
" Tumben kamu sampai jam segini ...?" Tanya Karina begitu ia sampai .
" Iya ,tadi ketemu sama Om Irwan dulu ..."
" Bukannya proyek ini Sarah yang pegang ?"
Arya mengangguk ." Tapi masih sedikit ragu dia ...jadi mau minta pendapat Papanya .
" Baguslah ...mudah-mudahan deal ..."
Arya menatap ke sekeliling yang nampak sepi .
" Udah pada tidur ?"
" Papa udah tidur kayaknya ,baru pulang tadi ...kalau Luna ada dikamar Sasa ."
" Ya udah , aku masuk dulu ..."
" Kamu mau dibikinin teh .."
" Nggak usah deh ."
Arya menuju kamar Sasa , yang pintunya tak tertutup rapat . Ia langsung masuk , Sasa terlihat sudah terlelap .
Luna duduk di sebelahnya , sibuk dengan ponsel di tangan .
" Kenapa nggak tiduran di kamar ?" Arya mendekat sambil mengusap rambutnya .
Luna menoleh ." Udah pulang ..."
" Ya udah yuk .." Ajak Arya , menarik tangannya untuk berdiri .
Arya menuntunnya keluar , langsung ke kamar .
Mereka duduk di sofa berhadapan .
Arya memberikan kantong plastik berisi burger .
" Kok banyak ?" Tanya Luna melihat 3 bungkus burger di dalam .
" Siapa tahu kamu laper , tadi aja 2 habis ..."
Ponsel di sakunya berbunyi ...
" Iya Sar ..." Sapanya .
" Arya , tadi kayak nya dompet aku jatuh di mobil deh , soalnya tas kebuka ...
" Dompet kamu ketinggalan di mobil ...iya nanti aku cek , besok aku titipin Papa kamu ."
" Oke deh , thanks ya ."
Arya menaruh ponsel di sofa .
" Siapa ?" Tanya Luna .
" Sarah ."
__ADS_1
" Yang tadi sama kamu juga pas aku telpon ...?"
Arya mengangguk ." Tadi pulangnya bareng ,soalnya dia nggak bawa mobil ."
" Sarah itu siapa ?"
" Anaknya Om Irwan , teman Papa ,yang kita pernah ketemu di restorannya Mama ."
Luna mengangguk ." Oh iya ..."
Arya menatapnya ." Kenapa ?"
" Nggak papa ..." Luna balas menatapnya ." Cantik ya Sarah itu ...?"
Arya diam sebentar ." Cantiklah kan cewek , masak ganteng ..." Godanya .
Luna manyun .
" Kenapa ?" Tanya Arya lagi .
" Nggak papa , cuma nanya aja ..."
Luna membuka bungkus burger nya .
" Ya udah habisin , aku mandi dulu , belum sholat juga ..."
Luna mengangguk .
Arya berdiri dan berjalan ke kamar mandi .
*****
" Belum , ini habis telponan sama Irwan .."
" Tadi Arya habis ketemu kan sama Sarah juga ..."
Ardi mengangguk ." Ini barusan cerita ..."
" Mama sebenarnya agak nggak enak soal yang waktu itu ke Mas Irwan ..."
Karina teringat waktu itu ...setelah perpisahan Arya dengan Kinan dulu . Irwan mengusulkan untuk menjodohkan Arya dan Sarah , karena mereka sudah saling kenal sejak lama ...dan ternyata Sarah juga tak keberatan dengan permintaan Papanya , tapi ternyata ...Arya menolak mentah-mentah rencana itu .Meski sampai sekarang hubungan mereka juga tak berubah , tapi tetap membuatnya merasa bersalah sama Sarah . Arya memang menolak semua yang di rekomendasikannya , termasuk Sarah dan Laura .Padahal mereka berdua cantik dan yang paling penting karena keluarga sudah sama-sama dekat .Entah apa yang menjadi pertimbangannya saat itu ...
" Mungkin mereka memang tidak berjodoh Ma ...yang penting hubungan Arya dan Sarah juga masih berteman baik sampai sekarang ."
" Oh iya Pa..." Karina teringat sesuatu ." Tadi Sasa tiba-tiba bicara soal ulang tahun pernikahan Papanya ."
Ardi menatapnya kaget ." Kok bisa ?"
" Soalnya dia cerita orang tua temannya yang mau ulang tahun pernikahan ..terus besok di sekolah ada acara makan-makan ..."
"Terus ...?"
" Sasa mau nanti pas ulang tahun pernikahan Papanya juga melakukan hal yang sama ."
" Tapi ...bulan ini kan Ma harusnya ulang tahun pernikahan Arya yang pertama ."
" Iya Pa ...nggak terasa udah hampir setahun aja ..." Karina menatap suaminya ." Papa kenapa belum tanya soal itu ...?" Tanyanya serius .
__ADS_1
" Kontrak pernikahan itu ?" Tanya Ardi memperjelas .
Karina mengangguk .
" Papa sengaja ...biar Arya sendiri yang menceritakan semuanya ke kita ..."
" Tapi sekarang Luna sudah hamil ..."
" Iya dan yang Papa lihat ...kehidupan pernikahan mereka selama ini normal-normal aja kan ..."
" Kemunculan Kinan juga tidak berpengaruh ke Arya ..." Balas Karina .
Ardi mengangguk ." Sepertinya Arya memang mencintai Luna , begitu juga sebaliknya ..."
" Menurut Mama juga begitu ...karena Luna cukup bisa menjadi ibu yang baik buat Sasa , meski dia belum pernah punya anak sendiri ."
" Semoga permasalahan kontrak itu , tidak membuat masalah ke depannya nanti .."
" Iya .".
" Nanti saat ulang tahun pernikahan mereka ...kita tunggu saja , apa Arya akan mengakui yang sebenarnya ke kita atau nggak ..."
" Mama cuma takut , kalau kontrak itu tetap berlaku ...bagaimana dengan Sasa ..." Ucap Karina tiba-tiba merasa cemas .
" Nggak mungkinlah Ma mereka berpisah ...sekarang Luna sedang mengandung anaknya Arya ."
" Semoga begitu ..."
*****
" Udah habis semua ?" Tanya Arya begitu kembali ke kamar .
" Nggak ...lainnya aku kasih Mia , kamu nggak mau juga kan ...?"
" Kalau kamu mau habisin semua yang nggak papa ..."
Luna meringis ...tiba-tiba perutnya kembali mual , ia menutup mulutnya dengan tangan dan langsung berlari ke kamar mandi .
" Loh kenapa ?" Tanya Arya cemas .
Tak lama ia keluar dan duduk lagi di sofa .
Arya tak ada dikamar .
Ia mengusap perutnya yang masih sedikit mual , lalu menyandarkan tubuhnya di sofa .Kepalanya mulai berdenyut ...
Ia menutup mata sebentar , begitu membukanya , Arya sudah berdiri di depannya , menyodorkan secangkir jeruk hangat .
" Minum dulu , biar nggak mual ."
" Makasih ya ..." Luna meminumnya sedikit , lalu meletakkan di meja sebelahnya .
Arya mengusap keningnya . " Masih pusing ?"
Luna mendongak menatapnya .
" Ya udah pindah ke kasur aja , aku pijitin ..." Ucapnya lembut , sambil menarik tangan Luna dan menuntunnya naik ke tempat tidur .
__ADS_1