KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 118


__ADS_3

" Pa , buruan kesini .." Panggil Karina sambil berdiri di depan tv .


" Ada apa ?"


Ardi tergopoh-gopoh menghampiri .


" Lihat itu .." Karina menunjuk ke layar tv .


Sebuah stasiun tv tengah menayangkan pemberitaan tentang pernikahan kontrak Arya , juga di tunjukkan surat aslinya yang ada tanda tangan Arya dan juga Luna .


Karina dan Ardi saling berpandangan .


Ardi mengambil ponsel dari saku , banyak telpon dan pesan masuk dari kerabat ,teman dan rekan bisnisnya juga .


Ia menarik nafas panjang ." Semua benar-benar terjadi , Ma ." Ucapnya pelan .


Karina mengangguk , sambil mendudukkan badannya di sofa , rasanya seluruh badannya lemas memdengar ini semua .


" Apa Arya dan Luna sudah tahu , Pa ?" Tanya Karina parau .


" Papa akan telpon Luna ." Ucap Ardi kemudian ." Sebaiknya Sasa jangan masuk sekolah dulu sekarang ."


" Iya ,itu lebih baik ." Karina tiba-tiba berdiri ." Mama bicara sama Sasa dulu ."


Ardi duduk di sofa dan menghubungi Luna .


" Iya Pa ."


" Kamu sudah melihat berita pagi ini ?"


" Sudah ." Jawabnya pendek .


" Arya juga ?"


" Belum Pa , karena ponselnya masih aku pegang ."


" Baguslah ...sementara jangan kasih ponselnya juga dan jangan beritahukan pada siapapun kalau Arya sekarang di rumah sakit ."


" Iya Pa ."


" Nanti Papa ke rumah sakit , biar Papa yang bicara dengan Arya ."


Ardi menutup ponselnya saat Pak Sanusi tiba-tiba berlari masuk menemuinya .


" Ada apa ?" Tanyanya heran .


" Di depan banyak wartawan , Pak ."


Ardi mengusap keningnya .


Sekarang apa yang harus dilakukannya ....


*****


Sementara di rumah sakit .


Setelah menerima telpon dari Ardi , Luna kembali masuk ke ruangan , berbarengan dengan suster yang membawakan sarapan .


Arya nampak sudah terbangun .


" Hasil CT scan keluar nanti jam 10 ya Bu ." Ucap suster tadi sebelum pergi .


" Iya , makasih Sus ."


Luna mendekat ke Arya .


" Kamu dari mana ?" Tanya Arya .


" Terima telpon dari Papa ."

__ADS_1


" Ada apa ?"


Luna menggeleng .


Arya menatapnya , seperti tak percaya jawabannya .


" Nggak ada apa-apa ."


Arya menoleh menatap ke nakas di sampingnya .


" Ponsel aku mana ?"


" Ada di tas ."


Arya mengulurkan tangan , meminta ponselnya .


" Nggak ." Jawab Luna tegas .


" Kenapa ?"


" Nggak usah pegang ponsel dulu ...nanti kamu pusing lagi kalau terlalu lama lihat ponsel ."


" Sebentar , aku mau cek kerjaan juga ." Rayunya .


" Nggak ...!"


" Ayolah , sayaaaaang ...."


Luna memelototinya .


Arya melingkarkan tangannya di perut Luna yang sedang duduk di pinggir ranjang .


Saat Luna menyuapkan sesendok makanan , Arya menolak .


" Mas ayolah , kamu harus minum obat juga ." Cetusnya .


" Ponselnya dulu mana ."


Arya memonyongkan bibirnya .


" Ya udah ,kalau kamu nggak makan , aku juga nggak mau makan . " Seru Luna , lalu berniat berdiri , tapi Arya mencegahnya .


" Eh jangan ,kamu harus makan ..udah beli ...?" Tanyanya lagi .


" Udah itu ..." Luna menunjuk bubur ayam yang dibelinya di cafetaria tadi .


" Makan ya ."


" Kamu dulu yang makan ." Balas Luna .


Akhirnya Arya mau makan juga , setelah selesai baru Luna menghabiskan sarapannya .


Pukul 09.00 Ardi sampai di rumah sakit .


Sesampainya disana ,Ardi masih berbicara di depan ruangan bersama Luna .


" Sasa gimana , Pa ?" Tanya Luna .


" Tadi Papa terpaksa melarangnya ke sekolah , lagi pula di rumah sudah banyak wartawan .


Luna menarik nafas panjang dan duduk di kursi .


" Kamu nggak papa ?" Tanya Ardi cemas .


Luna menggeleng .


" Biar Papa yang bicara sama Arya , bagaimana pun dia harus tahu masalah ini ."


" Iya , Pa ...sepertinya juga Mas Arya sudah curiga kalau ada sesuatu ."

__ADS_1


" Ya sudah ...kamu tunggu disini dulu ."


Luna mengangguk .


Cukup lama ia menunggu , hampir lima belas menit dan Papa belum keluar juga . Hal ini membuatnya cemas , bagaimana kalau berita ini akan memperburuk kondisi Arya .


Luna menatap ponselnya , sebuah panggilan masuk .


Laura .


" Iya ..." Jawabnya pelan .


" Luna maaf ...tadi aku lihat berita soal kalian , apa itu benar ?"


" Iya ."


Tak ada sahutan dari Laura .


" Luna kamu nggak papa kan ?" Terdengar suara Rafi juga disana .


" Iya Kak , aku nggak papa kok , cuma Mas Arya memang lagi sakit ."


Terdengar suara percakapan Rafi dan Laura disana , tapi tak cukup di dengarnya dengan jelas .


" Luna ...kamu sabar ya , kalau butuh apa-apa kamu hubungi kita , oke ." Suara Rafi kemudian .


" Iya Kak , makasih ya ."


Tak lama Papa keluar , disaat Dokter yang menangani Arya juga datang .


" Dokter apa hasilnya sudah keluar ?" Tanya Luna , Ardi berdiri disampingnya .


" Sudah , untungnya cedera yang dialami suami anda tidak terlalu parah , cuma efeknya beberapa hari ke depan masih sering merasa pusing saat bangun dari tidur atau untuk berjalan , jadi tolong untuk tetap banyak beristirahat , jangan terlalu banyak pikiran dulu .


" Syukurlah ..." Ucap Ardi ." Apa sudah bisa untuk pulang atau rawat jalan saja ?" Tanyanya lagi .


" Iya , tapi 3 hari kedepan harus kontrol kesini ya , biar dicek perkembangannya ."


Setelah dokter berpamitan dan mengijinkan untuk pulang hari ini , Ardi keluar mengurus semua administrasinya , sementara Luna kembali ke dalam .


Saat masuk , dilihatnya Arya sudah duduk di tempat tidurnya .


" Mas kenapa duduk ?" Luna sedikit berlari menghampiri nya .


" Nggak papa ." Arya tersenyum , yang membuatnya cukup kaget . Papa sudah menceritakan semua , tapi kenapa ia terlihat biasa saja ,seolah tidak terjadi apa-apa .


" Papa sudah cerita ?" Tanyanya .


Arya mengangguk ." Jadi aku sudah boleh pegang ponsel kan ?"


" Nggak ...!"


" Galak ya perawatnya ." Cetus Arya , sembari menariknya mendekat , lalu melingkarkan tangannya di perut Luna .


Arya membenamkan wajahnya di perut Luna .


" Sekarang gimana ?" Tanya Luna sambil mengusap rambutnya .


" Semua akan baik-baik aja ." Jawab Arya pelan .


Luna duduk di pinggiran ranjang .


" Sebentar lagi kita pulang ,udah nggak papa ...?"


Arya menggeleng ." Cuma pusing sedikit ." Jawabnya , sambil menatap Luna yang duduk di depannya . " Kenapa sedih gitu ..?"


Luna diam .


" Semua udah terjadi , nggak bisa lagi diubah ....udah dong semua akan selesai , biar aku yang selesaikan semuanya , nggak usah dipikirin ..."

__ADS_1


Arya menariknya ke dalam pelukan .


__ADS_2