KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 133


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian ...


" Pa ..." Panggil Karina , yang tengah berada di ruang tengah .


" Kenapa ?" Ardi tergopoh-gopoh menghampirinya .


" Coba lihat itu ..." Karina menunjuk ke layar televisi .


Ardi segera melihatnya , acara berita yang sedang menyiarkan tertangkapnya tersangka kasus penipuan yang cukup besar .


" Itu Dimas kan ?" Tanya Karina memastikan , meski disitu tertera jelas namanya .


Ardi mengangguk ." Papa nggak nyangka dia bisa jadi tersangka kasus seperti ini .."


" Ya ..mungkin ini yang bisa menjadikan dia kaya mendadak ...yang selalu dipamerkannya ."


Ardi menatapnya . " Syukurlah ...kalau memang benar dan sekarang dia sudah tertangkap , meski semenjak dia menyebarkan pernikahan Arya waktu itu dia sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya di depan kita ."


" Semoga dengan ini dia bisa sadar dengan semua kesalahannya ." Ucap Karina lagi .


" Semoga saja ..."


*****


" Pak , tadi ada telpon dari Bu Lidya ...katanya ponsel Bapak tidak bisa dihubungi .."


Maya masuk ke ruangannya setelah makan siang .


" Oh iya tadi lowbat makanya aku matiin , ada apa ?"


" Bu Lidya minta Bapak datang ke hotel , katanya ada berkas penting yang harus di periksa ."


" Oh iya nanti biar aku hubungi ...makasih ya ."


Arya mengusap wajahnya pelan . Mungkin nanti selesai meeting dengan Om Irwan , ia bisa langsung ke hotel .


1 bulanan ini harus ditanganinya sendiri masalah kantor dan juga hotel , karena ia sendiri sudah melarang Luna untuk berkegiatan diluar rumah .


Kandungannya yang sudah semakin besar dan hanya tinggal menghitung hari membuatnya khawatir kalau harus melibatkannya dengan urusan pekerjaan .


Walaupun beberapa bulan terakhir ini , Luna cukup senang dengan pekerjaan barunya dan masih bisa membagi waktu nya di rumah maupun di hotel .


Sejak awal ia sudah tahu walau tanpa bercerita sekalipun ...Luna juga menginginkan bisa punya kegiatan di luar rumah ,selain harus mengurus rumah tangga .


Itu dibuktikannya dengan waktu singkat , ia bisa cukup baik mengelola hotel dan urusan rumah pun tak pernah terbengkalai sedikit pun .


Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi nomor Lidya , membuat janji bertemu siang nanti .

__ADS_1


*****


Karina dan Ardi masih di depan tv , saat Sasa berlari menghampiri .


" Omaaaa ...."


" Ada apa Sa ?" Tanya Karina panik .


" Mama sakit Oma ..."


Karina menatap Ardi ." Pa ,jangan-jangan udah waktunya ..." lalu berlari ke kamar Luna , Ardi mengikuti di belakangnya .


Saat mereka masuk , Luna duduk di sofa sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan .


" Kenapa ..sakit ?" Tanya Karina .


Luna mengangguk , posisinya setengah tertidur disana .


" Kamu masih bisa jalan ?" Ardi menarik tangan dan coba menuntunnya .


" Ma , suruh Pak Sanusi siapin mobil , cepetan ."


" Iya ."


Karina berlari keluar .


" Ma sakiiit ..." Rintihnya .


" Iya ..iya tahan sebentar ya ..." Ucap Karina yang menemaninya di kursi belakang , sambil mengusap perutnya . " Pak Sanusi bisa cepetan ." Serunya lagi .


" Iya Bu ."


Sementara Ardi yang duduk di depan , mengambil ponsel dan menghubungi Arya , memintanya segera datang ke rumah sakit .


15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit dan suster segera membawanya ke ruang perawatan .


" Ma gimana ?" Arya datang tak lama setelah mereka disana .


" Masih di dalam ." Jawab Karina .


" Dokter gimana keadaan istri saya ?" Tanya Arya cemas , melihat dokter keluar ruangan .


" Tekanan darahnya cukup tinggi dan itu bisa membahayakan ibu dan juga janinnya ."


" Terus bagaimana ?"


" Harus dilakukan operasi , karena akan sangat berbahaya kalau memaksa persalinan normal ."

__ADS_1


Arya menatap Karina dan Ardi bergantian .


" Apa yang terbaik menurut dokter saja ."


" Baik kalau begitu ."


" Apa saya boleh masuk sebentar ?"


" Iya silahkan ."


Arya bergegas masuk , Luna masih terbaring disana . Meringis kesakitan sambil mengusap perutnya .


" Sakit ...sabar ya ..." Arya mengusap perutnya .


" Gimana ?" Tanya Luna .


" Harus caesar ,karena tensi kamu tinggi ."


Luna menatapnya cemas .


" Nggak usah takut ...semua akan baik-baik aja ."


Arya memeluknya .


Operasi dilakukan pada malam hari nya .


Arya masih disana bersama Karina dan juga Widya yang baru datang , sementara Ardi pulang lebih dulu , menjemput Sasa karena dia merengeek minta bertemu Mamanya .


Tiga puluh menit berlalu dan belum ada tanda-tanda operasi selesai , hal ini membuatnya semakin cemas .


" Papaaa .." Sasa berlari menghampirinya .


" Mama mana ?" Tanyanya lagi .


" Masih di dalam ."


" Sasa sini sama Oma ." Panggil Widya , Sasa pun berjalan menghampirinya .


Cukup lama waktu berjalan , Arya masih mematung di depan ruang operasi .


Sampai terdengar suara tangisan bayi dari dalam .


" Alhamdulillah ." Ucap Karina dan Widya bersamaan .


5 menit kemudian dokter keluar .


" Selamat ya Pak , ibu dan bayi nya sehat ... bayi nya laki-laki ."

__ADS_1


__ADS_2