
Siang itu ...
Harusnya ada meeting dengan Sarah dan Om Irwan ,tapi badannya sedikit kurang enak . Sebenarnya sudah dari pagi , hanya saja ia berusaha memaksakan diri tetap ke kantor .
Kali ini kepalanya semakin pusing ,ia terpaksa menghubungi Sarah dan menunda pertemuan mereka .Memutuskan untuk pulang .
" Kamu kenapa , pucet gitu ?" Karina yang melihatnya di ruang tamu nampak cemas .
" Nggak papa Ma , cuma sedikit pusing aja ." Karina menyentuh keningnya .
" Ke kamar aja ."
" Luna kemana ?"
" Ada di dapur , sebentar Mama panggilin ."
Arya duduk di ruang tengah dan menyandarkan kepalanya di bantalan sofa .
Memejamkan matanya sebentar . Ketika merasakan sentuhan di keningnya , ia membuka mata .
" Luna ..."
Ia menoleh dan terkejut melihat siapa yang di sampingnya .
Langsung dihempaskannya tangan yang sedang mengusap keningnya .
" Mau apa kamu ..?!" Sentaknya .
" Mas , kamu nggak papa kan ?" Tanya Kinan .
Sama sekali tak merasa bersalah di wajahnya , ia masih berusaha mendekati Arya .
" Kenapa Mas ?"
Kinan berangsur mundur , melihat Luna berjalan cepat ke arah mereka .
Luna mendekat dan memegang keningnya .
Arya menyandarkan kepalanya di perut Luna .
" Luna ,Mas Yuda kalau sakit biasanya dikasih jahe hangat ." Ucap Kinan .
Luna hanya menatapnya .
" Kita ke kamar aja ya ." Ucapnya , lalu membantu Arya berdiri .
" Ganti baju dulu , aku buatin minuman ."
Arya mengangguk , lalu berjalan ke kamar mandi .
Saat kembali ke kamar , Arya sudah duduk di atas tempat tidur .
" Minum dulu ..."
Luna duduk di depannya .
Setelah meminumnya sedikit , Luna menaruh cangkirnya di nakas .
" Ngapain siang-siang Kinan disini ...?" Tanyanya .
" Tadi kata Mama dia sudah ada di sekolah Sasa pas pulang sekolah , terus ikut kesini ..." Ceritanya . " Kamu kenapa , pusing ?"
Luna mengambil minyak kayu putih di laci dan mengoleskan ke perut dan lehernya .
" Buat rebahan aja ..." Ucap Luna lagi .
" Nggak mau ..."
" Udah makan ?"
Arya mengangguk .
__ADS_1
Luna memegangi wajahnya dengan kedua telapak tangan , lalu memijat pelan kedua pelipisnya .
Arya nampak memejamkan matanya .
" Mas , kamu sambil tiduran aja .." Pinta Luna .
" Nggak mau .." Tolaknya .
Setelah beberapa saat , Arya membuka mata dan terus menatap Luna di depannya , dengan jari-jari tangan yang masih memijatnya .
Arya tiba-tiba melingkarkan tangan di perut Luna dan membenamkan wajah di dadanya .
" Mas , kan belum selesai ini ."
" Udah enakan kok ..." Serunya .
*****
Di kamar Sasa .
" Mamaaaaa...."
Kinan dan Karina masuk .
" Kenapa Sa ?"
Sasa terlihat sedang tiduran di atas kasur sambil memeluk bonekanya .
" Mama mana ?" Tanyanya melihat Karina dan Kinan masuk .
" Mama masih ngurusin Papa lagi sakit ." Jawab Karina .
" Sama Mama Kinan aja ya ..." Kinan menawarkan diri .
Sasa menggeleng .
" Ya udah Oma temenin bobo ya ..."
" Sa ...nanti Mama kesini , sekarang lagi nemenin Papa dulu ya .." Rayu Karina .
Sasa manyun .
" Sama Oma aja ya ...?" Tanyanya lagi .
Sasa mengangguk .
*****
" Mas badan kamu agak demam ini ..." Ucap Luna sambil mengusap punggungnya , sementara Arya tetap tak mau melepas pelukan .
" Aku ambilin obat ya ..."
" Nggak usah ."
" Mas ...ayolah jangan gini ."
Arya melepas pelukannya .
" Minum obat ya ..." Tawarnya lagi .
Arya menggeleng .
Luna menarik nafas panjang .
" Kamu lebih manja dari Sasa ..." Gerutunya , membuat Arya tertawa .
*****
Kinan keluar dari kamar Sasa dan berjalan ke ruang tengah .
Ia duduk disana sendirian ...rumah memang sepi , Mia dan Minah sedang ke supermarket .
__ADS_1
Sambil menyandarkan tubuhnya di sofa , ia mengingat kejadian tadi .
Setelah sekian lama berlalu , untuk pertama kali menyentuh laki-laki yang pernah menjadi bagian paling penting dalam hidupnya .Perasaan itu ternyata masih ada sampai kini dan sekarang rasanya akan semakin kuat .
Dulu , saat Yuda sedang sakit ..ia yang merawat dengan tangannya sendiri ...dan sekarang keadaannya memang berbeda .
Ia masih menyimpan sedikit asa ,suatu saat akan kembali menjadi nyonya di rumah ini . Saat itu nanti ia akan melakukan tugasnya sebaik mungkin , sebagai istri dan juga ibu .
Ia berdiri dan berjalan ke dapur , sebaiknya membuat kan teh jahe untuk Yuda , itu akan membuatnya lebih baik .
*****
" Ada meeting sama Om Irwan dan Sarah ..." Jawab Arya , ketika Luna menanyakan siang ini tadi masih ada kerjaan atau tidak .
" Ya udah , besok aja kalau udah enakan ."
Luna masih memijat keningnya .
Arya masih juga menolak saat disuruh tiduran di kasur .
" Udah ah ..." Arya memegangi tangan Luna .
" Kenapa ?" Tanya Luna heran .
" Nanti kamu capek ..."
Luna memonyongkan bibirnya .
" Masih pusing ?"
Arya mengangguk .
" Iya makanya sini..." Luna mau memegang wajahnya , tapi Arya menolak .
" Kenapa ?" Tanya Luna .
" Nggak mau ."
" Ya udah aku ambilin obat aja ."
" Nggak mau ."
" Terus ...?"
" Mau ini ..." Arya memegang bibirnya dengan jari telunjuk .
" Nggak usah macem-macem !" Sentak Luna .
Arya terbahak .
*****
Selesai dengan teh jahe yang dibuatnya , ia berjalan ke kamar Yuda , berharap kali ini pemberiannya akan diterima .
Ia tersenyum sendiri , melihat kamar Yuda dalam kondisi setengah terbuka .
Tanpa mengetuk pintu , ia berbelok masuk .
Matanya terbelalak lebar .
Cangkir di tangannya hampir saja terlepas . Air mata menetes pelan di pipinya .
*****
" Mas ,jangan ..." Tolak Luna .
Tapi Arya mengacuhkan dan semakin mendekatkan wajahnya .
Hanya dalam hitungan detik , ia sudah menyatukan bibirnya . Tangannya melingkar erat di pinggang Luna .
Kinan masih mematung di tempatnya berdiri tadi , matanya tak berkedip sedikitpun .
__ADS_1