KAWIN KONTRAK

KAWIN KONTRAK
BAB 37


__ADS_3

" Lun , makan dulu ...kamu dari kemarin nggak mau makan juga ."


Widya membawa sepiring bubur ayam ke kamar , tapi Luna masih meringkuk di kasurnya .


Kemarin ia sempat demam tinggi , tapi setelah minum obat ..kondisinya sudah mulai mendingan .


Hanya kepalanya masih sedikit pusing .


Ini akibat ia terlalu memikirkan pertemuannya dengan Dimas di cafe waktu itu .


Keesokan harinya setelah malam itu , Dimas mendatangi rumah nya .


" Aku tahu kamu bohong , katanya sudah menikah...tapi ternyata masih tinggal disini ." Dimas mencibirnya .


Luna dan Mamanya cuma saling berpandangan .


" Luna ...ayolah , aku tahu kamu masih cinta sama aku .."


" Sebaiknya kamu pergi dari sini !!" Sentak Widya .


Dimas hanya tertawa mendengarnya .


Luna menarik nafas panjang , mengingat itu semua membuat rasa sakitnya kembali muncul .


Kenapa Dimas harus datang lagi di hidupnya , setelah dulu ia begitu menyakitinya .


Dan hari itu , kehadiran Dimas sudah sangat mengganggunya . Sampai Mama harus memanggil beberapa tetangga untuk mengusirnya , baru ia mau pergi .


Tapi ternyata tak cukup lama , beberapa jam setelah ke rumahnya , Dimas mulai meneror dengan menelpon nya berkali-kali ,meski tak pernah digubrisnya ..bahkan ia sudah memblokir nomornya .


Bukan Dimas namanya kalau tidak memaksakan keinginannya ke orang lain . Ia memakai nomor lain dan terus mengganggunya .


Luna memilih mematikan ponselnya dari kemarin . Rasanya ini cukup untuk membuat Dimas tak mengganggunya lagi .


" Lun , ponsel kamu masih mati ?"


Luna mengangguk .


" Gimana kalau Arya atau Mamanya nelpon ?"


Luna diam sebentar .


Iya , kenapa ia tidak memikirkan itu ...tapi kayaknya nggak papa . Biasanya Arya hanya menelpon untuk keperluan Sasa , ada kegiatan di sekolah atau saat Sasa minta ditemani bermain .


Rasanya minggu ini di sekolah tak ada kegiatan yang bisa melibatkannya .


Mungkin untuk sekarang lebih baik begini , semoga Dimas tak mengusiknya lagi .


" Nggak papa Ma ." Jawabnya lemah .


" Ya sudah kamu makan dulu sekarang ."


" Nanti ajalah ."


Di rumah Arya ...


Ia sudah menikmati roti di meja makan , ketika Mamanya datang .


" Sasa mana ?"


" Masih dikamar ."


Karina menarik satu kursi dan duduk di sampingnya .


" Kok ponselnya Luna nggak aktif ya ?" Tanyanya , sambil mengambil ponsel dari tas .


" Iya dari kemarin ." Jawab Arya , lalu meminum jus mangga yang baru dihidangkan Minah .


Karina menatapnya heran . " Apa kalian bertengkar ?"


Arya menggeleng .

__ADS_1


Memang setelah pertemuan nya dengan Dimas waktu itu , ia sama sekali belum bicara dengan Luna , meskipun hanya untuk membahas soal Sasa .


" Memang ada masalah apa ya ...kenapa kamu nggak cari tahu soal ini ?"


Arya diam sebentar . Apa ini semua ada hubungannya dengan Dimas ?


" Mungkin ini karena Dimas ." Ucapnya lagi , yang cukup membuat Karina terkejut .


" Dimas ..mantan pacarnya itu ?" Tanyanya ulang .


" Iya ."


" Memangnya ada apa sama mereka ?"


" Beberapa hari lalu , waktu di cafe ... kita bertemu Dimas disana ."


" Oh ya ?"


" Kita sempat berantem juga ."


Karina melotot ." Kamu berantem sama Dimas ?"


Arya mengangguk ." Mama tahu siapa dia ?"


" Maksud kamu ?"


Arya menengok sebentar , melihat apa ada Sasa disana , ternyata sepi .


Minah dan Suster Mia pun tak terlihat .


" Dimas itu selingkuhannya Kinan ." Ucapnya pelan .


Karina terperanjat .


" Apa mungkin yang diceritakan Luna yang di hotel waktu itu ..."


" Mungkin ." Potong Arya ." Itu sebabnya kemarin aku mau menanyakan ke Luna , tapi gagal setelah Dimas muncul ."


" Sebaiknya kamu cek keadaan Luna , Mama jadi sedikit khawatir ."


Ucapnya gamang .


Arya menatapnya .


" Sasa biar Mama yang antar ." Imbuhnya .


" Iya ."


Satu jam kemudian...


Mobilnya memasuki teras rumah Luna .


Ada Mamanya didepan sedang membersihkan warung .


" Arya ." Sapa Widya , sambil mengelap tangannya kemudian menghampiri ke depan .


Arya mendekat dan mencium tangannya .


" Tante ..Luna nya kemana ?"


" Ada di dalam ."


" Ponselnya kenapa nggak aktif ya ?"


Widya diam sebentar .


" Iya ...sebaiknya kamu tanyakan sendiri saja , tapi kemarin memang dia lagi nggak enak badan ."


" Sakit ?"


" Iya , demamnya tinggi kemarin ,apalagi kalau sakit susah disuruh makannya ."

__ADS_1


" Tante , saya mau ketemu boleh ?"


" Iya , kamu masuk aja nggak papa , dia ada dikamar . "


" Tapi Tante ...saya masuk nggak papa ..?" Tanyanya lagi .


Widya mengangguk ." Iya nggak papa , Tante disini juga ."


" Saya permisi masuk ya ."


Widya mengangguk .


Arya langsung menuju kamar Luna . Diketuknya pintu pelan .


" Iya Ma , masuk aja ." Suara Luna dari dalam .


Arya membuka pintu .


Luna menoleh dan kaget melihat siapa yang muncul .


Ia langsung duduk dan itu membuat kepalanya berdenyut .


Ia meringis .


" Kenapa ?" Tanya Arya cemas , lalu berjalan mendekat .


Luna menggeleng .


Arya duduk di pinggiran kasur .


" Kok bisa disini ?" Tanya Luna heran .


" Iya , Mama yang suruh ...ponsel kamu nggak aktif dari kemarin ."


" Oh iya ...memang aku matiin ."


Arya menatapnya . " Karena Dimas ?" Tanyanya .


" Iya , kemarin lusa dia kerumah ..."


" Terus ...?"


" Besoknya dia nelpon-nelpon terus .. makanya aku matiin ."


" Kenapa bisa punya nomor kamu ?"


" Nggak tahu ."


" Ya sudah ganti nomor baru aja ."


" Iya ." Jawabnya pendek .


Arya masih menatapnya dan itu membuatnya tak nyaman , mereka duduk berdekatan juga .


Ia tersentak ketika tiba-tiba Arya memegang keningnya .


" Nggak ke dokter ?" Tanyanya .


Ia menggeleng ." Cuma demam biasa kok ."


Arya melihat ke meja di depannya dan ada sepiring bubur ayam yang nampak masih utuh disana .


" Kenapa nggak dimakan itu ?" Tanyanya lagi .


" Nanti aja belum lapar ."


Arya mengambil piring bubur itu dan menyendoknya , lalu berniat menyuapi , tapi Luna menggeleng pelan .


" Nggak usah nanti aja , aku bisa makan sendiri ."


Tanpa menjawab . Arya mendekatkan sendok ke mulutnya .

__ADS_1


Mau tak mau ia membuka mulut juga .


__ADS_2