangan Arya .
" Hey Pak Arya ..."
__ADS_1
Arya berhenti sebentar .
" Saya akan mengambil Luna dari tangan anda ...tunggu saja ."