
Malam ini mereka bersiap menemui Kinan dan lagi-lagi harus membuat alasan agar Sasa mau ditinggal di rumah .
" Ikut Mama ." Rengeknya .
" Sa , cuma sebentar kok ya ...nanti tidur sama Mama ya ." Bujuk Luna .
Sasa menolak dan mengangkat tangannya di depan Luna .
Saat Luna hendak menggendong Sasa tiba-tiba Karina mendekat .
" Eh Luna jangan ..."
Luna menoleh heran . " Kenapa Ma ?"
" Kamu nggak boleh gendong Sasa ."
Luna menatapnya ." Tapi kenapa ?"
Karina mendekati Sasa ." Udah Sasa dirumah sama Oma sama Opa ya ." Bujuknya , lalu membisikkan sesuatu di telinga Sasa dan ajaibnya membuat Sasa langsung mengangguk setuju .
" Udah kalian berangkat aja ."
Ardi menuntun Sasa masuk .
Mereka berjalan sampai ke ruang tamu , ketika Karina tiba-tiba menyusul .
" Luna tunggu ."
Luna berbalik ." Iya Ma ."
" Ingat ya , kamu sementara nggak boleh gendong Sasa atau angkat yang berat-berat dulu ." Pesannya .
Luna menatap bingung ." Tapi kenapa Ma ?"
" Udah nurut aja kata Mama ." Ucap Karina , lalu beralih ke Arya ." Kamu juga nyetirnya jangan ngebut... oke ."
Arya mengangguk , bingung juga dengan sikap Mamanya .
" Mama kenapa ?" Tanya Arya sewaktu di mobil .
" Aku juga nggak tahu , tapi dari tadi aneh sih .."
Arya menatapnya ." Aneh gimana ?"
" Tadi sore pas aku di kamar Sasa , tiba-tiba Mama nyuruh aku ke kamar buat istirahat ."
" Ya udahlah ,nanti aja tanya lagi pas pulang ."
Luna mengangguk setuju .
*****
Panorama Cafe
Mereka sudah memasuki parkiran , untunglah sepertinya tidak terlalu ramai juga di dalam .
Begitu keluar dari parkiran ...Luna mengambil ponsel dan menghubungi Kinan .
Ternyata ia sudah sampai dan menunggu didalam .
Mereka sampai di dalam dan sedang mencari meja yang sudah dipesan Kinan .
Terlihat dari kejauhan , Kinan melambaikan tangan . Mereka bergegas kesana .
Kinan hanya datang sendirian dan nampak sedikit canggung melihat kedatangan mereka .
" Maaf agak telat ." Ucap Luna , memulai pembicaraan .
" Oh iya nggak papa ...kalian pesan aja dulu ."
Waiters menghampiri mereka dan mencatat pesanannya .
__ADS_1
Mereka nampak diam untuk beberapa saat , sampai Kinan menanyakan langsung perihal Sasa .
" Sasa apa kabar ?" Tanyanya .
" Baik ." Jawab Luna .
Kinan menatap ke Arya yang sama sekali tak mau menatap ke arahnya .
" Mas ..." Panggil Kinan ." Apa sudah ada keputusan soal permintaan aku kemarin ?" Tanyanya langsung .
Arya menatap Luna dan ada anggukan disana .
" Iya , kita udah bahas soal ini kemarin ..."
" Jadi ...?"
" Kamu bisa menemui Sasa seminggu dua kali ."
Kinan nampak kaget mendengar jawabannya , tapi berusaha tetap tenang .
" Tapi itu pun sebaiknya dirumah aja ." Tambahnya .
Kinan menatapnya ." Tapi kalau aku mau mengajak Sasa jalan , apa juga nggak boleh ?"
Arya balas menatapnya sekarang ." Bisa , asal ditemani Mia ...tapi jangan lama-lama , karena untuk hari biasa aku jarang mengijinkan Sasa main keluar untuk waktu yang lama karena dia juga harus sekolah ."Tegasnya .
" Iya aku tahu itu ." Jawabnya berusaha menerima ." Oh ya Luna ...apa kamu juga menyetujui ini ?" Tanyanya .
Luna mengangguk .
Setelah itu pesanan datang dan mereka menikmati makanan pesanannya , tanpa berbicara .
Sesekali Kinan menatap ke Arya dan Luna yang duduk di depannya .
Beberapa kali ia melihat Arya berbicara dengan Luna yang sedang menyantap hidangan di meja dan bukan itu yang membuatnya tak nyaman .
Arya beberapa kali melihat ke arah Luna , tatapan mata itu sungguh berbeda . Ia ingat ...sorot mata itu dulu menjadi miliknya . Kini ia melihat tatapan itu mengarah ke Luna . Dadanya terasa sesak melihatnya .
Ia mengambilnya .
Sasa ternyata yang video call .
" Mamaaaaaa ...." Panggilnya langsung .
Kinan yang mendengar itu , menghentikan makannya , ia tahu itu suara Sasa , tapi ia tak berani untuk bicara disini .
" Kenapa Sa ?"
" Mama kok lama ...?" Tanya Sasa lagi .
" Iya ...iya sebentar lagi pulang ya ..." Bujuknya ." Mau kue coklat ?" Tanya Luna lagi .
Sasa mengangguk disana .
" Ya sudah main sama Oma dulu ya ..." Ucap Luna lagi sebelum sambungan terputus .
" Itu Sasa ?" Tanya Kinan memastikan , setelah melihat Luna mematikan ponselnya .
Luna mengangguk .
Kinan diam ...dari apa yang di dengar tadi , ia merasa kalau hubungan mereka dekat .
Lagi-lagi hal ini membuatnya tak nyaman .
" Mas ...aku mau bicara juga ...lusa kan Sasa ulang tahun , kalau kamu belum merencanakan pesta , aku mau minta ijin untuk mengurus semuanya ."
Arya menatap Luna . Ia hampir saja lupa dengan ulang tahun Sasa dan belum membicarakan ini dengan Luna maupun Mamanya .Selalu ada pesta biasanya di setiap ulang tahun Sasa , tapi kali ini ...ia benar-benar lupa dan belum merencanakan apa-apa .
" Sebenarnya aku sudah merencanakan acara untuk ulang tahun Sasa ." Ucap Luna tiba-tiba , membuat Arya dan Kinan sedikit kaget ." Tapi tidak ada pesta , cuma acara syukuran sederhana saja ." Lanjutnya .
" Nggak ada pesta ?" Tanya Kinan kaget ." Tapi Sasa selalu mau ada pesta setiap ulang tahunnya , dia bisa ngambek kalau sampai tidak dituruti .
__ADS_1
Luna tersenyum ." Aku sudah membahas ini dengan Sasa dan dia setuju malah sangat senang dengan acara ini ."
" Kamu yakin ?" Tanya Kinan memastikan .
Luna mengangguk .
Kinan beralih ke Arya ." Mas ...kamu setuju ?"
" Aku sudah menyerahkan urusan ini ke Luna . " Pungkasnya .
Jawaban yang kurang menyenangkan bagi Kinan , tapi sekali lagi ia seperti tak punya kuasa untuk berbicara lebih disini .
" Oh ya ..." Lanjut Arya ." Kamu bisa bertemu Sasa saat ulang tahunnya nanti , sebelum itu aku akan menjelaskan ke Sasa soal keberadaan kamu disini , karena untuk sekarang ia masih belum tahu semuanya ."
Kinan hanya mengangguk , nampak kekecewaan di wajahnya , meski begitu ia sedikit bersyukur , lusa ia bisa bertemu Sasa untuk pertama kalinya setelah sekian lama .
Selesai makan dan setelah membicarakan semua yang sudah disepakati bersama .
Mereka berpamitan dulu , sementara Kinan masih mau disana dulu sepertinya .
" Kinan kita duluan ya ." Pamit Luna lalu berdiri dan berjalan keluar .
Ia hanya menatapnya dari belakang .
Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna .
Tanpa terasa air matanya menetes perlahan .
Sesampainya di parkiran ...
" Memang kamu sudah merencanakan apa soal ulang tahun Sasa ?" Tanya Arya penasaran .
Luna menatapnya ." Rahasia ." Jawabnya pendek .
Arya meringis kesal , lalu mendekatkan wajahnya ke Luna .
" Apa , cepetan ..." Ucapnya lagi .
" Ih...kenapa maksa ."
Arya melingkarkan tangannya di perut Luna .
" Ngomong nggak ..."
" Nggak ..." Jawab Luna .
Arya mendekat dan mencium bibirnya .
Luna mendorong wajah Arya . " Ada orang diluar ." Ucap nya .
" Biarin ." Arya kembali mendekat .
" Aku teriak nih ." Ancamnya .
" Teriak aja ."
HAAAAAAAAA !!!!!!!!
Arya membekap mulutnya , ketika seorang tukang parkir menoleh dan berjalan ke arah mereka .
Kaca mobil diketuk , Arya membukanya .
" Ada apa Pak ?" Tanyanya .
" Oh nggak papa Pak ...tadi istri saya takut ada kecoak ." Jawabnya asal .
" Oh baiklah ."
Saat tukang parkir menjauh, Arya menutup kaca mobil .
Luna terbahak melihatnya , sementara Arya yang masih nampak kesal , menjalankan mobil .
__ADS_1