
Beberapa bulan kemudian ...
" Pa ..." Panggil Karina , yang tengah berada di ruang tengah .
" Kenapa ?" Ardi tergopoh-gopoh menghampirinya .
" Coba lihat itu ..." Karina menunjuk ke layar televisi .
Ardi segera melihatnya , acara berita yang sedang menyiarkan tertangkapnya tersangka kasus penipuan yang cukup besar .
" Itu Dimas kan ?" Tanya Karina memastikan , meski disitu tertera jelas namanya .
Ardi mengangguk ." Papa nggak nyangka dia bisa jadi tersangka kasus seperti ini .."
" Ya ..mungkin ini yang bisa menjadikan dia kaya mendadak ...yang selalu dipamerkannya ."
Ardi menatapnya . " Syukurlah ...kalau memang benar dan sekarang dia sudah tertangkap , meski semenjak dia menyebarkan pernikahan Arya waktu itu dia sama sekali tidak menunjukkan batang hidungnya di depan kita ."
" Semoga dengan ini dia bisa sadar dengan semua kesalahannya ." Ucap Karina lagi .
" Semoga saja ..."
*****
" Pak , tadi ada telpon dari Bu Lidya ...katanya ponsel Bapak tidak bisa dihubungi .."
Maya masuk ke ruangannya setelah makan siang .
" Oh iya tadi lowbat makanya aku matiin , ada apa ?"
" Bu Lidya minta Bapak datang ke hotel , katanya ada berkas penting yang harus di periksa ."
" Oh iya nanti biar aku hubungi ...makasih ya ."
Arya mengusap wajahnya pelan . Mungkin nanti selesai meeting dengan Om Irwan , ia bisa langsung ke hotel .
1 bulanan ini harus ditanganinya sendiri masalah kantor dan juga hotel , karena ia sendiri sudah melarang Luna untuk berkegiatan diluar rumah .
Kandungannya yang sudah semakin besar dan hanya tinggal menghitung hari membuatnya khawatir kalau harus melibatkannya dengan urusan pekerjaan .
Walaupun beberapa bulan terakhir ini , Luna cukup senang dengan pekerjaan barunya dan masih bisa membagi waktu nya di rumah maupun di hotel .
Sejak awal ia sudah tahu walau tanpa bercerita sekalipun ...Luna juga menginginkan bisa punya kegiatan di luar rumah ,selain harus mengurus rumah tangga .
Itu dibuktikannya dengan waktu singkat , ia bisa cukup baik mengelola hotel dan urusan rumah pun tak pernah terbengkalai sedikit pun .
Ia mengambil ponsel nya dan menghubungi nomor Lidya , membuat janji bertemu siang nanti .
__ADS_1
*****
Karina dan Ardi masih di depan tv , saat Sasa berlari menghampiri .
" Omaaaa ...."
" Ada apa Sa ?" Tanya Karina panik .
" Mama sakit Oma ..."
Karina menatap Ardi ." Pa ,jangan-jangan udah waktunya ..." lalu berlari ke kamar Luna , Ardi mengikuti di belakangnya .
Saat mereka masuk , Luna duduk di sofa sambil memegangi perutnya dan meringis kesakitan .
" Kenapa ..sakit ?" Tanya Karina .
Luna mengangguk , posisinya setengah tertidur disana .
" Kamu masih bisa jalan ?" Ardi menarik tangan dan coba menuntunnya .
" Ma , suruh Pak Sanusi siapin mobil , cepetan ."
" Iya ."
Karina berlari keluar .
" Ma sakiiit ..." Rintihnya .
" Iya ..iya tahan sebentar ya ..." Ucap Karina yang menemaninya di kursi belakang , sambil mengusap perutnya . " Pak Sanusi bisa cepetan ." Serunya lagi .
" Iya Bu ."
Sementara Ardi yang duduk di depan , mengambil ponsel dan menghubungi Arya , memintanya segera datang ke rumah sakit .
15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit dan suster segera membawanya ke ruang perawatan .
" Ma gimana ?" Arya datang tak lama setelah mereka disana .
" Masih di dalam ." Jawab Karina .
" Dokter gimana keadaan istri saya ?" Tanya Arya cemas , melihat dokter keluar ruangan .
" Tekanan darahnya cukup tinggi dan itu bisa membahayakan ibu dan juga janinnya ."
" Terus bagaimana ?"
" Harus dilakukan operasi , karena akan sangat berbahaya kalau memaksa persalinan normal ."
__ADS_1
Arya menatap Karina dan Ardi bergantian .
" Apa yang terbaik menurut dokter saja ."
" Baik kalau begitu ."
" Apa saya boleh masuk sebentar ?"
" Iya silahkan ."
Arya bergegas masuk , Luna masih terbaring disana . Meringis kesakitan sambil mengusap perutnya .
" Sakit ...sabar ya ..." Arya mengusap perutnya .
" Gimana ?" Tanya Luna .
" Harus caesar ,karena tensi kamu tinggi ."
Luna menatapnya cemas .
" Nggak usah takut ...semua akan baik-baik aja ."
Arya memeluknya .
Operasi dilakukan pada malam hari nya .
Arya masih disana bersama Karina dan juga Widya yang baru datang , sementara Ardi pulang lebih dulu , menjemput Sasa karena dia merengeek minta bertemu Mamanya .
Tiga puluh menit berlalu dan belum ada tanda-tanda operasi selesai , hal ini membuatnya semakin cemas .
" Papaaa .." Sasa berlari menghampirinya .
" Mama mana ?" Tanyanya lagi .
" Masih di dalam ."
" Sasa sini sama Oma ." Panggil Widya , Sasa pun berjalan menghampirinya .
Cukup lama waktu berjalan , Arya masih mematung di depan ruang operasi .
Sampai terdengar suara tangisan bayi dari dalam .
" Alhamdulillah ." Ucap Karina dan Widya bersamaan .
5 menit kemudian dokter keluar .
" Selamat ya Pak , ibu dan bayi nya sehat ... bayi nya laki-laki ."
__ADS_1