KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 66


__ADS_3

Arya sampai dirumah malam hari , hari ini cukup melelahkan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan ,tapi bukan itu yang membuat mood nya sedikit tak enak .


Kedatangan Kinan tadi dan semua permintaannya .Apa sanggup ia membiarkan Kinan mengusik kehidupannya lagi , setelah semua yang terjadi . Meski kini Sasa yang menjadi alasan utamanya untuk kembali .


Rumah sepi saat ia sampai , Papa dan Mamanya sedang keluar . Sasa pun sedang di kamarnya .


Ia masuk kamar , Luna selesai membereskan tempat tidur saat ia datang .


" Sasa udah tidur ?" Tanyanya begitu masuk .


Luna menoleh ." Belum , masih main dikamar ."


Ia melepaskan jas dan dasinya saat Luna menghampiri .


" kamu mau makan ?"


Arya menggeleng ." Udah makan tadi ."


" Ya udah mandi dulu aja ." Luna mengambil kan baju ganti , lalu ia masuk kamar mandi .


Selesai mandi , tak dilihatnya Luna disana . Ia duduk di sofa sambil melihat pesan masuk di ponselnya .


Tak lama Luna masuk , membawakan teh jahe untuknya .


Lalu duduk disebelahnya .


" Kamu kenapa , kok kusut gitu ...sakit ?" Tanya Luna khawatir sambil mengusap keningnya .


Arya menggeleng , lalu meminum sedikit teh jahe nya dan menaruh di meja sebelahnya .


" Ada masalah ?" Tanya Luna lagi .


Arya menatapnya ." Tadi Kinan ke kantor ."


Luna cukup terkejut mendengarnya , tapi ia berusaha bersikap biasa saja ." Terus ...?"


" Dia minta bertemu dengan Sasa ."


Luna menarik nafas panjang , ia sudah bisa menduga akan seperti ini , saat pertama ia tahu tentang kemunculan Kinan lagi .


" Kamu ngijinin ?"


Arya masih menatapnya , tanpa menjawab .


" Dia pasti kangen sama Sasa , bagaimanapun juga dia ibu kandungnya ."


" Aku nggak yakin soal itu ..." Ucapnya menerawang , masa itu kembali mengusiknya .


Dimana Sasa tak mendapatkan perhatian sepenuhnya dari mamanya , yang hanya mementingkan kegiatan di luar rumah dan Sasa kecil harus terbiasa dekat dengan Suster dan Omanya sejak dulu .


Sekarang ...saat kembali , ia memakai Sasa sebagai alasannya .


" Kenapa ?"


Arya menyandarkan punggungnya di sofa .


" Dari dulu dia nggak pernah dekat sama Sasa ..."


" Mas ...apapun kesalahannya di masa lalu , mungkin dia mau menebus semuanya , terutama kepada Sasa ."


" Nggak tahu lah ..."


" Jadi keputusan kamu apa ?" Tanya Luna lagi .


" Aku belum memutuskan apa-apa ."


" Jadi ...?"


" Terserah kamu aja ."


Luna menatapnya bingung ." Aku ?"


Arya mengangguk ." Kalau kamu mengijinkan Sasa bertemu Kinan , ya aku akan menyetujuinya ."


" Tapi aku nggak berhak memutuskan itu ke Kinan , dia kan ibu kandungnya Sasa ."


" Ya ...tapi kenyataannya sekarang berbeda , kita sudah tidak ada hubungan apa-apa , selain hanya sebagai ibunya Sasa , itu saja ."


Luna diam .

__ADS_1


" Jadi gimana ?" Tanya Arya lagi .


" Aku nggak tahu ...tapi memang nggak seharusnya kita memisahkan Sasa dari ibunya juga ."


" Terus ..."


" Sebaiknya kamu bicara lagi sama Kinan , mungkin dia bisa menemui Sasa di waktu-waktu tertentu , karena aku yakin ...Sasa pasti juga sangat merindukan Kinan...meski tak pernah mengungkapkannya ."


Arya mengangguk .


" Kamu belum cerita ke Papa sama Mama soal ini ?"


" Belum ."


" Kamu hubungi Kinan dan kalian bicara baik-baik ."


" Berdua ?" Tanya Arya ." Nggak ."


" Aku ikut ."


Arya berdiri , mengambil kertas yang ada di saku jasnya tadi dan memberikannya ke Luna .


Luna membuka lipatan kertas kecil itu , ternyata nomor ponsel Kinan .


" Ya udah aku telpon ya ?" Tanyanya lalu mengambil ponsel disebelahnya .


Arya mengangguk .


Nada panggilan ketiga akhirnya diangkat .


" Halo ." Sapa disana .


" Halo Kinan , maaf mengganggu ,ini aku Luna ."


Diam sebentar .


" Oh iya Luna , ada apa ya ?"


" Besok kamu ada waktu ...bisa kita bertemu ?"


" Bisa ..." Jawabnya .


" Oke ..aku bisa ."


Luna menatap Arya sebentar , tak ada ekspresi apa-apa disana .


" Ehm Luna , apa kamu datang bersama Mas Yuda ?" Tanya Kinan lagi .


" Iya ." Jawab Luna pendek .


" Oh oke ...sampai bertemu besok ."


*****


" Telpon dari siapa ?"


Kinan membalikkan badan , Dewi sudah berdiri disana .


" Luna ."


Dewi menatapnya heran ." Luna siapa ?"


" Istrinya Yuda ."


" Oh ...ada apa ?"


" Mau ngajak ketemuan ."


" Sama Yuda juga ?" Tanya Dewi lagi .


Kinan mengangguk ." Mungkin ini soal Sasa tadi , yang aku bicarakan dengan Yuda dikantor ."


" Dan sekarang istrinya yang mengambil keputusan ?"


" Sepertinya begitu ...karena Yuda tadi juga bilang , nunggu persetujuan istrinya dulu ."


" Tapi kamu ibunya Sasa kan ?"


" Ya ...tapi aku harus menerima keputusan yang sudah diambil Yuda sekarang ."

__ADS_1


" Aku pernah melihat wajah istri Yuda saat mengumumkan pernikahannya dulu ." Seru Dewi lagi ." Terlihat sederhana ...tapi sepertinya baik , mungkin itu yang jadi pertimbangan Yuda untuk memilihnya .


Kinan tersenyum menanggapinya .


Dewi menatapnya serius ." Apa kamu masih punya perasaan sama Yuda ?"


Kinan balas menatapnya ." Aku nggak tahu ."


*****


" Kenapa kok masih murung gitu ?" Tanya Luna lagi .


Arya menggeleng .


Luna berdiri dan berniat keluar kamar , tapi Arya mencegah dan menarik tangannya kembali duduk .


" Mau kemana ?" Tanya nya .


" Ke kamar Sasa ."


" Disini aja ."


" Tapi aku sudah bilang mau kesana ."


" Nggak boleh ." Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna .


" Nggak usah pegang-pegang ." Seru Luna .


" Kenapa ?"


" Masih ingat pasal yang ada di surat kontrak kita kan ?"


" Yang mana ?" Tanya Arya balik , tapi tak melepaskan tangannya disana .


" TIDAK BOLEH ADA KONTAK FISIK ...kalau melanggar kamu bisa kena denda ." Tegasnya .


" Biarin nggak takut ..aku bisa bayar , uang aku banyak ." Jawab Arya santai sambil mendekat , membenamkan kepalanya di bahu Luna .


" Yakin nggak takut ?" Tanya Luna lagi .


" Nggak ."


" Tapi kali ini kamu nggak akan berani ...meski uang kamu banyak .." Ejek Luna .


" Apa ?" Tanya Arya , makin merapatkan pelukannya .


" Tunggu ya ..." Jawab Luna .


" Satu ..."


" Dua ..."


" Tiga ..."


" Mamaaaaaaaa....."


Luna terbahak dan Arya langsung menegakkan badannya .


Sasa membuka pintu dan seperti heran melihat mereka .


" Papa kenapa ?" Tanya Sasa melihat Papanya menyandarkan badannya di sofa .


" Udah jangan ganggu ...Papanya lagi sakit ." Seru Luna .


" Sakit apa Ma ?" Tanya Sasa .


" Sakit ...hati ."


Arya melotot mendengarnya .


" Udah yuk , sekarang waktunya Sasa tidur...udah malam . " Luna berdiri . Sasa menarik tangannya .


Sebelum keluar kamar ...Luna mendekati Arya dan berbisik di telinganya .


" Tunggu 15 menit ..." Bisiknya .


Yang membuat Arya kaget dan langsung menatapnya ...


Luna berbalik dan berjalan keluar menuntun Sasa .

__ADS_1


__ADS_2