KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 84


__ADS_3

" Oh ya ?" Hanya itu yang keluar dari mulut Luna .


" Kamu nggak tanya mau apa ?"


Luna mengernyitkan alisnya . " Memangnya mau apa ?"


Arya menarik nafas panjang . " Dia membawakan makan siang ..."


" Cuma itu ...?"


Arya menatapnya ." Ya aku akan cerita dari awal ..." Ucapnya ." Siang tadi dia tiba-tiba muncul dengan pakaian yang cukup sexy dan make up yang cukup menor menurutku .."


Luna melotot dan selanjutnya ia bisa pastikan pasti ada sesuatu yang lebih dari hanya sekedar memberikan makan siang . Ia menghela nafas pelan , bagaimanapun ia harus bisa tetap bersikap tenang .


" Memangnya mau kemana dia berpenampilan seperti itu ?"


" Dia minta aku menemaninya ke kondangan ..."


Luna diam mendengarnya .


" Terus kamu mau ?" Tanya Luna akhirnya .


Arya menggeleng .


" Dia terima gitu aja ?"


" Tentu saja nggak ,dia masih coba merayu agar aku memenuhi keinginannya ."


" Kinan merayu kamu ?" Tanya Luna sambil mendekatkan wajahnya .


Arya balas menatapnya ." Jangan berpikir yang nggak-nggak , aku nggak dekat apalagi sampai bersentuhan sama dia ."


" Oh ya ..?"


" Ya ..." Arya mengusap wajahnya ." Dia juga mengaku kalau masih ada cinta dan mau berubah menjadi lebih baik lagi kalau kita bisa memulai semua dari awal seperti dulu , udah benar-benar gila dia ."


Luna diam , bagaimanapun ia juga merasakan sakit hati saat Arya bilang kalau Kinan masih mencintainya dan berharap bisa kembali .Mereka pernah saling mencintai dan bukan nggak mungkin kalau perasaan itu kembali muncul .


Melihatnya diam , Arya menatapnya lekat .


" Aku nggak ngapa-ngapain sama dia ." Ucapnya meyakinkan .


Luna masih diam .


" Ya udah besok pagi ikut ke kantor aja ."


" Mau ngapain ?" Tanya Luna .


" Cek cctv ."


Luna menatapnya bingung .


" Biar tahu aku ngapain aja sama Kinan disana ."

__ADS_1


" Nggak usah ..." Tolak Luna .


" Kenapa ?"


" Nggak papa ."


" Tapi kamu percaya ?"


" Iya ." Jawab Luna pendek .


" Beneran ?"


" Iya ."


" Kenapa mukanya masih kusut gitu ?" Tanya Arya lagi .


Luna menatapnya ." Nggak ." Lalu ia memamerkan senyuman di bibirnya .


Arya menopang dagu dengan tangan , sambil menatapnya .


" Yakin ?" Tanyanya lagi .


" Iya ."


" Kenapa sih ?" Tanya Luna , merasa risih karena Arya menatapnya dalam jarak yang sangat dekat .


" Percaya nggak ?"


" Iya ."


" Beneran ?"


Arya mendekat dan menyentuh bibirnya .


" Nggak mau ." Luna mendorong wajahnya menjauh ." Aku mau nidurin Sasa ."


Arya malah mendorong tubuhnya dan terjatuh di tempat tidur .


Langsung saja bibirnya menjelajahi seluruh wajah Luna .


Sesaat ketika bibir mereka saling bertemu , Luna mengangkat sedikit wajahnya dan menatap ke arah pintu .


" Kinan ...kamu disini ?" Ucapnya .


Mendengar itu , Arya langsung duduk dan membalikkan badan , melihat ke arah pintu yang ternyata tak ada siapa-siapa .


Luna terbahak melihatnya panik , ia bergegas bangun dan berjalan keluar sebelum Arya bisa mencegahnya .


Arya menatapnya kesal .


Luna ke kamar Sasa , ia tengah bermain dengan bonekanya di atas sofa .


" Sa , sikat gigi dulu yuk ..."

__ADS_1


Sasa menatapnya , menaruh boneka di sofa lalu menghampirinya dan berjalan ke kamar mandi .


Setelah mengganti baju , ia mengajak Sasa naik ke tempat tidur .


" Ma , besok aku sekolah ya ?" Tanyanya .


Luna mengangguk ." Udah cepat tidur , biar nggak telat bangunnya ."


Tak sampai sepuluh menit , Sasa sudah terlelap .


Luna masih duduk disebelahnya . Masih saja soal Kinan tadi tak bisa lepas dari pikirannya .Sekarang ...Kinan sudah memperjelas tujuannya , bukan hanya ingin dekat dengan Sasa ,tapi ia juga mau semuanya kembali , keluarga yang pernah ditinggalkannya dan kini ingin dimilikinya lagi .


Kinan mungkin pernah berbuat kesalahan besar yang telah menghancurkan rumah tangganya saat itu dan ia pasti sudah menyesali semua .


Cinta yang pernah dirasakan Arya dulu pun bisa kembali muncul , kala melihatnya sudah menjadi lebih baik sekarang .Saat itu nanti terjadi , apa bisa ia mencegahnya ...


Mereka lebih punya kenangan bersama dibandingkan dirinya .


Hubungan pernikahan mereka dulu pun di dasari rasa saling cinta . Sementara pernikahannya sekarang , hanya berupa perjanjian sebuah kontrak ,yang akan segera berakhir dan mungkin tak meninggalkan kenangan tersendiri bagi Arya kalau memang jauh di lubuk hatinya masih tersimpan nama Kinan disana .


Rasanya ...ia harus menyiapkan semuanya dari awal , suatu saat bisa saja itu terjadi dan akan membuatnya sangat terpuruk nantinya .


" Mikirin apa Sis ?"


Luna menoleh saat Arya berbisik di telinganya .


" Ngapain disini ?" Tanya Luna balik .


Tanpa menjawab , Arya tiba-tiba mengangkat tubuhnya .


" Turunin ..."


Arya berjalan keluar sambil menggendongnya .


Sesampainya di kamar , langsung merebahkan tubuhnya di kasur .


" Masih marah ?" Tanyanya , sambil merebahkan badan disampingnya .


Luna menggeleng .


Arya mengusap rambutnya ." Ya udah besok ikut ke kantor ."


" Nggak mau ."


" Harus mau ."


Luna manyun .


Arya membalikkan badan dan mematikan lampu dengan tangan kirinya .


Setelah itu , ia mendekap erat tubuh istrinya .


Ia tahu hal ini akan membuatnya Ketidaknyamanan di hatinya , tapi ia berusaha untuk tetap terbuka apapun yang terjadi , meski itu akan terasa sedikit menyakitkan .

__ADS_1


Tak berapa lama ,saat dilihatnya Luna terlelap , ia mengecup keningnya pelan . Semua akan baik-baik saja , ia hanya ingin memastikan itu .


__ADS_2