
Arya sampai dirumah malam hari , hari ini cukup melelahkan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan ,tapi bukan itu yang membuat mood nya sedikit tak enak .
Kedatangan Kinan tadi dan semua permintaannya .Apa sanggup ia membiarkan Kinan mengusik kehidupannya lagi , setelah semua yang terjadi . Meski kini Sasa yang menjadi alasan utamanya untuk kembali .
Rumah sepi saat ia sampai , Papa dan Mamanya sedang keluar . Sasa pun sedang di kamarnya .
Ia masuk kamar , Luna selesai membereskan tempat tidur saat ia datang .
" Sasa udah tidur ?" Tanyanya begitu masuk .
Luna menoleh ." Belum , masih main dikamar ."
Ia melepaskan jas dan dasinya saat Luna menghampiri .
" kamu mau makan ?"
Arya menggeleng ." Udah makan tadi ."
" Ya udah mandi dulu aja ." Luna mengambil kan baju ganti , lalu ia masuk kamar mandi .
Selesai mandi , tak dilihatnya Luna disana . Ia duduk di sofa sambil melihat pesan masuk di ponselnya .
Tak lama Luna masuk , membawakan teh jahe untuknya .
Lalu duduk disebelahnya .
" Kamu kenapa , kok kusut gitu ...sakit ?" Tanya Luna khawatir sambil mengusap keningnya .
Arya menggeleng , lalu meminum sedikit teh jahe nya dan menaruh di meja sebelahnya .
" Ada masalah ?" Tanya Luna lagi .
Arya menatapnya ." Tadi Kinan ke kantor ."
Luna cukup terkejut mendengarnya , tapi ia berusaha bersikap biasa saja ." Terus ...?"
" Dia minta bertemu dengan Sasa ."
Luna menarik nafas panjang , ia sudah bisa menduga akan seperti ini , saat pertama ia tahu tentang kemunculan Kinan lagi .
" Kamu ngijinin ?"
Arya masih menatapnya , tanpa menjawab .
" Dia pasti kangen sama Sasa , bagaimanapun juga dia ibu kandungnya ."
" Aku nggak yakin soal itu ..." Ucapnya menerawang , masa itu kembali mengusiknya .
Dimana Sasa tak mendapatkan perhatian sepenuhnya dari mamanya , yang hanya mementingkan kegiatan di luar rumah dan Sasa kecil harus terbiasa dekat dengan Suster dan Omanya sejak dulu .
Sekarang ...saat kembali , ia memakai Sasa sebagai alasannya .
" Kenapa ?"
Arya menyandarkan punggungnya di sofa .
" Dari dulu dia nggak pernah dekat sama Sasa ..."
" Mas ...apapun kesalahannya di masa lalu , mungkin dia mau menebus semuanya , terutama kepada Sasa ."
" Nggak tahu lah ..."
" Jadi keputusan kamu apa ?" Tanya Luna lagi .
" Aku belum memutuskan apa-apa ."
" Jadi ...?"
" Terserah kamu aja ."
Luna menatapnya bingung ." Aku ?"
Arya mengangguk ." Kalau kamu mengijinkan Sasa bertemu Kinan , ya aku akan menyetujuinya ."
" Tapi aku nggak berhak memutuskan itu ke Kinan , dia kan ibu kandungnya Sasa ."
" Ya ...tapi kenyataannya sekarang berbeda , kita sudah tidak ada hubungan apa-apa , selain hanya sebagai ibunya Sasa , itu saja ."
Luna diam .
__ADS_1
" Jadi gimana ?" Tanya Arya lagi .
" Aku nggak tahu ...tapi memang nggak seharusnya kita memisahkan Sasa dari ibunya juga ."
" Terus ..."
" Sebaiknya kamu bicara lagi sama Kinan , mungkin dia bisa menemui Sasa di waktu-waktu tertentu , karena aku yakin ...Sasa pasti juga sangat merindukan Kinan...meski tak pernah mengungkapkannya ."
Arya mengangguk .
" Kamu belum cerita ke Papa sama Mama soal ini ?"
" Belum ."
" Kamu hubungi Kinan dan kalian bicara baik-baik ."
" Berdua ?" Tanya Arya ." Nggak ."
" Aku ikut ."
Arya berdiri , mengambil kertas yang ada di saku jasnya tadi dan memberikannya ke Luna .
Luna membuka lipatan kertas kecil itu , ternyata nomor ponsel Kinan .
" Ya udah aku telpon ya ?" Tanyanya lalu mengambil ponsel disebelahnya .
Arya mengangguk .
Nada panggilan ketiga akhirnya diangkat .
" Halo ." Sapa disana .
" Halo Kinan , maaf mengganggu ,ini aku Luna ."
Diam sebentar .
" Oh iya Luna , ada apa ya ?"
" Besok kamu ada waktu ...bisa kita bertemu ?"
" Bisa ..." Jawabnya .
" Oke ..aku bisa ."
Luna menatap Arya sebentar , tak ada ekspresi apa-apa disana .
" Ehm Luna , apa kamu datang bersama Mas Yuda ?" Tanya Kinan lagi .
" Iya ." Jawab Luna pendek .
" Oh oke ...sampai bertemu besok ."
*****
" Telpon dari siapa ?"
Kinan membalikkan badan , Dewi sudah berdiri disana .
" Luna ."
Dewi menatapnya heran ." Luna siapa ?"
" Istrinya Yuda ."
" Oh ...ada apa ?"
" Mau ngajak ketemuan ."
" Sama Yuda juga ?" Tanya Dewi lagi .
Kinan mengangguk ." Mungkin ini soal Sasa tadi , yang aku bicarakan dengan Yuda dikantor ."
" Dan sekarang istrinya yang mengambil keputusan ?"
" Sepertinya begitu ...karena Yuda tadi juga bilang , nunggu persetujuan istrinya dulu ."
" Tapi kamu ibunya Sasa kan ?"
" Ya ...tapi aku harus menerima keputusan yang sudah diambil Yuda sekarang ."
__ADS_1
" Aku pernah melihat wajah istri Yuda saat mengumumkan pernikahannya dulu ." Seru Dewi lagi ." Terlihat sederhana ...tapi sepertinya baik , mungkin itu yang jadi pertimbangan Yuda untuk memilihnya .
Kinan tersenyum menanggapinya .
Dewi menatapnya serius ." Apa kamu masih punya perasaan sama Yuda ?"
Kinan balas menatapnya ." Aku nggak tahu ."
*****
" Kenapa kok masih murung gitu ?" Tanya Luna lagi .
Arya menggeleng .
Luna berdiri dan berniat keluar kamar , tapi Arya mencegah dan menarik tangannya kembali duduk .
" Mau kemana ?" Tanya nya .
" Ke kamar Sasa ."
" Disini aja ."
" Tapi aku sudah bilang mau kesana ."
" Nggak boleh ." Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna .
" Nggak usah pegang-pegang ." Seru Luna .
" Kenapa ?"
" Masih ingat pasal yang ada di surat kontrak kita kan ?"
" Yang mana ?" Tanya Arya balik , tapi tak melepaskan tangannya disana .
" TIDAK BOLEH ADA KONTAK FISIK ...kalau melanggar kamu bisa kena denda ." Tegasnya .
" Biarin nggak takut ..aku bisa bayar , uang aku banyak ." Jawab Arya santai sambil mendekat , membenamkan kepalanya di bahu Luna .
" Yakin nggak takut ?" Tanya Luna lagi .
" Nggak ."
" Tapi kali ini kamu nggak akan berani ...meski uang kamu banyak .." Ejek Luna .
" Apa ?" Tanya Arya , makin merapatkan pelukannya .
" Tunggu ya ..." Jawab Luna .
" Satu ..."
" Dua ..."
" Tiga ..."
" Mamaaaaaaaa....."
Luna terbahak dan Arya langsung menegakkan badannya .
Sasa membuka pintu dan seperti heran melihat mereka .
" Papa kenapa ?" Tanya Sasa melihat Papanya menyandarkan badannya di sofa .
" Udah jangan ganggu ...Papanya lagi sakit ." Seru Luna .
" Sakit apa Ma ?" Tanya Sasa .
" Sakit ...hati ."
Arya melotot mendengarnya .
" Udah yuk , sekarang waktunya Sasa tidur...udah malam . " Luna berdiri . Sasa menarik tangannya .
Sebelum keluar kamar ...Luna mendekati Arya dan berbisik di telinganya .
" Tunggu 15 menit ..." Bisiknya .
Yang membuat Arya kaget dan langsung menatapnya ...
Luna berbalik dan berjalan keluar menuntun Sasa .
__ADS_1