KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 105


__ADS_3

Paginya ...


Meski kondisinya sudah membaik , tapi Arya dan juga Mama Papanya belum memperbolehkan untuk mengantarkan Sasa ke sekolah .


Untungnya sekarang Sasa mulai mengerti dan mau kalau ke sekolah cuma diantar Mia maupun Omanya .


Luna masih di dalam kamar mandi , selesai mandi dan berganti baju .


Sambil mencuci tangan di wastafel , tangan kirinya mengambil ponsel di saku .


Pesan dari Mamanya .


Kemarin ia bilang untuk datang ke rumah malam ini , mereka akan membicarakan soal kontrak pernikahan itu dan menyelesaikan semua .


Ia menarik nafas panjang , semoga semua bisa menerima semua ini .


~ iya Ma , nanti biar Pak Sanusi yang jemput ~


Setelah mengetikkan pesan , ditaruhnya lagi ponsel di saku .Mematikan kran wastafel , lalu berjalan keluar .


Begitu keluar kamar mandi , dilihatnya Arya yang sudah rapi sedang menyemprotkan parfume ke tubuhnya .


Begitu melihatnya dari pantulan cermin , Arya menoleh , menaruh botol parfume nya dan berjalan mendekat .


" Parfume kamu baru ...?" Tanya Luna .


Arya mengangguk ." Lebih enak ini kan ..?" Tanyanya balik .


Luna mengangguk .


Arya melingkarkan tangan di pinggangnya .


Arya diam , terus menatapnya sambil tersenyum sendiri .


" Kamu kenapa senyum-senyum gitu ?" Tanya Luna heran .


Arya masih belum menjawab , menatapnya tak berkedip .


" Happy anniversary ...sayang ." Ucapnya lembut .


Luna nampak kaget mendengarnya .Sama sekali tak menyangka Arya akan mengucapkannya di hari ini .


" Jangan panggil sayang ...aku geli dengarnya ."


Arya terbahak .


" Terus panggil apa ?" Tanyanya lagi .


Luna hanya diam menatapnya .


Sesaat Arya mencium bibirnya , setelah itu ia merogoh saku jas nya , mengeluarkan sebuah kunci mobil , yang memang bukan miliknya yang biasa di pakai .


Memberikannya ke Luna .


" Kenapa di kasih aku ?"


Tak menjawab , Arya menuntunnya ke balkon .


Dari pagar besi balkon , mereka menatap ke bawah , ke halaman depan .


Sebuah mobil warna putih keluaran terbaru sudah terparkir di sana .


" Kamu beli mobil baru ?" Tanya Luna .


Arya mengangguk .


Lalu ia menatap ke sampingnya dan mobil Arya yang lama masih terparkir di sana .


" Tapi itu mobil kamu yang lama masih ada ?"


Arya menatapnya ." Iya , aku tetap pakai itu ."


" Terus ..."


" Kamu pakai yang baru ."


Luna balas menatapnya .


" Kalau aku ajak ke dealer , pasti kamu nolak ...suka kan model ini ?" Tanya Arya lagi .


" Makasih ya ..." Ucap Luna akhirnya .


" Cuma makasih aja ..."


Luna nampak bingung .


Arya mengetukkan jari telunjuknya di bibir .


Luna mendekat dan mengecup bibirnya .


Sementara kedua tangan Arya , mencakup wajahnya .


Cukup lama , mereka terbawa suasana .


Meski tanpa terucap diantara keduanya , cinta itu telah tumbuh dengan sendiri nya .


" Tapi aku belum pernah kasih kado buat kamu .." Kata Luna setelah melepas ciumannya . Arya masih menjelajahi lehernya .


" Mas ..." Panggilnya .


" Iya ."

__ADS_1


" Mau kado apa ?"


" Nanti aku pikirin ..."


" Mas ...ini berarti aku boleh nyetir sendiri ..." Ucap Luna kemudian , sementara Arya mendekap tubuhnya .


" Nggak ." Arya mengambil lagi kunci mobil di tangannya .


" Kenapa ...aku bisa kok nyetir ."


" Nggak boleh ..." Tegasnya lagi .


Luna manyun , lalu mendorong tubuh Arya menjauh .


" Udah ah , udah jam berapa ini , nanti Sasa telat ke sekolah ."


Luna berbalik dan berjalan keluar , Arya mengikuti di belakangnya .


Di meja makan ...


" Papaaaa ..." Panggil Sasa .


" Ya ."


Arya menarik kursi dan duduk , lalu mengambil selembar roti .


Sementara Karina dan Ardi juga sudah lebih dulu disana .


" Di depan ada mobil baru ."


" Kenapa ?"


" Aku mau naik itu ...." Ucapnya lagi .


Luna duduk di samping Sasa , setelah mengambil omelet di dapur .


" Ya nanti aja sama Mama ."


" Sekarang aja ..." Rengek Sasa , lalu menoleh ke Luna .


" Mama ikut ke sekolah ya hari ini ?" Tanya Sasa .


Luna menggeleng ." Nggak boleh sama Papa ..." Bisiknya .


Sasa menatap ke Arya ." Pa , Mama boleh ya ikut ke sekolah ...?"


Arya menatap ke Luna ." Ya udah nggak papa ."


" Asiiik ..." Sasa bertepuk tangan ." Sama Papa ya ?"


" Iya ."


" Iya ...Sa ."


Setelah itu Sasa sibuk menghabiskan sarapannya .


" Ma , nanti malam Mama Widya aku minta datang kesini ." Ucap Arya lagi .


Karina menatapnya serius ." Ada apa ?"


" Aku mau bicara sama Papa , Mama dan juga Mama Widya ."


Karina dan Ardi saling berpandangan .


" Yah , oke ." Ucap Ardi kali ini .


" Sa , udah selesai ?" Tanya Arya .


Sasa mengangguk .


" Kita berangkat sekarang ."


Sasa nampak antusias ,turun dari kursi dan langsung menarik tangan Luna keluar .


Mereka berdua jalan lebih dulu ke halaman . Sasa masih nampak senang dengan mobil barunya .


Arya berjalan di belakang , sesampainya di teras ia bicara pada Karina .


" Ma , hari ini Mama ada acara kemana ?"


Karina menatapnya ." Nggak kemana-mana , kenapa ?"


" Oh baguslah ...bisa bantu aku ."


" Bantu apa ?"


" Nanti aku telpon kalau sudah di kantor , tapi jangan sampai Luna tahu ya ."


Karina mengangguk .


*****


Sore harinya ...


Karina menghampiri Luna ke kamarnya .


" Luna ...nanti habis maghrib kamu siap-siap ya ."


" Kemana Ma ?" Tanya Luna heran .


" Tadi Arya bilang , diundang rekan bisnisnya untuk makan malam ,jadi kamu harus ikut ."

__ADS_1


" Tapi Mas Arya nggak bilang aku , Ma ."


" Udah kamu siap-siap aja , dandan yang cantik , nanti biar diantar Pak Sanusi ya ." Karina menepuk bahunya , lalu berbalik dan keluar kamar .


Pukul 19.00


Victori Resto


" Silahkan Pak , semua sudah disiapkan ." Seorang resepsionis menyambutnya di depan .


Arya masuk dengan buket bunga di tangannya , lalu mengikuti seorang waiters yang mengantarnya ke dalam .


Ia sampai di lantai 3 dan memasuki area VIP yang sudah dipesannya dari kemarin .


Begitu masuk ruangan , ia tersenyum puas . Semua tertata rapi sesuai keinginannya .


Sebuah meja dengan dua kursi di sana dan dua lilin menyala .


Ia duduk di satu kursi dan menaruh bunga nya di meja .


Mengambil ponsel dan menghubungi Mamanya .


" Halo Ma , gimana ?"


" Iya sudah , Luna sedang bersiap di kamar , sebentar lagi Mama cek ya ."


" Oke deh , makasih ya Ma ."


Sementara di kamar ...


Luna sudah bersiap , mengenakan dress hitam polos dan menggelung kecil rambutnya .


Selesai ...ia lalu memoleskan lipstik warna maroon ke bibirnya .


Warna yang sama seperti sepatu yang akan dikenakannya .


Ia menatap lagi wajahnya di cermin .


Ponsel yang diletakkan di sofa berdering .


Ia mengambilnya dan menatap layar .


Nomor tak dikenal .


" Halo ." Sapanya .


" Hai ...Luna ." Sebuah suara muncul , yang seperti tak asing baginya .


" Ini siapa ?" Tanyanya lagi .


" Orang yang sangat mencintai kamu ..."


Luna membelalakkan mata ,saat tahu suara siapa ini .


Dimas ...waktu itu juga mereka pernah bertemu di cafe saat selesai menemui Kinan .


Setelah itu ,ia tak memikirkannya karena menganggap dia tak mungkin mengusiknya lagi .


" Luna ..." Panggilnya .


" Mau apalagi kamu ?!" Tanya nya ketus .


" Sayang ..kenapa galak gitu . "


" Dimas cukup ya ...kamu mau apa ?!"


" Luna , bukankah ini hari terakhir kamu di rumah mewah itu ..."


" Kamu ngomong apa sih ...!"


" Udahlah , aku tahu semuanya ...juga tentang pernikahan kontrak kalian ."


Luna membekap mulutnya dengan telapak tangan .


" Kenapa , kamu nggak percaya ?"


Luna masih diam .


" Sekarang tutup telponnya dan buka chat dari aku ."


Dimas memutus sambungan telpon .


Luna menyandarkan badannya di pinggir sofa . Hal ini membuatnya sangat terkejut .


Ia menekan keningnya yang tiba-tiba berdenyut .


Sambil menarik nafas panjang , mencoba menenangkan diri sendiri , dibukanya pesan masuk dari Dimas , yang mengirimkan sebuah gambar .


Lagi-lagi ia tak mampu menyembunyikan keterkejutannya , menatap gambar di layar ponsel dengan lekat .


Kenapa surat itu bisa ada sama Dimas ...?


Sebuah pesan masuk lagi .


~ SAAT SEMUA ORANG TAHU TENTANG INI , MAKA KARIER ARYA PUN HANCUR ~


Luna mematikan ponsel dan menjatuhkan nya di sofa .


Seketika ia memijat keningnya yang terasa semakin sakit .


Memejamkan mata sebentar dan membukanya lagi . Semua yang dilihatnya terasa berputar , setelah itu ia tak mengingat apapun lagi .

__ADS_1


__ADS_2