KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 52


__ADS_3

" Aku memang lihat konferensi pers kamu waktu itu , cuma nggak terlalu detail memperhatikan wajahnya ." Rafi yang masih nampak tak percaya dengan sosok yang menjadi istri dari temannya itu , terus bertanya ." Memangnya kalian udah lama berhubungan ?"


Arya menggeleng ." Kita cuma kenal sebulan , trus nikah ."


" Whattt ?!!!!" Rafi membelalakkan mata ." Serius ..?"


" Iya ...emang kenyataannya gitu ..."


" Tapi ya baguslah , setidaknya aku kenal sama kalian berdua...jadi aku yakin kalian bisa jadi pasangan yang cocok , Luna itu sangat baik dan tulus orangnya ..."


Arya menatap sosok di depannya . " Kayaknya kalian sangat dekat ."


Rafi mengangguk ." Yah ...kita udah kayak kakak adik , beda usia kita kan cuma 2 tahunan ." Diam sebentar , lalu melanjutkan . " Cuma sayang dulu pernah cinta sama orang yang salah ..."


Ucapan Rafi kali ini cukup menarik perhatiannya . " Maksud kamu ?"


Rafi cuma diam , mungkin merasa tak enak dengan pembahasan tadi .


" Soal Dimas .." Tebak Arya .


Rafi menatapnya kaget ." Kamu kenal ?"


Arya mengangguk .


" Aku merasa bersalah juga waktu itu ..." Sesal Rafi .


" Kenapa ?"


" Dulu waktu kuliah aku bersahabat dekat dengan Dimas dan ikut andil juga dengan hubungan mereka , tapi ternyata ...ya begitulah .."


" Sekarang Dimas sudah di penjara ."


" Serius ?" Rafi tersentak ." Tapi kenapa ?"


" Beberapa waktu lalu , Dimas tiba-tiba muncul dan coba ganggu Luna lagi ."


Rafi masih serius menatapnya , menunggu penjelasan .


" Sempat membawa Luna ke hotel dan memberikan obat tidur di minumannya ."


" Terus ...tapi nggak sampai terjadi apa-apa kan sama Luna ?" Tanyanya cemas .


Arya menggeleng ." Untung aku cepat sampai dan dia belum sempat menyentuh Luna ..."


" Syukurlah ..." Ucapnya lega , lalu kembali menatap Arya ." Tapi ...kamu yakin bisa membuka hati lagi setelah apa yang terjadi dengan pernikahan kamu dulu ?" Tanyanya serius .


" Ya , aku juga belum tahu kalau itu ...yang jelas Sasa sangat menyukai Luna ."


Rafi mengangguk . " Ya wajarlah kalau itu ...Luna sangat menyukai anak-anak dari dulu ."

__ADS_1


" Yah itu salah satu alasan utama aku memilihnya ..."


" Yakin ...cuma itu ?" Selidik Rafi .


Lagi-lagi Arya hanya mengangguk .


" Tapi aku yakin ...akan mudah buat kamu jatuh cinta dengan seorang Luna ..." Ucap Rafi lagi .


" Oh ya ...?"


" Yappp...semakin kamu mengenal kepribadiannya , aku bisa pastikan kamu akan tergila-gila padanya ."


Arya terbahak mendengarnya ." Jangan-jangan dulu kamu yang begitu ..." Tebaknya .


" Ya memang .."


Arya terkejut mendengarnya .


" Tapi ternyata lebih baik kita bersahabat saja ...itu lebih baik bukan ..?"


" Ya ...ya ...ya ."


" Hey ...harusnya kamu bersyukur dengan keputusan aku ini .."


" Kenapa ?" Tanya Arya heran .


Lalu kedua nya terbahak dan berbarengan dengan pesanan pizza mereka yang sudah tersaji di meja .


Pukul 22.00 ia baru sampai rumah .


Setelah selesai meeting masih harus menyelesaikan sedikit pekerjaan di kantor .


Begitu sampai rumah ternyata Sasa pun sudah terlelap , mungkin kecapekan setelah tadi bermain di panti .


Selesai makan , ia masih memeriksa beberapa berkas di ruang kerja .


Lima belas menit kemudian , setelah selesai , ia langsung ke kamar .


Luna nampak duduk di tempat tidur , sambil sibuk dengan ponselnya .


" Sasa tadi nggak rewel disana ?"


Luna menoleh ." Nggak ...malahan waktu diajak pulang dia nggak mau , banyak teman seusianya juga soalnya disana ."


Arya lalu naik ke tempat tidur ." Tadi Rafi banyak cerita juga soal kalian dulu ."


Luna menaruh ponselnya di nakas , merasa tertarik dengan ucapan Arya . " Cerita soal apa ?"


" Yah ...kalian dulu sangat dekat , Rafi juga banyak kasih pujian buat kamu ."

__ADS_1


" Oh ya ...?"


Arya mengangguk .


" Bahkan pernah bilang suka sama kamu juga ..."


Luna malah tertawa mendengarnya ." Kak Rafi memang gitu , suka ngegombal ...ceweknya banyak dulu waktu kuliah , cantik-cantik lagi ."


Arya menatapnya ." Memangnya kamu nggak pernah suka sama dia ?"


" Nggaklah ..."


" Kenapa ?"


" Kan aku udah bilang , ceweknya itu cantik-cantik ..."


" Kenapa harus minder duluan ...versi cantik bagi laki-laki itu bisa berbeda , sesuai selera masing-masing ."


" Emang makanan pakai selera segala ."


Arya terbahak .


" Memang nggak ada yang bilang kamu cantik ?"


" Nggak ada ." Jawabnya polos , membuat Arya makin tergelak .


Luna meringis kesal .


" Tapi ada satu orang yang selalu bilang aku paling cantik , meski aku jarang mandi juga ..."


" Siapa ?" Tanya Arya penasaran .


" Mama ..."


Arya menutup mulutnya dengan telapak tangan , tapi dengan melihatnya Luna tahu ia sedang menahan tawanya .


" Lucu ya ?"


Arya menggeleng .


Luna melengos .


" Ya udah aku aja yang bilang cantik , gimana ?"


Luna menatapnya sebentar ." Nggak mau...itu bohong .." Ucapnya lalu bangun dan turun dari tempat tidur .


" Kemana ?" Tanya Arya .


Luna tak menjawab , lalu keluar kamar .

__ADS_1


__ADS_2