KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 97


__ADS_3

Siang itu ...


Harusnya ada meeting dengan Sarah dan Om Irwan ,tapi badannya sedikit kurang enak . Sebenarnya sudah dari pagi , hanya saja ia berusaha memaksakan diri tetap ke kantor .


Kali ini kepalanya semakin pusing ,ia terpaksa menghubungi Sarah dan menunda pertemuan mereka .Memutuskan untuk pulang .


" Kamu kenapa , pucet gitu ?" Karina yang melihatnya di ruang tamu nampak cemas .


" Nggak papa Ma , cuma sedikit pusing aja ." Karina menyentuh keningnya .


" Ke kamar aja ."


" Luna kemana ?"


" Ada di dapur , sebentar Mama panggilin ."


Arya duduk di ruang tengah dan menyandarkan kepalanya di bantalan sofa .


Memejamkan matanya sebentar . Ketika merasakan sentuhan di keningnya , ia membuka mata .


" Luna ..."


Ia menoleh dan terkejut melihat siapa yang di sampingnya .


Langsung dihempaskannya tangan yang sedang mengusap keningnya .


" Mau apa kamu ..?!" Sentaknya .


" Mas , kamu nggak papa kan ?" Tanya Kinan .


Sama sekali tak merasa bersalah di wajahnya , ia masih berusaha mendekati Arya .


" Kenapa Mas ?"


Kinan berangsur mundur , melihat Luna berjalan cepat ke arah mereka .


Luna mendekat dan memegang keningnya .


Arya menyandarkan kepalanya di perut Luna .


" Luna ,Mas Yuda kalau sakit biasanya dikasih jahe hangat ." Ucap Kinan .


Luna hanya menatapnya .


" Kita ke kamar aja ya ." Ucapnya , lalu membantu Arya berdiri .


" Ganti baju dulu , aku buatin minuman ."


Arya mengangguk , lalu berjalan ke kamar mandi .


Saat kembali ke kamar , Arya sudah duduk di atas tempat tidur .


" Minum dulu ..."


Luna duduk di depannya .


Setelah meminumnya sedikit , Luna menaruh cangkirnya di nakas .


" Ngapain siang-siang Kinan disini ...?" Tanyanya .


" Tadi kata Mama dia sudah ada di sekolah Sasa pas pulang sekolah , terus ikut kesini ..." Ceritanya . " Kamu kenapa , pusing ?"


Luna mengambil minyak kayu putih di laci dan mengoleskan ke perut dan lehernya .


" Buat rebahan aja ..." Ucap Luna lagi .


" Nggak mau ..."


" Udah makan ?"


Arya mengangguk .

__ADS_1


Luna memegangi wajahnya dengan kedua telapak tangan , lalu memijat pelan kedua pelipisnya .


Arya nampak memejamkan matanya .


" Mas , kamu sambil tiduran aja .." Pinta Luna .


" Nggak mau .." Tolaknya .


Setelah beberapa saat , Arya membuka mata dan terus menatap Luna di depannya , dengan jari-jari tangan yang masih memijatnya .


Arya tiba-tiba melingkarkan tangan di perut Luna dan membenamkan wajah di dadanya .


" Mas , kan belum selesai ini ."


" Udah enakan kok ..." Serunya .


*****


Di kamar Sasa .


" Mamaaaaa...."


Kinan dan Karina masuk .


" Kenapa Sa ?"


Sasa terlihat sedang tiduran di atas kasur sambil memeluk bonekanya .


" Mama mana ?" Tanyanya melihat Karina dan Kinan masuk .


" Mama masih ngurusin Papa lagi sakit ." Jawab Karina .


" Sama Mama Kinan aja ya ..." Kinan menawarkan diri .


Sasa menggeleng .


" Ya udah Oma temenin bobo ya ..."


" Sa ...nanti Mama kesini , sekarang lagi nemenin Papa dulu ya .." Rayu Karina .


Sasa manyun .


" Sama Oma aja ya ...?" Tanyanya lagi .


Sasa mengangguk .


*****


" Mas badan kamu agak demam ini ..." Ucap Luna sambil mengusap punggungnya , sementara Arya tetap tak mau melepas pelukan .


" Aku ambilin obat ya ..."


" Nggak usah ."


" Mas ...ayolah jangan gini ."


Arya melepas pelukannya .


" Minum obat ya ..." Tawarnya lagi .


Arya menggeleng .


Luna menarik nafas panjang .


" Kamu lebih manja dari Sasa ..." Gerutunya , membuat Arya tertawa .


*****


Kinan keluar dari kamar Sasa dan berjalan ke ruang tengah .


Ia duduk disana sendirian ...rumah memang sepi , Mia dan Minah sedang ke supermarket .

__ADS_1


Sambil menyandarkan tubuhnya di sofa , ia mengingat kejadian tadi .


Setelah sekian lama berlalu , untuk pertama kali menyentuh laki-laki yang pernah menjadi bagian paling penting dalam hidupnya .Perasaan itu ternyata masih ada sampai kini dan sekarang rasanya akan semakin kuat .


Dulu , saat Yuda sedang sakit ..ia yang merawat dengan tangannya sendiri ...dan sekarang keadaannya memang berbeda .


Ia masih menyimpan sedikit asa ,suatu saat akan kembali menjadi nyonya di rumah ini . Saat itu nanti ia akan melakukan tugasnya sebaik mungkin , sebagai istri dan juga ibu .


Ia berdiri dan berjalan ke dapur , sebaiknya membuat kan teh jahe untuk Yuda , itu akan membuatnya lebih baik .


*****


" Ada meeting sama Om Irwan dan Sarah ..." Jawab Arya , ketika Luna menanyakan siang ini tadi masih ada kerjaan atau tidak .


" Ya udah , besok aja kalau udah enakan ."


Luna masih memijat keningnya .


Arya masih juga menolak saat disuruh tiduran di kasur .


" Udah ah ..." Arya memegangi tangan Luna .


" Kenapa ?" Tanya Luna heran .


" Nanti kamu capek ..."


Luna memonyongkan bibirnya .


" Masih pusing ?"


Arya mengangguk .


" Iya makanya sini..." Luna mau memegang wajahnya , tapi Arya menolak .


" Kenapa ?" Tanya Luna .


" Nggak mau ."


" Ya udah aku ambilin obat aja ."


" Nggak mau ."


" Terus ...?"


" Mau ini ..." Arya memegang bibirnya dengan jari telunjuk .


" Nggak usah macem-macem !" Sentak Luna .


Arya terbahak .


*****


Selesai dengan teh jahe yang dibuatnya , ia berjalan ke kamar Yuda , berharap kali ini pemberiannya akan diterima .


Ia tersenyum sendiri , melihat kamar Yuda dalam kondisi setengah terbuka .


Tanpa mengetuk pintu , ia berbelok masuk .


Matanya terbelalak lebar .


Cangkir di tangannya hampir saja terlepas . Air mata menetes pelan di pipinya .


*****


" Mas ,jangan ..." Tolak Luna .


Tapi Arya mengacuhkan dan semakin mendekatkan wajahnya .


Hanya dalam hitungan detik , ia sudah menyatukan bibirnya . Tangannya melingkar erat di pinggang Luna .


Kinan masih mematung di tempatnya berdiri tadi , matanya tak berkedip sedikitpun .

__ADS_1


__ADS_2