KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 69


__ADS_3

Malam ini mereka bersiap menemui Kinan dan lagi-lagi harus membuat alasan agar Sasa mau ditinggal di rumah .


" Ikut Mama ." Rengeknya .


" Sa , cuma sebentar kok ya ...nanti tidur sama Mama ya ." Bujuk Luna .


Sasa menolak dan mengangkat tangannya di depan Luna .


Saat Luna hendak menggendong Sasa tiba-tiba Karina mendekat .


" Eh Luna jangan ..."


Luna menoleh heran . " Kenapa Ma ?"


" Kamu nggak boleh gendong Sasa ."


Luna menatapnya ." Tapi kenapa ?"


Karina mendekati Sasa ." Udah Sasa dirumah sama Oma sama Opa ya ." Bujuknya , lalu membisikkan sesuatu di telinga Sasa dan ajaibnya membuat Sasa langsung mengangguk setuju .


" Udah kalian berangkat aja ."


Ardi menuntun Sasa masuk .


Mereka berjalan sampai ke ruang tamu , ketika Karina tiba-tiba menyusul .


" Luna tunggu ."


Luna berbalik ." Iya Ma ."


" Ingat ya , kamu sementara nggak boleh gendong Sasa atau angkat yang berat-berat dulu ." Pesannya .


Luna menatap bingung ." Tapi kenapa Ma ?"


" Udah nurut aja kata Mama ." Ucap Karina , lalu beralih ke Arya ." Kamu juga nyetirnya jangan ngebut... oke ."


Arya mengangguk , bingung juga dengan sikap Mamanya .


" Mama kenapa ?" Tanya Arya sewaktu di mobil .


" Aku juga nggak tahu , tapi dari tadi aneh sih .."


Arya menatapnya ." Aneh gimana ?"


" Tadi sore pas aku di kamar Sasa , tiba-tiba Mama nyuruh aku ke kamar buat istirahat ."


" Ya udahlah ,nanti aja tanya lagi pas pulang ."


Luna mengangguk setuju .


*****


Panorama Cafe


Mereka sudah memasuki parkiran , untunglah sepertinya tidak terlalu ramai juga di dalam .


Begitu keluar dari parkiran ...Luna mengambil ponsel dan menghubungi Kinan .


Ternyata ia sudah sampai dan menunggu didalam .


Mereka sampai di dalam dan sedang mencari meja yang sudah dipesan Kinan .


Terlihat dari kejauhan , Kinan melambaikan tangan . Mereka bergegas kesana .


Kinan hanya datang sendirian dan nampak sedikit canggung melihat kedatangan mereka .


" Maaf agak telat ." Ucap Luna , memulai pembicaraan .


" Oh iya nggak papa ...kalian pesan aja dulu ."


Waiters menghampiri mereka dan mencatat pesanannya .

__ADS_1


Mereka nampak diam untuk beberapa saat , sampai Kinan menanyakan langsung perihal Sasa .


" Sasa apa kabar ?" Tanyanya .


" Baik ." Jawab Luna .


Kinan menatap ke Arya yang sama sekali tak mau menatap ke arahnya .


" Mas ..." Panggil Kinan ." Apa sudah ada keputusan soal permintaan aku kemarin ?" Tanyanya langsung .


Arya menatap Luna dan ada anggukan disana .


" Iya , kita udah bahas soal ini kemarin ..."


" Jadi ...?"


" Kamu bisa menemui Sasa seminggu dua kali ."


Kinan nampak kaget mendengar jawabannya , tapi berusaha tetap tenang .


" Tapi itu pun sebaiknya dirumah aja ." Tambahnya .


Kinan menatapnya ." Tapi kalau aku mau mengajak Sasa jalan , apa juga nggak boleh ?"


Arya balas menatapnya sekarang ." Bisa , asal ditemani Mia ...tapi jangan lama-lama , karena untuk hari biasa aku jarang mengijinkan Sasa main keluar untuk waktu yang lama karena dia juga harus sekolah ."Tegasnya .


" Iya aku tahu itu ." Jawabnya berusaha menerima ." Oh ya Luna ...apa kamu juga menyetujui ini ?" Tanyanya .


Luna mengangguk .


Setelah itu pesanan datang dan mereka menikmati makanan pesanannya , tanpa berbicara .


Sesekali Kinan menatap ke Arya dan Luna yang duduk di depannya .


Beberapa kali ia melihat Arya berbicara dengan Luna yang sedang menyantap hidangan di meja dan bukan itu yang membuatnya tak nyaman .


Arya beberapa kali melihat ke arah Luna , tatapan mata itu sungguh berbeda . Ia ingat ...sorot mata itu dulu menjadi miliknya . Kini ia melihat tatapan itu mengarah ke Luna . Dadanya terasa sesak melihatnya .


Ia mengambilnya .


Sasa ternyata yang video call .


" Mamaaaaaa ...." Panggilnya langsung .


Kinan yang mendengar itu , menghentikan makannya , ia tahu itu suara Sasa , tapi ia tak berani untuk bicara disini .


" Kenapa Sa ?"


" Mama kok lama ...?" Tanya Sasa lagi .


" Iya ...iya sebentar lagi pulang ya ..." Bujuknya ." Mau kue coklat ?" Tanya Luna lagi .


Sasa mengangguk disana .


" Ya sudah main sama Oma dulu ya ..." Ucap Luna lagi sebelum sambungan terputus .


" Itu Sasa ?" Tanya Kinan memastikan , setelah melihat Luna mematikan ponselnya .


Luna mengangguk .


Kinan diam ...dari apa yang di dengar tadi , ia merasa kalau hubungan mereka dekat .


Lagi-lagi hal ini membuatnya tak nyaman .


" Mas ...aku mau bicara juga ...lusa kan Sasa ulang tahun , kalau kamu belum merencanakan pesta , aku mau minta ijin untuk mengurus semuanya ."


Arya menatap Luna . Ia hampir saja lupa dengan ulang tahun Sasa dan belum membicarakan ini dengan Luna maupun Mamanya .Selalu ada pesta biasanya di setiap ulang tahun Sasa , tapi kali ini ...ia benar-benar lupa dan belum merencanakan apa-apa .


" Sebenarnya aku sudah merencanakan acara untuk ulang tahun Sasa ." Ucap Luna tiba-tiba , membuat Arya dan Kinan sedikit kaget ." Tapi tidak ada pesta , cuma acara syukuran sederhana saja ." Lanjutnya .


" Nggak ada pesta ?" Tanya Kinan kaget ." Tapi Sasa selalu mau ada pesta setiap ulang tahunnya , dia bisa ngambek kalau sampai tidak dituruti .

__ADS_1


Luna tersenyum ." Aku sudah membahas ini dengan Sasa dan dia setuju malah sangat senang dengan acara ini ."


" Kamu yakin ?" Tanya Kinan memastikan .


Luna mengangguk .


Kinan beralih ke Arya ." Mas ...kamu setuju ?"


" Aku sudah menyerahkan urusan ini ke Luna . " Pungkasnya .


Jawaban yang kurang menyenangkan bagi Kinan , tapi sekali lagi ia seperti tak punya kuasa untuk berbicara lebih disini .


" Oh ya ..." Lanjut Arya ." Kamu bisa bertemu Sasa saat ulang tahunnya nanti , sebelum itu aku akan menjelaskan ke Sasa soal keberadaan kamu disini , karena untuk sekarang ia masih belum tahu semuanya ."


Kinan hanya mengangguk , nampak kekecewaan di wajahnya , meski begitu ia sedikit bersyukur , lusa ia bisa bertemu Sasa untuk pertama kalinya setelah sekian lama .


Selesai makan dan setelah membicarakan semua yang sudah disepakati bersama .


Mereka berpamitan dulu , sementara Kinan masih mau disana dulu sepertinya .


" Kinan kita duluan ya ." Pamit Luna lalu berdiri dan berjalan keluar .


Ia hanya menatapnya dari belakang .


Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna .


Tanpa terasa air matanya menetes perlahan .


Sesampainya di parkiran ...


" Memang kamu sudah merencanakan apa soal ulang tahun Sasa ?" Tanya Arya penasaran .


Luna menatapnya ." Rahasia ." Jawabnya pendek .


Arya meringis kesal , lalu mendekatkan wajahnya ke Luna .


" Apa , cepetan ..." Ucapnya lagi .


" Ih...kenapa maksa ."


Arya melingkarkan tangannya di perut Luna .


" Ngomong nggak ..."


" Nggak ..." Jawab Luna .


Arya mendekat dan mencium bibirnya .


Luna mendorong wajah Arya . " Ada orang diluar ." Ucap nya .


" Biarin ." Arya kembali mendekat .


" Aku teriak nih ." Ancamnya .


" Teriak aja ."


HAAAAAAAAA !!!!!!!!


Arya membekap mulutnya , ketika seorang tukang parkir menoleh dan berjalan ke arah mereka .


Kaca mobil diketuk , Arya membukanya .


" Ada apa Pak ?" Tanyanya .


" Oh nggak papa Pak ...tadi istri saya takut ada kecoak ." Jawabnya asal .


" Oh baiklah ."


Saat tukang parkir menjauh, Arya menutup kaca mobil .


Luna terbahak melihatnya , sementara Arya yang masih nampak kesal , menjalankan mobil .

__ADS_1


__ADS_2