
" Aku memang lihat konferensi pers kamu waktu itu , cuma nggak terlalu detail memperhatikan wajahnya ." Rafi yang masih nampak tak percaya dengan sosok yang menjadi istri dari temannya itu , terus bertanya ." Memangnya kalian udah lama berhubungan ?"
Arya menggeleng ." Kita cuma kenal sebulan , trus nikah ."
" Whattt ?!!!!" Rafi membelalakkan mata ." Serius ..?"
" Iya ...emang kenyataannya gitu ..."
" Tapi ya baguslah , setidaknya aku kenal sama kalian berdua...jadi aku yakin kalian bisa jadi pasangan yang cocok , Luna itu sangat baik dan tulus orangnya ..."
Arya menatap sosok di depannya . " Kayaknya kalian sangat dekat ."
Rafi mengangguk ." Yah ...kita udah kayak kakak adik , beda usia kita kan cuma 2 tahunan ." Diam sebentar , lalu melanjutkan . " Cuma sayang dulu pernah cinta sama orang yang salah ..."
Ucapan Rafi kali ini cukup menarik perhatiannya . " Maksud kamu ?"
Rafi cuma diam , mungkin merasa tak enak dengan pembahasan tadi .
" Soal Dimas .." Tebak Arya .
Rafi menatapnya kaget ." Kamu kenal ?"
Arya mengangguk .
" Aku merasa bersalah juga waktu itu ..." Sesal Rafi .
" Kenapa ?"
" Dulu waktu kuliah aku bersahabat dekat dengan Dimas dan ikut andil juga dengan hubungan mereka , tapi ternyata ...ya begitulah .."
" Sekarang Dimas sudah di penjara ."
" Serius ?" Rafi tersentak ." Tapi kenapa ?"
" Beberapa waktu lalu , Dimas tiba-tiba muncul dan coba ganggu Luna lagi ."
Rafi masih serius menatapnya , menunggu penjelasan .
" Sempat membawa Luna ke hotel dan memberikan obat tidur di minumannya ."
" Terus ...tapi nggak sampai terjadi apa-apa kan sama Luna ?" Tanyanya cemas .
Arya menggeleng ." Untung aku cepat sampai dan dia belum sempat menyentuh Luna ..."
" Syukurlah ..." Ucapnya lega , lalu kembali menatap Arya ." Tapi ...kamu yakin bisa membuka hati lagi setelah apa yang terjadi dengan pernikahan kamu dulu ?" Tanyanya serius .
" Ya , aku juga belum tahu kalau itu ...yang jelas Sasa sangat menyukai Luna ."
Rafi mengangguk . " Ya wajarlah kalau itu ...Luna sangat menyukai anak-anak dari dulu ."
__ADS_1
" Yah itu salah satu alasan utama aku memilihnya ..."
" Yakin ...cuma itu ?" Selidik Rafi .
Lagi-lagi Arya hanya mengangguk .
" Tapi aku yakin ...akan mudah buat kamu jatuh cinta dengan seorang Luna ..." Ucap Rafi lagi .
" Oh ya ...?"
" Yappp...semakin kamu mengenal kepribadiannya , aku bisa pastikan kamu akan tergila-gila padanya ."
Arya terbahak mendengarnya ." Jangan-jangan dulu kamu yang begitu ..." Tebaknya .
" Ya memang .."
Arya terkejut mendengarnya .
" Tapi ternyata lebih baik kita bersahabat saja ...itu lebih baik bukan ..?"
" Ya ...ya ...ya ."
" Hey ...harusnya kamu bersyukur dengan keputusan aku ini .."
" Kenapa ?" Tanya Arya heran .
Lalu kedua nya terbahak dan berbarengan dengan pesanan pizza mereka yang sudah tersaji di meja .
Pukul 22.00 ia baru sampai rumah .
Setelah selesai meeting masih harus menyelesaikan sedikit pekerjaan di kantor .
Begitu sampai rumah ternyata Sasa pun sudah terlelap , mungkin kecapekan setelah tadi bermain di panti .
Selesai makan , ia masih memeriksa beberapa berkas di ruang kerja .
Lima belas menit kemudian , setelah selesai , ia langsung ke kamar .
Luna nampak duduk di tempat tidur , sambil sibuk dengan ponselnya .
" Sasa tadi nggak rewel disana ?"
Luna menoleh ." Nggak ...malahan waktu diajak pulang dia nggak mau , banyak teman seusianya juga soalnya disana ."
Arya lalu naik ke tempat tidur ." Tadi Rafi banyak cerita juga soal kalian dulu ."
Luna menaruh ponselnya di nakas , merasa tertarik dengan ucapan Arya . " Cerita soal apa ?"
" Yah ...kalian dulu sangat dekat , Rafi juga banyak kasih pujian buat kamu ."
__ADS_1
" Oh ya ...?"
Arya mengangguk .
" Bahkan pernah bilang suka sama kamu juga ..."
Luna malah tertawa mendengarnya ." Kak Rafi memang gitu , suka ngegombal ...ceweknya banyak dulu waktu kuliah , cantik-cantik lagi ."
Arya menatapnya ." Memangnya kamu nggak pernah suka sama dia ?"
" Nggaklah ..."
" Kenapa ?"
" Kan aku udah bilang , ceweknya itu cantik-cantik ..."
" Kenapa harus minder duluan ...versi cantik bagi laki-laki itu bisa berbeda , sesuai selera masing-masing ."
" Emang makanan pakai selera segala ."
Arya terbahak .
" Memang nggak ada yang bilang kamu cantik ?"
" Nggak ada ." Jawabnya polos , membuat Arya makin tergelak .
Luna meringis kesal .
" Tapi ada satu orang yang selalu bilang aku paling cantik , meski aku jarang mandi juga ..."
" Siapa ?" Tanya Arya penasaran .
" Mama ..."
Arya menutup mulutnya dengan telapak tangan , tapi dengan melihatnya Luna tahu ia sedang menahan tawanya .
" Lucu ya ?"
Arya menggeleng .
Luna melengos .
" Ya udah aku aja yang bilang cantik , gimana ?"
Luna menatapnya sebentar ." Nggak mau...itu bohong .." Ucapnya lalu bangun dan turun dari tempat tidur .
" Kemana ?" Tanya Arya .
Luna tak menjawab , lalu keluar kamar .
__ADS_1