KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 129


__ADS_3

Mereka sampai di rumah jam 7 malam , Luna mengantar Sasa ke kamar nya dan langsung ditemani Mia juga disana .


" Sasa ganti baju dulu ya ." Ucap Mia , lalu mengambilkan baju gantinya .


Sementara Luna segera keluar dan berjalan ke kamarnya , sambil memegangi bahunya yang masih sakit saat dibuat bergerak .


Sampai di kamar , ternyata Arya sudah di dalam , berdiri di balkon .


Luna menghampirinya .


" Mas , kenapa ?"


Arya menggeleng .


" Aku buatin minum ya ."


Luna hampir membalikkan badan , tapi Arya dengan cepat mencegahnya .


" Kita bicara sebentar ." Ucap Arya serius .


" Ada apa ?" Tanya Luna penasaran .


" Tadi aku bicara sama Sarah ."


Luna menatapnya heran ." Sarah ?"


Arya mengangguk .


" Terus ...?"


" Om Irwan cerita semuanya ke Sarah ."


" Cerita apa ?"


" Soal yang kemarin ...kalau kamu sudah ke kantor dan bicara dengan semuanya . "


Luna cukup kaget mendengarnya ." Maksudnya ?"


" Om Irwan cerita semuanya yang kamu katakan waktu itu ..." Terdengar suara Arya sedikit tegas kali ini .


Luna hanya diam tanpa berkomentar .


" Kenapa kamu lakukan itu ?" Tanyanya lagi .


Luna masih diam , hanya menarik nafas panjang .


" Luna ..." Panggilnya lagi .


" Nggak ada jalan lain kan .." Jawabnya singkat .


Arya mendekat . " Kamu tahu ..semua pernyataan kamu ini akan memperburuk persepsi mereka ..."


" Tapi mereka bisa menerima dan tetap mau menjalin hubungan baik dengan perusahaan kamu kan ?"


" Iya ..."


" Berarti nggak ada yang harus dipersoalkan lagi bukan ..."


" Luna ...kamu tahu apa yang mereka pikirkan , mereka menganggap semua cuma cara kamu untuk bisa masuk keluarga ini .."


" Nggak usah terlalu mikirin soal itu , biar saja mereka beranggapan apapun juga ."


" Mereka akan menganggap kamu perempuan yang nggak baik , aku nggak bisa terima itu ..besok aku akan jelaskan semua dan menceritakan kejadian yang sebenarnya ."


" Nggak ."


Arya menatapnya tajam ." Luna cukup ...ini sudah menjadi keputusan aku ...!" Tegasnya .


" Mas ,dengerin aku ..." Luna memegangi lengannya ." Memangnya kalau kamu membahas lagi dan bercerita berulang soal ini semua mereka akan percaya begitu saja ..."


Arya diam dan hanya menatapnya .


" Sekarang semua sudah selesai , mereka bahkan menerima semuanya , nggak perlu kamu membahasnya lagi ..."

__ADS_1


Arya menggeleng .


" Mas , kamu nggak perlu memikirkan pendapat orang , seiring berjalannya waktu mereka juga akan melupakan semua ini ...dan kita nggak perlu lagi menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi , yang menjalani semua kan kita ...bukan mereka , melihat kita bersama ... semua persepsi buruk itu akan hilang dengan sendirinya , karena toh kita tetap bersama setelah perjanjian itu , tidak ada yang berubah ."


" Aku nggak bisa terima kalau mereka berpikir buruk soal kamu ." Ucap Arya pelan .


Luna tersenyum ." Udahlah , nggak usah terlalu mikir pendapat orang soal kita , karena cuma kita berdua yang tahu satu sama lain ...mereka hanya tahu kita dari luarnya aja , nggak usah diambil hati ."


Arya mengangguk ,meski hatinya masih ada yang mengganjal .


" Ya udah ,aku ganti baju dulu ."


Luna berbalik dan berjalan ke kamar mandi .


Berbarengan dengan ponsel yang berdering di sakunya .


Arya mengambil dan menatap layar ponsel .


Nomor siapa , pikirnya .


" Halo ."


" Halo Pak Arya , maaf saya menganggu malam-malam ."


" Oh iya nggak papa ,ini siapa ya ..?"


" Saya Iwan Pak ."


" Iwan ?"


" Karyawan cafe yang di hotel ..."


Arya diam sebentar , coba mengingat lagi ...karena hanya beberapa saja karyawan hotel yang dikenalnya .


" Ada apa ya ?"


" Maaf Pak , saya cuma masih merasa bersalah soal tadi ...sekali lagi saya minta maaf karena benar-benar tidak sengaja melakukannya ..."


" Nggak Pak ,atau mungkin Bu Luna belum cerita semuanya ."


" Cerita soal apa , saya benar-benar nggak tahu ..."


Setelah itu Iwan menceritakan semua , kejadian yang menimpa Luna karena ketidak sengajaannya .


" Apa ,kenapa bisa begitu ...?!" Sentak Arya .


" Maaf Pak ...saya benar-benar tidak sengaja tadi ."


Arya menatap ke dalam kamar dan melihat Luna sudah keluar dari kamar mandi .


" Besok kita bicara lagi ..."


Arya menutup ponsel dan berjalan masuk .


" Kenapa ?" Tanya Luna heran ,melihatnya tiba-tiba mendekat .


Tanpa menjawab , Arya menarik tali kimono yang dikenakannya sampai membuatnya terbuka .


" Mas kamu mau ngapain ?"


Luna coba menyimpulkan lagi tali , tapi dengan cepat ditepisnya .


" Ada apa sih ?" Tanya Luna lagi .


Arya menarik dan membuka baju di bagian bahu kanannya , mendekat dan melihat ada sedikit memar disana .


" Awww..." Luna meringis saat Arya memegang bagian bahunya yang memar .


" Kenapa tadi nggak bilang ?"


Arya menatapnya .


" Nggak papa kok ,cuma sakit sedikit ."

__ADS_1


" Besok biar aku bicara sama Iwan , kenapa bisa ceroboh seperti ini ..." Geramnya .


" Mas ...mas udah , ini bukan salah dia juga ."


" Kamu nggak perlu membela dia ."


" Aku nggak membela , memang seperti itu kenyataannya ...tadi memang Sasa yang menabraknya duluan ..."


" Iya tapi harusnya ..."


" Udah ..." Potong Luna ." Nggak usah diperpanjang lagi , kasihan juga ...dia pasti merasa sangat bersalah ."


Arya menarik nafas panjang .Saat mendengar semua sempat tersulut emosi tadi ...tapi setelah Luna bicara membuatnya sedikit tenang .


Luna mengusap lengannya . " Udah lupakan ...ini cuma kecelakaan yang nggak disengaja juga ..."


Arya diam .


" Bukannya kamu yang bilang ...jangan suka marah-marah biar nggak cepat tua ." Goda Luna .


Membuat Arya bisa sedikit tersenyum .


" Aku buatin teh ya ." Seru Luna , lalu membalikkan badan .


Arya memegang tangannya , yang membuatnya menoleh .


" Ya ..."


" Tunggu disini ..."


Arya menyuruhnya duduk di atas tempat tidur , sementara ia sendiri keluar kamar .


Tak lama ia kembali , membawa salep di tangannya .


" Buka bajunya ." Seru Arya .


Luna membuka tali bajunya .


Arya menyibakkan baju di bagian bahunya , mengeluarkan sedikit salep di tangan dan mengoleskannya .


Luna meringis saat Arya mengoleskan salep di bahunya .


" Tahan sebentar .." Ucapnya ." Yang sakit mana lagi ?"


Luna menggeleng .


" Beneran ?"


" Iya ."


" Makasih ya ..." Ucap Arya tiba-tiba .


Luna menatapnya ." Makasih kenapa ?" Tanyanya balik .


Arya mengusap pipinya ." Makasih untuk semua yang kamu lakukan buat Sasa selama ini ..." Ucapnya pelan , matanya nampak berkaca-kaca saat mengucapkannya .


" Mas , kenapa ngomong gitu ...?"


Tanpa disadari sudut matanya mulai basah .


" Kok kamu jadi nangis ..." Ucap Luna , lalu mengusap air mata yang menyeruak keluar di sudut mata suaminya itu ." Mas , nggak perlu bilang gitu ...Sasa anak aku juga , jadi udah kewajiban aku untuk menjaganya ."


Tanpa menjawab , Arya menariknya ke dalam pelukan .


Sambil memejamkan mata , diusapnya punggung wanita yang memang belum terlalu lama menemani hidupnya namun cukup memberikan warna tersendiri .


Tak henti ia bersyukur , di balik rasa sakit yang pernah dialami dulu ...


Allah memberikan pengganti yang jauh lebih segalanya .


" Mas , udah ya ...aku mau ke kamar Sasa dulu bantuin selesaikan PR nya ." Ucap Luna .


Arya diam dan malah makin mempererat pelukannya .Ini sudah sangat cukup untuknya dan tak menginginkan apapun lagi selain bisa selalu memeluknya setiap saat , hanya itu .

__ADS_1


__ADS_2