KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
bab 29


__ADS_3

Hana krmbali ke dalam club bersama saka setelah menghabiskan satu piring nasi goreng bersama satu gelas teh manis.


"Terimakasih mas sudah mau mengantar saya, saya pamit dulu ya "


Hana pamit setelah berada di depan meja, meninggalkan saka yang tak henti menatap nya. Dia berjalan menjauh dan menghilang di balik dinding.


Saka kemudian membayar minuman yang dia pesan sebelum nya, meskipun tak sempat dia minum. Lalu dia beranjak keluar dari club dan pulang menggunakan mobil.


Sesampai nya hana di depan pintu langkah nya terhenti saat bayu memanggil nya dari arah samping


"hana, habis dari mana? , sepertinya kamu habis daritu luar "


"eh mas bayu, maksudku bayu,


Tadi aku keluar cari makan soal nya lapar "


"semalam aku mau ngasih makanan, aku ketok ketok pintu ,kamu nya gak mau buku "


"semalam ngantuk berat mas, jadi gak inget ada yang ngetok ngetok pintu "


"oh ya sudah, nanti satu jam lagi aku antar kamu ke kostan "


Bayu berlalu pergi , dan hana pun masuk ke kamar


Setelah satu jam berlalu bayu mengetuk pintu kamar dimana ada hana di dalam nya, dia mengajak hana pindah ke kostan tempat karyawan wanita beristirahat. Tanpa bnayak bertanya hana hanya menuruti perkataan bayu


"nanti sekitar jam 7malam , kamu sudah bisa mulai bekerja ya. Kamu tinggal jalan kaki ke depan lalu belok kiri, kamu masih ingat kan?


Kalau kamu belum hapal jalan nya , kamu boleh menunggu yang lain nya biar berangkat bareng"


Setelah mengantarkan hana ke kostan nya , bayu kemudian pergi dengan menaiki motor yang berada di depan kostan, tak lupa dia menyuruh perempuan yang menghampirinya untuk mengajarkan hana


Hana membereskan pakaian nya ke dalam lemari yang ada di kamar itu, beberapa orang menghampiri nya tanpa rasa canggung.


"anak baru ya "


"namanya siapa? "


Hana tersenyum dengan kedatangan orang orang dan menjawab pertanyaan mereka


"iya, aku baru.


Namaku hana "


"perawan?


Janda?


Atau seorang istri? "


"maksud nya gimana ya ka "


Hana tak mengerti pertanyaan nya


"maksud ku, kamu perawan atau janda? "


"oh... Aku janda ka "


"ok bagus deh,


Kamu kesini bawa mukena? "


Perempuan itu terkejut ketika melihat hana menaruh mukena nya di atas lemari


"memang nya kenapa ka "


"haha... Gak apa apa sih , lucu aja gitu "


Perempuan itu tertawa lepas


"ya sudah kita kita balik ke kamar lagi ya " mereka kembali keluar dari kamar hana


Setelah sekitar pukul 7 malam , hana sudah bersiap siap dengan berpakaian rapih, beberapa orang wanita sudah terlihat berlalu melewati kamar nya yang berada paling depan dekat pagar . Hana segera keluar dari kamarnya dengan memakai celana jeans dan kemeja warna navy dengan rambut terurai panjang lalu mengikuti beberapa orang wanita dengan pakaian mini dres dengan hiasan make up di wajah nya, wangi parfum nya juga sangat menyegarkan, jauh berbeda dengan nya .


Setelah sampai di depan gedung mariana club hana masuk dan di sambut beberapa ajudan atau security di depan pintu , hana juga melihat bayu di sana yang sudah rapih dengan celana hitam dan baju kemeja warna abu yang di masukan ke dalam celananya


"pak, mas "


Hana mwmbungkuk kepada 2 lelaki penjaga pintu, dan juga bayu .


Bayu melihat penampilan hana dari ujung rambut hingga ujung kaki


"apa kamu tidak punya baju yang sedikit lebih feminim?


Misalnya dres atau semacam nya "


"tidak punya mas "


"ya sudah kamu masuk aja, nanti kita ngomong dulu sama mami "


Bayu mengantarkan hana masuk ke ruangan yang terdapat beberapa wanita berpenampilan seksi duduk di kursi


"mami, ini anak baru yang kemarin. Sepertinya dia belum berpengalaman "


" waaah.. Aku suka anak baru seperti ini, dia bisa dengan cepat ku ajari "

__ADS_1


Ucap mami yang langsung menatap hana


"coba kamu sini, siapa nama nya "


Hana mendekati mami lalu menjawab


"namaku hana mami "


"nama yang bagus,


Kamu tidak punya pakaian yang lebih menarik? "


Mami menyentuh baju hana seakan lembut


"ini baju yang menurutku menarik mami "


"ya sudah mami bawain dulu pakaian yang cocok untuk kamu "


Ucap mami


"bayu, ambil koper yang itu dan keluarkan pakaian yang di dalam nya"


Mami menunjuk koper coklat di belakang kursi


Setumpuk pakaian di sodorkan bayu kepada mami lalu di simpan atas meja.


"nah.. Ini semua pakaian untuk kamu ya, coba sekarang pakai yang ini saja "


Mami menyodorkan dres berwarna biru pada hana , lalu hana mengambil nya.


"ganti disini saja .


Bayu! Kamu balik badan dulu"


Ucap mami


Dengan malu malu hana membuka pakaian di depan para wanita yang sedikitpun tak memperhatikan nya, lalu menggantinya dengan dres yang di berikan mami padanya


"tuh.. Kan cantik banget,


Gimana leadis? Cantik engga? "


Beberapa wanita langsung menoleh ke arah hana dengan serempak meng iyakan


"iya cantik mami "


Hana menurun nurun kan dres yang di pakainya karena merasa terlalu pendek untuk nya


"oh... Ada yang kurang "


"aww.. Mami maaf aku tidak bisa memakai sepatu ini, , sepatu ini terlalu tinggi "


Ucap hana dengan tangan melentang menahan keseimbangan .


"ya sudah kamu pakai yang agak pendek aja dulu, nanti belajar pakai high heels ya "


Hana mencopot sepatu hak tinggi menggantinya dengan sepatu hak yang agak kecil untuk pemula .


"tuh kan jadi cantik banget.


mona, poles sedikit bedak biar terlihat lebih sempurna "


Seorang wanita bangkit mendekati hana dengan membawa beberapa alat make up dan memoleskan nya pada hana


Setelah hana sudah terlihat sempurna, mami mengajarinya bekerja menjadi witers, sama seperti dia mengajari yang lain nya sewaktu dulu .


Ketika malam telah tiba, hana duduk di depan meja dengan beberapa teman wanita yang satu pekerjaan dengan nya .


Beberapa tamu datang memesan minum, hana belum berani melayani nya, dia hanya menuruti jika teman nya menyuruh nya mengambilkan minuman atau hanya sekedar mengantarkan nya.


Saat hana tengah membantu teman nya mengambilkan minuman, tiba tiba seorang lelaki menghampiri nya tepat di depan meja


"hai , udah mulai kerja? "


"eh , mas saka .


Mau minun mas "


"nanti aja dulu "


"iya mas , duduk aja dulu "


Hana kembali membantu teman nya setelah tadi berhenti sebentar menyapa saka


"hana, boleh kita bicara? "


"oh.. Boleh mas. Gimana? "


Hana masih berdiri di depan meja


"bisa kamu datang kesini? "


"oh iya baik mas "


Hana berjalan mendekati saka

__ADS_1


"Kamu cantik malam ini "


"mas cuman mau bicara gitu doang? "


"engga, bukan itu.


Maksud ku kapan kamu ada waktu kosong? "


"maksud mas libur? "


"iya itu maksud ku "


"engga tau mas , kan aku baru masuk "


"ya sudah, aku pesan minum , jangan terlalu banyak alkohol nya "


"iya mas "


Hana mengambilkan minuman yang rendah alkohol lalu menaruh di atas meja tepat di depan saka. kemudian hana bergabung dengan yang lain nya .


Beberapa hari bekerja sebagai witers hana merasa lelah, bukan karena pekerjaan nya melainkan waktu untuk dia bekerja , dimana biasa nya dia beristahat di malam hari dan beraktifitas di siang hari. Namun kini keadaan nya berbalik ,di malam hari dia harus bekerja dan siang nya untuk istirahat .


Seminggu telah berlalu, hana sudah terbiasa dengan pekerjaan nya, bahkan suara musik yang sebelum nya dia merasa bising, kini justru dia menikmatinya.


Pakaian yang dia bawa dari kampung pun tak pernah di sentuh nya , dia memakai pakaian yang di berikan mami lengkap dengan sepatu nya, bahkan alat solat yang dia bawa di masukan kembali ke dalam tas berikut pakaian nya dari kampung.


Sebulan telah berlalu, satu persatu di panggil oleh mami untuk mendapatkan gajian bulanan. Sebenarnya setiap hari mereka sudah dapat tip dari tamu yang datang. Apalagi kalau mereka mau menemani tamu untuk sekedar minum, mereka akan dapat tip yang lebih besar hanya dengan duduk di samping nya dengan senyum lalu menuangkan minuman untuk nya.


Namun untuk hana ,tip harian nya tidak sebesar teman teman nya, karena dia tidak terlalu menerima tamu yang mau di temani nya, hanya beberapa kali saja dia pernah menemani tamu minum, karena waktu itu tamu nya agak agresif ahirnya hana memutuskan untuk tidak menerima tamu untuk di temani nya , walaupun begitu tidak membuat hana di pecat atau di tegur mami, karna disitu mami sangat menghargai keputusan karyawan nya.


Hana membuka amplop coklat berisi uang hasil dia bekerja, dia menghitung uang nya yang berjumlah 35 uang pecahan 100 ribuan.


(Alhamdulillah.. Akan ku kirimkan pada ibu, biar dia tidak capek capek lagi jualan keliling) ucap hana pada diri sendiri


Hana menghampiri bayu lalu menanyakan nomor telepon ceu sinta, beruntung bayu menyimpan nomor ceu sinta sehingga membuat hana bisa menghubungi ibu nya di kampung


"halo ceu, "


"maaf ceu mengganggu, saya bisa bicara sama ibu enggak? "


"iya ceu "


Hana menunggu ceu sinta di sebrang telepon yang tengah berjalan menuju rumah ibu nya


"iya ceu "


"ibu, apa kabar? "


"alhamdulillah aku baik bu,


Aku juga betah kerja disini "


"iya bu "


"aku mau kirim uang buat ibu, biar ibu gak usah capek capek dagang keliling , biar bisa fokus ngurus adek. nanti suruh ceu sinta kirim nomor rekening nya kesini ya bu "


"iya bu"


"ibu juga yang sehat ya "


"iya bu, "


"assalsmualaikum "


Telepon berahir, lalu hana memberikan kembali telepon tersrbut kepada bayu


"mas bayu, punya mbanking engga?


Aku mau ikut kirim uang "


"mau kirim berapa memang nya? "


"3 juta mas "


"kenapa gak kamu pake dulu buat beli kebutuhan kamu, ?


Setidak nya beli handpone gitu"


"nanti aja mas, ibu ku lebih membutuhkan "


"sini uang nya, biar aku kirimkan sama ceu sinta, kebetulan aku punya nomor rekening nya "


"ini .


Terimakasih ya mas bayu "


Hana menyodorkan uang kepada bayu.


Keesokan hari nya hana mengeluarkan kembali pakaian yang sudah dia simpan di dalam tas yang di bawanya dari kampung , dia mencari barang yang sudah lama dia lupakan.


(nah ..ini dia )


Ucap hana Hana menemukan barang yang dia cari, sebuah benda pipih yang di terimanya dari fajar


(semoga benda ini masih bisa di gunakan)

__ADS_1


Ucap hana lagi dengan menghidupkan tombol on of di handpone yang di pegang nya.


__ADS_2