
" Permisi Mbak , saya mau bertemu Pak Arya ...bisa ?"
Kinan sampai di kantor siang itu .
Ia langsung menuju ke ruangan Arya dan melihat Maya , sekretaris baru yang menggantikan Arisa , baru saja keluar dari ruangan Arya .
" Ibu sudah ada janji sebelumnya ?" Tanya Maya .
Kinan menggeleng ." Bilang saja , Kinan mau bertemu ."
" Tunggu sebentar ya Bu ."
Maya berbalik dan kembali masuk ke ruangan .
Tak lama ia keluar .
" Mari Bu silahkan ."
" Terima kasih ."
Ucapnya lalu berjalan masuk , dulu ia terbiasa ke tempat ini dan sekarang saat kesini tak ubahnya seperti orang asing saja .
" Siang Mas ." Sapanya .
Arya sudah duduk di sofa panjang . Hanya menganggukkan kepalanya .
Kinan masuk dan duduk di depannya .
" Ada apa ?" Tanya Arya langsung .
Kinan menatap sosok di depannya itu , yang terlihat dingin .Tak seperti dulu yang selalu menatapnya penuh cinta . Kesalahan besar yang mungkin akan disesali seumur hidupnya , kehilangan orang yang benar-benar tulus mencintainya hanya demi seseorang yang mencampakkannya begitu saja .
" Kamu apa kabar ...?" Tanyanya sedikit kaku . Rasanya ia seperti berhadapan dengan orang yang baru saja dikenalnya . Padahal mereka pernah menikmati waktu bersama yang cukup lama dan semua kenangan seakan lenyap tak bersisa .
" Seperti yang kamu lihat ." Jawabnya datar .
" Jadi yang kemarin itu istri kamu ?" Tanya Kinan lagi .
Arya menatapnya heran ." Ya ..."
Kinan diam sebentar ." Apa ...apa kamu mencintainya ...?"
Pertanyaan yang membuat Arya sangat tidak nyaman .
__ADS_1
" Memang tujuan kamu kesini ,hanya untuk menanyakan soal itu ?"
Kinan menatapnya lekat ." Aku cuma mau memastikan kalian bahagia ...terutama Sasa ."
Arya tersenyum sinis ." Sasa sangat bahagia ..." Ucapnya tegas .
Kinan kembali menundukkan wajahnya , ada rasa sakit yang menusuk dihatinya ...harusnya ia yang menikmati kebahagiaan bersama putri kecilnya .
" Aku hanya mau bertemu dengan Sasa ." Ucapnya hati-hati .
" Buat apa ?"
Kinan mengangkat wajah ." Mas ...bagaimanapun aku ibu kandungnya , aku juga mau dekat dengan Sasa ."
" Oh ya ...jadi sekarang kamu baru menyadari kalau Sasa juga penting dalam hidup kamu .." Ejeknya .
" Mas tolong jangan bicara begitu ...apapun yang terjadi diantara kita , aku tetap menyayangi Sasa ."
Arya diam .
" Aku cuma minta sedikit waktu bisa bertemu Sasa , itu saja ."
" Oke nanti aku pikirkan ..."
" Aku perlu tanya dulu ke Luna ."
" Luna ?" Menyebut nama itu membuat perasaan nya tak nyaman ." Dia bukan ibunya ...kenapa harus meminta ijin untuk bertemu dengan Sasa ."
Arya menatapnya tajam ." Ya memang dia bukan ibunya , tapi selama ini dia yang mengurus Sasa 24 jam dan kamu lupa ...Sasa tinggal sama aku , sekarang Luna nyonya rumah disana , jadi siapapun yang mau bertemu Sasa juga harus atas seijinnya ...paham !" Tegasnya . Yang mampu membuat Kinan bungkam .
Seolah ia tak punya kuasa apapun atas putri kandungnya sendiri .
" Iya aku mengerti ...tapi tolong sekali pertimbangkan , aku hanya meminta sedikit saja waktu bersama Sasa ."
Arya menarik nafas panjang , lalu mengambil kertas dan pulpen yang ada di atas meja ...mendekatkannya ke Kinan .
" Kamu tulis nomor kamu disitu , nanti aku hubungi setelah ada keputusan . "
Kinan mengambil kertas dan pulpen , lalu mulai mencatatkan nomor ponselnya disana .
Setelah itu , ia berpamitan pulang ...dan masih mendapati respon yang sama dari seseorang yang pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya .
Ia berdiri dan berjalan keluar , air mata menetes pelan di sudut matanya .
__ADS_1
Sementara di rumah ...
Laura disana dan kebetulan Ardi dan Karina sedang keluar , sementara Sasa bermain di kamarnya .
Ia duduk berdua dengan Luna di teras samping .
" Lun ...kemarin gimana reaksi Yuda sama Kinan ?" Tanyanya penasaran , karena saat itu ia harus ke kasir mengambil pesanan dan mendapati mereka sudah pergi saat kembali dan hanya mendapati Kinan sendirian .
Luna menggeleng ." Mas Arya langsung pergi , tanpa menyapa juga ."
" Setelah ini ,mungkin ia akan minta bisa bertemu dengan Sasa , apa kamu bisa mengijinkan nya ?" Tanya Laura .
" Ya ...aku nggak punya hak untuk itu ...Mas Arya pasti punya pertimbangan sendiri soal itu ."
" Iya sih ...walau bagaimanapun dia tetap Mama kandungnya Sasa dan punya hak untuk tetap bertemu putrinya ."
Luna mengangguk ." Iya ...setidaknya ini penting buat Sasa , ia masih bisa mempunyai orang tua yang lengkap ...meski tak bisa bersama lagi ."
Laura menatapnya kali ini ." Tapi ..kamu ikhlas kalau nantinya Sasa dekat lagi dengan Mamanya ..?"
" Ya ...bagaimanapun harus ikhlas , karena kenyataannya Sasa memang masih punya ibu kandung , yang juga harus disayanginya ."
" Hmmmm ...ya ." Laura mengangguk ." Tapi kamu tetap harus hati-hati ..."
" Kenapa ?" Tanya Luna bingung .
" Mereka bersama cukup lama dan bisa saja keinginan Kinan untuk mendapatkan keluarganya lagi muncul setelah ini ..."
Luna diam sebentar .
" Kamu harus jaga jangan sampai Yuda dekat lagi dengan Kinan ."
" Laura ...semua itu tergantung perasaan mereka berdua kan ..."
" Maksud kamu ?"
" Kalau memang keduanya masih punya perasaan yang sama ...sekuat apapun aku berusaha memisahkan pasti tidak akan berhasil , beda lagi ceritanya kalau perasaan itu hanya dirasakan sepihak saja ..."
" Ya ...tapi aku tetap yakin akan satu hal ."
" Apa ?" Tanya Luna .
" Yuda pasti bisa menentukan siapa yang dia cintai ...yang pasti lebih tulus padanya dan juga Sasa ."
__ADS_1
Luna hanya tersenyum menanggapinya .