KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 35


__ADS_3

Queen Cafe ...


Arya sampai disana hampir jam 22.00 , karena lokasi cafe ini cukup jauh dari rumahnya .Ditambah lagi tadi jalanan lumayan macet juga .


Sampai di parkiran , ia mengamati mobil yang berjejer disana dan benar saja ...ia mendapati mobil Laura masih terparkir .


Ia menghela nafas pelan , dugaannya benar ternyata .


Sesampainya di dalam , mengamati meja yang sudah penuh pengunjung , sudut sampai sudut ..tak menemukan laura disini .


Berarti mereka di lantai atas karena cafe ini hanya ada 2 lantai .


Ia bergegas naik ke lantai 2 , lewat tangga yang ada di pojok ruangan .


Di lantai 2 tak begitu penuh ternyata .


Lagi-lagi ia mengamati dari satu sudut sebelah kanan dan benar saja ...Laura dan Luna ada di meja paling pojok .


Ia berjalan mendekat , terlihat disana ...Laura yang sedang bercerita dan Luna hanya mendengarkan .


" Ini jam berapa ?" Ucapnya tiba-tiba , yang cukup membuat mereka berdua terkejut dan langsung menoleh .


" Yuda..." Sentak Laura kaget .


Arya masih berdiri diantara mereka .


" Katanya tadi cuma sampai jam 9 ?" Tanyanya lagi .


Laura menatapnya heran . " Iya , kelewat dikit ya ." Sanggahnya .


" Ini udah jam 10 ." Seru Arya sambil menunjukkan jam di tangannya .


" Iya maaf , ya ampun ...kamu kayak bapak-bapak aja khawatirnya , Luna aja nggak masalah kok ."


" Jadi ...udah selesai kan sekarang ?"


" Iya ." Jawab Laura pendek ." Ayo Lun ...ada yang marah-marah ntar ." Bisiknya .


Arya melotot .


Tak lama mereka bertiga turun , sesampai di parkiran , ternyata mobil mereka bersebelahan .


" Lagian kamu ngapain ke sini segala , jauh juga ..kenapa nggak nelpon aja .." Cerocos Laura , sambil mencari kunci mobil di tasnya .


" Emang kalau ditelpon pasti langsung pulang ..?"


" Ya nggak sih ..." Laura terbahak .

__ADS_1


Luna hanya menatap mereka bergantian , melihat Laura yang sekarang ceria ...padahal beberapa saat lalu ia menumpahkan semua kesedihan dan soal perasaannya .


Mungkin ini caranya untuk menutupi semua , bahkan Arya sendiri sampai tak menyadari kalau sahabatnya itu punya perasaan lebih padanya .


" Udah kamu pulang sana ..." Usir Laura . " Luna biar sama aku , kan kita searah pulangnya ."


" Nggak usah biar sama aku aja ." Tolak Arya .


Laura menatapnya ." Kenapa ?"


" Nggak papa ."


" Posesif amat ." Ejeknya , lalu berpamitan pada Luna dan ia masuk ke mobil lebih dulu .


Setelah Laura keluar dari parkiran .Mereka lalu naik ke mobil .


" Mas aku minta maaf ,jadi merepotkan malam-malam ." Ucap Luna , sementara Arya hanya menatapnya sebentar , tanpa menjawab .


Setelah itu beberapa menit mereka hanya diam .


Luna lebih sering menatap ke luar jendela , karena saat hanya berdua seperti ini membuatnya sedikit tak enak .


" Tadi kalian bicara apa ?" Tanya Arya tiba-tiba .


Luna menoleh .


" Kamu nggak cerita kan soal perjanjian itu ?" Tanyanya lagi ,sedikit khawatir . Kalau sampai Laura tahu ...pasti akan langsung cerita ke Mamanya .


" Nggak ."


Mobil berbelok ke kiri , mereka melewati jalan pintas untuk sampai lebih cepat ke rumah Luna . Memang jalannya agak sempit dan cukup sepi disini .


Tapi kalau lewat jalan utama akan memakan waktu lebih lama ,apalagi ini sudah cukup malam .


Sesampainya di depan sebuah ruko , Arya menepikan mobilnya dan berhenti disana .


Luna yang tadi menatap keluar jendela , nampak heran ketika mobil tiba-tiba berhenti .


Keterkejutannya berubah menjadi kepanikan , ketika dilihatnya Arya menundukkan kepalanya di kemudi , dengan tangan menekan perutnya .


" Mas kenapa ?" Tanyanya khawatir .


Ia memegangi lengannya dan mendekat , nampak Arya meringis kesakitan dengan masih meremas perutnya .


Luna coba menarik badannya dan menyandarkan di jok .


Arya menatapnya , lalu menggeleng lemah .

__ADS_1


Setelah punggungnya bersandar di jok , ia mengambil air putih yang ada disampingnya dan meminumnya sedikit .


" Kenapa ?" Tanya Luna lagi .


Arya menyilangkan kedua tangan di perut dan sedikit menekannya .


" Nggak papa , mungkin maag nya sedikit kambuh ...tadi telat makan soalnya ." Jawab Arya , sambil menggigit bibir bawahnya , menahan sakit .


Luna menatap keluar jendela , disini juga udah sepi , hanya ada 2 mobil yang parkir di depan .


Ketika tukang parkir mendekat ke mobil , Luna membuka pintu .


" Pak ,maaf disini apotik dimana ya ?" Tanyanya .


" Agak jauh mbak , itu ada gang masuk kiri jalan ...tapi mobil nggak bisa masuk mbak ."


" Dari gang masih jauh ?"Tanya Luna lagi .


" Lumayan sih mbak , gang itu lurus mentok , ada apotik kecil kanan jalan , bukanya sampai jam 11 an kayaknya ."


" Oh baik , makasih Pak ya ."


Luna mengambil dompet di tasnya dan hendak keluar , tapi berhenti saat Arya memegangi tangannya .


" Kemana ?"


" Aku beliin obat dulu sebentar ."


" Nggak usah ...bentar lagi juga sembuh sendiri ."


Luna tak menggubrisnya dan bersikeras tetap keluar , tapi Arya makin kuat mencengkeram lengannya .


" Tapi kan ..."


" Nggak usah ..." Potong Arya cepat ." Tutup pintunya ." Perintahnya .


Luna hanya diam .


Arya mendekat dan memegang jok sampingnya dengan tangan kiri , sementara tangan kanannya melewati tubuh Luna dan menarik pintu mobil , menutupnya .


Sebelum kembali ke posisi duduknya yang tadi , ia menoleh sedikit dan tentu saja ...langsung berhadapan dengan wajah Luna , yang hanya berjarak beberapa senti saja .


Tampak keterkejutan disana . Berlangsung selama beberapa detik .


Sampai akhirnya Arya menjauh dan kembali ke posisi duduknya .


Sakitnya sudah sedikit reda dan ia segera menjalankan mobil lagi , karena ini sudah semakin malam .

__ADS_1


Tak ada lagi percakapan setelah itu , sampai mereka tiba di rumah Luna .


__ADS_2