
Hana menatap kepergian bagas dengan raut wajah kebingungan. Lalu dia berjalan mendekati meja makan dan membuka penutup makanan.
(hah... Kemana masakan yang sudah ku siapkan tadi,
Apa mba fatma memakan nya sampai habis?
tapi gak mungkin, masa makanan yang lumayan banyak dia habiskan nya sendirian.
apa mungkin di simpan di kulkas?
aku akan melihat nya)
Batin hana,
Lalu dia membuka kulkas yang berada tak jauh dari meja makan, mencari masakan yang tadi dia masak, namun tak di menemukan nya
"ada apa kamu buka buka kulkas?
cari masakan kamu yang engga enak itu?
Haha aku sudah membuang nya , mulai sekarang bang bagas hanya akan makan masakan ku , dan kamu! bikin masakan mu sendiri! "
Ucap fatma yang tiba tiba menghampiri hana
"kenapa mba membuang nya, kan aku bisa makan sendiri kalau memang mas bagas tidak boleh memakan nya "
"kenapa kamu jadi ngatur aku!
disini pemilik rumah nya adalah aku, dan kamu ! cuma numpang hidup sampai bayi itu lahir ,
Oh iya, katakan pada bang bagas bahwa kamu akan memberikan hak asuh bayi itu padaku, atau kamu akan tau sendiri jika tidak "
fatma berlalu meninggalkan hana yang terpatung.
Setelah lama terdiam, hana duduk di meja makan tanpa membuka tutup makanan,
kembali dia memikirkan sikap fatma terhadap nya yang semakin hari semakin membuat nya bingung.
"loh, hana.. kamu sudah disini aja , udah laper ya "
Ucap fatma membuyarkan lamunan hana .
hana melihat fatma dan bagas datang dari arah kamar mendekati meja dan duduk di sebrang nya
"ayo makan mas, ini masakan aku, pasti kamu suka "
Ucap fatma memberikan satu piring berisi nasi dan lauk buatan nya
"iya terimakasih ya sayang, masakan kamu yang selalu abang rindukan ahirnya abang rasakan juga "
Bagas menyuapkan satu sendok penuh ke mulut nya
"gimana enak engga bang? "
Tanya fatma penasaran, matanya menatap raut wajah bagas
"enak banget sayang, ini masakan ter enak yang pernah aku makan "
Jawab bagas mulut nya masih mengunyah
Hana yang melihat tingkah mereka merasa muak ingin muntah, matanya melihat tak suka, seperti ada selir cemburu di dada nya
"kenapa kamu melihat ku seperti itu? "
Fatma menegur hana yang jelas terlihat melihat mereka tak suka
"oh.. Engga apa apa mba "
hana segera melahap nasi yang ada di depan nya
"hana, sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu pada ku? " tanya fatma pada hana.
Hana terdiam sejenak kemudian teringat perkataan fatma
"katakan pada bang bagas bahwa kamu akan memberikan hak asuh bayi itu padaku, atau kamu akan tau sendiri jika tidak "
"iya mba, aku sampai lupa .
mas, ?" hana menatap bagas
"iya, ada apa hana " bagas kembali menatap hana
"aku mau mengatakan sesuatu "
__ADS_1
"katakan saja " acuh bagas
"aku akan memberikan hak asuh anak ini ,nanti kalau sudah lahir"
"sungguh? " mata bagas membelak
"iya mas " mata hana mendung
"terimakasih hana, akan ku beri kompensasi nya pada mu nanti " ucap bagas seraya merangkul fatma
Mereka kembali menyantap makan sampai habis, hanya hana yang tak menghabiskan makanan nya karna hilang selera makan nya setelah mengatakan memberikan hak asuh bayi nya nanti pada fatma
Selsai membersihkan bekas makan hana kembali ke kamar, mengistirahatkan tubuh nya di atas tempat tidur, tangan nya menyelusup pada bantal mengenai ponsel yang dia simpan.
Kembali hana membuka ponsel tersebut, memperlihatkan 3 panggilan tak terjawab dari nomor yang tidak ada nama nya.
Hana menekan panggilan tak terjawab lalu dengan sendirinya masuk di aplikasi berwarna hijau, menunjukan beberapa chat dari nomor ponsel tersebut.
Hana mencoba mengutak ngatik ponsel itu , tangan nya mulai terbiasa menekan layar menggesernya kesana kemari.
"nothing's gonna change my love for you ........................... "
Ponsel itu berbunyi memperlihatkan nomor tanpa nama memanggil.
Hana menggeser layar mengangkat panggilan tersebut
"halo assalamualaikum "
Hana menempelkan ponsel nya pada telinga nya
"wa'aikumsalam, lagi ngapain hana? "jawab telpon di sebrang
"ini siapa ya? "tanya hana
"wah.. baru tadi pagi ketemu udah lupa aja sama suara ku "
"fajar? "
"panggil aa dong , biar enak di denger " fajar terkekeuh
"ih kamu ini ya, gak lucu tau " hana berdecak
"ngapain nelpon nelpon? Di rumah lagi ada suami ku nanti dia tau aku pegang ponsel "
"fajar, aku sudah menjadi istri orang. Kamu tidak pantas mengatakan itu pada ku "
"baiklah hana, maaf aku mengganggu mu "
"iya tidak apa apa fajar, maaf aku tidak bisa membalas kebaikan mu "
Tak terdengar lagi suara dari fajar disana, hana melihat ponsel nya yang ternyata panggilan sudah tak terhubung.
(maaf kan aku fajar, aku menghargai ketulusan mu, jika saja pernikahan ku dengan mas bagas tak terjadi , mungkin aku akan memilih mu menjadi lelaki yang ku hormati sebagai suami) batin hana.
Beberapa minggu berlalu, setiap hari hana menyendiri di rumah, sementara bagas setiap hari ke penggilingan dan fatma selalu keluar setelah bagas pergi .
Fajar pun tak pernah menghubungi hana, sejak terakhir kali hana melarang nya untuk menelpon nya.
Pagi ini seperti biasa bagas pergi ke penggilingan, sementara fatma masih duduk di kursi dengan penampilan yang sudah rapih
"hana "
Fatma memanggil hana
"iya mba, "
Hana menghampiri fatma dengan perut yang semakin membesar.
"hari ini kamu belanja ke pasar "
"tapi mba, kemarin mas bagas sudah membeli kebutuhan dapur sama kebutuhan rumah lain nya "
"kalau begitu kamu pergi ke alfamart, beli susu formula untuk nanti bayi itu, keburu nanti anak itu lahir "
"iya mba "
Hana mengambil uang yang di sodorkan fatma sebanyak 200 ribu , lalu hana segera pergi berjalan menuju pertigaan.
Dalam perjalanan hana mendengar klakson dari belakang,
Tit tit tit !
Hana segera menggeser jalan kaki nya ke pinggir, namun klakson itu berbunyi lagi
__ADS_1
Tit tit tit !
Hana berhenti dan menoleh ke belakang ke arah suara klakson , memperlihatkan seseorang mengendarai motor dengan memakai helm cros
"Hana mau kemana?
Kenapa jalan kaki? "
Lelaki itu membuka helm nya lalu menyapa hana tanpa turun dari motor nya
"fajar? , kamu ngagetin aja, kirain siapa yang klakson klakson dari tadi "
"aku abis dari temen, gak sengaja lihat cewe lagi hamil besar jalan kaki, aku sudah menduganya kalau it kamu, dan ternyata dugaan ku benar "
"iya aku sengaja jalan kaki, sekalian gerakin badan "
"mau kemana memang nya "
"mau ke alfamart, beli susu buat nanti bayi nya kalau lahir "
"ya udah sini naik, biar aku antar "
"ah.. Ngga usah fajar, aku jalan kaki aja "
"ayolah han, jangan menolak ku, aku sedang tidak mau memaksamu "
"itu kamu maksa, kamu ini gimana sih fajar " hana tersenyum
"ya udah aku maksa, yu naik biar aku antar "
Karena tak enak ahirnya hana menaiki motor fajar dan fajar segera melajukan nya.
Setelah sampai di tempat yang di tuju, hana membeli beberapa dus susu formula 0-6 bulan di ikuti fajar.
"hana biar aku bayar "
Fajar membawa keranjang belanjaan hana serta 2 es krim di tangan nya kemudian membayar nya di kasir
"fajar , aku membawa uang ko "
Ucap hana merasa tak enak
"udah gak apa apa, kasir itu gak tau kalau aku bukan suami kamu, kalau kamu yang bayar entar mereka kira aku suami yang gak mau bayar belanjaan istri nya untuk keperluan bayi nya "
Ucap fajar berbisik pada hana
Setelah selsai membayar dan mengambil kantong belanjaan , fajar dan hana duduk di kursi depan alfamart, fajar mengambil 2 eskrim di dalam kantong belanjaan dan memberikan nya 1 pada hana
"ibu hamil bagus makan eskrim mendekati persalinan " ucap fajar
"kamu tau dari mana?? " tanya hana yang kemudian membuka eskrim nya lalu memakan nya
"ya aku tau lah , aku kan peramal " haha fajar tertawa
"ih kamu tuh becanda mulu ya , gak lucu tau"
"iya maaf ibu hamil maaf "
"tapi bener juga sih, bidan di tempat ku juga mengatakan itu "
"tuh kan aku gak bohong, makan yang banyak biar bayi nya sehat "
"jangan banyak banyak juga, nanti bayi nya gendut "
"bagus dong bayi nya gendut, biar gemoy kaya kamu " haha tawa fajar , membuat hana cemberut.
"eh itu bibir kamu han "fajar menunjuk bibirnya memberi kode lalu hana meraba bibir bagian bawah nya
"bukan, bukan itu " ucap fajar . Hana masih tetap mengusap bibir bagian bawah nya , lalu tiba tiba tangan fajar mengusap bibir hana bagian atas menghilangkan bekas eskrim membuat hana terkesima.
"m m maaf han, ada eskrim di bibir mu " fajar menjadi salah tingkah membuat nya menjadi gugup
"ah... i iya engga apa apa fajar, aku tidak bisa melihat nya " hana ikut salah tingkah
Mereka segera menghabiskna eskrim nya lalu fajar mengantarkan hana kembali ,namun tak sampai depan rumah nya . Hana meminta fajar mengantarkan nya sampai dekat rumah saja karna hana melihat ada motor terparkir di depan rumah nya.
"fajar, sampai sini saja, sepertinya suami ku pulang lagi "
Hana turun dari motor, lalu berjalan menuju rumah nya setelah berterimakasih , begitupun dengan fajar yang langsung berlalu pergi setelah mengantarkan hana
Sesampai nya di depan rumah, hana membuka pintu , namun tak ada orang di dalam.
Hana menaruh kantong belanjaan nya lalu menaruh nya di meja.
__ADS_1
Hana berjalan menuju kamar nya melewati kamar fatma, tak sengaja hana mendengar ******* dari kamar fatma yang tertutup rapat . dengan rasa muak hana segera membuka pintu kamar nya lalu mengunncinya.