
"Bapak mu sungguh keterlaluan,
dia menjual ibu untuk mendapatkan uang ,
ibu tak pernah menyuruh nya untuk meminta pinjaman kepada mu atau pun suami mu.
waktu itu ibu melahirkan di rumah mak atit dukun anak, dan ibu juga membayarnya dengan hasil jualan ibu.
Justru bapak mu tidak ada saat ibu melahirkan, dia hanya datang setelah adik mu tutup pusar di hari ke 5 " ucap ibu fatma
"aku tak percaya bapak sampai bersikap seperti itu bu "
Hana kembali memeluk ibu nya setelah menurunkan adik nya dari pangkuan nya
"ibu juga tidak percaya hana, tapi begitulah yang terjadi .
Bapak mu juga meninggalkan banyak hutang di sini, dia menjual motor yang ibu beli dulu, dia juga menggadaikan surat tanah yang kita tempati ini "
Ibu nya kembali menangis, menceritakan semua kejadian yang terjadi selagi hana tak tinggal di rumah nya .
ke esokan hari, beberapa tetangga nya berdatangan melihat kedatangan hana, bisik bisik para tetangga mulai ramai membicarakan hana yang di pulangkan oleh suami nya
"ya kalo jadi istri sirih mah tetep kalah "
"istri sah nya seperti nya sudah kembali, makanya hana di pulangkan "
"hana terlihat lebih dewasa setelah menikah "
"hana terlihat sangat sedih "
Begitulah obrolan para tetangga yang berbisik di depan spiker .
Ada juga beberapa tetangga yang mengambil kesempatan untuk menagih hutang bapak nya kepada hana yang terbilang cukup besar, di tambah lagi orang yang menerima gadaian tanah meminta kembali uang yang telah di pinjam bapak nya dengan ancaman akan menjadi hak milik tanah yang di tempati mereka jika tidak segera di bayar.
ahirnya uang yang hana terima dari fatma terpaksa dia berikan kepada orang orang yang menagih hutang bapak nya, bahkan uang yang cukup tebal kini hanya tinnggal beberapa lembar saja.
"kamu dapat uang dari mana hana? "
Tanya ibu nya pelan
"uang itu pemberian mas bagas untuk biaya hidup ku setelah berpisah dengan nya bu "jawab hana
"lalu kenapa uang itu kamu bayarkan kepada orang orang yang menagih hutang bapak mu? "
"aku ingin hidup tenang bu, biar saja aku tak punya uang asal kita hidup tentram "
"maafkan ibu dan bapak mu yang sudah menyusahkan mu nak " ibu hana memeluk hana
"ibu tidak perlu minta maaf, hana ikhlas ko, ini belum seberapa di banding ibu yang telah mengandung, melahirkan , dan mengurus hana hingga sampai saat ini ".
hana memeluk ibu nya kembali, kemudian mereka kembali beraktifitas , sesekali ngobrol ngobrol dengan tetangga yang menghampiri nya.
Malam telah menjadi gelap, tak ada suara orang maupun suara kendaraan seperti biasa hana dengar di rumah bagas.
Kembali hana memikirkan apa yang harus dia perbuat untuk membantu ibu nya , hingga tanpa sadar dia tertidur lelap karena seharian kelelahan.
Beberapa hari tinggal di kampung hana sudah membiasakan diri membantu ibu nya menyiapkan dagangan untuk ibu nya berkeliling, sejak pagi buta dia sudah ikut serta membuat beberapa jenis gorengan, muali dari gorengan tempe, tahu, bakwan dan banyak lagi.
Setelah ibu nya berangkat berkeliling dia bertugas membereskan rumah dan mengasuh adik kecil nya ,hingga setiap hari terus seperti itu .
Sore hari di tengah tengah kesibukan hana membungkus beberapa jenis kerupuk, datang seorang wanita muda menghampiri nya
"waduh.. Neng hana rajin sekali "
"iya ceu, ini cuman bantuin ibu "
"bagus sekali hana mau bantuin ibu "
"iya ceu, sembari nanti nyari kerjaan lain "
"oh iya hana lagi kerjaan? kebetulan sekali ceuceu kesini mau nawarin kerja sama kamu, barangkali kamu minat "
"kerja apa ceu? "
"kerja jadi ART di jakarta, gaji nya 2 juta sebulan, kerja nya cuman nyapu ngepel aja "
"wah jauh atuh ceu kalau ke jakarta mah "
"ya engga jauh juga neng, paling 7 Jam sampai "
__ADS_1
"nanti deh aku ngobrol dulu sama ibu "
"dari pada neng disini bantuin ibu engga seberapa, kalau neng kerja kan bisa bantu ibu biar gak capek dagang keliling "
"iya nanti aku ngobrol dulu sama ibu ya ceu "
"ya udah neng, nanti kalau sudah ada keputusan bilang sama ceuceu yah "
"iya ceu"
"ya udah kalo gitu ceuceu pulang dulu ya neng "
"iya silahkan ceu "
Tetangga itu kemudian berlalu pergi , lalu tak lama ibu hana datang membawa kantong belanjaan berisi tepung terigu dan bahan bahan gorengan lain nya. kemudian hana nenceritakan kedatangan tetangganya yang menawarkan pekerjaan untuk nya
"ibu tidak akan melarang mu na, ibu juga tidak akan menyuruh mu.
Kalau kamu mau ya boleh, kalau kamu tidak mau juga boleh.
Pilih saja sesuai dengan keinginan mu "
Ucap ibu hana
"baiklah bu, sepertinya aku akan meninggalkan ibu lagi untuk yang ke dua kali nya, do'akan aku ya bu "
Hana menciumi punggung tangan ibu nya seraya menangis
"ibu tidak apa apa hana, jaga diri mu baik baik,
Maaf ibu tidak bisa membantu mu, ibu hanya menyusahkan mu "
Ibu hana kembali menangis
"Tidak bu, ibu sudah mengajarkan aku banyak pengalaman hidup .
Besok aku akan menemui ceu sinta untuk menyetujui keberangkatan ku ke jakarta , tapi aku juga akan membuat KTP dulu bu"
" iya hana, do'a ibu selalu yang baik baik untuk mu .
iya bener mumpung sekarang bikin ktp nya gampang. sehari bisa langsung jadi na"
"ya udah besok aku ke ceu sinta dulu mastiin, habis itu ke kecamatan untuk perekaman KTP ya bu "
"iya han ".
******
Hana terpana dengan pemandangan sepanjang perjalanan yang pertama kali untuk nya, walau hanya di dalam mobil bus dia dapat melihat bangunan bangunan tinggi serta menakjubkan ,di lihat nya ke kanan dan ke kiri dengan mata berbinar
"ceu, itu bangunan apa? "
Hana menunjuk deretan bangunan megah juga sangat tinggi
" itu hotel , apartemen, dan kantor kantor besar "
"waaaahhh.. Bagus sekali ya ceu , andai kita bisa bekerja disana ya ceu"
" "itu buat orang orang yang sekolah nya tinggi neng , kalau seperti kita mah yaahh paling bagus jaga toko atau jadi ART itu udah untung neng "
"oh.. Gitu ya ceu .
Ceu masih lama ya sampe nya " tanya hana
"masih sekitar 2 Jam lagi neng , kamu tidur aja biar nanti ceuceu bangunin kalau sudah sampai "
"iya ceu "
setelah berbincang bincang , suasana hening tak ada lagi percakapan antara hana juga ceu sinta yang membawa nya ke luar kota, hanya ada suara bising kendaraan dan tukang jualan asongan, hana dan ceu sinta tidur dengan memeluk tas masing masing sampai ahirnya mereka di bangunkan kenek bus Karena sudah sampai di pondok indah tujuan mereka
"bu , pondok indah bukan? " tanya kenek mobil membangunkan ceu sinta
"iya pak, sudah sampai yah? " jawab ceu sinta
"sudah bu "
"ayo neng kita turun "
ucap ceu sinta membangunkan hana
__ADS_1
"iya ceu "
hana mengucek mata nya sambil bangkit dari kursi mobil
"neng kita makan dulu ya "
ajak ceu sinta menarik tangan hana ke sebuah warung kecil di pinggir jalan raya.
hana mengikuti ceu sinta dengan menenteng tas besar berisi pakaian di tangan kirinya .
"kamu mau makan apa neng? "
Ceu sinta sudah membawa piring yang sudah di isi nasi dengan lauk pauk.
hana masih linglung dengan keadaan di sekitar nya, dia hanya melongo melihat warung kecil dengan bermacan macam dagangan dan macam macam lauk pauk serta nasi nya.
"neng ayo ambil makan dulu "
ceu sinta menepuk tangan hana membuat hana terperejat kaget.
"eh iya ceu, aku bingung mau makan apa "
ucap hana terbata
"ambil aja yang kamu mau, nanti ceuceu yang bayar "
ucap ceu sinta yang sudah mulai menyendok makanan di piring nya
Hana segera mengambil piring dan mengisi nya dengan nasi dan lauk pauk secukup nya lalu duduk di samping ceu sinta dan melahap makanan yang ada di piring nya.
setelah mereka makan, ceu sinta menelpon seseorang yang akan menjemput mereka
"saya sudah sampai "
"iya biasa di tempat yang kemarin "
"udah "
"iya cepetan "
setelah berbicara di telpon ceu sinta kembali menaruh telpon nya di dalam tas lalu mengajak hana bicara
"neng, kamu mau kerja jadi ART atau jadi penjaga minuman? "
"kalau jadi penjaga minuman tidurnya dimana ceu? "
"tempat tidur nya sudah di sediakan, nanti neng tinggal kerja aja sesuai jam kerja nya.
kalau jadi ART gak ada liburnya, kalau jadi penjaga minuman biasa nya ada libur kerja seminggu sekali "
"aku mau coba jadi penjaga minuman ceu "
"ya sudah, itu keputusan neng ya , nanti ceuceu cuman ngantar kamu, terus pulang lagi "
"Ceuceu engga istirahat dulu? "
"engga, ceuceu sudah biasa pulang pergi nganter yang mau kerja "
"oh gitu ya ceu "
di tengah tengah percakapn ceu sinta dan hana tiba tiba telpon ceu sinta berbunyi, ceu sinta langsung mengangkat nya dan bicara dengan penelpon
"oh iya sebentar, saya kesana "
ceu sinta kembali menyimpan telpon nya kedalam tas nya lalu mengajak hana untuk berangkat kembali
"neng ayo , yang jemput nya udah nungguin "
ceu sinta berjalan mendekati sebuah mobil avanza berwarna silver di ikuti hana di belakang nya.
ceu sinta membuka pintu mobil lalu mempersilahkan hana untuk masuk terlebih dahulu kemudian di susul oleh nya.
sepanjang perjalanan hana hanya terdiam mendengarkan perbincangan ceu sinta dan seorang laki laki yang mengemudikan mobil , mereka membicarakan pekerja yang bermacam macam, ada yang pulang lagi ada juga yang malah betah sampai tak mau pulang pulang.
Hana hanya mendengarkan tanpa dia tau dan mengerti pekerjaan ataupun orang orang yang mereka bicarakan.
tidak menunggu lama, mobil terhenti parkir di satu bangunan yang cukup besar dan juga terlihat unik .
Hana di persilahkan turun , setelah ceu sinta dan sopir turun lebih dulu. Hana mengikuti ceu sinta dan sopir yang membawa tas milik nya berjalan menuju bangunan tersebut.
__ADS_1
Hana kikuk saat memasuki gedung tersebut, di lihat nya kiri kanan begitu banyak laki laki yang berbadan besar dan kekar dengan pakaian ketat , sehingga dia dapat melihat jelas dada laki laki itu kotak kotak ber otot