
Mereka sampai di rumah jam 7 malam , Luna mengantar Sasa ke kamar nya dan langsung ditemani Mia juga disana .
" Sasa ganti baju dulu ya ." Ucap Mia , lalu mengambilkan baju gantinya .
Sementara Luna segera keluar dan berjalan ke kamarnya , sambil memegangi bahunya yang masih sakit saat dibuat bergerak .
Sampai di kamar , ternyata Arya sudah di dalam , berdiri di balkon .
Luna menghampirinya .
" Mas , kenapa ?"
Arya menggeleng .
" Aku buatin minum ya ."
Luna hampir membalikkan badan , tapi Arya dengan cepat mencegahnya .
" Kita bicara sebentar ." Ucap Arya serius .
" Ada apa ?" Tanya Luna penasaran .
" Tadi aku bicara sama Sarah ."
Luna menatapnya heran ." Sarah ?"
Arya mengangguk .
" Terus ...?"
" Om Irwan cerita semuanya ke Sarah ."
" Cerita apa ?"
" Soal yang kemarin ...kalau kamu sudah ke kantor dan bicara dengan semuanya . "
Luna cukup kaget mendengarnya ." Maksudnya ?"
" Om Irwan cerita semuanya yang kamu katakan waktu itu ..." Terdengar suara Arya sedikit tegas kali ini .
Luna hanya diam tanpa berkomentar .
" Kenapa kamu lakukan itu ?" Tanyanya lagi .
Luna masih diam , hanya menarik nafas panjang .
" Luna ..." Panggilnya lagi .
" Nggak ada jalan lain kan .." Jawabnya singkat .
Arya mendekat . " Kamu tahu ..semua pernyataan kamu ini akan memperburuk persepsi mereka ..."
" Tapi mereka bisa menerima dan tetap mau menjalin hubungan baik dengan perusahaan kamu kan ?"
" Iya ..."
" Berarti nggak ada yang harus dipersoalkan lagi bukan ..."
" Luna ...kamu tahu apa yang mereka pikirkan , mereka menganggap semua cuma cara kamu untuk bisa masuk keluarga ini .."
" Nggak usah terlalu mikirin soal itu , biar saja mereka beranggapan apapun juga ."
" Mereka akan menganggap kamu perempuan yang nggak baik , aku nggak bisa terima itu ..besok aku akan jelaskan semua dan menceritakan kejadian yang sebenarnya ."
" Nggak ."
Arya menatapnya tajam ." Luna cukup ...ini sudah menjadi keputusan aku ...!" Tegasnya .
" Mas ,dengerin aku ..." Luna memegangi lengannya ." Memangnya kalau kamu membahas lagi dan bercerita berulang soal ini semua mereka akan percaya begitu saja ..."
Arya diam dan hanya menatapnya .
" Sekarang semua sudah selesai , mereka bahkan menerima semuanya , nggak perlu kamu membahasnya lagi ..."
__ADS_1
Arya menggeleng .
" Mas , kamu nggak perlu memikirkan pendapat orang , seiring berjalannya waktu mereka juga akan melupakan semua ini ...dan kita nggak perlu lagi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi , yang menjalani semua kan kita ...bukan mereka , melihat kita bersama ... semua persepsi buruk itu akan hilang dengan sendirinya , karena toh kita tetap bersama setelah perjanjian itu , tidak ada yang berubah ."
" Aku nggak bisa terima kalau mereka berpikir buruk soal kamu ." Ucap Arya pelan .
Luna tersenyum ." Udahlah , nggak usah terlalu mikir pendapat orang soal kita , karena cuma kita berdua yang tahu satu sama lain ...mereka hanya tahu kita dari luarnya aja , nggak usah diambil hati ."
Arya mengangguk ,meski hatinya masih ada yang mengganjal .
" Ya udah ,aku ganti baju dulu ."
Luna berbalik dan berjalan ke kamar mandi .
Berbarengan dengan ponsel yang berdering di sakunya .
Arya mengambil dan menatap layar ponsel .
Nomor siapa , pikirnya .
" Halo ."
" Halo Pak Arya , maaf saya menganggu malam-malam ."
" Oh iya nggak papa ,ini siapa ya ..?"
" Saya Iwan Pak ."
" Iwan ?"
" Karyawan cafe yang di hotel ..."
Arya diam sebentar , coba mengingat lagi ...karena hanya beberapa saja karyawan hotel yang dikenalnya .
" Ada apa ya ?"
" Maaf Pak , saya cuma masih merasa bersalah soal tadi ...sekali lagi saya minta maaf karena benar-benar tidak sengaja melakukannya ..."
" Nggak Pak ,atau mungkin Bu Luna belum cerita semuanya ."
" Cerita soal apa , saya benar-benar nggak tahu ..."
Setelah itu Iwan menceritakan semua , kejadian yang menimpa Luna karena ketidak sengajaannya .
" Apa ,kenapa bisa begitu ...?!" Sentak Arya .
" Maaf Pak ...saya benar-benar tidak sengaja tadi ."
Arya menatap ke dalam kamar dan melihat Luna sudah keluar dari kamar mandi .
" Besok kita bicara lagi ..."
Arya menutup ponsel dan berjalan masuk .
" Kenapa ?" Tanya Luna heran ,melihatnya tiba-tiba mendekat .
Tanpa menjawab , Arya menarik tali kimono yang dikenakannya sampai membuatnya terbuka .
" Mas kamu mau ngapain ?"
Luna coba menyimpulkan lagi tali , tapi dengan cepat ditepisnya .
" Ada apa sih ?" Tanya Luna lagi .
Arya menarik dan membuka baju di bagian bahu kanannya , mendekat dan melihat ada sedikit memar disana .
" Awww..." Luna meringis saat Arya memegang bagian bahunya yang memar .
" Kenapa tadi nggak bilang ?"
Arya menatapnya .
" Nggak papa kok ,cuma sakit sedikit ."
__ADS_1
" Besok biar aku bicara sama Iwan , kenapa bisa ceroboh seperti ini ..." Geramnya .
" Mas ...mas udah , ini bukan salah dia juga ."
" Kamu nggak perlu membela dia ."
" Aku nggak membela , memang seperti itu kenyataannya ...tadi memang Sasa yang menabraknya duluan ..."
" Iya tapi harusnya ..."
" Udah ..." Potong Luna ." Nggak usah diperpanjang lagi , kasihan juga ...dia pasti merasa sangat bersalah ."
Arya menarik nafas panjang .Saat mendengar semua sempat tersulut emosi tadi ...tapi setelah Luna bicara membuatnya sedikit tenang .
Luna mengusap lengannya . " Udah lupakan ...ini cuma kecelakaan yang nggak disengaja juga ..."
Arya diam .
" Bukannya kamu yang bilang ...jangan suka marah-marah biar nggak cepat tua ." Goda Luna .
Membuat Arya bisa sedikit tersenyum .
" Aku buatin teh ya ." Seru Luna , lalu membalikkan badan .
Arya memegang tangannya , yang membuatnya menoleh .
" Ya ..."
" Tunggu disini ..."
Arya menyuruhnya duduk di atas tempat tidur , sementara ia sendiri keluar kamar .
Tak lama ia kembali , membawa salep di tangannya .
" Buka bajunya ." Seru Arya .
Luna membuka tali bajunya .
Arya menyibakkan baju di bagian bahunya , mengeluarkan sedikit salep di tangan dan mengoleskannya .
Luna meringis saat Arya mengoleskan salep di bahunya .
" Tahan sebentar .." Ucapnya ." Yang sakit mana lagi ?"
Luna menggeleng .
" Beneran ?"
" Iya ."
" Makasih ya ..." Ucap Arya tiba-tiba .
Luna menatapnya ." Makasih kenapa ?" Tanyanya balik .
Arya mengusap pipinya ." Makasih untuk semua yang kamu lakukan buat Sasa selama ini ..." Ucapnya pelan , matanya nampak berkaca-kaca saat mengucapkannya .
" Mas , kenapa ngomong gitu ...?"
Tanpa disadari sudut matanya mulai basah .
" Kok kamu jadi nangis ..." Ucap Luna , lalu mengusap air mata yang menyeruak keluar di sudut mata suaminya itu ." Mas , nggak perlu bilang gitu ...Sasa anak aku juga , jadi udah kewajiban aku untuk menjaganya ."
Tanpa menjawab , Arya menariknya ke dalam pelukan .
Sambil memejamkan mata , diusapnya punggung wanita yang memang belum terlalu lama menemani hidupnya namun cukup memberikan warna tersendiri .
Tak henti ia bersyukur , di balik rasa sakit yang pernah dialami dulu ...
Allah memberikan pengganti yang jauh lebih segalanya .
" Mas , udah ya ...aku mau ke kamar Sasa dulu bantuin selesaikan PR nya ." Ucap Luna .
Arya diam dan malah makin mempererat pelukannya .Ini sudah sangat cukup untuknya dan tak menginginkan apapun lagi selain bisa selalu memeluknya setiap saat , hanya itu .
__ADS_1