KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 114


__ADS_3

Selesai mengeringkan rambut , Luna naik ke tempat tidur .


Hatchiiiii.......!!!!


Mengambil tissue di nakas dan mengusap ke hidungnya yang mulai gatal dan memerah sekarang .


Mendengar ada yang datang mendekat ke kamarnya , dibuangnya tissue ke tempat sampah , lalu duduk di kasur .


Arya datang membawa secangkir teh jahe ditangannya .


" Minum dulu ..."


Luna mengambil cangkir di tangannya dan meminumnya sedikit , lalu menaruh di atas nakas .


" Nggak usah minum obat dulu , kan sekarang kamu nggak bisa minum sembarang obat juga ."


Ucap Arya sambil mengusap rambut Luna dan melihat hidungnya yang mulai memerah .


Sudah menjadi hal yang biasa kalau setelah kehujanan akan membuatnya seperti ini .


" Aku nggak papa kok ." Ucap Luna , lalu mau beranjak dari kasur .


" Mau kemana ?" Tanya Arya .


" Ini waktunya Sasa tidur ."


" Udah ...Sasa ditemani Mama , kamu istirahat sekarang ."


Luna mengurungkan niatnya turun dari tempat tidur .


Hatchiiii.....!!!!!


Sekali lagi Luna menggosok hidungnya .


Arya mengambil minyak kayu putih di laci .


" Sini ..." Lalu meminta Luna mendekat .


Luna tetap diam di tempatnya .


" Mas , besok gimana ?"


Arya menatapnya ." Iya , aku akan bicara sama Dimas besok ."


Luna menarik nafas panjang .


" Ingat ,jangan pernah mengulangi lagi seperti tadi , kamu tahu kan Dimas itu nekat ...bisa berbuat apa aja , kamu ingat yang waktu itu di hotel ..." Pesan Arya .


Luna mengangguk .


" Kenapa kamu nggak coba bertindak tegas ke Dimas seperti dulu ..."


" Ya , dengan memasukkannya ke penjara seperti dulu ,tapi itu malah membuat dendamnya semakin bertambah dan pasti kamu yang akan menjadi incarannya ...bukan aku ."


Luna balas menatapnya , merasa bersalah dengan semua ini .


" Aku minta maaf , Mas ..."


" Maaf kenapa ?"


" Karena aku , Dimas jadi berbuat seperti ini ke kamu ..." Ucapnya pelan .


" Kenapa harus kamu minta maaf ...?"

__ADS_1


Luna diam , sekali lagi mengusap hidungnya yang mulai berair .


" Udah sini ..." Arya menarik tangannya mendekat .


Arya mendekapnya dan badannya memang mulai hangat .


Tangan kirinya membuka tutup botol minyak kayu putih dan menuangkan ke tangan , lalu mengoleskan ke leher dan kening Luna .


" Tapi gimana kalau Dimas benar-benar membuktikan ancamannya ,menyebarkan surat kontrak itu ." Ucap Luna sambil mendongakkan kepalanya dan menatap Arya yang tengah memeluknya erat .


" Nggak usah dipikirin ,biarin aja ...aku nggak masalah asal dia nggak sampai menyentuh kamu ."


" Tapi kalau ..."


" Udah ." Potong Arya ." Nggak usah berpikir macam-macam , ingat kata dokter kamu nggak boleh terlalu stres ."


Luna diam ,tapi tetap saja tak bisa menghilangkan semua ini dari pikirannya , ia tahu Arya sendiri juga cemas , tapi berusaha bersikap tenang di depannya .


Arya mematikan lampu tidur .


" Semua akan baik-baik aja ." Bisiknya .


Luna menatapnya , sambil melingkarkan tangan di perut Arya .


Ia memejamkan mata saat jari-jari tangan Arya mengusap keningnya .


Semoga ada keajaiban dan Dimas mengurungkan niatnya untuk melakukan semua ini .


Ia tak akan sanggup melihat Arya terpuruk .


*****


Keesokan harinya ...


Siang harinya , Arya sudah bersiap , ia akan menemui Dimas sekarang .


Mereka sudah menentukan tempat dan waktunya tadi pagi via telpon .


" Mas aku ikut ya ..."


Luna berdiri di belakangnya .


Arya berbalik ." Nggak usah ...udah kamu bisa ajak Sasa jalan-jalan aja , ke Mall atau kemana gitu ..."


Luna menggeleng .


" Mamaaaa ...." Sasa muncul di belakang mereka .


" Kenapa , Sa ?" Tanya Luna .


" Mau beli pizza .."


" Ya udah keluarnya sama Mama dan Suster Mia ya , Papa masih ada kerjaan ." Seru Arya .


Sasa mengangguk .


" Ganti baju sana sama suster Mia ."


Sasa berlari keluar kamar .


Luna masih mematung .


Arya mendekat .

__ADS_1


" Hei , kenapa sedih gitu , nggak akan terjadi apa-apa ,nggak usah dipikirin ." Arya mengusap pipinya .


Luna sedikit tersenyum , meski hatinya masih gamang .


" Sekarang ganti baju , nanti kalau lama Sasa bisa ngomel ." Goda Arya .


Luna mengangguk .


" Tunggu ." Panggil Arya sebelum ia beranjak .


" Kenapa ?"


Arya mendekat dan mencium bibirnya .


" Udah sana ."


Setelah itu mereka keluar bersama ke ruang tengah . Sasa ternyata memang sudah rapi dari tadi .


Ardi dan Karina juga menemani .


" Sasa mau kemana ?" Tanya Karina .


" Beli pizza , Oma ."


" Papa sama Mama ikut aja , Sasa cuma sama Luna dan Mia ."


Karina menggeleng ." Temannya Papa mau kesini ."


" Oh ya udah ."


" Mama ayoo ..." Sasa berdiri .


" Iya salim dulu sama Opa , Oma dan Papa ."


Mereka bertiga keluar , Pak Sanusi sudah menunggu di halaman .


" Kamu mau menemui Dimas ?" Tanya Ardi kemudian .


Arya mengangguk .


" Apa tetap tidak ada solusi lain ?" Tanyanya lagi .


" Sepertinya begitu ."


" Apa perlu Papa temani ?"


" Nggak usah Pa , aku bisa sendiri ."


" Kamu hati-hati ya sama Dimas ." Sambung Karina .


" Iya Ma .


" Arya ingat , apa yang kamu putuskan sekarang , akan ada dampak buruknya , kamu yakin siap ?"


Arya tersenyum ." Iya Pa ,aku sudah memikirkan semua yang akan terjadi setelah ini , aku berangkat ya ."


Setelah mencium tangan Papa dan Mamanya , ia keluar .


" Ternyata Arya benar-benar mencintai Luna , sampai rela mengorbankan semua ." Ucap Ardi setelah hanya tinggal berdua dengan istrinya .


" Karena Luna sangat menyayangi Sasa ,itu yang membuat Arya bisa membuka hatinya kembali , setelah sekian lama ."


Ardi mengangguk ." Semua akan baik-baik saja apapun yang terjadi , selama mereka selalu bersama ."

__ADS_1


Karina tersenyum menatapnya .


__ADS_2