KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 132


__ADS_3

" Apa benar hotel ini khusus anda berikan kepada Bu Luna ?"


Arya menatap Luna sebentar .


" Iya , tepat sekali ...setelah ini yang bertanggung jawab penuh atas hotel adalah istri saya , tentu saja dengan bantuan beberapa orang kepercayaan saya yang lebih berkompeten di bidang ini , karena mengingat kondisi istri saya sekarang yang sedang hamil ..jadi tidak memungkinkan kalau ia harus bekerja sendiri mengelola hotel ini ."


Ucap Arya menjelaskan .


" Apa ini juga bisa dibilang sebagai hadiah aniversary pernikahan ?" Tanya seorang perempuan yang berdiri paling ujung depan .


Arya mengangguk ." Bisa dibilang begitu ."


" Tapi mengingat pernikahan kontrak yang telah Bapak lakukan , apa mungkin ini hanya sebuah pencitraan di mata masyarakat , agar nama keluarga anda tetap dinilai baik ...?"


Pertanyaan yang cukup menyudutkan .


Luna menarik nafas panjang , jangan sampai ini menyulut emosi Arya .


" Iya , saya tahu pasti kalian akan beranggapan seperti itu ...ditengah berita kontroversi yang menimpa keluarga saya ,tiba-tiba saja saya membuat keputusan seperti ini dan tentu saja akan memunculkan persepsi lain di benak kalian ..."


Mereka semua masih diam mendengarkan penjelasannya .


" Untuk itu saya akan menceritakan yang sebenarnya ..." Lanjut Arya .


Beberapa dari mereka , berjalan mendekat ..tapi segera dihalangi oleh 2 satpam di depannya .


" Hari ini dan lebih tepatnya sekarang ...saya akan mengakui semua ..."


Arya menatap Luna yang terlihat gugup , lalu menundukkan kepala .


" Saya membuat kesepakatan untuk perjanjian kontrak pernikahan dengan Luna Alinka kala itu karena kami berdua sama-sama punya kepentingan sendiri .


Saya sangat membutuhkan seorang ibu buat putri saya dan kebetulan Luna dan juga Sasa , putri saya ...mempunyai hubungan yang sangat dekat satu sama lain .


Sementara Luna mempunyai masalah perekonomian dalam keluarganya yang membuatnya harus mempunyai pinjaman uang yang harus segera dilunasi dan saya menawarkan perjanjian ini , yang saling menguntungkan juga bagi kami berdua .


Saya mendapatkan ibu buat Sasa dan Luna ...bisa melunasi semua hutang keluarganya ..."


Arya diam sebentar , lalu menarik nafas panjang .


" Pak Arya juga memberikan imbalan besar kepada Bu Luna dalam pernikahan kalian ..?"


" Saya hanya memberikan 100 juta , sesuai jumlah hutang yang dimilikinya ..." Cetus Arya , membuat semua orang disana nampak kaget .


Mungkin bagi seorang Arya uang sejumlah itu tak berarti apa-apa .

__ADS_1


" Dan selama setahun pernikan ini , dia tidak pernah meminta apapun ...selain dari keinginan saya sendiri ."


" Lalu bukankah kontrak pernikahan kalian sudah berakhir sekarang , apa Pak Arya mempertahankan Bu Luna karena sudah terlanjur hamil ?"


Arya tersenyum mendengar pertanyaan itu .


" Iya , kontrak pernikahan kita sudah berakhir memang dan tepat di hari terakhir kontrak itu ...saya juga baru mengetahui kabar kehamilannya ."


" Berarti memang benar karena kehamilannya ...Bu Luna bisa mempertahankan posisinya sekarang ?"


" jadi kalian pikir ...Luna membuat dirinya sampai hamil hanya untuk mempertahankan saya , begitu ?"


Ada anggukan kepala disana .


" Kalau itu benar , tentunya saya yang akan dirugikan dalam hal ini kan ...dan kalau mengetahui resiko itu yang akan terjadi , mana mungkin saya sampai menghamilinya ..."


Beberapa orang di depannya hanya saling pandang mendengar jawaban itu .


" Karena yang sebenarnya terjadi adalah ...saya yang ingin mempertahankan semua karena saya sudah jatuh cinta padanya ."


Laki-laki yang memberinya pertanyaan tadi , menatapnya kaget .


Luna masih diam , sesekali menatap Arya yang terlihat tenang menjawab semua pertanyaan padanya .


" Tapi ...bukankah Bu Luna sendiri yang sudah mengakui semua ?"


" Semua dilakukannya hanya untuk melindungi keluarga dan perusahaan saya ."


Pernyataannya kali ini seperti masih menjadi tanda tanya besar , beberapa dari mereka masih menunjukkan ketidak percayaan .


" Hal ini pasti tidak akan membuat kalian percaya bukan ..." Arya menatap Luna lagi , kali ini mereka bertatapan sebentar , lalu Arya melanjutkan perkataannya .


" Tapi dia selalu bilang ..." Lanjut Arya , melirik sekilas ke Luna ." Untuk tidak terlalu memaksakan dan membuat orang percaya dengan apa yang akan kita ungkapkan , karena tidak perlu juga menjelaskan semua yang masih diragukan orang lain ...apapun yang terjadi kita yang menjalani kehidupan rumah tangga dan yang paling tahu satu sama lain ...tak perlu membuktikan dengan perkataan , cukup dengan memperlihatkan apa yang sebenarnya terjadi kalau kita tetap bersama dan surat kontrak itu tidak berlaku lagi sekarang ."


" Memang Bapak yakin benar-benar mencintai Bu Luna ?"


" Tentu saja , bagi saya dia wanita terbaik yang saya miliki , istri dan ibu terhebat untuk anak-anak saya nantinya dan rasanya ...saya tak perlu mengkhawatirkan lagi apapun pendapat orang lain tentang saya ...walaupun mungkin citra keluarga kami buruk di depan orang . Yang terpenting keluarga saya bahagia ...dengan kehadiran Luna ditengah-tengah kami sekarang ."


Arya melingkarkan lengannya di bahu Luna dan mendekat .


Saat Luna menatapnya , Arya mencium keningnya di depan semua orang , yang langsung mendapatkan tepukan riuh dari orang-orang di depannya .


Selesai ..Arya dan Luna berdiri lalu berpamitan kepada seluruh awak media .


Mereka berjalan keluar terlebih dulu , lewat pintu samping .

__ADS_1


Bertemu dengan Laura dan juga Rafi yang ternyata mengikuti acara konpers juga tadi .


" Kenapa kamu ?" Tanya Arya melihat Laura sesenggukan .


" Aku terharu mendengar kata-kata kamu tadi , kalau jadi Luna aku pasti meleleh ..."


Rafi tertawa mendengarnya .


" Sayang , aku juga akan melakukan hal yang sama kalau itu terjadi pada kita ..." Rayunya .


Arya beralih ke Rafi ." Jangan percaya , sebelum dia berani menikahi kamu ." Ejeknya .


" Hei Bro ...aku sudah berani mengajaknya menikah , hanya saja menunggu keputusan dari pihak mempelai wanitanya ."


Arya tertawa ." Kenapa Lau ...takut nggak bebas lagi kalau sudah menikah ?"


PLAKKK !!! Laura memukul lengan Arya .


" Aku berani kok nikah ..." Ucap Laura .


" Oh ya , bagaimana kalau dipercepat ?" Tantang Rafi .


" Ayo ..." Seru Laura .


Arya dan Luna tertawa melihat mereka .


" Oke , kalau kalian mau menikah disini nggak papa ...gratis ."


" Beneran ?" Tanya Laura .


Arya mengangguk ." Kalian mau pesta 7 hari 7 malam juga nggak papa .."


Rafi terbahak .


" Ya oke ...tapi kamu juga yang biayain ya ." Celoteh Laura .


" Udah deh , ke atas yuk , makan malam bareng ." Ajak Arya lagi .


" Ngomong-ngomong kita nggak dapat voucher menginap nih ?" Tanya Rafi .


" Boleh , pilih aja kamarnya ...mau yang 1 kamar atau 2 kamar ..."


" Nggak usah macem-macem ...!" Laura memelototinya .


Setelah itu mereka berbarengan ke lift dan ke lantai atas .

__ADS_1


__ADS_2