
" Ya udah , ganti baju dulu aja ."
Arya melepas pelukannya .Masih menatap Luna yang nampak pucat .
Luna beranjak turun dari tempat tidur , Arya sudah membawakan baju ganti di tangannya .
" Tadi acara kamu gimana , aku minta maaf jadi seperti ini ..."
" Udah nggak usah mikirin itu ..."
Arya menuntunnya masuk kamar mandi .
" Sini ..." Luna meminta baju ganti yang di pegang Arya , tapi ditolaknya ."Aku bisa sendiri ." Lanjutnya .
" Nanti kalau jatuh gimana ...?"
Arya akhirnya juga masuk dan membantunya mengganti baju .
Tak lama mereka keluar dan Luna duduk di kursi depan meja rias , membersihkan make up di wajah , sementara Arya melepas ikatan rambut , kemudian menyisirkannya .
Terdengar suara ketukan pintu .
" Iya Ma ." Jawab Arya .
" Mamanya Luna udah datang ."
" Iya sebentar ."
" Kita keluar sekarang ." Ucap Luna lalu berdiri .
Arya menggeleng ." Kamu istirahat disini ."
" Tapi Mas ..."
" Biar aku yang bicara dan menyelesaikan semuanya ."
Mau tak mau Luna menurut , saat Arya kembali menyuruhnya ke tempat tidur .
" Diam disini ..." Setelah menarikkan selimut , Arya berbalik dan berjalan keluar kamar .
Saat ia sampai di ruang tengah , mereka semua sudah menunggu disana .
" Gimana keadaan Luna ?" Tanya Widya begitu melihatnya muncul .
" Udah sedikit enakan Ma , tapi aku suruh istirahat aja ."
Widya mengangguk .
Mereka masih sama-sama diam ,saat Minah menyajikan teh hangat dan cemilan , kemudian berpamitan ke belakang .
" Kamu mau bicara apa ?" Tanya Karina memulai percakapan .
Arya menarik nafas panjang , mencoba cari kata yang tepat untun memulai bercerita .
" Apa soal perjanjian kontrak kamu dan Luna ." Tuduh Ardi langsung , yang sontak membuat Arya terperanjat .
" Papa ...Papa tahu semua ?" Tanyanya meyakinkan .
Ardi mengangguk ." Sudah lama kami semua tahu soal itu ."
" Iya , Mama sama Papa kamu yang cerita , tak lama setelah kalian menikah ." Sambung Widya .
" Iya ...aku memang mau berbicara soal itu , sebelumnya aku minta maaf karena sudah melakukan ini semua ...karena waktu itu Sasa yang terus menerus merengek minta Mamanya yang membuat bingung ,semua ini mungkin terlalu cepat dan tak berpikir lebih jauh ke depannya , untuk itu aku minta maaf ."
__ADS_1
" Ya sudahlah , semua sudah terjadi kan ..." Balas Ardi ." Itu sebabnya Papa dan Mama memutuskan untuk tinggal disini ,hanya untuk melihat langsung bagaimana kehidupan kalian sehari-hari ."
Arya menatapnya kaget , sama sekali tak pernah mencurigai akan hal itu sebelumnya .
" Dan kita tak pernah membahas ini , karena menganggap pernikahan kalian tak ada yang janggal dan semua berjalan seperti suami istri pada umumnya ."
" Apa kalian membuat perjanjian ini ,juga karena uang yang 100 juta waktu itu ?" Tanya Widya .
Arya menatapnya , begitu juga Ardi dan Karina .
" Iya Ma ."
" Uang 100 juta apa ?" Tanya Karina .
" Bu Karina , waktu itu saya memang memiliki hutang sebesar 100 juta kepada rentenir dan pada saat itu Arya datang dan berjanji membantu melunasi semua ."
Ardi menatapnya marah ." Jadi kamu memaksa Luna untuk menikah dengan imbalan uang 100 juta itu ?!" Sentaknya .
" Bukan seperti itu Pa , waktu itu aku memberikan pilihan lain ...kalaupun Luna menolak , ia bisa menggantinya dengan bekerja di kantor ."
" Iya Pak ...Luna juga bilang seperti itu ..." Bela Widya .
Arya mengangguk ." Luna juga menerima semua dengan pertimbangan Sasa juga , mereka sudah sangat dekat ."
Ardi menyandarkan punggungnya di sofa ." Ya oke...lupakan saja semua ...sekarang tinggal bagaimana kelanjutan hubungan kalian setelah ini , bukankah kontrak itu sudah berakhir sekarang ..."
" Iya , kami sudah membicarakan soal ini juga dan kontrak itu sudah tidak berlaku sekarang , apalagi Luna juga sudah hamil ."
" Apa kamu mempertahankan ini semua hanya karena Luna sudah hamil ?" Tanya Widya lagi .
Arya menoleh menatapnya ." Tentu saja bukan , Ma ...aku benar-benar mencintai Luna , bukan karena dia sedang hamil ." Ucapnya yakin .
Widya mengangguk dan menarik nafas lega .
Arya mengangguk .
Setelah Widya terlihat menjauh , Arya mendekat ke Papanya .
" Tapi ada masalah lain sekarang , Pa ."
" Masalah apa ?" Tanya Ardi panik .
" Surat kontrak yang aku simpan di laci , ikut terbawa ke kantor saat mengambil berkas-berkas yang ada diatasnya ."
" Terus ..?"
" Dimas menemui aku di kantor ..."
" Dimas ...?" Ardi mengernyitkan dahinya . Selain dia mempunyai hubungan dengan Kinan ,ia juga tahu tentang hubungan Dimas dan Luna dulu .
Arya mengangguk ." Karena buru-buru , aku menjatuhkan beberapa lembar berkas di luar loby dan ...salah satunya surat kontrak ."
" Dimas mengambilnya ...?" Tebak Ardi kemudian .
" Iya ."
" Ya ampun ...kenapa kamu bisa ceroboh begitu ..." Sergah Karina .
" Iya Ma , aku juga nggak menduga ini bisa terjadi ." Arya mengusap wajahnya , masih menyesali atas kesalahan besar yang sudah dilakukannya .
" Terus gimana ?" Tanya Ardi lagi penasaran .
" Itu yang menjadi senjata buat Dimas untuk membuat ancaman ...yang membuat Luna pingsan tadi ."
__ADS_1
Karina membelalakkan mata ." Jadi Luna pingsan karena ancaman dari Dimas ...?"
" Iya ...dia bilang akan menyebar luaskan surat kontrak itu ."
" Kalau sampai semua orang tahu , bisa fatal akibatnya ." Seru Ardi .
Arya mengangguk .
" Rencana kamu selanjutnya apa ?"
" Menunggu apa sebenarnya yang Dimas inginkan ,aku sudah coba menghubungi , tapi tak direspon ."
Ardi mengangguk ." Dia sengaja mengulur waktu , untuk membuat kalian semakin cemas ."
" Sepertinya begitu..." Jawab Arya ." Aku mau minta tolong sama Papa Mama ."
" Apa ?" Tanya Karina .
" Tolong jangan bahas lagi soal ini di depan Luna , biar aku sendiri yang menyelesaikan semua ..."
" Iya itu lebih baik , kondisi Luna yang sekarang jangan sampai membuatnya banyak pikiran ." Ardi nampak menyetujui keputusannya .
Arya mengangguk ." Aku juga melarang Luna pegang ponsel dulu , karena bisa berbahaya kalau sampai Dimas menerornya lagi ."
Tak berapa lama , Widya muncul sambil menuntun Sasa .
" Sa , Oma pulang dulu ya ."
" Yah ..." Sasa menatapnya kecewa ." Kok nggak tidur disini aja ."
" Nggak bisa , besok pagi Oma banyak pesenan ...Sasa mau dibikinin salad lagi ...?" Tanyanya .
" Mau Oma .."
" Ya sudah ...besok Oma kirimin ya ."
Setelah berpamitan dengan semua , Widya pulang diantar Pak Sanusi .
" Sasa ,bobo sama Oma yuk ." Ajak Karina .
Sementara Arya langsung ke kamarnya .
" Mama udah pulang ?" Tanya Luna begitu ia mendekat .
Arya mengangguk ." Sebentar aku ganti baju dulu ."
Begitu keluar kamar mandi setelah ganti baju , dilihatnya Luna memang berbaring di tempat tidur , sambil menekan keningnya dengan jari-jari tangannya .
Arya mendekat dan duduk disampingnya .
" Besok ke dokter ya ..." Ucapnya .
Luna menatapnya ." Apa kamu akan menemui Dimas ?" Tanya Luna lagi .
Arya mengangguk ." Iya ..." Jawabnya pendek , lalu mematikan lampu .
Arya melingkarkan lengan kirinya di atas kepala Luna , lalu mendekat dan mencium keningnya .
" Sekarang tidur , nggak usah mikirin macem-macem ."
Lalu jari-jari tangan Arya mulai memijat keningnya , tak lama Luna nampak terlelap .
Sementara Arya sendiri masih terduduk disana .Masalah berat dihadapannya sekarang , kalau Dimas benar-benar membuktikan ancamannya ...semua yang telah diraihnya selama ini akan hancur ,semoga saja masih ada pilihan lain yang bisa ditawarkan untuk Dimas .
__ADS_1