KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 85


__ADS_3

PT PERWIRA NUSANTARA


Mereka turun di depan pintu masuk , lalu Arya memberikan kunci mobil ke satpam .


" Pagi Pak , Bu ..."


Sapa satpam di depan .


Bagi Luna pertama kalinya ia kembali ke tempat ini setelah menikah , dulu ia kesini untuk melamar pekerjaan dan saat kesini lagi statusnya sudah berubah , sama sekali tak pernah dibayangkannya dulu .


Sampai di loby , resepsionis yang pernah ditemuinya di cafe waktu itu menyapa ramah .


Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna lalu berjalan menuju lift .


Sesampainya di lantai 4 mereka bertemu Maya di depan ruangan .


" Pagi Pak ..Bu Luna ."


" Pagi ."


" Pak ini ada surat dari Pak Indra ." Maya menyerahkan amplop putih padanya .


" Oh iya ...makasih ya ."


Mereka masuk ke ruangan , tak lama seorang office boy membawakan minuman .


Luna duduk di sofa , tak lama Arya menyandingnya .


Ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang .


" Irfan , saya bisa lihat cctv di ruangan saya kemarin ..."


" Ok saya tunggu ..."


Tak lama seseorang mengetuk pintu .


" Iya Masuk ."


Irfan masuk dengan laptop di tangannya .


" Iya taruh sini aja ."


Irfan meletakkan laptop di meja .


" Kalau begitu saya permisi ."


" Terima kasih ya ."


***


~ siang Mas ~


Terlihat Kinan masuk ke dalam ruangan .


Luna membelalakkan mata melihat penampilannya .


" Kinan terlihat cantik ya ." Ucapnya , menoleh ke Arya .


Tak ada jawaban .


~ Mas ...tolong , kamu mau kan ?~


Terlihat disana Kinan berniat mendekat .


~ Stop ~


Suara Arya marah disana .


Sekali lagi , Luna menoleh .


" Kenapa ?" Tanya Arya .

__ADS_1


~ Aku masih mencintai kamu , Mas ~


Mendengar itu , Luna kembali menatap laptop di depannya .


~ Aku sudah tidak bersama Dimas ~


Lagi-lagi Luna terkejut dan menatap Arya .


" Dimas ?"


Arya mengangguk , lalu mengusap rambutnya dan merengkuhnya ke dalam pelukan .


Luna terdiam , ingatannya kembali... pantas saat melihat foto Kinan pertama kali sepertinya wajah itu tak asing baginya .


Luna mendongakkan kepalanya .


" Apa mereka yang di hotel waktu itu ?" Tanyanya lagi .


Arya mengangguk .


Luna menarik nafas panjang , ternyata semua ini saling berhubungan , Kinan dan Dimas , sama-sama pernah menghancurkan hidup mereka dulu .


Ia memejamkan mata sebentar , meski sudah melupakan semuanya , rasanya masih tak habis pikir kalau Kinan lah yang menjadi orang ketiga dalam hubungannya dengan Dimas dulu .


Ia membuka mata , saat merasakan ciuman di keningnya .


Sementara rekaman cctv masih berjalan .


~ Tapi kamu sama Luna hanya karena Sasa kan ?~


Luna tiba-tiba berdiri ...


" Mau kemana ?" Tanya Arya heran .


" Toilet ." Jawabnya pendek ,lalu berjalan .


~ Aku cinta sama Luna ~


Di dalam toilet ,Luna masih berdiri mematung disana .Omongan Kinan tetap membuatnya merasa tak nyaman . Walaupun benar , Arya menikahinya hanya demi Sasa , tak lebih .


Terdengar suara orang masuk ke dalam dan suara kran air menyala .


" Sin , kamu tahu kemarin Bu Kinan datang kesini ."


Mendengar itu , Luna mendekatkan telinga di pintu agar lebih jelas .


" Bu Kinan itu siapa ?"


" Mantan istrinya Pak Arya ."


" Oh yang pakai baju sexy kemarin ?"


" Iya dan dia keluar dari ruangan Pak Arya sambil menangis ."


" Oh ya ...kira-kira ada apa ya sama mereka ?"


" Mungkin Bu Kinan ingin rujuk , secara mereka kan sudah punya anak juga ..."


" Memangnya dulu mereka bisa cerai kenapa ?"


" Nggak tahu , Pak Arya sendiri juga merahasiakan apa yang menjadi penyebab perpisahan mereka ."


" Tapi nggak mungkin kan ,Pak Arya sekarang juga sudah menikah ."


" Iya , walaupun pernikahan mereka terkesan mendadak , bukannya Bu Luna dulu juga sempat melamar kerja di sini sebagai sekretaris .."


" Beruntung sekali Bu Luna ya , bisa menjadi istrinya Pak Arya ."


" Iya ...dan kelihatannya Pak Arya sangat mencintai Bu Luna ."


" Tapi kalau aku lebih menyukai Bu Luna , walaupun penampilannya sederhana tapi wajahnya lebih keibuan ketimbang Bu Kinan ."

__ADS_1


" Benar itu , yang aku tahu Pak Arya itu tipe yang setia , jadi kayaknya nggak mungkin tergoda , walaupun Bu Kinan berpenampilan lebih cantik ."


" Percuma juga cantik kalau hatinya nggak ."


Setelah itu tak ada suara air mengalir di wastafel dan langkah mereka terdengar menjauh .


Luna membuka pintu pelan dan ternyata diluar sudah kosong .


Setelah mencuci tangan di wastafel ia berjalan keluar .


" Kenapa lama ?" Tanya Arya begitu ia kembali ke ruangannya .


Luna duduk di sofa ." Gimana aku bisa keluar , di depan ada karyawan kamu lagi ngegosip ."


Arya menatapnya ." Gosipin apa ?"


" Gosipin bosnya ." Bisiknya .


Arya melotot ." Bilang apa ?"


Luna menepuk bahunya ." Tenang bicara yang baik-baik kok ."


" Apa sih ?" Tanya Arya semakin penasaran .


Luna hanya menatapnya ,tanpa bersuara .


" Hey ..." Arya menepuk pipinya .


" Mereka puji kamu kok ."


Arya mengernyitkan alisnya .


" Katanya ...Pak Arya itu orangnya setia , nggak mungkin tergoda meskipun Bu Kinan itu cantik ."


Arya terbahak mendengarnya .


" Jangan-jangan kamu kasih bonus terus tiap bulan ,sampai mereka begitu mengidolakan bos nya ." Luna menyilangkan tangannya di dada .


" Terus bilang apalagi ?"


" Beruntung sekali Bu Luna bisa menjadi istrinya Pak Arya ." Jawab Luna , sambil menirukan suara mereka tadi .


Arya mendekatkan wajahnya .


" Mungkin salah satu dari mereka juga ada yang menyukai kamu .."


" Oh ya .." Arya semakin mendekatkan wajahnya .


Luna mengangguk .


" Kamu cemburu ?"


" Nggak ."


Arya mulai mendaratkan ciumannya di pipi .


" Mas , jangan macem-macem ini di kantor ."


Arya terbahak .


" Aku mau pulang deh ."


" Tunggu biar di jemput Pak Sanusi ."


" Nggak usah naik taksi online aja ."


" Nggak boleh ."


Luna manyun .


Arya mengambil ponsel dan menghubungi Pak Sanusi .

__ADS_1


__ADS_2