
PT PERWIRA NUSANTARA
Mereka turun di depan pintu masuk , lalu Arya memberikan kunci mobil ke satpam .
" Pagi Pak , Bu ..."
Sapa satpam di depan .
Bagi Luna pertama kalinya ia kembali ke tempat ini setelah menikah , dulu ia kesini untuk melamar pekerjaan dan saat kesini lagi statusnya sudah berubah , sama sekali tak pernah dibayangkannya dulu .
Sampai di loby , resepsionis yang pernah ditemuinya di cafe waktu itu menyapa ramah .
Arya melingkarkan tangannya di pinggang Luna lalu berjalan menuju lift .
Sesampainya di lantai 4 mereka bertemu Maya di depan ruangan .
" Pagi Pak ..Bu Luna ."
" Pagi ."
" Pak ini ada surat dari Pak Indra ." Maya menyerahkan amplop putih padanya .
" Oh iya ...makasih ya ."
Mereka masuk ke ruangan , tak lama seorang office boy membawakan minuman .
Luna duduk di sofa , tak lama Arya menyandingnya .
Ia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang .
" Irfan , saya bisa lihat cctv di ruangan saya kemarin ..."
" Ok saya tunggu ..."
Tak lama seseorang mengetuk pintu .
" Iya Masuk ."
Irfan masuk dengan laptop di tangannya .
" Iya taruh sini aja ."
Irfan meletakkan laptop di meja .
" Kalau begitu saya permisi ."
" Terima kasih ya ."
***
~ siang Mas ~
Terlihat Kinan masuk ke dalam ruangan .
Luna membelalakkan mata melihat penampilannya .
" Kinan terlihat cantik ya ." Ucapnya , menoleh ke Arya .
Tak ada jawaban .
~ Mas ...tolong , kamu mau kan ?~
Terlihat disana Kinan berniat mendekat .
~ Stop ~
Suara Arya marah disana .
Sekali lagi , Luna menoleh .
" Kenapa ?" Tanya Arya .
__ADS_1
~ Aku masih mencintai kamu , Mas ~
Mendengar itu , Luna kembali menatap laptop di depannya .
~ Aku sudah tidak bersama Dimas ~
Lagi-lagi Luna terkejut dan menatap Arya .
" Dimas ?"
Arya mengangguk , lalu mengusap rambutnya dan merengkuhnya ke dalam pelukan .
Luna terdiam , ingatannya kembali... pantas saat melihat foto Kinan pertama kali sepertinya wajah itu tak asing baginya .
Luna mendongakkan kepalanya .
" Apa mereka yang di hotel waktu itu ?" Tanyanya lagi .
Arya mengangguk .
Luna menarik nafas panjang , ternyata semua ini saling berhubungan , Kinan dan Dimas , sama-sama pernah menghancurkan hidup mereka dulu .
Ia memejamkan mata sebentar , meski sudah melupakan semuanya , rasanya masih tak habis pikir kalau Kinan lah yang menjadi orang ketiga dalam hubungannya dengan Dimas dulu .
Ia membuka mata , saat merasakan ciuman di keningnya .
Sementara rekaman cctv masih berjalan .
~ Tapi kamu sama Luna hanya karena Sasa kan ?~
Luna tiba-tiba berdiri ...
" Mau kemana ?" Tanya Arya heran .
" Toilet ." Jawabnya pendek ,lalu berjalan .
~ Aku cinta sama Luna ~
Di dalam toilet ,Luna masih berdiri mematung disana .Omongan Kinan tetap membuatnya merasa tak nyaman . Walaupun benar , Arya menikahinya hanya demi Sasa , tak lebih .
Terdengar suara orang masuk ke dalam dan suara kran air menyala .
" Sin , kamu tahu kemarin Bu Kinan datang kesini ."
Mendengar itu , Luna mendekatkan telinga di pintu agar lebih jelas .
" Bu Kinan itu siapa ?"
" Mantan istrinya Pak Arya ."
" Oh yang pakai baju sexy kemarin ?"
" Iya dan dia keluar dari ruangan Pak Arya sambil menangis ."
" Oh ya ...kira-kira ada apa ya sama mereka ?"
" Mungkin Bu Kinan ingin rujuk , secara mereka kan sudah punya anak juga ..."
" Memangnya dulu mereka bisa cerai kenapa ?"
" Nggak tahu , Pak Arya sendiri juga merahasiakan apa yang menjadi penyebab perpisahan mereka ."
" Tapi nggak mungkin kan ,Pak Arya sekarang juga sudah menikah ."
" Iya , walaupun pernikahan mereka terkesan mendadak , bukannya Bu Luna dulu juga sempat melamar kerja di sini sebagai sekretaris .."
" Beruntung sekali Bu Luna ya , bisa menjadi istrinya Pak Arya ."
" Iya ...dan kelihatannya Pak Arya sangat mencintai Bu Luna ."
" Tapi kalau aku lebih menyukai Bu Luna , walaupun penampilannya sederhana tapi wajahnya lebih keibuan ketimbang Bu Kinan ."
__ADS_1
" Benar itu , yang aku tahu Pak Arya itu tipe yang setia , jadi kayaknya nggak mungkin tergoda , walaupun Bu Kinan berpenampilan lebih cantik ."
" Percuma juga cantik kalau hatinya nggak ."
Setelah itu tak ada suara air mengalir di wastafel dan langkah mereka terdengar menjauh .
Luna membuka pintu pelan dan ternyata diluar sudah kosong .
Setelah mencuci tangan di wastafel ia berjalan keluar .
" Kenapa lama ?" Tanya Arya begitu ia kembali ke ruangannya .
Luna duduk di sofa ." Gimana aku bisa keluar , di depan ada karyawan kamu lagi ngegosip ."
Arya menatapnya ." Gosipin apa ?"
" Gosipin bosnya ." Bisiknya .
Arya melotot ." Bilang apa ?"
Luna menepuk bahunya ." Tenang bicara yang baik-baik kok ."
" Apa sih ?" Tanya Arya semakin penasaran .
Luna hanya menatapnya ,tanpa bersuara .
" Hey ..." Arya menepuk pipinya .
" Mereka puji kamu kok ."
Arya mengernyitkan alisnya .
" Katanya ...Pak Arya itu orangnya setia , nggak mungkin tergoda meskipun Bu Kinan itu cantik ."
Arya terbahak mendengarnya .
" Jangan-jangan kamu kasih bonus terus tiap bulan ,sampai mereka begitu mengidolakan bos nya ." Luna menyilangkan tangannya di dada .
" Terus bilang apalagi ?"
" Beruntung sekali Bu Luna bisa menjadi istrinya Pak Arya ." Jawab Luna , sambil menirukan suara mereka tadi .
Arya mendekatkan wajahnya .
" Mungkin salah satu dari mereka juga ada yang menyukai kamu .."
" Oh ya .." Arya semakin mendekatkan wajahnya .
Luna mengangguk .
" Kamu cemburu ?"
" Nggak ."
Arya mulai mendaratkan ciumannya di pipi .
" Mas , jangan macem-macem ini di kantor ."
Arya terbahak .
" Aku mau pulang deh ."
" Tunggu biar di jemput Pak Sanusi ."
" Nggak usah naik taksi online aja ."
" Nggak boleh ."
Luna manyun .
Arya mengambil ponsel dan menghubungi Pak Sanusi .
__ADS_1