
" Pa , buruan kesini .." Panggil Karina sambil berdiri di depan tv .
" Ada apa ?"
Ardi tergopoh-gopoh menghampiri .
" Lihat itu .." Karina menunjuk ke layar tv .
Sebuah stasiun tv tengah menayangkan pemberitaan tentang pernikahan kontrak Arya , juga di tunjukkan surat aslinya yang ada tanda tangan Arya dan juga Luna .
Karina dan Ardi saling berpandangan .
Ardi mengambil ponsel dari saku , banyak telpon dan pesan masuk dari kerabat ,teman dan rekan bisnisnya juga .
Ia menarik nafas panjang ." Semua benar-benar terjadi , Ma ." Ucapnya pelan .
Karina mengangguk , sambil mendudukkan badannya di sofa , rasanya seluruh badannya lemas memdengar ini semua .
" Apa Arya dan Luna sudah tahu , Pa ?" Tanya Karina parau .
" Papa akan telpon Luna ." Ucap Ardi kemudian ." Sebaiknya Sasa jangan masuk sekolah dulu sekarang ."
" Iya ,itu lebih baik ." Karina tiba-tiba berdiri ." Mama bicara sama Sasa dulu ."
Ardi duduk di sofa dan menghubungi Luna .
" Iya Pa ."
" Kamu sudah melihat berita pagi ini ?"
" Sudah ." Jawabnya pendek .
" Arya juga ?"
" Belum Pa , karena ponselnya masih aku pegang ."
" Baguslah ...sementara jangan kasih ponselnya juga dan jangan beritahukan pada siapapun kalau Arya sekarang di rumah sakit ."
" Iya Pa ."
" Nanti Papa ke rumah sakit , biar Papa yang bicara dengan Arya ."
Ardi menutup ponselnya saat Pak Sanusi tiba-tiba berlari masuk menemuinya .
" Ada apa ?" Tanyanya heran .
" Di depan banyak wartawan , Pak ."
Ardi mengusap keningnya .
Sekarang apa yang harus dilakukannya ....
*****
Sementara di rumah sakit .
Setelah menerima telpon dari Ardi , Luna kembali masuk ke ruangan , berbarengan dengan suster yang membawakan sarapan .
Arya nampak sudah terbangun .
" Hasil CT scan keluar nanti jam 10 ya Bu ." Ucap suster tadi sebelum pergi .
" Iya , makasih Sus ."
Luna mendekat ke Arya .
" Kamu dari mana ?" Tanya Arya .
" Terima telpon dari Papa ."
__ADS_1
" Ada apa ?"
Luna menggeleng .
Arya menatapnya , seperti tak percaya jawabannya .
" Nggak ada apa-apa ."
Arya menoleh menatap ke nakas di sampingnya .
" Ponsel aku mana ?"
" Ada di tas ."
Arya mengulurkan tangan , meminta ponselnya .
" Nggak ." Jawab Luna tegas .
" Kenapa ?"
" Nggak usah pegang ponsel dulu ...nanti kamu pusing lagi kalau terlalu lama lihat ponsel ."
" Sebentar , aku mau cek kerjaan juga ." Rayunya .
" Nggak ...!"
" Ayolah , sayaaaaang ...."
Luna memelototinya .
Arya melingkarkan tangannya di perut Luna yang sedang duduk di pinggir ranjang .
Saat Luna menyuapkan sesendok makanan , Arya menolak .
" Mas ayolah , kamu harus minum obat juga ." Cetusnya .
" Ponselnya dulu mana ."
Arya memonyongkan bibirnya .
" Ya udah ,kalau kamu nggak makan , aku juga nggak mau makan . " Seru Luna , lalu berniat berdiri , tapi Arya mencegahnya .
" Eh jangan ,kamu harus makan ..udah beli ...?" Tanyanya lagi .
" Udah itu ..." Luna menunjuk bubur ayam yang dibelinya di cafetaria tadi .
" Makan ya ."
" Kamu dulu yang makan ." Balas Luna .
Akhirnya Arya mau makan juga , setelah selesai baru Luna menghabiskan sarapannya .
Pukul 09.00 Ardi sampai di rumah sakit .
Sesampainya disana ,Ardi masih berbicara di depan ruangan bersama Luna .
" Sasa gimana , Pa ?" Tanya Luna .
" Tadi Papa terpaksa melarangnya ke sekolah , lagi pula di rumah sudah banyak wartawan .
Luna menarik nafas panjang dan duduk di kursi .
" Kamu nggak papa ?" Tanya Ardi cemas .
Luna menggeleng .
" Biar Papa yang bicara sama Arya , bagaimana pun dia harus tahu masalah ini ."
" Iya , Pa ...sepertinya juga Mas Arya sudah curiga kalau ada sesuatu ."
__ADS_1
" Ya sudah ...kamu tunggu disini dulu ."
Luna mengangguk .
Cukup lama ia menunggu , hampir lima belas menit dan Papa belum keluar juga . Hal ini membuatnya cemas , bagaimana kalau berita ini akan memperburuk kondisi Arya .
Luna menatap ponselnya , sebuah panggilan masuk .
Laura .
" Iya ..." Jawabnya pelan .
" Luna maaf ...tadi aku lihat berita soal kalian , apa itu benar ?"
" Iya ."
Tak ada sahutan dari Laura .
" Luna kamu nggak papa kan ?" Terdengar suara Rafi juga disana .
" Iya Kak , aku nggak papa kok , cuma Mas Arya memang lagi sakit ."
Terdengar suara percakapan Rafi dan Laura disana , tapi tak cukup di dengarnya dengan jelas .
" Luna ...kamu sabar ya , kalau butuh apa-apa kamu hubungi kita , oke ." Suara Rafi kemudian .
" Iya Kak , makasih ya ."
Tak lama Papa keluar , disaat Dokter yang menangani Arya juga datang .
" Dokter apa hasilnya sudah keluar ?" Tanya Luna , Ardi berdiri disampingnya .
" Sudah , untungnya cedera yang dialami suami anda tidak terlalu parah , cuma efeknya beberapa hari ke depan masih sering merasa pusing saat bangun dari tidur atau untuk berjalan , jadi tolong untuk tetap banyak beristirahat , jangan terlalu banyak pikiran dulu .
" Syukurlah ..." Ucap Ardi ." Apa sudah bisa untuk pulang atau rawat jalan saja ?" Tanyanya lagi .
" Iya , tapi 3 hari kedepan harus kontrol kesini ya , biar dicek perkembangannya ."
Setelah dokter berpamitan dan mengijinkan untuk pulang hari ini , Ardi keluar mengurus semua administrasinya , sementara Luna kembali ke dalam .
Saat masuk , dilihatnya Arya sudah duduk di tempat tidurnya .
" Mas kenapa duduk ?" Luna sedikit berlari menghampiri nya .
" Nggak papa ." Arya tersenyum , yang membuatnya cukup kaget . Papa sudah menceritakan semua , tapi kenapa ia terlihat biasa saja ,seolah tidak terjadi apa-apa .
" Papa sudah cerita ?" Tanyanya .
Arya mengangguk ." Jadi aku sudah boleh pegang ponsel kan ?"
" Nggak ...!"
" Galak ya perawatnya ." Cetus Arya , sembari menariknya mendekat , lalu melingkarkan tangannya di perut Luna .
Arya membenamkan wajahnya di perut Luna .
" Sekarang gimana ?" Tanya Luna sambil mengusap rambutnya .
" Semua akan baik-baik aja ." Jawab Arya pelan .
Luna duduk di pinggiran ranjang .
" Sebentar lagi kita pulang ,udah nggak papa ...?"
Arya menggeleng ." Cuma pusing sedikit ." Jawabnya , sambil menatap Luna yang duduk di depannya . " Kenapa sedih gitu ..?"
Luna diam .
" Semua udah terjadi , nggak bisa lagi diubah ....udah dong semua akan selesai , biar aku yang selesaikan semuanya , nggak usah dipikirin ..."
__ADS_1
Arya menariknya ke dalam pelukan .