KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 54


__ADS_3

Mereka sedang bersantai di ruang tengah setelah makan malam .


Sasa sejak pagi memang belum bertemu Arya , karena Papanya itu berangkat lebih pagi tadi , sebelum Sasa bangun tidur .


Maka ia mulai berceloteh menceritakan pengalamannya ke panti kemarin .


" Memangnya kamu udah punya teman disana ?" Tanya Arya .


" Ada banyak , ya kan Ma ...?"


Luna mengangguk .


" Cewek apa cowok Sa ?" Tanya Karina .


" Banyakan cowoknya Oma ." Jawab Sasa lantang .


" Oh ya ..." Seru Karina lagi ." Ada yang cakep nggak Sa ..." Godanya .


" Ada ..."


Arya menatap Mamanya ." Ma , kok bahas cowok sih sama Sasa ." Protesnya .


Karina tertawa .


" Namanya Kak ..." Sasa berhenti bicara , sepertinya ia lupa dengan nama yang dimaksud ." Ma ...namanya siapa kakak yang pakai baju biru kemarin ..." Kali ini ia beralih ke Luna .


" Alfi ..." Jawab Luna .


" Oh iya Kak Alfi .."


" Emang ganteng dia Lun ...?" Kali ini Ardi ikut menanyakan .


" Iya Pa ."


" Udah besar ...?" Tanya Karina lagi .


" Ehmm ...udah kelas 3 sd kayaknya ." Jawab Luna .


" Ma udah ...masa Sasa diajakin ngomongin cowok sih ..." Protes Arya lagi .


" Biarin ...kamu cemburu ya Sasa punya teman cowok ?" Kali ini Karina menatapnya .


Arya melengos .


" Oh ya Sa , yang namanya Kak Alfi itu beneran cakep ?" Tanya Karina lagi .


" Iya Oma ..."


" Cakepan mana sama Papa ?"


Kali ini Arya menatap Sasa juga .


" Cakepan Kak Alfi , oma ." Jawabnya setengah berbisik .


Semua terbahak , kecuali Arya yang terlihat sewot dengan jawaban Sasa .


Minah yang sedari tadi di dapur , menghampiri mereka .


" Pak Ardi , ini Minah dapat kiriman kopi dari kampung ." Ia menunjukkan bungkusan hitam di tangannya . " Bapak mau dibuatkan kopi ?" Tawarnya , ia tahu majikannya itu sangat menyukai bubuk kopi yang biasa dibawanya dari kampung .


" Wah boleh tuh , sudah lama nggak minum kopi kamu ..."


" Ibu mau juga ?" Tanyanya pada Karina .


" Iya boleh ."


" Aku juga mau ." Seru Arya .

__ADS_1


" Bu Luna mau ?"


Luna mengangguk .


" Nggak jangan ." Tolak Arya .


" Kenapa ?" Tanya Karina .


" Dia sering insomnia Ma kalau malam , kalau minum kopi bisa-bisa sampai subuh juga nggak tidur ."


" Oh ya ..."


Arya mengangguk .


" Ya udah lah biarin aja kan cuma dikit ...ntar kepingin gimana .." Bela Ardi .


Luna tersenyum senang mendapat pembelaan dari Papa mertuanya .


Minah berbalik dan kembali ke dapur .


Tak lama ia kembali membawa 4 cangkir kopi dengan aroma yang sangat menggoda .


" Buat Sasa udah mbak buatin susu hangat ."


" Makasih Mbak ." Ucap Sasa senang .


Sementara itu di sebuah coffee shop di daerah Bandung .


Laura sedang duduk sendirian disana . Menikmati hot americano nya yang tinggal sedikit , sambil menikmati suasana jalanan diluar yang cukup ramai orang berlalu lalang .


Sudah sejak siang ia ada di Bandung , menemani Mamanya yang ada acara reuni .


Acaranya baru mulai jam 7 tadi dan Mamanya memang sempat memaksanya untuk ikut acara reuni yang diadakan di sebuah hotel tak jauh dari tempatnya sekarang , tapi malas juga ...ia tak begitu mengenal teman-teman Mamanya . Yang ada ia malah mati gaya disana . Bingung harus apa , sementara Mamanya pasti sibuk dengan teman-temannya .


Ia menyesap habis kopinya dan menaruh cangkirnya di meja , ketika ada seseorang memanggil namanya .


Ia mendongak dan cukup terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya sekarang .


" Kinan ." Ucapnya pelan .


Kinan mengangguk , lalu menarik kursi di depannya dan duduk .


" Kamu apa kabar ?"


Laura mengangguk sambil terus mengamati sosok di depannya . Kinan yang sekarang terlihat berbeda , tubuhnya lebih kurus dari yang dulu dengan rambut pendeknya sebatas bahu dan memang masih terlihat cantik seperti dulu .


" Kamu masih sering bertemu Yuda ?" Tanyanya tiba-tiba .


Laura diam sebentar , sepertinya keberadaan Kinan disini membuatnya tak nyaman .


" Yah tentu saja ...aku juga datang di acara pernikahannya ." Jawabnya , lalu menatap Kinan yang duduk di depannya .Terlihat kegusaran di wajah itu .


Untuk beberapa menit , mereka sama-sama diam .


" Apa kamu juga kenal istri Yuda yang sekarang ?" Tanya Kinan lagi .


Laura mengangguk ." Tentu saja ...Luna itu wanita yang sangat baik dan pastinya ....sangat menyayangi Sasa ."


Kinan menarik nafas panjang , sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuknya .


Laura menyandarkan punggungnya di kursi , ia bisa menebak apa yang sedang dirasakan Kinan sekarang .


" Aku akan kembali tinggal di Jakarta . "


Laura menatapnya kaget .


" Aku cuma berharap Yuda memperbolehkan aku untuk dekat lagi dengan Sasa ." Lanjutnya .

__ADS_1


" Yah semoga saja ..." Jawab Laura pendek .


" Tapi aku sedikit ragu ..."


" Kenapa ?" Tanya Laura heran .


" Ini soal istrinya Yuda , siapa tadi namanya ..?"


" Luna ..."


" Iya Luna...aku cuma takut dia lebih dekat dengan Sasa dan nantinya Sasa nggak mau sama aku ."


Laura tersenyum sinis ." Menurut aku kalau memang sampai Sasa lebih menyukai Luna juga bukan hal yang salah , anak kecil bisa lebih tahu siapa yang benar-benar tulus menyayanginya ."


" Tapi ..aku ibu kandungnya ."


" Yah , semua juga tahu itu ...tapi kamu juga harus menerima konsekuensi dari apa yang kamu lakukan dulu kan ..."


Kinan lagi-lagi diam .


" Iya , aku benar-benar menyesal sekarang dengan semua yang aku lakukan ke Yuda , padahal cuma dia laki-laki yang mencintai aku dengan tulus ." Ucapnya penuh rasa sesal terlihat jelas di wajahnya .


" Mungkin kalau untuk mendapat cinta dari Sasa masih bisa , bagaimanapun kalian ada ikatan darah ...tapi untuk Yuda sepertinya aku tidak yakin .."


Kinan menatapnya ."Aku tidak mengatakan ingin mendapatkan cinta Yuda kembali ." Elaknya .


Lagi-lagi Laura tersenyum sinis , dari dulu memang ia tak pernah bisa dekat dengan Kinan , apalagi sekarang ..mengingat apa yang sudah dilakukannya dulu .


" Aku cuma mau mengingatkan saja , sebelum semua benar-benar terjadi . " Ucapnya sinis .


" Iya , aku tahu pasti sulit untuk Yuda bisa memaafkan aku lagi ..." Sesalnya .


" Kalau untuk memaafkan mungkin bisa , tapi tidak untuk melupakan ..." Jawabnya telak .


" Apa Yuda bahagia dengan pernikahannya yang sekarang ?"


Laura cuma membalasnya dengan senyuman .


Pukul 23.00


Arya masuk kamar , setelah menyelesaikan semua pekerjaannya tadi .


Dilihatnya Luna masih duduk di tempat tidur sambil memainkan ponselnya .


" Nggak bisa tidur kan ?" Tanyanya lalu naik ke tempat tidur .


Luna menaruh ponselnya di nakas ." Bisa ." Jawabnya pendek .


" Terus kenapa belum tidur ?"


" Ini mau tidur ." Ucapnya sambil merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut .


Arya terbahak sambil mematikan lampu .


Beberapa menit kemudian ...ia menoleh dan mendapati Luna masih melek juga .


" Katanya bisa tidur ?" Tanyanya ulang .


Luna cuma menatapnya sebentar , lalu tiba-tiba duduk , membuat Arya kaget .


" Kenapa ?"


Luna menggeleng .


" Udah sini aku pijitin biar bisa tidur .." Arya menarik tangannya , tapi Luna menolak , lalu turun dari tempat tidur .


" Mau kemana ?"

__ADS_1


" Laper ..." Jawabnya lalu keluar kamar .


__ADS_2